DEWA OBAT TAK TERTANDINGI

DEWA OBAT TAK TERTANDINGI
Episode 140


__ADS_3

Ye Yuan menaiki anak tangga berikutnya dengan mudah seperti sedang berjalan-jalan di sekitar halaman rumah. Setelah mencapai Alam Hati Yang Setenang Air, Ye Yuan menganggap Jalan Sembilan Surga hanya berupa hitungan anak tangga. Langkahnya kuat dan tegas. Tahap kedua pun dia lalui dengan cepat.


Ekspresi wajah Su Yubai menjadi masam begitu dia mendapati kemajuan Ye Yuan. Dia sudah dua kali mengatakan bahwa Ye Yuan mati dan sama sekali tidak menyangka bahwa pemuda ini dapat hidup kembali. Tidak hanya bernyawa, Ye Yuan bahkan menjadi semakin kuat.


Su Yubai tidak dapat bergerak. Dia terdiam, masih berdiri, merasa canggung. Sebenarnya, Su Yubai masih ingin tinggal di dalam Paviliun. Dia ingin menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Ye Yuan tewas dalam Jalan Sembilan Surga. Dia tidak akan dapat tidur dengan pulas dan makan dengan lahap jika belum melihatnya.


Saat ini Su Yubai sudah terlanjur berada di luar Paviliun. Tidak mungkin jika dirinya kembali masuk ke dalam untuk duduk kembali dan berkomentar. Su Yubai tidak ingin kehilangan muka. Wajah lelaki tua itu sudah beberapa kali berubah. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengangkat lengan pakaiannya, pergi meninggalkan bangunan Paviliun.


Tetua yang lain sebenarnya masih ingin menyaksikan apakah Ye Yuan dapat berhasil melewati Jalan Sembilan Surga karena hal seperti ini dapat dikatakan peristiwa bersejarah di Perguruan Dan Wu. Tetapi karena mereka sudah melihat Su Yubai menginggalkan Paviliun, maka tidak mungkin mereka duduk kembali. Akhirnya, dengan terpaksa, rombongan tetua pun ikut pergi menyusul Su Yubai.


Sementara itu, di suatu tempat di dekat Paviliun, Zuo Bugui memperhatikan langkah tegap Ye Yuan. Dia tidak sengaja menelan ludahnya. Ye Yuan berhasil menembus tingkatan tinggi seperti itu dalam Jalan Sembilan Surga. Ini adalah yang sulit dia pahami.


Long Tang tiba-tiba membalikkan tubuhnya, kemudian beranjak pergi. Jelas saja membuat Zuo Bugui keheranan sehingga dia dengan cepat langsung bertanya.


"Long, kamu tidak mau menonton lagi?"


Long Tang tetap pergi meninggalkan Zuo Bugui tanpa sedikitpun memperlambat langkah kakinya. Dia melambaikan tangannya sambil membelakangi Zuo. "Semuanya sudah jelas. Tidak ada yang perlu dilihat lagi. Aku akan bersiap-siap. Selanjutnya, akulah yang akan ada di Jalan Sembilan Surga itu."

__ADS_1


Selesai menjawab Zuo Bugui, Long Tang langsung pergi.


"Semuanya sudah jelas?" Zuo Bugui mengulang kalimat Long Tang kemudian bergumam pada dirinya sendiri.


"Dia begitu yakin jika Ye Yuan akan mampu menyelesaikan semua rintangan? Meskipun memang Ye Yuan berhasil mencapai Tingkat Kesembilan, tapi tetap saja dia masih di Tingkatan Energi Murni, belum pada tingkat Penggabungan Jiwa. Masih ada 333 anak tangga yang dianggap paling sukar. Apakah mungkin Ye Yuan yang masih berada di Tingkat energi Murni bisa lolos?"


Tidak ada yang menjawab pertanyaan Zuo Bugui. Yang terdengar hanyalah, derap langkah tegap Long Tang.


Ketika Ye Yuan melangkah ke anak tangga ke 667, ilusi yang tampak di depan mata Ye Yuan menghilang dan berubah kembali menjadi pemandangan waktu kali pertama dia menginjakkan kaki ke Jalan Sembilan Surga, ada banyak anak tangga yang menuju ke surga.


"Anak muda. Keberhasilanmu mencapai tempat ini menunjukkan bahwa kamu memiliki bakat yang tiada tandingannya. Meski begitu, tahap ketiga yang ada di Jalan Sembilan Surga ini adalah yang paling sulit. Apa kau siap?"


Orang tua itu membuka mulutnya untuk berbicara ketika dia melihat Ye Yuan. Ye Yuan tidak menyangka jika tetua ini punya kesadaran. Dia hanyalah wujud penampakan. Ye Yuan tidak terlalu terkejut mendengar kalimat-kalimatnya.


"Jalan Sembilan Surga meninggalkan banyak jejak yang mengandung nilai kedewaan. Apakah Jalan sembilan Surga ini dibuat oleh seorang murid senior dari Dan Wu?"


Tetua itu tampak langsung terkejut dengan pertanyaan Ye Yuan. "Kau bisa melihat penampakanku? Sungguh ajaib! Dilihat dari tubuhmu, kau baru berumur 15 atau 16 tahun. Di usia ini kau sudah punya pengetahuan yang banyak. Namun, Susunan Surga Sembilan Revolusi Keruh tidak dibuat olehku melainkan oleh nenek moyang pendiri Aliran Awan Tenang yang bernama You Wuya! Aku sudah hampir mengakhiri hidupku jadi kuputuskan untuk membagi kepulan rasa dewaku ke dalam Jalan Sembilan Dewa dan menjadi tuan rumah yang memandu tahap ketiga tantangan Sembilan Jalan Surga."

__ADS_1


Lelaki tua berjubah hijau memelintir jenggotnya sambil tersenyum memamerkan wajahnya yang sedang mengagumi seseorang. Terlihat jelas dia sangat mengidolakan You Wuya.


Ye Yuan dengan cepat sadar tentang asal-usul Jalan Sembilan Surga yang ternyata dibangun oleh nenek moyang pendiri dari Aliran Awan Tenang. Dari ciptaannya ini terlihat bahwa sosok You Wuya adalah orang yang memiliki bakat luar biasa. Orang lain mungkin tidak paham tetapi Ye Yuan dapat mengetahui bahwa Susunan Surga Sembilan Revolusi Keruh ini menggunakan hukum sembilan yang secara implisit memasukkan nilai-nilai Surgawi Dao di dalamnya. Hal seperti ini tidak mungkin dibuat oleh orang biasa.


Lebih jauh lagi, Ye Yuan juga dapat melihat bahwa Susunan ini memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari pada yang terlihat saat ini. Apa yang ada di Jalan Sembilan Surga hanya merupakan versi sederhana dari sesuatu yang lebih besar. Meskipun begitu, kekuatanya sudah luar biasa dahsyatnya. Perguruan Dan Wu merupakan sekte luar dari Aliran Awan Tenang. Jika yang di luar saja sudah seperti ini, formasi susunan lengkapnya mungkin akan jauh lebih luar biasa dari ini.


"Jadi rintangan yang ada di Jalan Sembilan Surga ini dibuat oleh Pendiri aliran bernama You. Pantas saja kekuatannya sangat dahsyat!" Ye Yuan tidak dapat menahan diri untuk memujinya.


"Dan, kau sudah memahami alam Hati Yang Setenang Air?"


Orang tua itu menatap Ye Yuan. Dia sangat terkejut mendapati keadaan mental Ye Yuan sangat tenang, setenang air sumur yang tidak beriak. Ini adalah tanda bahwa pemuda dihadapannya sudah memahami alam Hati Yang Setenang Air. Dia juga sudah lama menjadi penjaga di tahap ketiga, jadi dia pasti sudah paham tentang berbagai macam susunan yang ada di Jalan Sembilan Surga. Tahap kedua yang baru saja Ye Yuan lalui adalah tahap yang memasukkan konsep Hati Yang Setenang Air. Hanya saja, orang tua tidak menyangka akan ada bocah berumur 15 tahun yang memahaminya.


"Aku hanya beruntung bisa memahami Hati Yang Setenang Air," jawab Ye Yuan sambil tersenyum tipis.


Si pria tua itu melihat Ye Yuan dengan seksama, kemudian berkata dengan nada gelisah.


"Bagus! Bagus! Bagus! Hanya orang yang sangat berbakatlah yang akan bisa menggantikan generasi sebelumnya! Langit sedang melindungi Aliran Awan Tenang! Aliran pasti akan berjaya lagi di masa depan dengan orang yang hebat sepertimu! Aku sudah menunggu seribu tahun lamanya dan akhirnya, ada harapan yang muncul. Cepat, beri tahu aku siapa namamu, anak muda."

__ADS_1


__ADS_2