DEWA OBAT TAK TERTANDINGI

DEWA OBAT TAK TERTANDINGI
Episode 15.


__ADS_3

Wan Donghai terus memandang Liu An yang dalam keadaan setengah mati, dia berharap bisa membunuh orang ini dengan satu pukulan. Bukan hanya gagal untuk menyelesaikan tugas, Liu An juga telah menyebabkan masalah lain yang begitu besar bagi dirinya.


Liu An sudah sangat tersiksa karena merasakan sakit yang luar biasa, kadang-kadang bergerak-gerak, seperti ikan mati.


Wan Donghai tidak ingin menghancurkan nama baiknya sendiri. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain selain menyelamatkan Liu An.


Wan Donghai mengangkat kelopak mata Liu An, kemudian memeriksa denyut nadinya, mencoba melonggarkan pakaian untuk memeriksa tubuhnya. Setelah hampir setengah hari memeriksa dengan asal, Wan Donghai mulai putus asa. Kedua alisnya datar. Dia benar-benar tidak mampu mendapatkan petunjuk sama sekali tentang racun yang ada dalam tubuh Liu An. Sungguh memalukan.


Bagaimana mungkin seorang Tabib Agung tidak mampu mendiagnosis racun di tubuh seorang pasien. Kalau bukan karena keadaan Liu An sekarang yang seperti ikan mati, Wan Donghai pasti berpikir bahwa orang ini telah bekerja sama dengan Ye Yuan untuk menjatuhkannya.


"Kakak, bagaimana ini?" Melihat raut wajah Wan Donghai, Wan Dongyang memiliki firasat buruk.


"Pergi, ambil pil penetral racunku yang terbaik," Wan Donghai memberikan perintah dengan mengertakkan giginya seolah-olah ia baru saja membuat keputusan sulit.


"Apa?! Pil penetral racun yang terbaik adalah pil yang telah kamu buat dengan susah payah. Pil itu dibuat untuk Yang Mulia. Sekarang kamu ingin menggunakannya pada Liu An? " seru Wan Dongyang.


"Pergilah, lakukan apa yang aku perintahkkan! Jangan banyak bicara!" Wan Donghai telah kehilangan kesabaran, dia mulai terbawa emosi menjadi sangat marah, karena frustasi.


Wan Dongyang belum pernah melihat kakaknya secemas ini. Ia tidak berani membantah perintah kakaknya, tanpa berkata Wan Dongyang pergi mengambil pil Penawar Racun Kualitas Tinggi Tingkat 3.


Pil penawar racun merupakan jenis pil yang umum digunakan untuk mengobati racun dari jenis apapun. Berkhasit atau tidak pil tersebut tergantung dari jenis racun yang diderita seseorang.


Pil penawar racun dapat menyembuhkan hampir semua jenis racun biasa. Oleh karena itu, pil ini selalu digunakan serta menjadi salah satu pil yang paling mudah ditemukan.

__ADS_1


Di mata Ye Yuan, pil penawar racun merupakan pil dalam tingkatan rendah. Tingkatan ini masih dibagi menjadi beberapa tingkat lagi yakni, pil penawar racun tingkat pertama, tingkat kedua dan sampai tingkat kelima. Untuk racun di atas tingkat 5, pil penawar racun tingkat kelima tidak akan ada manfaatnya, karena unsur racun di atas tingkat 5 sangat unik atau sangat langka, itu artinya pil penawar racun tersebut tidak ampuh untuk jenis tersebut.


Pil penawar racun yang diracik oleh Wan Donghai ini merupakan pil yang sangat bagus di negeri Qin. Pil Penawar Racun Tingkat Ketiga ini merupakan pencapaian terbaik dalam hidup Wan Donghai. Bahkan Ye Hang sekalipun tidak akan mampu menciptakan pil yang memiliki kualitas setara dengan pil ini.


Meskipun keduanya sama-sama Tabib Agung, mereka memiliki bidang yang berbeda. Ye Yuan tahu bahwa ayahnya, Ye Hang, memiliki kemampuan yang rendah jika berurusan dengan racun. Itulah sebabnya kenapa Ye Hang hanya bisa memberikan pil Penawar Racun Tingkat Ketiga kualitas rendah ketika dia terkena racun, sedangkan Wan Donghai bisa memberikan Liu An pil Penawar Racun Tingkat Ketiga yang memilIki kualitas tinggi.


Pada dasarnya pil penawar racun ini merupakan puncak dari segala pencapaian pembuatan obat penawar racun di negeri Qin. Bahkan para Tabib Istana tidak mampu menyaingi kemampuan Wan Donghai dalam bidang ini.


Ketika Wan Dongyang menyerahkan pil yang diminta kepada Wan Donghai, wajahnya berubah penuh dengan kekesalan. Apa yang dilakukan Wan Donghai terlalu berlebihan dengan memberikan pil ini kepada seseorang seperti Liu An.


Wan Donghai menerima pil tersebut, lalu menatap Ye Yuan dengan tatapan yang dingin. Apapun yang terjadi hari ini, ia telah dikalahkan dengan sangat oleh seseorang yang jauh lebih muda dari dirinya.


Ye Yuan hanya berdiri menonton Wan Donghai tanpa ekspresi.


Setiap jengkal totokan jari Wan Donghai membuat Liu An mengerang kesakitan. Ketika jari terakhir menotok bagian badan Liu An, pemburu itu membuka mulutnya merasakan sakit yang luar biasa. Wan Donghai tidak ragu-ragu memasukan pil penawar racun tersebut ke dalam mulut Liu An.


Setelah Liu An menelan pil penawar racun, Wan Donghai kemudian berhenti. Liu An yang telah kehilangan keseimbangan tiba-tiba tersungkur kembali ke atas lantai.


Prok... prok... prok..,


Suara tepuk tangan riuh bergema dalam ruangan.


Ye Yuan tersenyum menyaksikan semuanya,"Aku sudah lama mendengar bahwa jurus Tangan Hantu milik Tabib Wan sangat menakjubkan. Jurus itu mampu menghidupkan kembali orang mati serta memberikan hukuman yang lebih buruk dari kematian. Menyaksikan jurus itu dengan mataku sendiri benar-benar memperluas wawasan. Sungguh luar biasa!"

__ADS_1


Wan Donghai masih terengah-engah. Jurus yang dia lakukan tadi jelas tidak mudah baginya. Wan Donghai sebenarnya paham, kalimat Ye Yuan bukanlah pujian untuknya melainkan sebuah ejekan. Tak ada yang memahaminya selain Wan Donghai, dia merasa kesal dan ingin sekali menghabisinya.


"Huh! Siapa yang peduli racun apa itu. Dengan jurus Jari Hantu dan Pil Penawar Racunku, Liu An akan sembuh seperti sedia kala."


Wan Donghai tidak mencoba untuk menyombongkan diri. Selama dia tinggal di negeri Qin, tidak ada masalah yang tidak bisa dia selesaikan.


"Bagus sekali. Lihat saja keadaan Liu An sekarang. Aku juga berharap dia bisa selamat dan sehat." Ye Yuan lalu menghela nafas.


Kata-kata Ye Yuan terdengar sangat tulus, seolah-olah Liu An adalah seseorang yang telah berteman lama dengan dirinya. Bagi Wan Donghai, kalimat Ye Yuan terdengar sangat menyakitkan, mengejeknya.


Firasat ini terbukti ketika sesaat setelah Ye Yuan selesai bicara, Liu An tiba-tiba memuntahkan darah.


Wajah Wan Donghai berubah pucat. Dia mengangkat badan Liu An dan bertanya,"Apa kamu baik-baik saja?"


"Tabib Wan, rasanya sakit sekali... argh... Rasa sakit ini akan membunuhku!" Gejala rasa sakit yang Liu An rasakan kini kembali seperti membakarnya. Saking kesakitannya, Liu An berguling dari tempat tidur ke lantai.


Tindakan Wan Donghai jelas gagal untuk menyelamatkan Liu An. Tindakan itu justru memperburuk racun yang ada di tubuh Liu An.


"Mengapa... Mengapa seperti ini? " Wan Donghai kebingungan.


Dia sudah melakukan semua yang dia bisa namun hasilnya masih tidak baik. Siapa yang menduga bahwa Wan Donghai tidak dapat mengobati Liu An tetapi malah justru memperburuk keadaannya.


Liu An berguling-guling di lantai karena kesakitan, namun tidak ada satupun yang bersedia untuk membantunya.

__ADS_1


__ADS_2