DEWA OBAT TAK TERTANDINGI

DEWA OBAT TAK TERTANDINGI
Episode 96.


__ADS_3

Wang Jinfu dan Sun Jianming gemetar mendengar kalimat Feng Ruoqing. Nyatanya Ye Yuan sekarang memang berada di tingkat keempat. Jika dia bisa meningkatkan kekuatannya ke tingkatan yang lebih tinggi atau bahkan sampai pada pada Tingkatan Penggabungan Jiwa, membuat pil obat bukanlah perkara yang susah untuknya.


Teknik Pemisah Aliran Yin Yang legendaris yang ditunjukkan Ye Yuan dalam meracik pil obatnya beberapa waktu lalu membuat kekuatan jiwa seorang tabib pembuat obat hanya sedikit digunakan. Seandainya saja, kekuatan jiwa Ye Yuan bertambah ketika nantinya dia sudah berada di tingkat penggabungan Jiwa dan pada waktu itu dia kekurangan kekuatan untuk mencapai tingkatan Tabib Besar, membuat pil obat tetap bukanlah hal yang susah untuknya.


Wang Jinfu serta merta sadar bahwa Ye Yuan memiliki kemampuan luar biasa dalam dunia pengobatan di negeri Qin. Dikarenakan di seluruh negeri, hanya dia saja yang mampu membuat pil tingkat kedua kualitas dewa.


Raut wajah Wang Jinfu menjadi serius. Aura kekuatan penggabungan jiwanya membuat orang-orang disekitarnya menjadi tertekan.


"Semua, tolong dengarkan. Tidak ada orang yang diperbolehkan keluar dan menyebarkan berita bahwa Ye Yuan hari ini mampu membuat Pil Obat Tingkat Kedua kualitas dewa. Kalian semua harus mengambil sumpah Dao sekarang. Aku dan Ketua Sun akan mengawasi kalian semua. Kamu boleh memilih untuk tidak mengambil sumpah, tapi aku pastikan kamu tidak akan bisa keluar dari sinii jika itu yang dipilih." Wang Jinfu memperingatkan dengan suara seram.


"Apa? Sumpah Dao? Kamu ingin kami mengambil sumpah Dao? Atas dasar apa?"


Kalimat Wang Jinfu memantik kemarahan beberapa orang.


Sumpah Dao itu berbeda dengan sumpah biasa. Sekali sumpah itu diucapkan, tidak boleh dilanggar. Jika sampai sumpah itu dilanggar, surga akan menghukum dengan kematian.


Baik di negeri khayangan atau manusia, tidak ada yang berani melanggar sumpah Dao ini.


Wan Yuan ada di ruangan ini. Sekarang, dia benar-benar muak hingga ingin muntah darah.


Niatnya datang ke tempat ini adalah untuk unjuk kebolehan. Sayang, pada akhirnya, Ye Yuanlah yang mendapatkan semua perhatian. Wan Yuan tidak menduga kalau Ye Yuan punya ilmu pengobatan yang mumpuni apalagi sampai pada level luar biasa seperti yang barusan dia tunjukkan.


Tadinya, setelah dia melihat bagaimana Cheng Hua melancarkan pukulannya pada Zhu Qiang, dia ingin menyebarkan tentang hal ini pada khayalak. Dia yakin bahwa akan banyak petarung yang tertarik untuk menantang Ye Yuan.

__ADS_1


Rencana ini harus dikubur dalam-dalam ketika Wang Jinfu meminta semua orang untuk mengambil sumpah Dao.


"Zhu Qiang, Cheng Hua. Kalian yang memimpin semua orang di sini untuk mengambil sumpah Dao." Perintah Wang Jinfu kepada keduanya.


"Baik."


Zhu Qiang dan Cheng Hua adalah anggota dari Perkumpulan Tabib jadi begitu dia mendengar perintah Wang Jinfu tak perlu waktu lama bagI mereka untuk menjalankan perintah.


"Guru, apakah aku juga harus ikut bersumpah? Aku tidak akan menyebarkan apa yang aku tahu hari ini." Wan Yuan memberanikan diri untuk bertanya sambil menggertakkan giginya.


Wang Jinfu hampir lupa kalau ada Wan Yuan di sini. Dia cukup kaget pemuda itu tiba-tiba bertanya padanya.


"Feng dan Keyun juga ikut bersumpah. Apa kaMu merasa lebih istimewa dari mereka?"


Diberi pertanyaan seperti itu Wan Yuan tidak bisa berkutik.


Wang Jinfu mengingat kalimat yang diucapkan Ye Yuan mengenai Wan Yuan sebelumnya. Dia juga sebenarnya merasa kesal dengan pemuda ini. Jika bukan karena ayahnya, Wan Donghai, dia pasti sudah memberi pelajaran pada Wan Yuan.


Di bawah paksaan Wang Jinfu semua orang mengambil sumpah Dao. Hanya ada 4 orang yang tidak ikut. Mereka adalah Wang Jinfu, Sun Jianming, Feng Ruoqing dan juga Feng Zhirou.


Meski tidak semua orang ingin mengambil sumpah Dao, tidak ada orang yang berani menolak. Di tempat ini, yang kuat-lah yang berkuasa. Saat ini jelas bahwa Perkumpulan Tabib lah yang memang berkuasa.


Pagi-pagi sekali, klinik Paviliun Pengobatan Harum memulai bisnisnya seperti biasa. Yang berbeda, klinik ini masih saja sepi.    

__ADS_1


    


Feng San duduk di sebuah kursi kayu sambil membaca sebuah buku. Beberapa hari terakhir ini, dia bosan setengah mati. Selama dia bekerja di Paviliun Pengobatan Harum, hari-harinya selalu dipenuhi dengan kesibukan hingga kepalanya menjadi pusing. Terkadang, dia menginginkan waktu untuk beristirahat.


Sekarang, ketika dia memiliki banyak waktu luang, bukannya senang, dia justru merasa tidak nyaman. Matanya memang tertuju pada buku tetapi hatinya tidak.


Dia sedang memikirkan Ye Yuan yang kemarin kembali ke klinik dengan tubuh yang kelelahan setelah mengikuti ujian. Feng San ingin tahu pil apa yang dibuat Ye Yuan hingga dia menjadi kehabisan energi seperti itu. Hal lain lagi yang membuat makin penasaran adalah Ye Yuan bangun di tengah malam dengan keadaan yang sudah bugar. Energinya sudah pulih kembali. Malam itu juga, Ye Yuan kembali ke Perguruan Dan Wu bersama Lu.


Feng San masih menduga jika Ye Yuan sedang ada masalah sehingga dia cepat kembali ke perguruan untuk menghindarinya.


"Tapi, bukannya kemarin Tuan Muda pergi ke tempat Perkumpulan Tabib. Tidak mungkin kan dia membuat onar di sana?" Feng San berpikir keras. Semakin dia memikirkan kemungkinan yang dilakukan Ye Yuan di sana, semakin dia yakin bahwa Ye Yuan memang membuat masalah di markas Perkumpulan tabib itu. Mengingat kepribadian Ye Yaun sebelumnya, dugaannya pasti benar.


Feng San juga menduga bahwa Ye Yuan kembali 'normal' hanya sesaat dan setelahnya pemuda itu kembali seperti dulu lagi.


Ketika imajinasi Feng San semakin ke mana-mana, beberapa lelaki tua memasuki Paviliun Pengobatan Harum. Meski memang bisnis klinik sedang sepi, masih ada beberapa orang yang keluar masuk.


Feng San tidak memperhatikan mereka. Matanya masih kosong menatap buku yang dia pegang. Dan lagi, masih ada orang yang bertugas di dalam yang pasti akan menyambut para tamu itu.


"Apa Anda penjaga klinik di sini? Kami bertiga ingin bertemu dan bertanya pada Ye Hang. Tolong sampaikan niat kedatangan kami," ucap salah satu dari ketiga lelaki tua itu.


Mendengar kalimat orang tua itu, Feng San baru menoleh ke arah ketiganya. Ketika matanya melihat lencana bintang di dada ketiganya, dia terlonjak kaget. Dua dari mereka memakai lencana berwarna merah sedang yang di tengah memakai lencana emas.


Tiga Tabib Agung datang mengunjungi Paviliun Pengobatan Harum.

__ADS_1


Perkumpulan Tabib menggunakan lencana dengan warna yang berbeda untuk membedakan tingkatan para tabib. Yang paling rendah berwarna biru, sedang merah untuk tabib yang berada di posisi tengah. Sementara untuk posisi tertinggi lencana yang diberikan berwarna emas.


Di seluruh negeri Qin, hanya ada satu orang yang memiliki lencana emas. Dan orang itu tak lain adalah Wu Daofeng. Dia adalah pemimpin tertinggi di Perkumpulan Tabib. Dua orang lainnya sudah bisa dipastkan adalah deputi ketua Wang Jinfu dan Sun Jianming.


__ADS_2