
Meski Jurus Jajaran Pedang yang kelimanya digunakan terlihat sangat kuat, sebenarnya bagi Ye Yuan masih ada kelemahannya. Ye Yuan hanya perlu kesempatan untuk menyerang. Kesempatan ini datang ketika dia mengeluarkan serangan menggunakan teknik gerakan dan seni menggunakan pedang.
Lima petarung berpakaian hitam hanya memiliki ruh tidak berjasad, jadi penggabungan kelimanya bisa dilakukan dengan sangat sempurna. Meski, pada kenyataannya jurus jajaran pedang yang digunakan masih tergolong sederhana. Ini adalah kelemahan yang bisa Ye Yuan manfaatkan.
Dengan Jurus Jajaran Pedang, kelima petarung ini memiliki kekuatan menyerang menggunakan banyak gerakan yang sangat kuat. Sebelumnya, meskipun Ye Yuan menggunakan teknik gerakannya untuk menghindar dari serangan mereka, dia nyaris terkena serangan. Ye Yuan terluka cukup parah.
Kali ini, dengan serangan Ye Yuan, salah satu dari lima petarung ini agak goyah. Maka, Ye Yuan tidak menyia-nyiakan situasi ini. Sebelum serangan kombinasi berikutnya mengenai dirinya, Ye Yuan dengan cepat mengeluarkan Jurus Penghilang Tubuh dan langsung membuyarkan Jurus Jajaran Pedang mereka.
Kelima petarung tidak kelelahan sama sekali. Ye Yuan baru saja lolos dari kepungan, ketika Jurus Jajaran Pedang kembali dikeluarkan dan digunakan untuk menyerangnya sekali lagi.
Ye Yuan tidak akan membiarkan mereka memiliki kesempatan untuk mengepungnya lagi. Bersamaan dengan usahanya keluar dari kepungan, dia mengumpulkan semua energi murni yang dia miliki dan mengeluarkannya melalui pukulan telapak tangannya sebelum kelima petarung itu menyerangnya lagi.
"Jurus Telapak Tangan Berlapis Gelombang; Gelombang Lapisan Kedua!"
Kekuatan Ye Yuan bertambah delapan kali lipat, membawa kekuatan berupa angin badai di atas telapak tangannya. Dia melepaskan jurus itu dan seketika lima lawannya terlempar ke udara.
Ye Yuan tahu bahwa ini bukan akhir dari pertarungan. Dengan menggunakan energi yang tersisa, dia mengeluarkan Jurus Penghilang Tubuh, lalu dia bergerak cepat ke depan salah satu lawannya dan menghunuskan pedang tepat ke arah jantungnya. Si lawan jatuh mati dan langsung menghilang.
Kekuatan yang Ye Yuan keluarkan lewat jurus telapak tangannya memang kuat namun karena perbedaan kekuatan antara dirinya dan kelima lawan petarungnya, dia pada akhirnya hanya bisa membuat mereka terluka parah.
Ye Yuan mengulangi melakukan serangan pada yang lainnya satu persatu dengan menghunuskan pedangnya tepat ke arah jantung. Mereka semuanya menghilang.
Setelah menyelesaikan pertarungan, Ye Yuan melemparkan pedangnya dan jatuh berlutut di tanah. Dia menarik napas panjang.
Tenuk Bayangan berdiri kaget menyaksikan. Dia tidak percaya bahwa Ye Yuan mampu mengalahkan kelima lawannya.
__ADS_1
"Hei! setelah selesai tahap ini, apa kamu tidak akan mengobati lukaku? Dalam keadaan seperti ini, aku bisa mati karena kehabisan darah. Kamu tidak mungkin mengharapkanku untuk mengikuti ujian selanjutnya dalam keadaan seperti ini kan?" Ye Yuan mengambil napas sambil berteriak ke arah Tenuk Bayangan.
"Ujian selanjutnya?"
Tenuk Bayangan terkejut begitu mendengar Ye Yuan mengatakan ingin mengikuti Ujian Tingkat Bumi. Sepertinya dia sedang membuat onar. Ye Yuan jelas terlihat kesusahan menyelesaikan Ujian Tingkat Hitam, bagaimana mungkin dia masih ingin mengikuti Ujian Tingkat Bumi.
Kemungkinan Ye Yuan tidak tahu bahwa perbedaan antara Tingkat Energi Murni Qi dan Tingkat Penggabungan Jiwa begitu besar. Yang pertama termasuk tingkatan minor sedang yang kedua termasuk tingkatan mayor.
Ye Yuan menggertakkan giginya menahan rasa sakit seraya menghela napas. Dia berteriak. "Sialan! Cepat obati aku. Kenapa kamu masih berdiri mematung di sana? Kalau sampai kamu tidak mengobatiku, aku akan mengajukan keluhan ke pihak dewan perguruan."
Ye Yuan benar-benar berani. Tenuk Bayangan tidak bisa membedakan apakah Ye Yuan ini murid jenius atau bodoh karena kata-kata yang dia ucapkan sangat tidak masuk akal. Kenyataannya, Tenuk Bayangan punya tingkatan lebih tinggi dari pada dewan perguruan. Jadi, tidak mungkin mereka akan melawannya.
Tenuk Bayangan tidak tahu apakah harus menangis atau tertawa. Meski begitu, dia tetap bersedia mengobati Ye Yuan. Dengan sekali ketukan, Ye Yuan pulih kembali.
Tenuk Bayangan kembali berkonsentrasi melihat Ye Yuan dengan senyuman yang tidak tulus. Dia bertanya, "Bagaimana kamu tahu kalau kamu sedang berada di dunia mimpi? Aku sama sekali tidak mengatakan jika ini adalah dunia mimpi. Dan lagi, apa kamu tahu siapa aku?"
Ye Yuan memutar matanya, berpura-pura bodoh.
"Oh… sepertinya kamu menyepelekan kepintaranku! Jika ini bukan dunia mimpi bagaimana bisa pedang itu muncul tiba-tiba? Bagaimana mungkin para petarung itu menghilang ketika mereka mati? Dan, bukannya kamu itu penguji? Berani-beraninya kamu meremehkan kepintaranku! Kenapa kamu tadi diam-diam menggunakan tipuan? Aku akan melaporkanmu."
Tenuk Bayangan mengira Ye Yuan hanya membual, namun dia tidak berani membantah, karena murid seperti Ye Yuan ini masih diperlukan oleh Perguruan Dan Wu.
"Kamu sungguh-sungguh ingin mengikuti Ujian Tingkat Bumi?"
"Kamu kira aku bercanda?" Ye Yuan melotot dan bertanya balik.
__ADS_1
"Bagus. Kamu memang berani. Tadi kamu juga tahu bahwa rasa sakit yang kamu rasakan sama dengan di dunia nyata. Meski jika kamu mati di sini kamu tidak akan mati di dunia nyata. Tetap saja, rasa sakitnya tidak biasa."
"Oh.. Tuan penguji! Bisakah kamu tidak membuang-buang waktuku? Aku sibuk sekarang!" Ye Yuan menjawab tidak sabar.
"Baik. Seperti yang kamu inginkan. Ujian Tingkat Bumi dimulai."
Tenuk Bayangan tersenyum tipis kembali memanggil lima petarung yang kali ini tidak lagi berada di tingkat minor energi Murni Qi. Mereka semua memiliki kekuatan kanuragan di tingkat mayor, Penggabungan Jiwa.
Di luar Menara Ilusi Jiwa, kerumunan orang sedang melihat dengan antusias.
"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Ye Yuan benar-benar berhasil!"
"Apa mataku tidak salah lihat? Barusan, Ye Yuan hampir saja mati. Bagaimana caranya dia menghabisi lawan-lawannya?"
"Ye Yuan benar-benar mencetak sejarah! Dia bisa menjadi murid pertama dari tingkat rendah yang mencapai Tingkat Bumi sejak Perguruan Dan Wu dirikan."
"Dan dengan bakat yang luar biasa!"
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan anak ini? Apakah dia dulu berpura-pura bertindak bodoh dulu? Luar biasa!"
Banyak murid yang merasa terhormat bisa menyaksikan momen bersejarah seperti ini. Meski mereka sudah berpikir keras, mereka masih tidak tahu bagaimana Ye Yuan bisa meningkatkan kemampuannya secepat itu. Dulu, Ye Yuan dikenal sebagai murid dengan peringkat terendah di perguruan, sekarang namanya melambung setinggi langit sebagai murid yang berhasil mencapai Tingkat Ujian Bumi.
Keajaiban yang terjadi pada Ye Yuan sekarang benar-benar berbalik 360 derajat dengan keadaannya dulu. Perubahan seperti ini akan membawa banyak murid yang bersimpati padanya. Murid-murid yang jika di dunia luar mungkin sudah dianggap pintar, tapi di Perguruan Dan Wu mereka masih dianggap murid biasa.
Hasil yang dicapai Ye Yuan memercikkan semangat bertarung di antara murid-murid ini.
__ADS_1