DEWA OBAT TAK TERTANDINGI

DEWA OBAT TAK TERTANDINGI
Episode 137


__ADS_3

Tabrakan keras terjadi. Jiwa dewa Ji Zhengyang pecah berkeping-keping. Di sisi lain Ji Canglang memutahkan darah dari mulutnya. Dia sepertinya terluka parah.


Ye Yuan melihat semua ini tanpa ekspresi gelisah atau marah. Bahkan dapat dikatakan tidak emosi sama sekali di wajahnya. Mengalami kejadian ini sekali lagi sama artinya dengan membongkar luka di hatinya. Luka ini sudah mengakar di tulang dan hati Ye Yuan. Sakit seperti ini tidak dapat dirasakan oleh orang biasa.


Ketika alam ilusi sudah mencapai tahap seperti ini, sangat berbahaya sekali bagi Ye Yuan. Jika dia tidak dapat melewatinya, Ye Yuan tidak akan dapat bertahan hari ini.


Ji Canglang mesih memegang pedang yang diapit di dadanya. Dia berjalan ke arah Ye Yuan pelan.


"Jangan salahkan kakakmu ini, Adik Yuan. Aku juga tidak bisa menolong diriku. Selamat jalan," ujar Ji Canglang sambil berjalan.


Ye Yuan melihat ke arah Ji Canglan. Dia tiba-tiba mengulas senyum tipis. Ye Yuan menyilangkan kakinya dan menutup mata. Dia pasrah. Namun, ketika Ji Canglang datang mendekatinya, aura energi Ye Yuan perlahan menjadi hilang seketika, hingga akhirnya aura itu tidak terasa lagi seolah-olah dia mati.


Dengan sekali tebas, dunia menjadi remang.


Semakin.. gelap dan semakin menghilang. Hingga pada akhirnya, benar-benar lenyap.


Ye Yuan perlahan membuka matanya dan merasakan dunia nyata lagi. Dia bergumam pada dirinya sendiri."Apakah ini Hati Yang Setenang Air?"


Di dalam Paviliun yang berada di depan gunung Puncak Sembilan Surga, Su Yubai berdiri dan menepuk debu dari tubuhnya.    


    


"Tidak ada yang perlu dilihat. Ayo kita pergi saja. Sudah tidak ada yang bisa diharapkan dari Ye Yuan. Aku pikir dia punya sesuatu yang diandalkan untuk menapaki Jalan Sembilan Surga. Akhirnya, dia berhenti setelah melewati 5 anak tangga di tahap kedua."


"Aku juga tidak mau lagi menonton. Buang-buang waktu saja!"


"Waktunya pergi. Setelah lama sekali menunggu, ternyata ini hanya lelucon belaka. Aku pikir masih ada hal lain yang bisa dilihat. Setelah berbuat onar seharian, Ye Yuan ternyata sama saja dengan yang lain."

__ADS_1


Su Yubai berjalan keluar diikuti oleh tetua yang lain. Mereka berdiri dari tempat duduknya satu persatu karena sudah tidak tertarik lagi untuk melanjutkan menonton Ye Yuan.


Ye Yuan sudah berdiri di anak tangga kelima selama 4 jam dan ini membuat para tetua bosan. Sekarang, setelah mereka yakin Ye Yuan tidak akan bangun lagi, mereka merasa sudah tidak ada yang perlu dilihat lagi dari Ye Yuan.


Su Yubai berjalan mengitari meja batu, memimpin rombongan tetua keluar dari bangunan Paviliun. Saat beberapa langkah, terdengar suara keributan dari arah para murid yang menonton di kaki gunung.


"Cepat, lihat! Ye Yuan sudah bergerak!"


"Heh? Dia ternyata sedang bermeditasi di sana? Apa yang akan dia lakukan?"


"Dia tidak sedang mendalami kekuatan kanuragannya di sana kan? Atau dia baru saja mengamuk?"


"Apakah dia terlihat seperti sedang mengamuk? aku rasa tidak. Kalau dilihat-lihat, dia sepertinya sedang menguatkan kanuragannya. Tapi apa gunanya melakukan hal seperti itu di saat penting seperti ini?"


"Ye Yuan selalu melakukan sesuatu diluar dari kehendak kita. Aku tidak tahu apa yang sedang dia lakukan. Tapi dilihat dari gerak tubuhnya, sepertinya dia baru saja lepas dari Alam Ilusi. Meski begitu, sekarang ini dia baru saja melewati 5 anak tangga. Apa yang dia lakukan untuk bisa melewati anak tangga lainnya yang masih banyak?"


Tiga orang, Huyan Yong, Feng Ruoqing dan Feng Zhirou yang awalnya sudah putus asa akhirnya bisa bernapas lega.


"Si anak kurang ajar ini membuatku takut setengah mati. Aku bahkan sampai berpikir dia tidak akan bangun lagi!" Huyan Yong berseru sambil menyeka keringat dinginnya.


Di sisi lain, Feng Ruoqing terus melihat Ye Yuan tanpa mengucapkan sepatah katapun seolah dia telah menemukan sesuatu.


"Ada apa Guru Feng? Apakah ada masalah?" Huyan Yong bertanya karena penasaran.


"Guru Huyan, apakah kau merasakan keanehan pada aura energi Ye Yuan?"


"Hmmm?" Huyan Yong mencoba merasakan aura energi Ye Yuan. Dia juga merasa ada yang tidak beres. "Si bajingan ini! kenapa aura energinya semakin melemah? Apakah terjadi sesuatu dengan dirinya?"

__ADS_1


Feng Ruoqing menggelengkan kepalanya. Dia juga kurang tahu pasti apa yang sedang terjadi.


Perhatian mereka tertuju pada Ye Yuan. Mereka melihat aura energi Ye Yuan semakin melemah dan akhirnya menghilang. Huyan Yong, Feng Ruoqing dan Feng Zhirou tercengang.


"Hmm? Aura energinya hilang? Apa Ye Yuan sudah mati?" Su Yubai jelas juga memperhatikan perubahan yang terjadi pada Ye Yuan.


Tetua Lin tiba-tiba ikut membuka mulutnya dan bertanya. "Tetua Su, aura energi Ye Yuan sudah hilang. Apa dia sudah mati di Jalan Sembilan Surga?"


Pertanyaan Tetua Lin ini membuat Su Yubai semakin yakin. Su Yubai menganggukkan kepalanya, sambil mencoba menahan kegirangan di hatinya.


"Meskipun situasinya agak aneh, aura energi Ye Yuan benar-benar telah lenyap. Kelihatannya, dia memang sudah mati."


"Huh! Orang yang meremehkan Dewa Tetua ini pantas menerima ganjaran seperti ini! Membiarkan dia mati seperti ini sama halnya dengan memberikan sedikit pengampunan atas kesalahannya."    


    


"Haha. Wakil Ketua Hu sudah mengatakan bahwa menantang Jalan Sembilan Surga adalah hak murid di Perguruan Dan Wu. Karena dia sudah memilih cara untuk mengakhiri hidupnya, dan dia pun sekarang sudah mati, maka ini sudah bisa dianggap sebagai cara Dewan Tetua menjalankan peraturan perguruan."


Perasaan hati Su Yubai sepertinya sedang sangat baik sekarang. Dia menoleh menghibur Tetua Lin. Meskipun prosesnya agak berliku, akhirnya Ye Yuan mati juga. Su Yubai pada akhirnya membantu keluarga Su menyingkirkan musuhnya yang berbahaya ini.


Di dalam Paviliun, Hu Changsheng melihat ke arah 'mayat' Ye Yuan sambil mendesah panjang. Dia bangkit dari tempat duduknya, bersiap untuk pergi keluar.


Sebagian besar para murid di Tingkat Surga yang memiliki kekuatan kanuragan tinggi juga melihat kondisi Ye Yuan yang tidak lazim. Setelah merasa kasihan, mereka diam-diam menghembuskan napas lega. Seorang Long Tang sudah membuat mereka tidak berkutik. Dengan adanya Ye Yuan yang memiliki kemampuan luar biasa, masa depan mereka akan sangat buruk.


"Aku sama sekali tidak menduga bahwa Ye Yuan akan mati di anak tangga kelima! Long, seberapa dahsyat kekuatan Ye Yuan, dia sekarang sudah tidak ada. Kamu lihat kan betapa mengerikannya Jalan Sembilan Surga? Apa kau masih tertarik untuk tetap menantang jalan itu?" Zuo Bugui bicara pada Long Tang.


Long Tang memicingkan matanya. Dia masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Ye Yuan mampu melewati tahap pertama dengan sangat cepat. Tidak mungkin dia begitu mudahnya mati di anak tangga kelima di putaran kedua. Ini sangat aneh!

__ADS_1


__ADS_2