
Di seluruh negeri Qin, hanya ada satu orang yang memiliki lencana emas. Dan orang itu tak lain adalah Wu Daofeng. Dia adalah pemimpin tertinggi di Perkumpulan Tabib. Dua orang lainnya sudah bisa dipastkan adalah deputi ketua Wang Jinfu dan Sun Jianming.
Mereka bertiga datang berbarengan ke Klinik Paviliun Pengobatan Harum. Sudah dipastikan ada sesuatu yang penting.
Feng San bangkit dari tempat duduknya dengan terburu. Dia membungkuk memberi salam hormat kemudian kemudian bertanya dengan sopan.
"Aku menghaturkan salam untuk yang mulia bertiga. Bolehkah aku bertanya kenapa yang mulia mencari tuan kami?"
"Oh? Kamu tahu siapa kami?" Wang Jinfu senang melihat sambutan Feng San.
Feng Sang menjawab dengan cepat." Anda pasti bercanda yang mulia. Meski rakyat kecil seperti aku ini belum pernah bertemu dengan Anda, aku cukup tahu siapa yang mulia. Siapa yang berani untuk memakai lencana itu selain yang mulia bertiga?"
"Hahaha. Penjaga klinik ini memang peka. Tidak heran Ye Hang memberimu pekerjaan di posisi yang penting ini. Kami bertiga datang ke sini untuk bertemu dengan Ye Yuan dan juga tuan mu, Ye Hang. Apa bisa kamu sampaikan maksud kami ini pada mereka?"
Wang Jinfu sangat sopan mengucapkan kata-katanya sehingga membuat Feng San terkejut. Mengingat apa yang dia lihat dari Ye Yuan pada malam sebelumnya, Feng San tiba-tiba merasakan hawa dingin ketakutan menyebar di tubuhnya.
"Ye Yuan berulah lagi," tebaknya dalam hati.
Bahkan kali ini pimpinan tertinggi Perkumpulan Tabib juga ikut datang. Ye Yuan pasti sudah membuat masalah besar. Wu Daofeng terkenal tidak suka keluar. Dan jika dia sampai mendatangi klinik ayah Ye Yuan seperti ini, masalah yang ditimbulkan pemuda itu pasti sudah keterlaluan parahnya.
Masalah yang dulu Ye Yuan ciptakan dengan Rumah Jawara Mabuk sudah membuat bisnis Paviliun Pengobatan Harum porak-poranda. Kali ini, mungkin langit ingin bisnis klinik ini benar-benar musnah.
Wu Daofeng lebih memilih diam. Melihat Feng San bengong, dia jadi ikut bertanya. "Tuan penjaga, apa permintaan kami susah?"
Feng San terjaga kembali. Raut wajahnya kembali normal.
__ADS_1
"Aku minta maaf yang mulia. Tuan kami sedang bermeditasi dalam raung pengasingan sejak beberapa hari yang lalu. Sepertinya beliau tidak akan keluar."
Jantung Feng San berdebar kencang seiring kalimatnya selesai terucap. Dia melirik memperhatikan ekspresi wajah Wu Daofeng. Mereka bertiga saling berpandangan sedikit kecewa.
Feng San penasaran dengan apa maksud kedatangan mereka ke klinik ini. Dilihat bagaimana kecewanya mereka bertiga, sepertinya mereka tidak punya niat untuk bertindak kasar di sini. Meski begitu, Feng San masih percaya kedatangan ketiganya ke klinik pasti untuk membereskan masalah.
Feng San benar-benar kebingungan.
"Lalu..apakah tuan muda mu ada di sini? Kami juga ingin bertemu dengan dia!" Wang Jinfu berucap.
Feng San menjawab dengan perasaan bersalah." Yang mulai, Tuan Muda Ye Yuan sudah kembali ke Perguruan Dan Wu kemarin malam."
Tiga orang lelaki tua ini saling berpandangan lagi. Wang Jinfu menggelengkan kepalanya dan menghela napas.
Wu Daofeng sepertinya sedang berpikir keras namun tidak ada yang tahu apa yang sedang dia pikirkan. Setelah beberapa saat, dia berkata pada Feng San.
"Tuan penjaga klinik, jangan berpikir yang macam-macam. Maksud kedatangan kami ke sini untuk memberikan lencana ini pada Ye Yuan. Kemarin dia lulus ujian Tabib Besar. Karena dia tidak ada, jadi aku akan merepotkanmu untuk menyerahkan lencana ini pada Ye Yuan."
Ketika Feng san mendengar kata lencana, ketegangan-nya hilang. Ternyata Ye Yuan memang memiliki potensi yang menjanjikan dengan berhasil lulus ujian. Dengan ini, dia tidak perlu meragukan lagi kalau Ye Yuan bisa menjadi penerus ayahnya.
Feng San kembali curiga. Jika memang mereka hanya ingin menyerahkan lencana ini, kenapa harus mereka bertiga yang datang ke klinik ini. Dia tidak merasa hal-hal biasa seperti menyerahkan lencana seperti ini harus dilakukan oleh mereka bertiga.
Setelah berpikir lagi, Feng San menemukan bahwa ada satu kemungkinan kenapa mereka bertiga mendatangi klinik Ye Hang. Bukan karena Ye Yuan yang hanyalah seorang murid junior di Dan Wu tetapi karena bisnis ayahnya yang sedang lesu karena belum mampu membuat pil obat tandingan dari Pil Pemulih kekuatan dari Rumah Jawara Mabuk. Melihat kondisi ini sangat mungkin bagi ketiganya untuk datang ke klinik ini. Ye Hang adalah seorang Tabib Agung yang punya nama di negeri ini.
Setelah menghubungkan banyak hal di kepalanya, akhirnya Feng San tahu alasan ketiga orang tua ini berkunjung. Dia cepat-cepat menjawab, "Tidak masalah. Aku akan menyampaikan pesan yang mulai bertiga. Aku akan pergi ke Perguruan Dan Wu dan langsung menyerahkan lencana ini ke tangan Tuan Muda Ye Yuan."
__ADS_1
"Jinfu, berikan lencana itu pada tuan penjaga klinik ini," perintah Wu Daofeng.
"Ini… eh.. kenapa tidak kita sendiri yang memberikannya? Jika..." Wang Jinfu tidak mau langsung mengeluarkan lencana-nya. Dia masih ragu.
"Tidak perlu. Perkumpulan kita tidak pernah mencampuri urusan pribadi orang. Kita tidak boleh melanggar peraturan itu. Dengan status kita, tidak sopan kita datang ke Perguruan Dan Wu. Jangan cemas. Dalam hal ilmu pengobatan, tidak ada yang dapat mengungguli para tabib di Perkumpulan." Wu Daofeng melanjutkan perkataannya.
Mata Wang Jinfu berbinar. "Pemimpi Wu memang lebih tahu. Aku mengerti."
Wang Jinfu kemudian mengeluarkan lencana dan menyerahkannya pada Feng San.
"Kami merepotkan mu, tuan penjaga. Meksi begitu, tolong jangan sebarkan hal ini pada siapa pun. Meski mungkin hal ini tidak mungkin selamanya disembunyikan, setiap waktu sangat berharga."
Feng San bingung dengan maksud perkataan wang Jinfu. Bukankah lencana yang dia berikan hanyalah lencana untuk seorang murid? Kenapa harus seserius ini pesannya? Dan lagi sepertinya Wang Jinfu terlalu membesar-besarkan perkataannya.
Mata Feng San melebar melihat lencana yang ada di tangan Wang Jinfu. Dia tidak bisa melepaskan perhatiannya pada lencana berwarna biru dengan dua bintang di atasnya.
"Bukankah ini lencana Tabib Besar? Apa ada yang salah?" tanya Feng San dalam hati.
"Apa yang kamu katakan? Ye Yuan lulus ujian Tabib Besar dengan tenaga kanuragannya yang masih di tingkat Keempat?"
Jiang Yunhe sudah lama tidak pernah kehilangan ketenangannya. Namun, berita yang ia dengar dari Feng Ruoqing membuat dia kewalahan.
"Iya. Ye Yuan tidak hanya lulus ujian Tabib Besar. Dia juga mampu meracik Pil Penguat tingkat keuda kualitas dewa. Dalam tahap pengujian, seorang petarung tingkat pertama Penggabungan Jiwa yang meminum pil itu mampu memberikan perlawan pada lawannya yang berada di tingkat kelima."
__ADS_1