
Wan Dongyang belum pernah melihat kakaknya sekemas ini. Saya tidak berani membantah perintah kakaknya, tanpa berkata Wan Dongyang pergi mengambil pil Penawar Racun Kualitas Tinggi Tingkat 3.
Pil penawar racun merupakan jenis pil yang umum digunakan untuk menyembuhkan racun dari jenis apapun. Berkhasit atau tidak pil tersebut tergantung dari jenis racun yang diderita seseorang.
Pil penawar racun dapat menyembuhkan hampir semua jenis racun biasa. Oleh karena itu, pil ini selalu digunakan serta menjadi salah satu pil yang paling mudah ditemukan.
Di mata Ye Yuan, pil penawar racun merupakan pil dalam tingkatan rendah. Levelan ini masih terbagi menjadi beberapa level lagi yakni, pil penawar racun level pertama, level kedua dan sampai level kelima. Untuk racun di atas tingkat 5, pil penawar racun tingkat kelima tidak akan ada gunanya, karena unsur racun di atas tingkat 5 sangat unik atau sangat langka, artinya pil penawar racun tersebut tidak ampuh untuk jenis tersebut.
Pil penawar racun yang diracik oleh Wan Donghai ini merupakan pil yang sangat bagus di negeri Qin. Pil Penawar Racun Tingkat Ketiga ini merupakan slogan terbaik dalam hidup Wan Donghai. Bahkan Ye Hang sekalipun tidak akan mampu menciptakan pil yang memiliki kualitas setara dengan pil ini.
Meskipun keduanya sama-sama Tabib Agung, mereka memiliki bidang yang berbeda. Ye Yuan tahu bahwa ayahnya, Ye Hang, memiliki kemampuan yang rendah jika berurusan dengan racun. Itulah kenapa Ye Hang hanya bisa memberikan pil Penawar Racun Tingkat Ketiga kualitas rendah ketika dia terkena racun, sedangkan Wan Donghai bisa memberikan pil Penawar Racun Tingkat Ketiga yang memiliIki kualitas tinggi.
Pada dasarnya pil penawar racun ini merupakan puncak dari segala himbauan pembuatan obat penawar racun di negeri Qin. Bahkan para Tabib Istana tidak mampu menyaingi kemampuan Wan Donghai dalam bidang ini.
Ketika Wan Dongyang menyerahkan pil yang diminta kepada Wan Donghai, wajahnya berubah penuh dengan kekesalan. Apa yang dilakukan Wan Donghai terlalu berlebihan dengan memberikan pil ini kepada seseorang seperti Liu An.
Wan Donghai menerima pil tersebut, lalu menatap Ye Yuan dengan tatapan dingin. Apa pun yang terjadi hari ini, dia telah dikalahkan oleh seseorang yang jauh lebih muda dari dirinya.
Ye Yuan hanya berdiri menonton Wan Donghai tanpa ekspresi.
Wan Donghai menggulung lengan bajunya, Liu An tanpa terduduk. Lalu secara tiba-tiba jari-jari Wan Donghai dengan cepatnya menotok Liu An. Orang-orang hanya melihat kejadian setelahnya lalu mendengar suara desiran angin yang keluar dari gerakan jemari itu.
Setiap jengkal totokan jari Wan Donghai membuat Liu An mengerang kesakitan. Ketika jari terakhir menotok bagian badan Liu An, pemburu itu membuka mulutnya merasakan sakit yang luar biasa. Wan Donghai tidak ragu-ragu memasukan pil penawar racun tersebut ke dalam mulut Liu An.
Setelah Liu An menelan pil penawar racun, Wan Donghai kemudian berhenti. Liu An yang telah kehilangan keseimbangan tiba-tiba tersungkur kembali ke atas lantai.
Prok... prok... prok..,
Suara tepuk tangan riuh bergema dalam ruangan.
Ye Yuan tersenyum menyaksikan semuanya, "Saya sudah lama mendengar bahwa jurus Tangan Hantu milik Tabib Wan sangat luar biasa. Jurus itu mampu menghidupkan kembali orang mati serta memberikan hukuman yang lebih buruk dari kematian. Menyaksikan jurus itu dengan saya sendiri benar-benar memperluas wawasan. Sungguh luar biasa luar biasa!"
Wan Donghai masih terengah-engah. Jurus yang dia lakukan tadi jelas tidak mudah baginya. Wan Donghai sebenarnya paham, kalimat Ye Yuan bukanlah pujian untuknya melainkan sebuah ejekan. Tak ada yang memahaminya selain Wan Donghai, dia merasa kesal dan ingin sekali menghabisinya.
"Huh! Siapa yang peduli racun apa itu. Dengan jurus Jari Hantu dan Pil Penawar Racunku, Liu An akan sembuh seperti sedia kala."
Wan Donghai tidak mencoba menyombongkan diri. Selama dia tinggal di negeri Qin, tidak ada masalah yang tidak bisa dia selesaikan.
__ADS_1
"Bagus sekali. Lihat saja keadaan Liu An sekarang. Aku juga berharap dia bisa selamat dan sehat." Ye Yuan lalu menghela napas.
Kata-kata Ye Yuan terdengar sangat tulus, seolah-olah Liu An adalah seseorang yang telah berteman lama dengan dirinya sendiri. Bagi Wan Donghai, kalimat Ye Yuan terdengar sangat menyakitkan, mengejeknya.
Firasat ini terbukti ketika sewaktu-waktu setelah Ye Yuan menyelesaikan pembicaraan, Liu An tiba-tiba memuntahkan darah.
Wajah Wan Donghai berubah pucat. Dia mengangkat badan Liu An dan bertanya, "Apa kamu baik-baik saja?"
"Tabib Wan, rasanya sakit sekali... argh... Rasa sakit ini akan membunuhku!" Gejala rasa sakit yang Liu An rasakan kini kembali seperti membakarnya. Saking sakitnya, Liu An berguling dari tempat tidur ke lantai.
Tindakan Wan Donghai jelas gagal untuk menyelamatkan Liu An. Tindakan itu justru meringankan racun yang ada di tubuh Liu An.
“Mengapa...Kenapa seperti ini?” Wan Donghai kebingungan.
Dia sudah melakukan semua yang dia bisa namun hasilnya masih belum baik. Siapa yang menduga bahwa Wan Donghai tidak dapat mengobati Liu An tetapi malah justru mengganggu keadaannya.
Liu An berguling-guling di lantai karena sakit, namun tidak ada sedikit pun yang mau membantunya.
"Tabib Wan, nuansa jurus Jari Hantu dan Pil Penawar Racunmu yang sangat hebat tidak berhasil mengobatinya. Sebaliknya, keberatan kondisi Liu An. Lihat saja kondisinya, aku tidak tahan melihatnya. Jangan bilang kalau Tabib Wan sudah tidak punya cara lain untuk mengurangi rasa sakitnya? Rumah Jawara Mabuk dikenal paling bagus di ibu kota!" Ye Yuan berteriak penuh keyakinan.
Ye Yuan dengan sengaja menunjukkan ekspresi wajah terkejut dan berkata, "Mengapa Anda mengatakan hal itu, Tabib Wan? Seperti kata pepatah, selamatkan hidup seseorang jauh lebih baik dari pada membangun pagoda bertingkat tujuh. sedang sangat menderita sehingga Anda mengatakan apa yang dia kuasai? Atau apakah nama baik yang dimiliki oleh klinik Rumah Jawara Mabuk perlu dipertanyakan karena tidak dapat mengidentifikasi racun apa yang ada di tubuh temanku?"
"Beraninya kamu Ye Yuan!" Kalau bukan karena nama baik Rumah Jawara Mabuk, Wan Donghai sudah melayangkan tendangan ke wajah Ye Yuan.
Sambil membocorkan Ye Yuan menatap Liu An dengan wajah pucat sakit. "Sahabatku, aku sudah melakukan yang terbaik. Jika Rumah Jawara Mabuk yang terkenal sebagai klinik nomor satu di ibu kota tidak bisa menyelamatkanmu, maka tidak ada yang bisa aku lakukan lagi. Ketika kamu nanti sampai di akhirat, tolong jangan salahkan aku."
Liu An yang awalnya sudah setengah mati, menjadi sadar begitu mendengar kata-kata Ye Yuan, dia seolah kembali bugar, matanya yang semula kusam dan tak bernyawa kembali berkilau.
"Tabib Wan, Tolong selamatkan aku! Aku telah membantumu menjual….." Dengan menahan rasa sakit, Liu An memaksakan kalimatnya lewat celah-celah giginya.
Liu An hanya ingin hidup karena kalimat terakhir yang dikatakan Ye Yuan. Namun, kata yang keluar dari mulutnya membuat telinga Wan Donghai seperti tersambar petir. Wan Donghai dipenuhi amarah terhadap Ye Yuan tapi sekarang, sekujur tubuhnya basah kuyup oleh keringat dingin dari ujung kepala sampai kaki.
Tanpa menunggu Liu An selesai berbicara, Wan Donghai segera berhenti dan memberi tahu Liu An, "Jangan khawatir. Aku akan menyelamatkanmu tidak peduli apa pun."
Mata Wan Donghai yang dipenuhi dengan ketulusan hati, benar-benar berbeda dari mata Ye Yuan yang penuh dengan ketulusan hati. Hal ini membuat Liu An merasa dirinya dan Wan Donghai adalah rekan hidup dan mati.
Liu An merasa resah dengan kata-kata Ye Yuan.
__ADS_1
"Tabib Wan, Ye…Ye Yuan bilang kalau racun ini…. Bernama Racun Penghancur Hati."
Setelah mengatakan hal itu badan Liu An tiba-tiba terkapar lemas seperti bola kempes.
"Racun penghancur hati... racun penghancur hati... "Wan Donghai melakukan berulang-ulang, alisnya berkerut lebih keras.
Semakin ia berulang, semakin ia merasa bahwa ia pernah mendengar nama racun itu sebelumnya.
"Racun Penghancur hati? RACUN PENGHANCUR HATI? Racun ini ternyata Racun Penghancur hati! Bagaimana bisa bocah ini tahu tentang Racun Penghancur Hati?" Mata Wan Donghai menggambarkan keterkejutan.
Wan Donghai akhirnya ingat di mana ia pernah mendengar racun itu sebelumnya. Dia dengar ketika masih awal mempelajari ilmu pengobatan, gurunya waktu itu pernah menyebutkan nama racun tersebut.
Sekarang dia ingat kalau dulu gurunya pernah mengatakan kalau racun semacam ini sangat kejam, dan tidak ada pil yang bisa dipakai untuk menetralkannya. Pil Penghancur Hati bukanlah pil yang memiliki kualitas tinggi. Melawan pil ini adalah Pil Kualitas Tinggi 1. Namun, gurunya, Ahli Pengobatan di Tingkat 4 mengatakan bahwa tidak ada obat yang bisa menawarkan racun ini. Itu berarti racun ini sangat mengerikan.
Bagaimana mungkin Ye Yuan bisa membuat racun seperti ini? Kemungkinan racun ini adalah ciptaan Ye Hang.
Wan Donghai tidak bisa terus memikirkan tentang Racun Penghnacur Hati. Setelah tertegun sebentar, dia tahu bahwa apapun yang dia lakukan, nyawa Liu An tidak akan bisa diselamatkan. Yang bisa dilakukan adalah mengorbankan lelaki ini.
Nama baiknya sendiri mungkin penting, tetapi jika semua orang tahu bahwa Liu An adalah mata-mata di antara pemburu binatang iblis yang dia perintah, maka nama baik dari Rumah Jawara Mabuk akan sangat dipertaruhkan. Kalimat Liu An yang terputus jelas akan mengatakan jika dirinya gagal menyelamatkan Liu An, lelaki ini akan memberkan keburukan Rumah Jawara Mabuk di depan semua orang yang berkerumun. Jika itu terjadi, akibatnya tidak dapat dibayangkan.
Dia harus memilik keputusan yang berakibat tidak terlalu buruk bagi Rumah Jawara Mabuk.
Wan Donghai menarik nafas dalam-dalam lalu mendesah, "Racun ini memang luar biasa kuat, aku merasa tidak mampu menanganinya. Aku hanya punya satu jurus terakhir."
Akhirnya, Wan Donghai memerintahkan orang-orang untuk mengangkat Liu An. Dia menggulung lengan bajunya, mengeluarkan jurus Jari Hantu sekali lagi. Kali ini, keriuhan jauh lebih besar dari sebelumnya.
Gerakan Wan Donghai sangat cepat di sekitar badan Liu An, menyebabkan bunyi seperti badai yang meledak sampai orang-orang susah melihatnya.
Ye Yuan terus menatap Wan Donghai tengah mengerahkan segala kemampuannya dengan wajah penuh cibiran dingin. Jurus Jari Hantu memang merupakan jurus beladiri, tetapi juga bisa dimasukkan sebagai jurus yang dipelajari dalam ilmu pengobatan Dao. Dalam pandangan Ye Yuan, jurus itu sedikit aneh. Namun dia juga memiliki pemahaman tentang jurus jari ini.
Jurus jari ini bisa menyelamatkan nyawa tapi sekaligus juga bisa membahayakannya dengan cara yang sangat keji. Jurus Jari Hantu ini digunakan pada titik-titik akupuntur untuk merangsang tubuh. Sekarang, Wan Donghai mengeluarkan teknik yang mematikan dari jurus Jari Hantu.
Sejak awal Ye Yuan tidak memilki rencana untuk membuka niat asli Tabib Wan karena dia sudah melakukan hal itu sendiri. Ye Yuan sebenarnya ingin membantunya. Namun, dengan kondisi dan kekuatan Ye Yuan sekarang, sangat tidak mungkin bagi dirinya untuk mengalahkan Wan Donghai. Dia masih terlalu lemah.
Setelah jurus Jari Hantu Tabib Wan berhenti, Liu An berhenti bernafas lalu perlahan-lahan ambruk ke lantai.
"Tabib Wan benar-benar hebat! Dia memamerkan jurus Jari Hantunya yang luar biasa sampai bisa membuat nyawa orang melayang. Sangat mengesankan!" Ye Yuan berteriak sambil mempertahankan seyumannya yang sama. Senyuman mengejek.
__ADS_1