
Keadaan Ye Yuan sekarang jauh lebih baik dari kebanyakan orang yang berada pada Tingkatan Tiga Energi Murni Qi sama dengan dirinya. Melihat hal ini, Ye Yuan menjadi tidak heran jika Raja Dewa Roh Bulu menjadi tidak terkalahkan. Jika seseorang berhasil menggunakan Seni Roh Sembilan Bulu Dewa Yang untuk mencapai pada Tingkatan Alam Energi yang tinggi, bahkan jika mungkin dia hanya mengeluarkan sedikit energinya, lawannya bisa mati seketika. Bahkan jika dia pun sudah tidak memiliki kekuatan, energi murni yang tersisa dalam dirinya masih bisa dipakai untuk membuat pil obat tingkat satu kualitas sedangnya Alam Dewa.
"Sudah larut. Waktunya untuk membantu Paman Tang dengan membuat kembali Pil Pemulih Hati Tinta Giok." Ye Yuan berdiri dan meregangkan tubuhnya. Dia mendorong pintu, keluar.
Tepat setelah melangkah keluar dari pintu, dia melihat Lu bergoyang-goyang seperti peri. Dia tersenyum dan berkata, "Tuan Muda, Anda keluar dari meditasi tertutup Anda?"
"Lu? Kamu sudah berada di Tingkat Pertama Energi Murni Qi? "Ye Yuan menjawab dengan senyum sementara tatapannya tanpa sadar menyapu tubuh Lu. Dia menemukan bahwa Lu yang pada awalnya tidak memiliki energi murni apa pun di tubuhnya sekarang terlihat memiliki energi tingkat pertama Murni Qi. Selain itu, baru sehari yang lalu dia mengajarkan Lu Jiwa Es Ilusi Surga.
Lu menganggukkan kepalanya dengan patuh dan bertanya dengan malu-malu, "Tuan Muda, perkembanganku terlalu lambat?"
Ye Yuan tidak bisa menahan tawa. "Kamu gadis kecil. Jangan katakan kata-kata ini di luar. Kalau tidak, kamu akan membuat orang lain marah. Kecepatan mengolah ragamu terlalu cepat, begitu cepatnya sehingga membuat semua orang merasa malu karena mereka tidak mampu melakukannya sepertimu."
Lu baru saja melakukan latihan olah tubuh dan sama sekali tidak memahami istilah kecepatan. Mendengarkan bagaimana tuan mudanya memujinya, Lu sangat gembira.
"Benarkah? Apa itu berarti bahwa di masa depan, aku akan dapat membantu Tuan Muda?"
"Haha. Tentu saja. Bagi keluarga kami Lu adalah seseorang yang paling menakjubkan. Ayo kita pergi, ikut denganku untuk menyelesaikan beberapa masalah. Besok, kita akan berangkat ke Perguruan Dan Wu. Aku akan membawamu ke sana atas persetujuan dari ayah," kata Ye Yuan sambil tertawa.
Beberapa hari ini, klinik Rumah Jawara Mabuk mulai sepi ditinggalkan oleh pelanggannya. Mereka lebih memilih untuk pergi ke Paviliun Pengobatan Harum.
Sejak insiden yang dibuat oleh Ye Yuan, Wan Donghai telah mengasingkan diri dengan menolak bertemu dengan siapapun. Ini membuat Wan Dongyang sangat cemas. Dia benar-benar ingin mengirim seseorang untuk menghabisi Ye Yuan, tetapi tanpa persetujuan kakaknya, dia tidak berani melakukan apapun. Oleh karena itu, sampai sekarang dia berdiam di sekitar lokasi pengasingan Wan Donghai, menunggu Wan Donghai akan keluar dari pengasingan diri secepatnya.
__ADS_1
Wan Dongyang bergerak kesana kemari di depan pintu ruangan, dengan wajah terlihat sangat gelisah. Kesabarannya sudah mencapai puncak.
"Kakak, jika kamu masih belum keluar dari pengasingan, aku akan membawa orang-orang untuk menghabisi bajingan itu! Aku sangat sudah tidak tahan lagi." Wan Dongyang sudah kehilangan kesabarannya.
Karena dia tidak mendapat respon dari Wan Donghai, Wan Dongyang melangkahkan kakinya dengan marah. Tepat saat dia hendak pergi, suara Wan Donghai terdengar ke telinganya.
"Dongyang, masuklah."
Wan Dongyang gembira mendengar suara, dengan cepat membuka pintu dan masuk.
"Oh... kakak, bukankah kamu di sini sedang mengasingkan diri? Mengapa...?" Wan Dongyang awalnya mengira bahwa kakaknya berada dalam masa-masa yang sulit setelah mengalami kejadian yang berat. Betapa terkejutnya dia ketika melihat keadaan Wan Donghai, yang sedang santai minum teh.
Wan Donghai tidak menunjukkan wajah sedang frustrasi atau dengan penampilan sedang mengalami kekalahan, seperti yang dibayangkan oleh Wan Dongyang. Bahkan, sekarang ini dia penuh semangat dan energi, seolah kejadian dua hari yang lalu tidak pernah terjadi.
"Tapi kakak, aku tidak terima dengan hinaan ini! Bagaimana bisa Rumah Jawara Mabuk yang memiliki prestasi dan nama baik berhasil dihancurkan oleh seorang bocah ingusan?" Wan Dongyang membalas.
"Diperlukan harmonisasi jika kita ingin berbisnis dengan baik. Meski kita harus bertarung, jangan menampakkannya di depan umum. Tidak akan ada artinya bagi kita secara terbuka menghancurkan mereka. jika itu terjadi, nama baik Rumah Jawara Mabuk akan semakin tercemar."
"Ini ..."
"Kamu hanya harus tetap di sini dan membantuku mengelola Rumah Jawara Mabuk. Sedangkan untuk Ye Yuan, kamu tidak perlu khawatir tentang itu. Aku sudah membuat rencana."
__ADS_1
Mata Wan Dongyang terlihat menyala, dia bertanya dengan cepat, "rencana apa?"
Dengan senyuman, Wan Donghai berkata, "Dia hanya seorang bocah dengan kemampuan Tingkat Pertama Energi Murni Qi. Mengapa harus mengotori tangan kita untuk membunuhnya? Sekarang setelah dia pulih, aku kira dia akan kembali ke Perguruan Dan Wu. Tidak ada orang yang menuduh kita jika ada kecelakaan yang menimpanya ketika dia kembali ke sana."
"Rencana kakak adalah ...?"
"Aku sudah menyewa seorang pembunuh bayaran Mosha untuk menghabisinya. Dia tidak mungkin gagal menangani seorang bocah di Tingkat Pertama Energi Murni Qi."
"Ha ha ha!" Wan Dongyang tertawa liar dan berseru dengan kekaguman, "Kakak benar-benar telah memiliki rencana yang matang, semua sudah dalam genggaman kita. Aku terkesan sekali! Mengapa hal ini tidak terpikirkan olehku? Para pembunuh bayaran Mosha bergerak seperti bayangan. Dengan ajian Awan Tenang Sepuluh Negeri, siapa pun yang mendengar nama itu akan menjadi pucat. Bocah berandalan itu pasti tidak bisa lolos dari kematian.
"Dan... Mosha terkenal sebagai kelompok pembunuh bayaran paling terpercaya dalam perguruan Awan Tenang Sepuluh Negeri. Karena putraku, Yuan, gagal membunuhnya dengan racun, aku akan memberinya pelajaran. Berani-beraninya dia memprovokasi Wan Donghai . Dia pasti sudah bosan hidup."
Seluruh kepribadian Wan Donghai menjadi lebih kejam saat dia mengucapkan kata-kata itu.
"Kakak benar. Tidak ada yang tahu dari mana bocah itu mendapat racun yang tidak jelas, dan begitu beraninya dia menantang kita? Dia tidak tahu kehidupan setelah kematian. Jika dia sendiri memiliki kekuatan, lupakan saja. Tapi dia hanya orang dengan Tingkat Pertama Energi Murni Qi. Menghancurkannya sama sekali tidak membutuhkan usaha yang besar." Di mata Wan Dongyang, Ye Yuan sudah mati.
Wan Donghai tertawa seolah-olah dia tidak lagi tertarik pada masalah Ye Yuan. Di matanya, Ye Yuan bahkan tidak dianggap sebagai lawan, dia hanya seekor kutu.
"Jika Ye Hang benar-benar berada di belakang kejadian ini, maka dia telah berhasil membuatku marah! Kali ini, Rumah Jawara Mabuk pasti akan menghancurkan Paviliun Pengobatan Harum. Aku ingin teman dan kerabat Ye Hang meninggalkannya!"
*****
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN YAAA....GUYSS