DEWA OBAT TAK TERTANDINGI

DEWA OBAT TAK TERTANDINGI
Episode 101.


__ADS_3

Di Perguruan Dan Wu, hanya ada beberapa murid yang statusnya sudah berada di Tingkat Surga. Mereka mendapat perlakuan istimewa dari perguruan. Mereka tidak dibebani tugas oleh pihak perguruan, Mereka memiliki kebebasan untuk berlatih secara mendiri untuk meningkatkan kekuatan kanuragannya.


Semua tugas-tugas di perguruan biasanya dikerjakan oleh para murid yang berstatus tingkat Bumi. Zhao Chunyang contohnya. Dia dikirim ke Perpustakaan Kitab Suci sebagai penjaga oleh Departemen Urusan Umum. Kedudukan para murid di dalam departemen ini cukup penting, beberapa dari mereka biasanya menggunakannya untuk mencari masalah dengan orang lain.


Ye Yuan tidak tahu kalau pemimpin Departemen Urusan Umum adalah Lin Tiancheng. Dia dianggap memiliki kekuasaan tertinggi dalam departemen ini karena para guru pembimbing tidak banyak melakukan tindakan kepada departemen Urusan Umum.


Sejak dia merasa dihina oleh Ye Yuan di Menara Ilusi Jiwa, Lin Tiancheng mulai membencinya. Liu Ruoshi juga banyak menceritakan hal-hal tentang Ye Yuan yang membuatnya semakin tidak suka dengan pemuda 15 tahun itu.


Saat ini, Ye Yuan seperti sebuah matahari siang di perguruan. Dia menjadi pembicaraan hampir semua orang. Alih-alih mencari masalah dengan Ye Yuan, dia memutuskan untuk memilih Lu.


Dua hari lalu, dia mendengar kabar jika Ye Yuan sedang bermeditasi di ruang tertutup. Jadi dia mengutus Zhang Heng untuk membuat masalah dengan Lu dengan memerintah gadis itu untuk menyiangi tanaman obat di kebun.


Lin Tiancheng meneguk tehnya sembari berkata, "Jangan berpura-pura menjadi bodhisatva yang baik denganku. Aku tahu siapa dirimu sebenarnya. Sudah berapa anak perempuan yang kaMu sakiti sejak aku menyerahkan urusan kebun ini padamu? Kenapa kaMu tiba-tiba merasa kasihan dengan dia?"


Zheng Hang tertawa mendengar kalimat Lin Tiancheng.


"Ini semua berkat Kakak Lin. Itulah kenapa ketika kamu datang menemui ku, aku tidak mengatakan sepatah kata-pun dan langsung mengerjakan perintahmu."


Lin Tiancheng mengangguk menyetujui. "Setidaknya kamu masih memiliki akal sehat. Aku cukup senang dengan caramu menangani hal ini. Kamu bisa melakukan apa saja dengan gadis itu. Tidak perlu mencari muka di depanku."

__ADS_1


Ketika Zhang Heng mendengar persetujuan Lin Tiancheng, matanya berkilat dengan niat jahat. "Sungguh?" tanyanya pada Lin Tiancheng.


"Tentu saja. Aku ingin tahu bagaimana raut wajah Ye Yuan ketika dia tahu bahwa pelayannya sudah diganggu seperti ini!" Mata Lin Tiancheng penuh dengan kebencian begitu nama Ye Yuan disebut.


Dia teringat bagaimana Ye Yuan waktu di Menara Ilusi Jiwa mempermalukan dirinya. Setelah hari itu banyak murid yang membicarakan dirinya. Harga dirinya sebagai murid tingkat bumi jatuh. Itu mengapa dia ingin membalas dendam perbuatan Ye Yuan pada dirinya.


Zhang Heng senang sekali. "Kalau begitu. Aku tidak perlu berbasa-basi lagi. Kakak Lin benar-benar memberiku sebuah hadiah. Meski gadis ini masih sangat muda, dia memiliki penampilan yang menarik! Hanya saja..... Aku khawatir Ye Yuan akan mencariku setelah dia selesai dengan meditasinya."    


    


Lin Tianchneg menatap Zhang Heng dengan wajah tenang. "Meskipun Ye Yuan itu kuat, kamu harus ingat bahwa dia hanya berada di Tingkat Keempat Energi Murni Qi. Sedangkan kamu sudah berada di Tingkat Kesembilan. Apa yang kamu takutkan? Jika dia ingin melawanmu ya lawan saja. Beri dia pelajaran. Jika kamu melakukannya, sama saja kamu sudah membantuku membalas dendam padanya. Dan lagi, ketika dia mungkin sudah meningkatkan kekuatannya, bukankah kamu sudah lulus pada waktu itu. Apa yang kamu takutkan?"


"Hahaha. Kakak Lin memang hebat, sudah berpikir jauh seperti itu. Kamu sudah memperhitungkan segalanya. Sekarang, aku tidak sabar melihat wajah marah dan putus asanya Ye Yuan."


Selesai berbicara, Lin Tiancheng dan Zhang Heng saling menatap, kemudian tertawa bersamaan.


Lin Tiancheng sebenarnya tidak begitu tahu apa yang terjadi dengan Ye Yuan di Menara Ilusi Jiwa waktu itu. Dia berpikir Ye Yuan waktu itu hanya berani mengikuti Ujian Naik Tingkat Bumi dan akhirnya kalah telak. Dia juga berpikir kalau Ye Yuan hampir saja gagal mencapai Tingkat Bumi. Dari penglihatannya, kemungkinan Ye Yuan hanya dapat meningkatkan kekuatannya ke Tingkat Kedelapan.


Sementara itu, Zhang Heng adalah petarung di tingkat Kesembilan yang memiliki kemampuan untuk naik tingkat dalam pertarungan. Dia percaya diri dapat mengalahkan Ye Yuan.

__ADS_1


Ye Yuan perlu waktu selama empat hari untuk bermeditasi dalam ruang tertutupnya. Sekarang energi yang tersimpan dalam titik dantian-nya sudah terkumpul banyak sebagai efek dari peningkatan kekuatannya ke tingkat Keenam Energi Murni Qi.


Ye Yuan yang awalnya di tingkat keempat akhirnya dapat menembus ke tingkat kelima, tiga hari yang lalu. Setelah kekuatannya cukup stabil di tingkat ini, dia meminum pil energi murni kualitas dewa dan digunakan untuk mencapai tingkat keenam.


Bagi Ye Yuan, Tingkat Kelima dan Keenam tidak terlalu berbeda. Dia hanya butuh minum pil energi murni untuk berpindah tingkatan. Yang menakjubkan adalah pil yang dia minum berjumlah ratusan. Ye Yuan juga menggunakan jurus Seni Roh Sembilan Bulu Dewa Yang, dia menggunakannya untuk mengasah energi dirinya. Dia berhasil dengan sekali coba.


Ye Yuan merasa kekuatan dalam dirinya berlimpah sehingga dia merasa tidak nyaman jika tidak menggunakannya. Dengan memutar energi murninya, Ye Yuan melancarkan sebuah serangan lewat telapak tangannya. Udara di ruang pelatihan terkompres dengan kekuatannya hingga mengeluarkan suara ledakan 'dum, dum'.


Sebuah lubang besar terlihat di dinding akibat terkena serangan Ye Yuan. Dia menggunakan Jurus Telapak Tangan Berlapis Gelombang. Jurus ini memiliki efek yang jauh lebih besar dibanding sebelum dirinya berada di tingkat keenam energi murni Qi. Padahal dinding di ruangan ini dibuat khusus. Dia dapat menahan serangan mematikan dari para petarung tingkat Penggabungan Jiwa.


Ye Yuan benar-benar memiliki kekuatan yang mengerikan dilihat dari seberapa besar lubang di dinding itu.


"Jika aku mengikuti ujian di Menara Ilusi Jiwa dengan menggunakan gelombang Lapis Kedelapan, aku pasti bisa menghabisi tiga petarung itu. Hehe. Nanti setelah aku berhasil mencapai Tingkat Ketujuh aku akan pergi ke sana untuk mencobanya. "Ye Yuan berbicara pada dirinya sendiri ketika dia melihat lubang besar di dinding.


"Aku sudah mengasingkan diri selama empat atau lima hari. Aku ingin tahu apa yang terjadi di luaran sana. Jika aku masih di sini, Lu pasti akan sangat cemas. Sekarang, aku harus keluar."


Lu membungkuk untuk mencabut rumput yang tumbuh di bawah tanaman obat. Rumput-rumput ini sulit dicabut sehingga banyak tenaga yang harus dikeluarkan oleh Lu. Meskii begitu, Lu tidak mengeluh beberapa hari bekerja di kebun. Dia tidak ingin menyebabkan masalah bagi Ye Yuan dan membuat malu Tuan Mudanya itu.


Dua hari pertama Lu masih dengan cepat menyiangi rumput yang ada di antara tanaman-tanaman obat. Pekerjaan di kebun itu dapat dia lakukan hampir setengahnya. Namun, dua hari berikutnya kecepatannya menjadi berkurang karena energi murninya sudah terkuras sehingga hanya sekitar 70% pekerjaannya selesai. Dia mencoba untuk mengumpulkan energi lagi dengan bermeditasi. Sayang, baru digunakan sebentar energinya sudah habis lagi.

__ADS_1


Stamina Lu benar-benar terkuras. Kelopak matanya, baik atas dan bawah, sudah gemetar menahan lelah. Dia masih bisa bergerak karena otaknya yang memang gigih.


__ADS_2