DEWA OBAT TAK TERTANDINGI

DEWA OBAT TAK TERTANDINGI
Episode 105.


__ADS_3

Lu bukanlah Ye Yuan. Kemampuan bertarungnya masih rendah dan dia juga belum bisa menggunakan kekuatannya yang tiba-tiba naik. Serangannya kali ini tentu tidak akan mampu untuk melukai Zhang Heng.


Lu sudah tidak peduli lagi. Sebelum dia melancarkan ajian Pengembali Es Menjadi Debu, dia sudah berkeinginan untuk mati. Lu percaya jika dia gagal membunuh Zhang Heng maka Ye Yuan-lah yang akan membalaskan dendamnya.    


    


"Kamu berani macam-macam denganku dengan serangan seperti ini? Kamu benar-benar meremehkan kekuatan murid tingkat bumi!" Zhang Heng berkata dengan ekspresi wajah menghina.


"Huh! Ilusi Seribu Badai Es!"


Lu berteriak ketika dua tangannya begerak membentuk bulatan.


Dengan cepat, banyak sekali batu yang terbentuk di tangannya. Dia mengarahkan kedua tangannya kearah Zhang Heng, dan batu-batu itu pun terlepas menyerangnya.


Zhang Heng kaget. Dia tidak menyangka Lu akan terus memberikan serangan kepadanya.


Badai batu merupakan serangan yang cukup lebar jadi meski Zhang heng bergerak dengan cepat, tubuhnya masih terkena beberapa batu. Kali ini serangan Lu bisa dikatakan lebih lemah dibandingkan serangan panah es sebelumnya. Oleh karena itu, Zhang Heng sama sekali tidak terluka karena kekuatan pelindung tubuhnya yang lebih kuat.


"Huh! Jangan menyalahkanku jika kamu mengantarkan nyawamu sekarang. Cambuk Ular Bayangan!"


Zhang Heng dapat menggunakan jurus ini dengan baik. Cambuknya mengarah tepat ke tubuh Lu meski diarahkan dari sudut yang sulit.


Sekarang Lu sadar kalau Zhang Heng memang bukan tandingannya. Dia sudah pasrah akan mati. Lu sama sekali tidak bergerak untuk menghindari serangan cambuk Zhang Heng.


Seringai di wajah Lu membuat Zhang Heng kaget. Lu menggerakkan tangannya dengan cepat untuk membuat banyak sekali panah es. Lu tidak berniat untuk menyerah. Da berencana untuk mati bersama dengan Zhang Heng.


Zhang Heng tidak menyangka Lu tidak takut mati. Karena dia masih ingin hidup, dengan cepat dia menarik cambuknya untuk diputar menghantam serangan panah es lu. Seketika cambuk mengenai panah-panah es itu, semuanya runtuh berkeping-keping.


Zhang Heng memiliki kekuatan dan kemampuan bertarung jauh lebih tinggi dari pada Lu, jadi tidak mungkin bagi Lu untuk bertarung dengan pemuda itu langsung seperti ini.

__ADS_1


Setelah Zhang Heng berhasil meluluh lantakkan panah es Lu, dia kembali melancarkan serangan cambuknya ke arah tubuh Lu. Gadis itu sudah kehilangan banyak tenaga untuk mengeluarkan panah-panah es. Sekarang dia sungguh tidak mampu bangkit lagi dan memutuskan untuk tidak melawan. Dia menutup matanya menunggu maut menjemput.


"Tuan Muda. Lu tidak bisa berada lagi di samping Tuan Muda jadi kamu harus bisa mengurusi dirimu sendiri." Air mata Lu mengucur dari kedua matanya, yang seketika berubah jadi es.


Zhang Heng sudah tahu kalau Lu tidak takut mati tapi dia tidak menyangka jika gadis itu menunggunya untuk mengakhiri hidupnya. Dia sama sekali tidak melawan.


Zhang Heng tidak lagi menahan serangannya. Jika dia mencambuk Lu lagi, gadis itu pasti akan mati. Serangan sudah terlanjur dilancarkan, Zhang Heng sudah tidak dapat berhenti. Ketika dia hendak memberikan satu cambukan lagi pada Lu, sebuah teriakan terdengar.


"Hiak!"


Sebuah serangan mengenai cambuk dan mematahkannya. Zhang Heng ketakutan. Meskipun cambuk Zhang Heng bukanlah cambuk artifak ajaib, serangan yang dia terima tadi berisi penuh dengan energi murni sehingga bisa saja merambat mengenai dirinya. Dia melihat cambuknya hancur.


"Siapa kamu? Sungguh tidak tahu malu berani melawanku!" Zhang Heng berteriak keras.


Seorang pemuda berbaju warna biru langit meluncur masuk dan berhenti di samping Lu. Dia sama sekali tidak melihat Zhang Heng. Dia langsung mengangkat tubuh Lu dan memberikan sebuah pil obat.


"Lu, Tuan Muda datang terlambat."


"Tidak usah bicara. Lihatlah. Tuan Muda mu ini akan menolongmu." Kalimat Ye Yuan semakin dingin ketika dia berbicara.


Ye Yuan mengangkat tubuh Lu dan mendudukan-nya di samping. Dia kemudian berdiri dan langsung berteriak. "Sekarang, aku benar-benar ingin membunuh orang. Siapapun yang menghentikanku, aku anggap sebagai musuhku. Aku tidak akan berhenti sampai kamu mati!"


"Saat ini aku benar-benar ingin membunuh orang. Jika ada yang menghalangiku maka dia akan menjadi musuhku! Aku tidak akan berhenti hingga kamu mati!"    


    


Perkataan Ye Yuan ini ditujukan kepada Feng Ruoqing. Dia tahu kalau Feng Ruoqing mengikutinya. Jika wanita itu ikut campur, Ye Yuan tidak akan dapat membunuh Zhang Heng. Kalimat Ye Yuan adalah sebuah peringatan.


Karena tidak ada yang menjawab, Ye Yuan menganggapnya tidak ada yang keberatan.

__ADS_1


Zhang Heng tertawa keras seolah dia baru saja mendengar lelucon yang sangat lucu. "Hahaha...Kamu mau membunuhku? Kamu itu si Ye Yuan itu kan? Si bocah di Tingkat Keenam berani-beraninya melawanku supaya bisa naik tingkat? Kalian berdua, majikan dan pelayan sama-sama tidak bisa menakar kekuatan."


Ye Yuan tidak menunjukkan reaksi apapun mendengar kalimat Zhang Heng. Dia menjawab dengan nada tenang,"apa kamu melakukan ini sendirian? Atau ada orang yang memerintahmu? katakan sejujurnya, maka aku akan membiarkanmu hidup."


Ye Yuan sama sekali tidak memiliki urusan dengan Zhang Heng, dan Lu bukanlah tipe orang yang akan memprovokasi seseorang untuk membuat masalah. Jadi, Ye Yuan percaya Zhang Heng tidak akan melakukan tindakan kekerasan ini pada Lu tanpa sebuah alasan.


Barusan, Zhang Heng melihat sekilas ke arah Ye Yuan untuk membenarkan dugaannya.


"Lelucon macam apa ini? Kamu si bocah tingkat Keenam Energi Murni Qi, sombong sekali! Kamu kira setelah kamu lulus Ujian Tingkat Hitam, dan menaikkan tingkat kekuatanmu lantas kamu bisa mengalahkan murid tingkat Bumi? Apa katamu? Membiarkanku hidup? Coba saja kalau bisa!"


Meski Zhang Heng sebenarnya kagum dengan kecepatan Ye Yuan menaikkan tingkat kekuatan kanuragannya, dia tidak merasa pemuda itu cukup dapat mengancamnya.


Zhang Heng berada di tiga tingkat lebih atas daripada Ye Yuan dan kekuatan keduanya dipisahkan oleh fase minor. Jarak sejauh ini tidak mudah untuk dilewati.


Zhang Heng mengakui Ye Yuan memang murid berbakat. Tapi di Perguruan Dan Wu ini juga banyak murid berbakat lainnya.


Ye Yuan menghela napas dan menjawab dengan tenang. "Tidak ada gunanya aku berbicara dengan orang dungu sepertimu. Karena kamu tidak mau mengaku jadi aku akan memukulmu sampai mulutmu bersuara."


Ye Yuan tidak ingin berlama-lama. Dia langsung mengangkat tangannya dan mengeluarkan jurus Telapak Tangan Berlapis Gelombang.


"Gelombang Lapis Delapan!"


"Hmm! Bocah sialan!. Berani-beraninya kamu meremehkanku dengan hanya menggunakan satu tanganmu."


Zhang Heng tidak berdiam diri dan menunggu mati. Dia melemparkan senjata andalannya dan bersiap juga dengan menggunakan tangan kosong.


"Telapak Tangan Prajna!"


Zhang Heng mengangkat tangannya untuk melancarkan serangan jurus bela diri tingkat tingginya.

__ADS_1


Zhang Heng sudah banyak berlatih untuk menguasai jurus ini hingga tahap sempurna. Dia menggunakan kedua tangannya agar kekuatan yang dikeluarkan jauh lebih besar.


Tiga jurus tangan ini saling berbenturan. Perkiraan Zhang Heng meleset dari apa yang dia bayangkan. Dia merasakan sebuah kekuatan dahsyat datang dari tangan Ye Yuan, yang dengan cepat merayap ke kedua tangannya dan akhirnya menyebar ke seluruh tubuhnya.


__ADS_2