
Feng Ruoqing mengatakan kalimatnya dengan nada datar, namun maknanya sangat berat.
Orang lain mungkin tidak mengenali siapa itu Feng Ruoqing tetapi tidak mungkin bagi Su Yubai. Meski lelaki itu menduduki posisi yang tinggi di Perguruan Dan Wu, dia tidak akan berani menyentuh Feng Ruoqing.
Klan Keluarga kerajaan Nanfeng dikenal sebagai keluarga yang tidak suka pamer, namun orang-orang yang memiliki latar belakang keluarga cukup kuat pasti tahu jika Klan Keluarga Nanfeng merupakan yang hebat nomor satu di negeri Qin.
Semua orang tercengang dengan kehadiran Feng Ruoqing, termasuk Su Yubai dan Huyan Yong.
Banyak yang mengingat rumor yang tersebar tentang hubungan Feng Ruoqing dan Ye Yuan. Sepertinya berita kasak kusuk itu benar adanya.
Sekarang semua murid yang menonton menatap Ye Yuan dengan pandangan aneh. Jadi selain mampu menguasai ilmu pengobatan dan bela diri Dao, Ye Yuan juga mampu untuk menaklukkan wanita.
Bibi dan keponakan Keluarga Feng terkenal sebagai dewi-dewi mulai yang cantik di perguruan ini. Sudah banyak orang yang mengejar-ngejar mereka, namun tidak ada yang berhasil. Sekarang, Ye Yuan lah yang telah berhasil mendapatkan wanita cantik ini.
Melihat Feng Ruqoing berdiri berhadapan dengan Tetua Pertama Dewan Kedisiplinan, mereka percaya Ye Yuan dan Ruoqing memiliki hubungan khusus. Da tentu saja banyak orang yang merasa 'dewi cantik' telah tercemar karena memiliki hubungan dengan Ye Yuan sehingga mereka ingin maju ke depan untuk menampar Ye Yuan.
Hanya saja hal seperti ini tidak akan mereka dapat lakukan.
Feng Ruoqing menoleh ke arah Ye Yuan yang terkapar di tanah tidak dapat bergerak. Dia langsung bergegas menolongnya. Dipeluk oleh wanita secantik Feng Ruoqing adalah sebuah kebahagiaan tapi dengan kondisi Ye Yuan yang hampir setengah mati, pikiran seperti itu bahkan tidak muncul di kepalanya. Kecuali, ketika hidung Ye Yuan mencium aroma tipis tubuh Feng Ruoqing, dia masih dapat menyadarinya.
Feng Ruoqing mengerutkan dahinya dan bertanya,"Apa kamu baik-baik saja?"
Ye Yuan tertawa pahit. Dia menjawab dengan nada lemah. "Apa aku terlihat baik-baik saja? Tenang. Kamu tidak akan mati. Aku hanya tidak bisa bergerak saat ini. Lu, dia.."
Feng Ruoqing mengerutkan dahinya sekali lagi. "Dalam keadaan seperti ini kamu masih saja memikirkan pelayan kecilmu itu!"
"Bagaimana dia?" Ye Yuan tidak memperdulikan amarah Feng Ruoqing dan terus bertanya.
Feng Ruoqing menghela napas. "Karena kaMu telah menahan energi Qi beku, maka dia baik-baik saja sekarang. Aku tahu kaMu akan membuat onar jadi aku meninggalkan Lu pada Zhirou dan langsung ke sini."
__ADS_1
Mendengar jawaban Feng Ruqoing, Ye Yuan menghela napas lega. "Terima kasih banyak. Aku akan membalas jasamu di kemudian hari."
Feng Ruqoing biasanya tidak menerima terima kasih dari orang lain karena dia memang tidak kekurangan suatu apapun. Tapi, beda dengan Ye Yuan. Kemampuanya dalam meracik pil obat tingkat kedua ketika kekuatannya masih berada di Tingkat Keempat Energi Murni Qi membuat rasa terima kasih yang dia ucapkan sangat berharga bagi Feng Ruoqing.
"Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak membuat onar, dan kamu tidak mendengarnya! Sepuluh tahun bukanlah waktu yang lama untuk seorang lelaki sejati membalaskan dendamnya. Kenapa harus terburu-buru? Sekarang kamu hampir saja kehilangan nyawamu. Apa kamu puas?" Feng Ruqoing tidak menyinggung pernyataan terima kasih yang Ye Yuan sebutkan. Dia malah mengomel. Meski omelannya sebenarnya terdengar seperti sebuah perhatian dari seorang istri.
"Ah.....Hahaha! Sepuluh tahun bukanlah waktu yang lama? Aku bahkan tidak bisa menunggu meski hanya satu detik. Jika aku harus menunggu untuk orang 'kecil' seperti mereka, lalu bagaimana aku harus memperlakukan orang yang sudah 'besar'?" Ye Yaun sepertinya terpancing oleh sesuatu hingga dia mengatakan hal seperti ini.
Feng Ruoqing tidak paham apa maksud perkataan Ye Yuan. Saat ini padangan mata Ye Yuan sangat rumit untuk ditebak. Tatapannya seperti tatapan seorang lelaki tua yang sudah melalui banyak kemalangan dalam hidup, bukan seperti tatapan pemuda berusia 15 tahun.
Apa yang sudah Ye Yuan lalui? bagaimana dapat dia memiliki pandangan mata sesuram itu?
Feng Ruoqing mulai bertanya tanda sadar.
"Kamu punya pil obat penyembuh. Aku tidak bisa bergerak saat ini, jadi bisakah kamu membantuku mengambilnya?"
"Tidak...." Feng Ruqoing seketika ingin menolak tetapi ketika melihat kondisi Ye Yuan, dia menjadi ragu.
"Ah. Lupakan. Aku yang akan mengambilnya sendiri. sss..."
Ketika berbicara, Ye Yuan mencoba mengulurkan tangannya dan mendesis kesakitan ketika tangan itu menyentuh dadanya.
Feng Ruqoing dengan cepat berujar, "Bai,baik! Aku akan mengambilnya."
Tak berapa lama, dengan semua pendangan tertuju padanya, Feng Ruoqing memasukkan tangannya yang ramping dan cantik ke dalam baju Ye Yuan.
"Ahhh! Dewiku! Kenapa?!"
"Kau ingin melihat orang mati?! Jangan, Guru Feng!"
__ADS_1
"Cepat singkirkan lelaki itu! Biarkan aku yang mengambilnya!"
Jeritan-jeritan dalam hati ini sia-sia.
Tangan Feng Ruoqing menggerayap di dalam pakaian Ye Yuan cukup lama sebelum dia menemukan satu botol pil obat. Wajahnya memerah seperti keracunan alkohol.
" Apa ini?" Feng Ruoqing bertanya dengan wajah masih merah.
"Benar! Masih ada lima pil obat dalam botol ini. Ambil yang berwarna kuning pucat, dan berikan padaku," perintah Ye Yuan.
Hanya ada satu pil berwarna kuning pucat di antara semua isi botol yang Feng Ruoqing keluarkan. Dia mengambil pil itu dan memberikannya pada Ye Yuan.
Setelah menelan pil itu, wajah Ye Yuan yang sebelumnya pucat pasi seperti selembar kertas perlahan mulai menjadi kemerahan.
"Baik, bantu aku bangun. Aku akan menyempurnakan khasiat dari pil ini."
"Kamu sudah bisa bangun secepat ini?"
Meski dia tahu Ye Yuan memiliki kemampuan yang tidak masuk akal, dia masih saja terkejut. Dia tidak pernAh melihat pil obat yang punya khasiat secepat itu.
Ye Yuan menganggukkan kepalanya dengan susah payah dan mulai menyempurnakan khasiat dari pil obat yang sudah dia telan.
Feng Ruoqing merasa lega begitu melihat Ye Yuan dapat dengan cepat kembali pulih. Dia kemudian berdiri dan bicara dengan Su Yubai.
"Tetua Su. Dewan Kedisiplinan mengutamakan keadilan. Tapi apa yang Anda lakukan hari ini telah mengecewakan keadilan itu dan banyak orang."
Su Yubai sebenarnya tidak senang melihat Feng Ruoqing mengobrol akrab dengan Ye Yuan seperti tidak ada orang yang melihatnya. Namun, dia tidak berani melakukan apapun karena latar belakang Feng Ruoqing.
Sekarang, karena Feng Ruoqing mearah padanya di depan banyak orang, Su Yubai tidak akan tinggal diam lagi.
__ADS_1
"Aku sedang menyingkirkan musuh dan melindungi Dao. Bagaimana bisa kau bilang kalau aku tidak bersikap adil? Guru Feng tertipu oleh musuh ini, itu kenapa sekarang kau melindunginya. Kenapa kau tak menyerah saja? Jika kau tetap bersikukuh seperti ini, jangan salahkan aku jika aku tidak sengaja melukai Guru Feng," Su Yubai mendengus sambil menggeram.