DEWA OBAT TAK TERTANDINGI

DEWA OBAT TAK TERTANDINGI
Episode 135


__ADS_3

"Ada apa? Apa kamu punya masalah dengan kakak seniormu?"


Ye Yuan mengangguk sambil tersenyum. "Jangan cemas, Ayah. Cuman pertengkaran kecil. Nanti juga akan baik-baik saja."


Ji Zhengyang ikut tersenyum. "Oh jadi begitu. Kalau memang seperti itu baiklah. Keluarga yang damai akan sejahtera. Pertengkaran kecil dan selisih pendapat itu baik tapi jika kalian berdua saling bermusuhan, maka Balai Pengobatan Raja akan kehilangan nama baiknya cepat atau lambat."


Ye Yuan diam-diam menghela napas panjang. Kalau ayahnya tahu, hubungan dirinya dan kakak senior ini lebih dari permusuhan.


Si bajingan itu telah membunuh guru yang telah memberinya semua keahliannya dan merawatnya selama beratus-ratus tahun. Dia bahkan juga membunuh anak satu-satunya dari guru tersebut!


Anak tak berbakti seperti itu tidak dapat diampuni di dunia dan langit. Ji Canglan! Itulah nama dari kakak senior itu.


Ye Yuan bersumpah jika dia dapat kembali ke dunia Khayangan suatu saat nanti, dia akan meremukkan tulangnya sampai menjadi abu.


"Ayah benar. Kenapa Ayah mencariku?"


Meski niatan membunuh itu sangat kuat sekali, Ye Yuan tidak membiarkan ayahnya sedikitpun tahu.


Ye Yuan tahu sepertinya dirinya telah masuk ke dalam alam hati.


Ji Zhengyang memukul kepalanya begitu dia mendengar pertanyaan Ye Yuan. "Kamu lihat? Sekarang aku sudah tua sehingga sering lupa. Ayah lupa tujuan ayah ke sini ketika sudah asik berbicara denganmu. Aku telah setengah jalan meracik pil obat dewa dan akan menunjukkannya di Perkumpulan Besar Apresiasi Pil. Ketika nanti banyak pengunjung yang memberikan ucapan selamat, kamu dan kakakmu harus mengatur hal ini. Jnagan sampai kalian bersikap kurang sopan di hadapan para tamu."

__ADS_1


Mendengar kalimat ayahnya, tubuh Ye Yuan jadi gemetar. Belum lama, dia terlarut dalam kenangannya di masa lalu dan sama sekali tidak sempat berpikir sejauh mana Alam Ilusi ini akan membawannya. Ye Yuan baru sadar ketika Ji Zhangyeng menyebut kata Perkumpulan Besar Apresiasi Pil. Di sinilah tempat Ji Zhangyeng menunjukkan sifat aslinya.


Perkumpulan Besar Apresiasi Pil bukanlah tempat yang seperti namanya melainkan sebuah perkumpulan di mana kakaknya waktu itu membunuh Ye Yuan dan ayahnya. Para pengunjung yang datang ternyata adalah orang-orang yang sudah diatur oleh Ji Canglan.


Sampai sekarang Ye Yuan masih tidak tahu bagaimana Ji Canglan mengatur semuanya dalam kurun waktu ratusan tahun untuk membawa banyak sekali Raja Tabib ke perkumpulan waktu itu. Dengan konspirasi antara orang dalam dan orang luar, Balai Pengobatan Raja seketika langsung hancur.


Di dunia Khayangan, Balai Pengobatan Raja memiliki kekuatan yang cukup disegani. Ada banyak raja dewa yang berada dibawah Ji Zhangyeng. Namun, Ji Canglan yang diserahi tanggung jawab selama ratusan tahun telah menyebabkan hancurnya Balai Pengobatan Raja.


Waktu itu Ji Qingyun tidak tertarik dengan di dunia luar selain ruangan peracikan pil obat miliknya. Jadi, dia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi. Bahkan sampai sekarang setelah dia bereinkarnasi menjadi Ye Yuan, dia masih tidak tahu bagaimana Ji Canglan dulu melakukannya meski ada dirinya dan ayahnya yang selalu berada di dekatnya.


Ketika Ji Qingyun menutup matanya menunggu untuk mati, dirinya diliputi oleh kesedihan karena penyesalannya yang bersikap tidak acuh waktu itu. Semuanya sudah terlambat. Ji Zhengyang sudah mati dan Dao-nya sudah menghilang!


Oleh karena itu, sekarang Ye Yuan hidup dengan dua tujuan. Yang pertama dia ingin membunuh Ji Canglan untuk menuntaskan dendamnya. Dan yang kedua adalah mencari tahu kekuatan yang mendukung Ji Canglan sehingga dia berani melakukan pembunuhan waktu itu.


Ji Qingyun dulunya hidup dengan mulia. Bagaimana bisa sekarang ini dia hidup dengan tercela seperti ini? Meski balas dendamnya nanti akan lebih sulit dari pada mencapai nirwana, dia akan tetap melakukannya.


"Bukankah ini sama saja dengan menguasai ilmu bela diri?" batin Ye Yuan.


Karena dulu di kehidupan sebelumnya Ji Qingyun bisa menjadi seorang tabib yang hampir mencapai gelar Tabib Kaisar, saat ini dia pasti akan dapat menjadi seorang petarung bela diri ampuh yang dapat mencapai tingkatan alam dewa. Jalan Sembilan Surga ini tidak akan dapat menghalanginya menuju perjalannya ke nirwana.


"Ayah, jangan cemas. Tidak ada masalah berarti antara aku dan kakak senior. Aku akan bekerja sama dengan baik. Kami akan mengatur upacara penyambutan tamu dengan baik." Ye Yuan tersenyum menjawab ayahnya.

__ADS_1


Meskipun ada ombak kemarahan besar dalam hatinya, Ye Yuan bersikeras tidak menunjukkannya. Sedikitpun tidak. Semakin tangguh musuh yang dihadapi seseorang seharusnya semakin kuat seseorang harus menjaga hatinya.


Ketika dua petarung saling melancarkan serangan, keduanya tidak hanya adu kekuatan tubuh tetapi juga kekuatan hati.    


    


"Hahaha! Kalau begitu aku bisa beristirahat dengan tenang." Ji Zhangyeng tertawa lebar. Dia membelai rambut jenggotnya.


Kesunyian begitu terasa di kaki Puncak Sembilan Dewa. Ye Yuan sudah empat jam berada di anak tangga kelima sementara itu sebelumnya dia hanya perlu waktu dua jam untuk melewati 333 anak tangga.    


    


Para murid yang menonton, tengah menyaksikan Ye Yuan setengah jalan menuju puncak. Mereka yang awalnya terkejut semangat, kini berubah menjadi kesal. Setelah itu berubah lagi menjadi menyesal dan kasihan. Antusias yang mereka rasakan seolah dari titik tertinggi kemudian jatuh ke titik paling bawah, titik beku.


Cara Ye Yuan yang bergerak cepat di awal membuat orang memiliki kesan yang kuat kemudian lemah di akhir. Tahap pertama dilalui Ye Yuan dengan sangat cepat tetapi tahap kedua berakhir dengan kegagalan di awal Ye Yuan bergerak. Perbedaan di awal dan akhir terlihat sangat mencolok.


Pada saat seperti ini, tidak ada orang yang percaya Ye Yuan bisa berhasil. Kepercayaan diri mereka perlahan memudar seiring dengan berlalunya waktu.


Ye Yuan terlalu lama berada di anak tangga kelima. Masih ada 328 tangga yang harus dia lewati. Jika seperti ini, dia tidak akan berhasil.


"Huh! Curang! Dia pasti berbuat curang untuk mengambil keuntungan di awal. Itu kenapa dia bisa bergerak dengan sangat cepat!" Yu Subai mendengus kasar.

__ADS_1


"Berdasarkan pengalaman sebelumnya, tahap kedua dari Jalan Sembilan Surga adalah alam ilusi abadi. Alam ini akan semakin menakutkan seiring dengan jauhnya anak tangga yang dilewati. Akhirnya, banyak orang yang tidak dapat melepaskan diri dari Alam Ilusi. Ye Yuan sudah masuk terlalu dalam di alam ini di langkahnya yang kelima. Aku rasa susah sekali bagi dia untuk bisa lepas dari situasi ini." Zhang Songtao yang jarang berbicara ikut mengutarakan pendapatnya kali ini.


__ADS_2