
Selanjutnya, Ye Yuan berada di putaran ke empat yakni Dunia Gravitasi. Kemudian, dia berpindah ke putaran kelima, Dunia Bumi Tebal, putaran keenam, Dunia Air….dan seterusnya hingga dia berada di putaran kesepuluh tanpa rintangan berarti.
Dunia Ye Yuan berada lebih tinggi dari pada si pencipta formasi susunan di Jalan Sembilan Surga. Rintangan dan halangan yang dibuat di sana tidak cukup memberi gangguan berarti pada Ye Yuan, yang secara keseluruhan tidak menghabiskan banyak energi murni-nya.
"Aku penasaran siapa orang dari Aliran Awan Tenang yang menciptakan formasi susunan ini. Susunan ini menyatukan berbagai macam elemen seperti besi, kayu, air, api, tanah dan juga 5 konsep yang diambil dari elemen ini. Dia sungguh orang yang yang jenius! Apa yang terjadi dengan orang ini setelah menciptakan semua ini? Apakah dia naik ke dunia para dewa? Aku tidak pernah mendengar tentang orang berbakat yang menciptakan formasi susunan semacam ini di Dunia Khayangan. Apa orang ini sudah lama gugur?" Ye Yuan diliputi dengan emosi ketika dia berpikir tentang si pencipta formasi susunan.
Di dunia para petarung bela diri, ada banyak sekali marabahaya yang mengancam. Selain bahaya yang harus mereka hadapi di jalur peningkatan kekuatan kanuragan, ada juga bahaya yang lebih menakutkan yakni hati manusia.
Sejak dahulu kala, ada banyak sekali petarung berbakat baik itu di dunia Khayangan atau dunia Manusia. Meski begitu, hanya sedikit yang berkembang dengan baik. Ada banyak sekali para petarung yang berada di puncak posisinya yang ternyata 'menginjak mayat' para petarung berbakat lain di dunia Khayangan.
Bahkan Qingyun Zi yang dikenal sebagai orang berbakat yang tidak terkalahkan di dunia Khayangan terjerumus dalam bahaya ketika bertumbuh menjadi orang yang matang. Apalagi petarung lain yang mungkin tidak sejenius dia.
Kecepatan Ye Yuan menyingkirkan segala rintangan menyebabkan kehebohan di luar. Dia dianggap terlalu cepat. Ye Yuan hanya perlu waktu kurang dari 2 jam untuk melangkah ke anak tangga nomor 333. Ini jelas hasil yang sangat mencengangkan.
Salah seorang murid mengusap matanya, kemudian bertanya dengan nada tak percaya.
"Apa ada yang salah dengan mataku? Sejak kapan Jalan Sembilan Surga begitu mudah untuk dilewati?"
"Apakah otakmu berlubang? Kenapa kamu tidak mencoba jika kamu bilang bahwa Jalan Sembilan Surga ini memang mudah untuk dilalui! Kamu mungkin tidak sadar bagaimana kamu akan mati di sana!"
"Tapi, Ye Yuan kan hanya berada di Tingkat Keenam Energi Murni Qi. Bagaimana mungkin dia bisa melewati jalan ini dengan begitu cepatnya?"
__ADS_1
"Aku dengar bahwa Jalan Sembilan Surga ini dibuat tidak hanya untuk menguji kekuatan akan tetapi lebih ke potensi seorang petarung. Dari sudut pandang ini kita bisa lihat bahwa Ye Yuan benar-benar luar biasa dan sulit untuk dibayangkan. Hanya, aku tidak tahu apakah dia bisa melangkah hingga tangga 666."
"Mungkin dia bisa melewatinya."
Kedua murid ini saling menatap. Mereka berdua ketakutan dengan apa yang ada di kepala mereka yakni seorang petarung dari tingkat Keenam Energi Murni Qi berhasil melewati Jalan Sembilan Surga.
Ini tidak mungkin dan bahkan mustahil. Jalan Sembilan Surga adalah tanah larangan bari para petarung Energi Murni Qi. Ketika pernyataan ini muncul di kepala semua orang, mereka sengaja memperlakukannya seperti benih yang dipendam dalam tanah. Benih ini akan tumbuh mengakar dan bertunas, dan setelah itu tidak dapat dihentikan lagi.
Disisi lain, ketika Ye Yuan berhasil mencapai tangga ke 333, Su Yubai sampai melompat. Dia melihat ke arah Ye Yuan yang sudah berada setengah jalan dengan pandangan penuh keraguan. Ye Yuan begitu cepat. Dia menghancurkan seluruh rintangan tanpa berpikir panjang.
Hanya ada sedikit murid yang dapat melewati Jalan Sembilan Surga. Penampilan mereka bahkan tidak dirahasiakan. Sebagai seorang tetua nomor satu Dewan Kedisiplinan; Su Yubai sangat paham tentang hal ini.
Ini berarti bahwa kekuatan Ye Yuan berada jauh di atas si legenda Mo Yuntian.
Su Yubai tidak berani dan tidak ingin untuk mempercayai pikirannya.
"Huh! Aku sudah kehabisan kata-kata. Orang-orang biasanya ketakutan dan gemetar sebelum memasuki Jalan Sembilan Surga. Namun, Ye Yuan bisa menyingkirkan rintangan di sana dengan mudahnya. Apa tidak ada yang dia takuti?"
Zuo Bugui melihat Ye Yuan yang sudah berada setengah jalan menuju puncak gunung. Dia sangat kaget.Ye Yuan terlalu banyak mengejutkannya beberapa hari terakhir.
__ADS_1
Zuo Bugui tidak habis pikir bagaimana Ye Yuan mencapai banyak hal dalam waktu singkat. Dia berhasil menaikkan kekuatannya ketika bertarung melawan Fei Qingping yang berakhir dengan kematian Fei. Selain itu, Ye Yuan juga berhasil berada di Tingkat Keenam Energi Murni Qi dalam waktu sebulan dan meraih predikat Tabib Besar ketika dirinya masih berada di Tingkat Keempat. Prestasi lain adalah terbunuhnya Lin Tiancheng yang membuat Ye Yuan berhasil menembus penghalang mayor dalam fase Energi Murni Qi.
Melihat semua prestasinya dilakukan oleh hanya satu orang sungguh sangat susah untuk dipercaya. Pertanyaannya sekarang adalah apakah Ye Yuan juga mampu melewati Jalan Sembilan Surga yang belum pernah berhasil dilewati oleh para petarung setingkat Energi Murni Qi.
Meskipun seandainya Ye Yuan gagal dalam tantangan kali ini, prestasinya masih bisa dianggap jauh melebihi para murid berbakat di Dan Wu. Dia mampu mencapai 333 anak tangga dalam waktu sangat singkat.
"Tidak ada yang tidak bisa dia lakukan. Dia berani menghadapi semuanya. Dibandingkan dengan Ye Yuan, kita ini hanyalah para murid berbakat yang suka pamer. Sangat menggelikan." Raut wajah Long Tang terlihat kaget.
"Long, aku tidak pernah menyangkal kalau diriku ini memang termasuk murid berbakat. Setidaknya aku memang seperti itu di negeri Qin ini. Hanya saja, keahlian Ye Yuan sudah melebihi kemampuan para petarung berbakat di seluruh negeri." Zuo Bugui mendesah mengagumi Ye Yuan.
Selama ini, hanya Long Tang yang mampu membuat Zuo Bugui diam. Sekarang, kesombongannya serasa pecah berkeping-keping karena Ye Yuan.
Tatapan linglung Long Tang sudah menghilang dari sorot matanya, terganti dengan tekad bulat. Dia menggelengkan kepalanya sebelum berbicara.
"Bukan bakatnya yang aku bicarakan tetapi keberaniannya. Dibandingkan dengan Ye Yuan, kita ini adalah pengecut. Aku selalu menyombongkan diriku sebagai seorang Long Tang yang bisa meremehkan para petarung berbakat lainnya. Lucu sekali jika aku mengingatnya. Sepertinya aku harus mengucapkan terima kasih ke Ye Yuan."
Zuo Bugui merasa tersinggung dengan lontaran kalimat Long Tang. Dia dapat melihat dengan jelas, ada perubahan yang sedang terjadi dalam diri Long Tang. Pemuda itu seperti mendapatkan pencerahan.
"Apa yang sedang kamu bicarakan, Long? Keberanian? Meski kita tidak sehebat Ye Yuan, keinginan kita untuk menjadi petarung yang kuat belum berubah kan?" Zuo Bugui bertanya keheranan.
Long Tang tidak melihat kearah Zuo Bugui melainkan ke Ye Yuan yang sekarang sedang berjalan terus ke atas. Dia memberikan jawaban yang cukup membingungkan.
__ADS_1