
Jika apa yang dipikirkan Ye Yuan benar, ayahnya pasti datang untuk memperingatkan tentang rencana buruk yang mungkin Wan Donghai akan lakukan padanya. Ye Yuan masih sangat menghormati ayahnya yang terlalu melindungi dirinya.
Meskipun baru dua hari yang lalu Qingyun Zi masuk ke dalam tubuh Ye Yuan, jelas bahwa Ye Hang, Reng Hongling dan Lu adalah tipa-tipe orang akan menghambatnya.
Lu memasang wajah cemberut dan berkata dengan kesal, "Aku sebenarnya ingin masuk dan memanggil Tuan Muda, tetapi Tuan Besar Ye Hang menarikku dan tidak mengizinkanku masuk. Lalu, apa yang bisa kulakukan?"
Masih dengan bermandikan keringat, Ye Yuan dengan cepat berkata, "Baiklah Lu. Akulah yang salah. Aku meminta maaf kepadamu, jangan marah, ya?"
Mendengar kalimat Ye Yuan, Lu tersenyum lebar, "Aku tidak marah. Aku tahu kalau Tuan Muda menyayangi dan menghornati Tuan Besar. Aku juga memperlakukannya seperti ayah kandungku sendiri dan sangat menghormati beliau seperti cara Tuan Muda menghormatinya. Jadi, untuk apa aku marah?"
Ye Yuan lega mendengar balasannya. "Hahaha. Kalau begitu baiklah. Pergilah keluar dan bertahu ayahku untuk menunggu sebentar. Aku akan keluar setelah memakai baju."
Lu mengerti kata-kata Ye Yuan, kemudian langsung keluar.
Di dalam ruang belajar Ye Hang, pasangan ayah-anak itu duduk berdekatan, keduanya mulai bercakap.
"Yuan, apa yang kamu lakukan hari ini benar-benar melampiaskan kekesalanku. Aku pikir Wan Donghai mungkin wajahnya sudah sangat pucat pasi saat ini, kan? Hahaha! Sudah bertahun-tahun aku lihat si tua itu menerima kehancuran seperti itu. Sungguh hebat!" Ye Hang tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Jelas, dari cara tertawa Ye Hang lepas tampaknya Wan Donghai sudah mengganggunya selama beberapa tahun terakhir ini. Meskipun Ye Hang bisa menahannya, dia tidak pernah merasa bisa meluapkan kekecewaannya seperti hari ini. Meskipun bukan dia orang yang pergi untuk memberikan tamparan di wajah Wan Donghai, tidak akan bedanya antara dirinya atau pun Ye Yuan."
Melihat ayahnya tertawa riang, Ye Yuan merasa senang. "Ayah, semua berkat apa yang Guru sampaikan kepadaku dalam mimpi. Dia bilang bahwa aku bisa membuat Wan Donghai si tua itu mengalami kesusahan seperti ini. Jadi aku tidak berhak menerima pujian ini."
Ye Hang mengibaskan tangannya tidak setuju dengan kalimat Ye Yuan. "Tidak perlu terlalu sopan dengan ayahmu. Aku senang kamu memiliki kemampuan seperti hari ini. Tapi aku masih harus mengingatkanmu sekali lagi bahwa Wan Donghai si tua itu sangat berbahaya. Setelah mengalami kerugian seperti hari ini, dia tidak akan tinggal diam. Siapa tahu dia telah merencanakan balasan curang? Aku masih bisa melindungimu di rumah ini tetapi begitu kamu pergi keluar ke Perguruan Dan Wu, ayah tidak bisa melindungimu sejauh itu. Yuan, bagaimana kalau kamu tidak usah kembali ke Perguruan Dan Wu. Tinggal saja di rumah."
Ye Yuan menghela napas dalam. Tidak heran dulu Ye Yuan menjadi pemuda yang tidak berguna. Kekhawatiran dan perlindungan yang diberikan Ye Hang terlalu berlebihan. Ye Yuan sekarang tidak berniat untuk menjadi burung dalam sangkar. Dia harus kembali ke Perguruan Dan Wu."
Di mata Ye Yuan, Wan Donghai bahkan tidak bisa dianggap sebagai lawan. Orang yang dianggap bukan lawan ini harus dia kalahkan demi memuluskan jalannya kembali ke dunia kayangan. Jika dia bahkan tidak bisa mengalahkan Wan Donghai, maka tidak mungkin dia bisa kembali ke sana. Maka, dengan kembali ke Perguruan Dan Wu, Ye Yuan bisa bersaing dengan para jenius dari generasinya yang dia anggap sepadan. Ini bisa membuat Ye Yuan berkembang dengan cepat. Dan lagi, orang yang berada di tingkatan tenaga dalam tinggi berarti memiliki kecakapan bertarung yang tinggi juga. Di dunia beladiri, ada banyak kasus di mana yang lemah bisa mengalahkan yang kuat, bunga yang ditaruh di dalam rumah kaca tidak akan pernah benar-benar berkembang dengan baik.
Di kehidupan sebelumnya, Qingyun Zi adalah contoh dari bunga dalam rumah kaca ini. Meskipun tingkatan tenaga dalamnya tinggi, kemampuan bertarungnya sangatlah lemah. Ini terjadi karena dia jarang bertarung. Sedangkan dalam alam kehidupannya sekarang, dirinya sudah terlibat dalam pertarungan berdarah jadi dia harus lebih keras berlatih.
"Apa yang dikatakan Yuan memang benar. Ayah hanya ingin selalu melindungimu. Kamu harus berhati-hati di luar sana. Jika kamu menemui masalah, jangan keras kepala. Ingatlah untuk segera kembali dan meminta bantuan Ayah. Ayah tidak mau kembali melihatmu berada di ambang kematian karena racun untuk kedua kalinya."
"Tenang Ayah. Karena aku berhasil selamat dari kejadian kemarin, aku yakin kelak tidak ada lagi yang berani menggangguku," Ye Yuan mengungkapkan kepercayaan dirinya di hadapan ayahnya. Ye Hang merasa bahwa putranya benar-benar telah dewasa.
__ADS_1
"Bagus! Anakku yang baik! Sejak kapan kita berdua takut pada seseorang? Bukankah itu hanya Wan Donghai? Di masa depan, Ayah pasti bisa meletakkannya di bawah kaki ayah." Melihat semangat Ye Yuan, Ye Hang merasa kepercayaan dirinya juga meningkat.
Ye Yuan tertawa dalam hati. Dia sangat menyadari standar ayahnya. Mungkin suatu hari nanti dia bisa melampaui Wan Donghai, tetapi tidak akan ada yang bisa dilakukan untuk mengalahkannya dan meletakkannya di bawah kaki jika saja Qingyan Zi tidak mewarisi tubuh Ye Yuan.
Dengan keadaan Ye Yuan saat ini, hanya menunggu waktu saja bagi Ye Hang untuk menginjak-injak Wan Donghai.
Saat Ye Yuan hendak pergi, Ye Hang menghentikannya. Bertanya dengan wajah penasaran, "Oh benar. Pil apa yang kamu berikan pada orang itu hari ini?" pil itu sangat kuat. Kamu hanya menguasai Tingkat Pertama Energi Murni Qi. Bagaimana kamu bisa menyempurnakan pil tingkat tinggi seperti itu? "
Ye Yuan tahu bahwa Ye Hang juga seorang yang memiliki ketertarikan tinggi dalam ilmu pengobatan. Setelah menemukan masalah yang berkaitan dengan pengobatan, dia akan serius mempelajarinya. Terbukti, pertanyaan ini telah membuatnya penasaran sepanjang hari.
Menurut pendapatnya, pil racun yang bisa membuat Wan Donghai tidak berdaya pasti harus tingkat 3 ke atas. Tapi Ye Yuan jelas hanya di tingkat pertama Energi Murni Qi. Dengan kemampuan seperti itu, sangat tidak mungkin baginya untuk membuat pil dalam tingkatan kedua, apalagi ketiga dan seterusnya. Bahkan jika Ye Hang sampai sakit kepala memikirkan hal tersebut, dia masih tidak bisa mengerti apa yang terjadi.
Sekarang setelah dia selesai berbicara dari hati ke hati dengan putranya, dia tidak tahan lagi untuk langsung bertanya.
****
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN YA...GUYSS
__ADS_1