DEWA OBAT TAK TERTANDINGI

DEWA OBAT TAK TERTANDINGI
Episode 104.


__ADS_3

Ye Yuan menerima bahan-bahan pemberian Feng Ruoqing. Dia menjawab dengan ekspresi datar. "Kamu tidak perlu tahu. Lihat saja. Cepat nyalakan apinya."


"Wah! Kamu benar-benar menganggapku sebagai pelayanmu!" Feng Ruoqing terang menjadi marah. Ye Yuan sudah keterlaluan.


"Jika kamu tidak mau membantu. Lebih baik kamu minggir. Jangan menghalangiku." Perkataan Ye Yuan semakin terdengar tidak enak.


Tanpa tahu apa yang dilakukannya, Feng Ruoqing berjalan menuju Kuali Lotus Merah miliknya dan kemudian menyalakan Api Bumi.


Dalam keadaan seperti ini, Ye Yuan tidak banyak bicara. Sekarang, dia sangat cemas. Dia tahu jika dia semakin tidak sabar, maka dia harus lebih banyak bersikap tenang supaya dia tidak kehilangan tujuannya.


Api sudah mulai menyala, Ye Yuan mulai proses peracikan.


Tidak ada hal yang luar biasa dengan cara Ye Yuan meracik. Meski begitu, Feng Ruoqing tidak pernah melihat cara ini sebelumnya. Tidak ada tahap persiapan atau pemurnian tanaman obat. Ye Yuan langsung memasukkan bahan-bahan itu ke dalam kuali. Dia terlihat tenang.


Setelah satu jam berlalu, akhirnya selesai sudah Ye Yuan mengolah tanaman-tanaman obat tersebut. Ada sebuah benda seperti kapur berwarna hitam keabu-abuan yang terbentuk dalam kuali.


"Apa ini?" tanya Feng Ruoqing masih penasaran.


"Dupa Penggilas Jiwa."


Kali ini Ye Yuan berkata sejujurnya. Hanya saja ketika dia berbicara, ada napas panjang yang dia hembuskan dari dadanya. Dadanya yang kembang kempis menunjukkan pergolakan yang terjadi di dalamnya.


"Dupa Pemandu Jiwa? Apa kegunaannya?" Feng Ruoqing tidak pernah mendengar nama ini sebelumnya, jadi dia bertanya lagi.


Ye Yuan tidak menjawab pertanyaan Feng Ruoqing. Dia melemparkan benda itu ke atas baju Lu yang dia bawa. Setelah itu dia menggerakkan tangannya sehingga ada sekepul nyala Api Bumi. Karena api ini memiliki temperatur yang sangat tinggi, baju Lu cepat terbakar menjadi kepulan asap berwarna hijau.


Hal ajaib yang terjadi setelahnya adalah asap hijau ini tidak hilang di udara tetapi justru menebal. Setelahnya, dia bergerak. Ye Yuan mengikuti pergerakan asap itu.    

__ADS_1


    


"Kamu mau pergi ke mana?" Kebingungan, Feng Ruoqing bertanya.


Ye Yuan menghiraukannya dan langsung berlari keluar mengikuti gerakan asap hijau.


Feng Ruoqing menggigit bibirnya begitu dia melihat apa yang dilakukan Ye Yuan. Meski agak ragu, dia mengikuti pemuda itu.


Lu menggunakan sisa tenaganya untuk melawan, namun sia-sia. Sekarang energi murninya sudah terkuras. Untuk bunuh diri saja, dia tidak mampu. Lu menjadi semakin ketakutan karena dia semakin lemah. Jika sampai orang seperti Zhang Heng ini mengotori tubuhnya, dia lebih baik mati.


Plak!


Zhang Heng menampar wajah Lu dan meludah. "


"Gadis sialan! Kamu masih tidak mau menyerah dalam kondisi seperti ini? Kamu memang minta dipukul."


Melihat kondisi Lu, Zhang Heng menyeringai.


"Itu lebih baik. Jangan cemas. Setelah hari ini kamu tidak akan bisa meninggalkan kakak senior Zhang Heng. Hahaha!"


Setelah selesai mengutarakan kalimatnya, Zhang Heng mencodongkan tubuhnya untuk melakukan perbuatan keji terhadap Lu. Bersamaan dengan ini, bulu kuduk Zhang Heng berdiri. Dia merasakan ada bahaya yang sedang mengancamnya. Insting Zhang Heng memintanya untuk langsung melompat dari badan Lu. Sebuah panah es terbang melewati depan wajahnya.


Untungnya Zhang Heng bisa melompat dengan cepat. Jika tidak panah es itu pasti sudah menembus tenggorokannya.


Zhang Heng minggir. Keringat dingin bercucuran dari tubuhnya. Dia tidak menyangka jika Lu yang sudah tidak memiliki kekuatan untuk melawannya, dapat menyerangnya dengan kekuatan seperti itu.


Amarah Zhang Heng langsung meledak. Lu hampir saja membunuhnya.

__ADS_1


Lu kesulitan untuk bangun. Sekarang aura tubuhnya sudah berubah 360 derajat. Semua bagian badannya menyebarkan hawa dingin yang bisa membekukan udara di sekitarnya.


Lapisan es putih membungkus rambutnya. Wajah Lu berubah menjadi pucat putih.


Zhang Heng melihat perubahan diri Lu. Diat ertawa terbahak-bahak seraya berkata, "Oh.. ternyata kamu punya Sembilan Jalur Energi Mutlak Yin! Berani-beraninya kamu mendapatkan energi murni mu dengan hal itu. Kamu benar-benar tidak takut mati. Sekarang, racun beku sudah keluar dari tubuhmu. Aku ingin lihat berapa lama kamu bisa bertahan."


Sekarang, matahari bersinar dengan terang tapi Lu merasa sekujur tubuhnya seperti berada di sebuah Rumah es. Rasa dingin yang membekukan tubuhnya menembus tulang-tulangnya.


Sembilan Jalur Energi Mutlak Yin merupakan bagian puncak dari Jiwa Es Ilusi Surga, Pengembali Ajian Es Menjadi Debu. Ajian ini merupakan ajian terlarang. Ketika Ye Yuan mengajarkan ajian ini pada Lu, dia sudah memberitahu untuk tidak menggunakannya kecuali dia memang tidak punya pilihan lain. Ini karena ajian memicu keluarnya Sembilan Jalur Energi Mutlak Yin , yang dapat menarik energi beku Qi dari langit dan bumi ke dalam tubuh Lu sehingga dia untuk sementara waktu memiliki kekuatan yang hebat.


Kata "Kembali Menjadi Abu" berarti setelah ajian ini digunakan yang asalnya abu akan menjadi abu dan yang asalnya debu pun kembali menjadi debu. Ini adalah ajian yang bisa membinasakan lawannya.


Saat ini, kekuatan Lu terus naik menuju Tingkat Keempat, kemudian Kelima dan berhenti di Tingkat Keenam Energi Murni Qi.


Waktu yang Lu gunakan untuk mendapatkan ajian Jiwa Es Ilusi Surga terlalu pendek. Meski kekuatannya meningkat dengan tajam, penguasaannya tidak terlalu mencengangkan.


Seandainya Raja Dewa Jiwa Salju yang mengeksekusi Ajian Pengembali Es Menjadi Debu, meskipun kekuatannya hanya di Tingkat Pertama, dia akan mampu untuk mencapai energi Murni Qi Tingkat sempurna.


Meskipun Zhang Heng terkejut dengan perubahan kekuatan Lu, dia tidak terlalu menganggapnya serius. Tingkat Keenam masih terlalu rendah dibandingkan kekuatannya. Namun, tidak dipungkiri kalau sekarang tubuhnya lebam setelah Lu hampir saja membunuhnya. Dia sangat malu. Panah es juga sudah membuat nafsunya hilang. Sekarang yang dia inginkan adalah mengirim Lu ke negeri akhirat.


Zhang Heng tidak akan langsung membunuh Lu karena jika pihak perguruan tahu maka dia akan dihukum. Lu sudah menggunakan ajian Sembilan Jalur Energi Mutlak Yin. Dia hanya tinggal menunggu kematian gadis itu.


"Mati kau bedebah!" Lu mengenggam udara dengan satu tangannya. Sebuah panah es terbentuk sekali lagi. Dia mengarahkannya pada Zhang Heng. Pemuda itu tertawa karena dia bisa menghindari serangan Lu dengan mudahnya.


Panah es mungkin punya kekuatan yang mematikan, namun akan sia-sia jika Lu tidak bisa melemparkannya tepat ke lawannya. Sebelumnya Zhang Heng memang tidak siap jadi serangan yang dilancarkan Lu hampir dapat mengenainya. Sekarang, karena dia sudah lebih siap, Zhang tidak akan kalah lagi.


Lu bukanlah Ye Yuan. Kemampuan bertarungnya masih rendah dan dia juga belum bisa menggunakan kekuatannya yang tiba-tiba naik. Serangannya kali ini tentu tidak akan mampu untuk melukai Zhang Heng.

__ADS_1


__ADS_2