DEWA OBAT TAK TERTANDINGI

DEWA OBAT TAK TERTANDINGI
Episode 109.


__ADS_3

"Apakah kalian kalian sudah berpikir masak-masak? Setiap kesalahan memiliki pelakunya, dan setiap utang memiliki penagihnya. Aku hanya mencari Lin Tiancheng. Apakah kalian yakin mau jadi kaki tangannya?"


Ye Yuan maju selangkah membawa aura yang membuat nyali orang yang melihatnya mencuit. Para murid di ruangan bagian luar mundur selangkah secara serempak.


Ye Yuan maju selangkah lagi, bersamaan dengan itu mereka juga mundur satu langkah. Ini adalah hal yang memalukan. Mendapati seorang murid dari Tingkat Keenam mampu membuat para senior di Tingkat Ketujuh dan Delapan merasa terancam.


Jika sampai kejadian ini tersebar keluar, Departemen Urusan Umum mungkin tidak akan diperlukan ladi di perguruan ini.


Tepat pada saat ini, seorang murid tadinya pergi melapor ke Lin Tiancheng bergegas kembali. "Kakak Lin memerintahkan kalian untuk menyerang dan mengalahkan Ye Yuan! Dia juga mengatakan kalau Ye Yuan hanyalah murid di Tingkat Keenam Energi Murni Qi. Jika kalian semua tidak bisa menanganinya, tidak ada gunanya kalian di departemen ini. Jangan harap kalian bisa bekerja di Departemen Urusan Umum di masa depan."


Setelah kata-kata ini keluar, wajah semua orang berubah.


Lin Tiancheng selalu menepati kata-katanya. Jika mereka semua dianggap tidak berguna maka dia benar-benar akan menggantikan semua orang ini.


Sebagian besar murid Tingkat Bumi yang ada di Departemen Urusan Umum tidak dapat naik Tingkat Surga, jadi mereka berada di sini untuk melakukan sedikit pekerjaan dan mencari keuntungan. Jika mereka tidak bekerja di sini, maka mereka mungkin akan melakukan pekerjaan kasar yang jelas-jelas tidak mereka inginkan.


"Baik! Aku tidak percaya bahwa begitu banyak dari kita di sini tidak bisa mengurus murid Tingkat Keenam ini."


"Semuanya, serang!"


Semua orang berkumpul, mengelilingi Ye Yuan yang berdiri di tengah. Ye Yuan sengaja tidak menghentikan mereka. Dia membiarkan mereka mengepungnya. Akhirnya, orang-orang ini tidak bisa lagi menahan diri untuk menyerang Ye Yuan!


Dari barisan depan, seorang murid Tingkat Kedelapan menikam pedangnya ke arah Ye Yuan. Ye Yuan mengulurkan tangannya dan menjentikkan jari. Pedang panjang itu langsung melayang terbang terlepas dari tangannya. Dengan sebuah tamparan dari tangan Ye Yuan, murid itu terlempar ke udara.

__ADS_1


Pada saat yang sama, sebuah serangan telapak tangan datang dari arah belakang. Seperti ada mata di bagian belakang kepala Ye Yuan, dia dapat menghindarinya dengan sedikit menggeser tubuhnya. Kemudian, dia memyerang tangannya ke belakang, dan orang yang menyerangnya terlempar ke udara juga.


Untuk beberapa waktu, serangan datang bertubi-tubi ke arah Ye Yuan tetapi tidak ada yang dapat benar-benar mengancam pemuda itu. Ye Yuan bahkan dapat bergerak maju saat dia bertarung meninggalkan ruangan bagian luar. Terlihat tubuh para penyerangnya melayang satu persatu kemudian jatuh ke tanah.


Dalam sekejap mata, Ye Yuan menembus pertahanan orang-orang ini dan berhasil melewati ruangan luar.


Mayoritas orang-orang yang menyerang Ye Yuan kemampuan bela dirinya berada di Tingkat Ketujuh dan Delapan. Bagi Ye Yuan, saat ini mereka sama sekali bukan ancaman. Setiap angin kibasan tangannya mencapai tubuh orang-orang, serangkaian ratapan terdengar.


Ruangan luar penuh dengan orang-orang yang terbaring di tanah dan berteriak dengan nyaring.


Ye Yuan tidak berhenti. Dengan meraih sebuah pedang, dia maju ke ruangan tengah di mana sekelompok orang langsung mengepungnya. Orang-orang ini adalah para pengurus yang tingkat kekuatannya berada di level yang sama dengan Zhang Heng, Tingkat Kesembilan


.


Ye Yuan tidak peduli dengan kehadiran mereka. Tetapi karena sekarang jumlah mereka ada tujuh atau delapan orang, mereka tidak dapat dianggap remeh lagi.


Ye Yuan memandang mereka dan tersenyum dingin ketika berkata.


"Kalian benar-benar tidak lebih dari anjing yang setia. Ke mana pun Lin Tiancheng menunjuk, kalian akan mengikutinya! Kata-kataku tetap sama. Setiap kesalahan memiliki pelakunya, dan setiap utang memiliki penagihnya. Aku hanya ingin membunuh Lin Tiancheng! Jika kalian tetap ingin menjadi anjing Lin Tiancheng maka bersiaplah untuk menerima pukulan!"


"Lelucon macam apa ini? Di Perguruan Dan Wu tidak ada orang yang berani mengoceh tentang membunuh orang. Aku rasa kamu sudah mengusik kekuatan seseorang!"    


    

__ADS_1


Semua orang menganggap sikap angkuh Ye Yuan sebuah lelucon. Jika ada orang yang memang ingin bertarung dengan murid lain biasanya akan mengajukan bertarung di Pertarungan Maut. Tidak ada orang yang pernah gembar-gembor ingin membunuh orang seperti yang Ye Yuan lakukan saat ini. Mereka melihat Ye Yuan sengaja bertingkah seperti ini untuk mengancam.


Ye Yuan memamerkan caranya membetulkan posisi pedangnya. Dia berkata dengan nada dingin. "Kalau kalian berpikir seperti itu. Jadi menurutku aku tidak perlu banyak bicara lagi. Aku hanya perlu memukul para anjing yang menggonggong ini supaya tidak menggigit si pemiliknya."


Selesai mengatakan kalimatnya, Ye Yuan tidak ragu lagi mengayunkan pedangnya ke arah para murid ini berkumpul.


Jurus Pedang Kosong Bunga Jatuh Yang Berguguran digunakan oleh Ye Yuan dan orang-orang yang ada di hadapannya ini terlihat seperti gambar-gambar yang silih berganti melewatinya.


Semua murid yang bertugas sebagai pengurus urusan murid lain di Departemen Urusan Umum adalah para petarung yang kekuatannya di Tingkat Kesembilan. Selain para murid di Tingkat Surga dan Penggabungan Jiwa seperti Lin Tiancheng, di Perguruan Dan Wu, mereka adalah para petarung yang tidak terkalahkan.


Sayang, saat ini mereka menemukan kenyataan yang menyedihkan. Bukannya menang, mereka bahkan belum sempat menyentuh ujung lengan baju Ye Yuan.


Tubuh Ye Yuan bergerak dengan lincahnya seperti mahkota bunga yang berjatuhan. Tidak terlacak. Menghadapi para pengurus murid bukanlah perkara yang mudah. Mereka memiliki kekuatan yang tiga tingkat lebih tinggi dari Ye Yuan.


Ye Yuan sebenarnya dapat mengeluarkan kekuatanya yang paling cukup ganas untuk melumpuhkan mereka, namun saat ini dia merasa belum saatnya untuk menunjukkan kekuatan dirinya yang sebenarnya.


Di Perguruan Dan Wu, selain Feng Ruoqing tidak ada yang tahu jika Ye Yuan bisa mengeluarkan Jurus Telapak Tangan Berlapis Gelombang Delapan.


Lin Tiancheng yang sekarang setengah berada di Tingkat Penggabungan Jiwa dan merasa unggul karena memiliki tingkat kekuatan yang cukup jauh dari Ye Yuan akan tahu jati diri Ye Yuan jika dia mengerahkan seluruh kemampuannya dalam bertarung melawan para pengurus. Oleh karena itu, Ye Yuan memutuskan untuk menggunakan jurus pedangnya yang dia rasa mampu untuk melumpuhkan lawan-lawannya dan pada saat bersamaan juga tidak terlalu menguras tenaganya dalam bertarung.


Ye Yuan yang sekarang sedang dibakar api amarah, ternyata masih bisa berpikir jernih. Semua akan sia-sia jika dirinya yang sudah hidup dua kali masih tidak memiliki kelihaian dalam berpikir.


Jurus Pedang Kosong Bunga Jatuh Yang Beterbangan diciptakan oleh Ye Yuan dulunya untuk mengikuti pergerakan bunga yang berguguran dari pohon. Jurus itu menitik beratkan pada pergerakan yang selaras dengan tiupan angin sehingga tidak menguras banyak energi si petarung.

__ADS_1


__ADS_2