
Meskipun badannya bisa sembuh total, namun sakit hati yang Wan Yaun rasakan jauh lebih parah.
Wan Yuan dan Fei Qingping adalah teman sejak kecil. Mereka dulunya sering bermain bersama. Meski kedudukan mereka sebagai majikan dan pesuruh, mereka sebenarnya sangat dekat sekali layaknya saudara. Wan Yuan tidak pernah menyangka bahwa Ye Yuan bisa meningkatkan kekuatan dalam waktu yang sangat singkat. Dia mampu membunuh orang yang berada di Tingkat Kelima Energi Murni Qi dengan kekuatannya yang masih berada di Tingkat Ketiga.
Seandainya Wan Yuan tahu ini semua, dia tidak akan mengirim Fei Qingping pergi bertarung dan mati sia-sia seperti itu.
Liu Ruoshui masuk ke ruangan dengan anggunnya ketika Wan Yuan masih berkubang dengan kebenciannya terhadap Ye Yuan.
"Kakak Wan, tolong berhentilah berkabung seperti ini. Ye Yuan benar-benar licik. Dia menjebak Fei Qingping dengan cara yang hina." Liu Ruoshui menunjukkan wajah duka, membuatnya terlihat pantas dikasihani.
Wan Yuan belum bisa bangun dari tempat tidur. Dia sangat tersentuh dengan kedatangan Liu Ruoshui untuk menjenguknya.
"Terima kasih Adik Liu. Aku benar-benar ceroboh. Ayahku bertahun-tahun bertarung dengan Ye Hang dan aku sendiri juga melakukan hal yang sama dengan Ye Yuan. Selama ini aku kira, aku sudah memahaminya dengan baik. Aku merasa dia sama sekali tidak becus. Aku tidak pernah menyangka kalau Ye Yuan ternyata menyembunyikan kekuatannya selama ini." Wan Yuan mengatakan kalimat-kalimatnya dengan nada kebencian.
Liu Ruoshui menyahut. "Iya. Kita memang salah menilainya. Ternyata dia berpura-pura lemah supaya bisa mengecoh kita semua. Aku rasa insiden keracunannya dulu membuatnya sangat marah. Itu kenapa dia merencanakan semua ini. Dia sengaja menjebak Fei Qingping untuk memakan umpan yang dia berikan."
Wan Yuan menggertakan giginya sambil berkata,"Ye Yuan! Salah satu di antara kita harus mati! Kekuatannya meningkat dengan cepat. Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi."
Jelas terlihat, setelah pertarungan maut antara Ye Yuan dan Fei QIngping, Wan Yuan merasa tertekan.
Kekuatan yang ditunjukkan Ye Yuan dalam pertarungan maut terlalu kuat. Meskipun Wan Yuan termasuk murid pintar yang terlatih di Perguruan Dan Wu, dia merasa tidak akan bisa menguasai Jurus Telapak Tangan Berlapis Gelombang dalam tahap seperti yang ditunjukkan Ye Yuan.
Jika dia membiarkan Ye Yuan lebih lama lagi, orang itu mungkin berhasil menakutinya.
__ADS_1
Saat ini Ye Yuan menguasai Jurus Telapak Tangan Berlapis Gelombang, Lapis Kedua dan Jurus Penghilang Tubuh dengan sempurna. Jika Wan Yuan membiarkan Ye Yuan terus berkembang, sebentar lagi, dia tidak akan mampu menandinginya. Dalam hal ini, Wan Yuan juga sama sekali tidak tahu jika Ye Yuan sudah berhasil mengalahkan seorang pembunuh bayaran yang memiliki kekuatan sama dengan dirinya, Chou Ying.
Jika Wan Yuan dan Ye Yuan yang ikut pertarungan maut, dirinya pasti sudah dihabisi oleh Ye Yuan.
Liu Ruoshui setuju dengan perkataan Wan Yuan. "Kakak benar. Ye Yuan itu licik dan dia juga punya niat tersembunyi. Kakak Wan harus cepat mencari cara untuk bisa menghadapinya."
Liu Ruoshui sudah tidak punya pilihan lain. Sekarang, dia dan Wan Yuan berada pada situasi yang sama. Sebelumnya, gadis ini ikut merencanakan kematian Ye Yuan lewat racun sehingga kali ini Ye Yuan pasti tidak akan membiarkannya tenang. Itu kenapa dia pergi menemui Wan Yuan supaya anak Wan Donghai ini mencari cara untuk melawan Ye Yuan.
"Perguruan tidak memperbolehkan murid untuk memutuskan hal seperti ini sendirian. Jika sampai ketahuan, kita akan mendapatkan hukuman." Dahi Wan Yuan berkerut begitu dia mengucapkan kalimatnya.
Kenyataannya, meski murid diperbolehkan untuk membalas perlakuan murid lain, Wan Yuan tidak yakin jika dia mampu membunuh Ye Yuan. Jurus Penghilang Tubuh yang dikuasai oleh Ye Yuan dengan sempurna membuatnya berada posisi tidak terkalahkan bagi Wan Yuan.
"Apa kamu lupa kalau satu bulan lagi akan ada Ujian Tanpa Akhir?"
"Kakak Su! Maafkan aku! Kakak Su. Aku sedang terluka jadi tidak bisa dengan baik menyambutmu." Wajah Wan Yuan menyiratkan rasa bersalah.
Liu Ruoshui juga tidak berani mengabaikan Su Yishan. Dia berdiri kemudian memberikan salam."Aku menghadap pada Kakak Su."
Su Yishan hanya melihatnya sekilas tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dia kemudian duduk di samping mereka layaknya di rumah sendiri.
Perguruan Dan Wu adalah tempat di mana bakat dan kekuatan dihargai. Jika ada seseorang yang memiliki kekuatan maka tidak akan ada orang yang berani untuk menunjukkan kesombongan di depannya. Jika sampai berani bertingkat congkak, maka yang lain akan menghajarnya.
Dulu Ye Yuan tidak dilihat karena posisinya sebagai peringkat akhir di perguruan ini. Tapi sekarang, setelah dia menunjukkan kekuatannya lewat pertarungan maut, semua orang mau tidak mau pasti memperhatikannya.
__ADS_1
"Kakak Su..tadi anda bilang ..Ujian Tanpa Akhir? Benar! Kenapa aku tidak berpikiran sampai ke situ? " Wan Yuan menjadi semangat. Dia bangkit tanpa memperdulikan lukanya. Wajahnya tiba-tiba tidak menunjukkan kesakitan. Di sampingnya, Liu Ruoshui juga ikut senang. Dia paham apa yang dikatakan Su Yishan.
"Ujian Tanpa Akhir yang diadakan di Hutan Tanpa Akhir adalah tempat yang ideal untuk melawan Ye Yuan," Su Yishan berujar dengan tenang.
Ujian Tanpa akhir sebenarnya adalah suatu ajang latihan bagi para murid Perguruan Dan Wu untuk mengasah kemampuan mereka dalam bertarung.
Di dalam Hutan Tanpa Akhir, ada banyak sekali binatang iblis. Jadi lokasi tersebut dianggap sebagai lokasi yang tepat untuk mengasah kemampuan para murid. Meski pada kenyataannya, banyak murid yang terluka atau mati di sana. Dulu, banyak para murid pintar yang menjadi mangsa dari binatang-binatang iblis.
Perguruan Dan Wu bukanlah tempat impian yang menawarkan kenyamanan seperti di surga. Tempat ini menjadi ajang bertarung yang lebih kejam dari pada dunia luar. Yang lemah akan tersingkir sedangkan yang kuat akan berkuasa.
Perguruan Dan Wu sebenarnya sudah menyediakan lingkungan dan fasilitas yang cukup aman bagi para murid berkompetisi mengasah kemampuannya. Namun, jagoan tidak mungkin dilahirkan dari tempat seperti ini. Diperlukan pertumpahan darah untuk membuat para murid menjadi matang.
Ada banyak sekali konflik yang terjadi di dalam Perguruan Dan Wu. Konflik-konflik ini harus diselesaikan. Salah satu cara untuk menyelesaikannya adalah lewat Ujian Tanpa Akhir di Hutan Tanpa Akhir. Dendam yang tak terbalas di dalam perguruan bisa diselesaikan dengan mengikuti ujian ini.
Meski pihak perguruan tidak memperbolehkan para murid untuk melakukan tindakan balas-membalas ketika mengikuti Ujian Tanpa Akhir, nyatanya, secara implisit, mereka memperbolehkan para murid yang bermasalah untuk menyelesaikan masalah mereka lewat kesempatan Ujian Tanpa Akhir..
"Kakak Su sungguh memiliki pengetahuan yang luas. Kakak bahkan sudah berpikir untuk memilih tempat mengubur Ye Yuan," Liu Ruoshui memuji Su Yishan.
Su Yishan memandang Liu Ruoshui dengan cermat, sehingga membuat gadis itu memerah wajahnya. Liu Ruoshui terlihat mempesona.
__ADS_1