DEWA OBAT TAK TERTANDINGI

DEWA OBAT TAK TERTANDINGI
Episode 79.


__ADS_3

Ini adalah kedua kalinya Ye Yuan menangis. Yang pertama ketika dia masih hidup sebagai Qingyun Zi di Dunia Khayangan. Waktu itu dia menangisi kematian ayahnya, Zhengyang Zi yang meninggal dunia karena melindungi dirinya dari seorang penghianat. Bahkan setelah dia mengalami dunia hidup dan mati, kenangan itu masih jelas terekam dalam benaknya.


Luka yang sudah terpatri di dalam lubuk hati dan tulangnya membuat Ye Yuan yang sekarang berusaha dengan keras untuk meningkatkan kekuatannya. Harapannya, suatu saat ketika dia sudah menemukan jalan untuk kembali ke Dunia Khayangan, dia akan membunuh si penghianat itu dengan tangannya sendiri.


Tangis yang Ye Yuan tumpahkan sekarang memang tidak melibatkan perkara hidup dan mati. Kasih sayang Ye Hang sebagai ayah yang tidak mementingkan diri sendiri begitu menyentuh Ye Yuan. Ye Yuan merasakan hal ini sama dengan yang dulu dialaminya sebagai seorang Qingyun Zi. Tidak peduli apakah Ye Hang ayahnya sendiri atau tidak, rasa sayangnya pada Ye Yuan itu nyata.


Qingyun Zi mewarisi badan Ye Yuan jadi dia juga terpengaruh oleh tubuhnya. Ini yang membuatnya bisa dekat dengan Ye Hang. Selain itu, Ye Hang juga bersikap baik pada Ye Yuan setelah berhasil lolos dari kematian. Hal inilah yang membuat Ye Yuan menganggap Ye Hang seperti ayahnya sendiri. Meski dalam lubuk hatinya, Ye Yuan sebenarnya masih menganggapnya sekedar sebagai orang yang dekat dengan dirinya. Dia belum bisa benar-benar merasakan hubungan ayah dan anak dengan Ye Hang.


Selama ini, Ye Yuan hanya berpikir bahwa ayahnya adalah Zhengyang Zi sehingga dia tidak menunjukkan kasih sayang anak pada ayahnya. Namun sekarang, setelah dia melihat kasih yang tulus dari Ye Hang, dia bisa merasakan bahwa dirinya memang anak dari Ye Hang.


Di dua kehidupan, Ye Yuan memiliki ayah yang menyayanginya setinggi gunung. Hatinya meleleh dengan kasih seketika.


Awalnya, Ye Yuan agak ragu untuk mengungkapkan dua jurus yang dia katakan bahwa dia mendapatkannya dari guru di mimpinya. Hanya saja, jika dia diam, dia khawatir Wan Donghai akan mengalahkan Ye Hang. Dan apabila ini terjadi, jalannya untuk meningkatkan kekuatan di masa mendatang agak semakin susah.


Dengan melihat kepribadian Wan Donghai, Ye Hang tidak akan bisa lolos begitu saja jika Wan Donghai melihat lawannya itu terlihat lemah. Saat ini, Ye Yuan masih lemah dan belum mampu melindungi dirinya sendiri jadi dia pikir kehadiran Ye Hang masih dia perlukan.


Setelah ditimbang-timbang, akhirnya Ye Yuan yakin untuk memberitahu Ye Hang tentang dua jurus untuk meningkatkan kekuatan jiwa. Sekarang setelah mendengar kalimat Ye Hang yang bahkan mendahulukan kepentingan dirinya, Ye Yuan semakin yakin jika apa yang barusan dia katakan memang benar harus dikatakan.

__ADS_1


Melihat wajah Ye Yuan yang berlinang air mata, Ye Hang khawatir dan langsung bertanya, "Apa apa, Yuan? Apakah Ayah mengatakan hal yang salah?"


Ye Yuan menggelengkan kepala. "Aku baik-baik saja, Ayah. Aku hanya merasa tersentuh. Dulu, aku benar-benar tidak tahu diri dan sering membuatmu cemas. Di masa mendatang, aku pasti akan membuatmu bangga."


Mendengar perkataan Ye Yuan, Ye Hang menjadi tenang dan menjadi emosional.


"Haha. Kamu lucu sekali. Sekarang, kamu bahkan belajar untuk menjadi melo seperti ini. Kita adalah ayah dan anak. Bukankah kamu terdengar seperti menganggapku sebagai orang asing dengan mengatakan hal seperti itu? Yuan, apa kamu tahu apa yang membuatku lega?"


Ye Yuan diam. Ye Hang melanjutkan. "Bukan karena kamu mewarisi kekuatan yang tiada tandingan tetapi karena sekarang kamu menjadi orang yang lebih bijaksana! Laki-laki seharusnya tidak perlu melihat masa lalu. Mereka seharusnya mantap menatap masa depan hingga mereka bisa menguasai dunia ini."


Ye Yuan tersentuh mendengar 'ceramah' ayahnya. Sangat jarang melihat orang seperti Ye Hang ini meluapkan emosi di tempat seperti Negeri Qin ini.


Ye Hang belum genap berusia 40 tahun . Dia masih dianggap muda dalam dunia ilmu bela diri. Jadi kemungkinan dia bisa menjadi lebih dari kekuatannya sekarang masih terbuka lebar.


Ye Yuan membungkuk hormat pada Ye Hang.


"Anak ayah sudah belajar dengan baik. Ayah masih harus belajar untuk menguasai dua jurus yang aku sebutkan tadi. Itu tidak salah. Ketika si guru ahli itu memberikan dua jurus itu padaku, dia tidak melarangku untuk mengatakannya pada orang lain. Jadi, terserah padaku mau aku apakan. Dan lagi, ayah adalah anggota keluarga yang paling dekat. Aku yakin dia tidak akan keberatan jika tahu aku memberikan jurus-jurus itu pada ayah."

__ADS_1


"Ini… apakah benar tidak apa-apa?" Ye Hang masih ragu.


"Coba Ayah pikirkan. Mungkinkah guru ahli yang tidak tertandingi seperti itu akan membuat kerusuhan yang tidak berarti? Jika memang dia tidak ingin mengatakan hal ini pada orang lain, pastinya dia sudah memperingatkanku. Dia tidak mengatakan apapun, jadi ini terserah aku. Jika dia memang ingin mencari orang yang bisa dia pasrahi, tidak mungkin dia susah-susah membuatku terluka begitu. Aku akan memberitahunya tentang hal ini jika aku punya kesempatan bertemu dengannya. Jika memang dia mengatakan apa yang aku lakukan salah, maka mari kita tanggung bersama."


Ye Yuan mengatakan kalimat panjangnya dengan nada berapi-api sehingga membuat keraguan Ye hang hilang seketika.


"Baik. Kita akan meNanggungnya bersama sebagai ayah dan anak." Ye Hang mengatakan kalimatnya dengan yakin. Meski begitu, hatinya ternyata masih ragu.


Jika si guru ahli itu benar-benar datang dan membuat masalah dengan Ye Yuan dia berpikir akan menyerahkan kemampuan bela dirinya sebagai lambang permintaan maaf. Dia tidak akan membiarkan Ye Yuan menanggung perkara itu.


Tentu saja, Ye Hang tidak tahu kalau yang di sebut si guru ahli itu sebenarnya tidak nyata.


Beberapa hari berikutnya, baik Ye Hang dan Ye Yuan sama-sama berada di ruangan tertutup dan tidak keluar sama sekali.


Ye Hang menggunakan waktunya untuk memahami Jurus Seribu Mantera Penambah Jiwa sementara Ye Yuan memperkuat kekuatan kanuragannya.


Sebelum memasuki ruang pengasingan, Ye Hang menyuruh para pegawainya untuk membuka Paviliun Pengobatan Harum seperti biasa. Mereka tidak akan bertindak ceroboh meski Rumah Jawara Mabuk sekarang sedang berkuasa. Semuanya akan ditentukan setelah Ye Hang selesai dengan meditasinya.

__ADS_1


Sekarang, Ye Hang memiliki Pil Penghancur Yuan sehingga dia tidak terburu-buru untuk mengambil keputusan. Dia sengaja membiarkan Wan Donghai bertindak semau-nya baru setelah itu dia akan mengejutkannya dengan sekali pukulan.


__ADS_2