DEWA OBAT TAK TERTANDINGI

DEWA OBAT TAK TERTANDINGI
Episode 21.


__ADS_3

Seorang pemuda seumuran dengan Tuan Muda, dia sangat membutuhkannya," penjaga klinik menjawab dengan ragu-ragu.


Dengan mengangguk, Ye Yuan berkata, "Jam berapa dia akan datang untuk mengambil obatnya? Aku ingin berbicara dengannya."    


    


Mendengar ini, penjaga klinik langsung ketakutan kalau-kalau Ye Yuan ingin memaksa orang itu untuk membatalkan pesanannya. Jika ini terjadi, itu akan merusak nama baik Paviliun Pengobatan Harum.


Melihat wajah penjaga klinik sangat khawatir, Ye Yuan akhirnya meyakinkannya, "Tenang, aku tidak akan membuat masalah."


Penjaga klinik sekarang tidak tahu apakah Ye Yuan benar-benar telah berubah, tetapi melihat bahwa Ye Yuan tidak punya niat untuk pergi dari klinik, sepertinya dia sangat ingin mendapatkan tiga tangkai Rumput Enam Daun.


"Dia mengatakan bahwa akan datang untuk mengambilnya pagi-pagi. Kemungkinan dia akan segera tiba karena dia sudah terlalu takut tidak akan mendapatkan Rumput Enam Daun." karena tidak berdaya dihadapan Ye Yuan, akhirnya penjaga klinik mengatakan yang sebenarnya.


"Baiklah. aku akan menunggunya di sini." Ye Yuan duduk ditempat duduk dengan tenang, menutup matanya untuk bermeditasi dengan tidak mengindahkan penjaga klinik yang merasa sangat terganggu.


Si penjaga klinik menghela napas, membiarkan Ye Yuan, berdoa bahwa Ye Yuan tidak akan membuat onar. Bukan karena dia khawatir tentang Ye Yuan, tapi hanya saja di masa lalu Ye Yuan telah meninggalkan kesan buruk pada semua orang.


Baru saja Ye Yuan terpejam tiba-tiba dia membuka matanya mendengar suara langkah kaki memasuki pintu Paviliun Pengobatan.


"Penjaga klinik, aku di sini untuk mengambiL Rumput Enam Daun yang aku pesan kemarin."

__ADS_1


"Ini ..." Penjaga klinik itu sekali lagi menggambarkan ekspresi yang sulit.


Terlihat jelas sosok seorang remaja berusia sekitar 15 atau 16 tahun. Setelah melihat ekspresi penjaga klinik, dia bertanya kepada penjaga klinik dengan nada cemas, "Tuan, kemarin Anda telah setuju untuk menjualnya kepadaku, bahkan kemarin aku telah menyerahkan uang muka. Anda tidak bisa menarik kembali kata-kata Anda!"


"Tentu kami tidak akan menarik kembali kata-kata kami apalagi setelah menerima uang muka. Hanya saja aku ingin bertanya, apa tujuanmu membeli Rumput Enam Daun ini?", sahut Ye Yuan.


Remaja tersebut membalikkan kepalanya. Dia melihat seorang pemuda seumuran dengan dirinya sedang berdiri di belakangnya dengan mengenakan pakaian sutra. Tentu saja dia merasa terganggu dengan pertanyaan Ye Yuan. "Tidak ada urusannya dengan kamu."


Si penjaga klinik menjadi sangat ketakutan. Bagaimana mungkin dia menantang Ye Yuan kalau dia masih ingin hidup? Tepat saat dia hendak berbicara, Ye Yuan menantapnya seakan-akan memberitahunya untuk tidak berbicara lagi dan tidak perlu merasa khawatir.


Dengan senyum yang mengembang di wajahnya, Ye Yuan menjawab,"Tentu saja itu bukan urusanku. Aku hanya ingin tahu mengapa kamu membeli tanaman obat dan bukanya obat yang sudah jadi. Mungkinkah kamu ingin membuatnya sendiri? Ada tiga jenis Pil Tingkat 1 yang membutuhkan Rumput Enam Daun, jadi biarkan aku tebak. Yang pertama adalah Pil Spiritual Surgawi, pil yang dimaksudkan untuk mendapatkan khasiat bagi orang-orang yang menuju Dunia Kondensi Jiwa. kamu hanya di Tingkat Ke-empat Energi Murni Qi, jadi itu yang paling Tidak mungkin kamu membuat pil semacam ini." Ye Yuan berhenti sejenak.


Rahang Tang Yu menegang karena terkejut dengan analisis Ye Yuan, serta tatapan tajam Ye Yuan yang penuh keyakinan tentang pengetahuannya dalam bidang pengobatan.


Dia berpikir analisis Ye Yuan seakan-akan benar-benar melihatnya dengan mata kepalanya sendiri, dan apa yang dikatakan oleh Ye Yuan memang benar adanya.


Pemuda itu bernama Tang Yu. Dia juga belajar di Perguruan Dan Wu sama seperti Yuan. Bedanya, Ye Yuan masuk ke perguruan itu melalui melalui koneksi dari ayahnya, sedangkan Tang Yu belajar di sana karena murni berkat kemampuannya sendiri.    


    


Kebanyakan murid pintar di Perguruan Dan Wu berasal dari keluarga Bangsawan. Hanya sebagian kecil dari murid pintar di sana yang berasal dari rakyat biasa. Para keluarga Bangsawan memiliki keuntungan dalam hal kekayaan yang tidak dimiliki oleh masyarakat biasa, perbedaan yang tidak mungkin disamakan meski para murid biasa bekerja keras. Dengan fakta ini, murid-murid pintar yang berasal dari rakyat biasa sudah kalah sejak pertama kali masuk belajar di Perguruan Dan Wu.

__ADS_1


Keluarga para Bangsawan memiliki kelebihan dalam tehnik, obat-obatan, dan uang yang tidak akan pernah bisa dimiliki oleh rakyat biasa sekalipun mereka bekerja dengan keras sepanjang hidup mereka. Itu merupakan sebuah keuntungan yang sudah berlangsung dari generasi ke generasi.


Tang Yu adalah salah satu murid yang berasal dari rakyat biasa yang bisa belajar di Perguruan Dan Wu. Di usianya yang sekarang, kemampuanya sudah berada pada Tingkatan 4 Alam Energi Murni Qi. Meski tingkatan ini tidaklah terlihat luar biasa untuk pemuda seusianya, jelas Tang Yu tidak bisa dianggap enteng.


Dalam dunia bela diri, untuk berpindah dari Tingkat 3 ke 4 bukanlah hal yang mudah. Seseorang harus melewati sebuah halangan. Melihat bagaimana Tang Yu berhasil melewati halangan itu tanpa bantuan orang lain membuktikan bahwa pemuda ini sangat berbakat.


Keberhasilan Tang Yu memperoleh kemampuan yang dimiliki saat ini serta keberhasilannya masuk Perguruan Dan Wu terjadi karena kerja kerasnya dan juga dukungan tanpa henti dari keluarganya.


Tang Zonghuai –ayah Tang Yu- adalah seorang pemburu binatang iblis yang sudah berpengalaman. Beberapa tahun ini, Tang Zonghuai telah menerjang berbagai bahaya yang tak terhitung di Hutan Tanpa batas. Semua itu dia lakukan untuk masa depan yang lebih baik untuk putranya.


Pada akhirnya, seperti peribahasa bilang bahwa seseorang yang sering berjalan di malam hari pasti akan bertemu hantu, berlaku untuk Tang Zonghui. Dia bertemu dengan binatang iblis yang buas di Hutan Tanpa Akhir. Meskipun dia telah lolos dari kematian, tetapi dia menderita luka yang sangat parah.


Tang Yu adalah anak yang bijaksana. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri selama bertahun-tahun luka-luka yang diderita ayahnya. Oleh karena itu, dia berusaha belajar di Perguruan Dao untuk bisa menjadi seorang tabib yang dapat mengobati luka-luka ayahnya kapan pun diperlukan. Jika bukan karena waktu yang terbuang di jalur pengobatan, kemampuan Tang Yu pasti akan lebih dari hari ini.


Namun, Tabib adalah sebuah profesi yang menghabiskan banyak uang dan ini menjadi sesuatu yang jelas-jelas sangat sulit untuk Tang Yu. Sebelum memasuki Perguruan Dan Wu, ia menghabiskan banyak waktu untuk memahami teori pengobatan, tanpa mempraktekkan apa yang dia tahu. Baru setelah belajar di Perguruan Dan Wu, dia memiliki kesempatan untuk meracik pil buatannya sendiri.


Meski begitu, apa yang dia pelajari sangat sedikit.


*****


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN YA....GUYSS

__ADS_1


__ADS_2