Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
Gol kemenangan


__ADS_3

"Woi, oper gua woi!! Fix gol nih....!!!"


Dewa berteriak cukup keras membuat telinga Maman yang terus menempelnya ketat jadi pengang sangking kerasnya, akibatnya Maman malah tidak fokus menjaga Dewa dan Arhan bisa leluasa memberikan umpan lambung yang cantik ke arah kepala dari Dewa.


Booommm....


Sebuah sundulan maut dilayangkan oleh Dewa begitu bola sampai di kepalanya, ya sundulan yang sangat keras dan amat sangat bertenaga sepertinya memang Dewa menemukan kembali ritme permainannya seperti dulu lagi dan kali ini ia akan menjadi penyelamat bagi timnya.


GOOOLLLLL.....!!!!


Sundulan dari Dewa rupanya berhasil mengoyak jala dari tim Persija Jakarta dan membuat tim PSIS Semarang berbalik unggul saat ini menjadi 2-1 atas Persija, ya sundulan yang cantik dari Dewa tadi gagal dibendung oleh sang kiper karena memang sangat apik dan ciamik mengarah ke pojok kanan atas gawang Persija.


Semua pemain berlari menghampiri Dewa untuk merayakan gol kemenangan itu karena waktu juga hanya tinggal beberapa detik lagi di masa perpanjangan, Dewa tampak sangat heboh menyambut golnya yang kedua di laga ini.


Dewa berlari menuju tribun penonton walau kali ini ia tidak menghampiri Vivi, tak diduga Dewa membuka bajunya dan membuat seluruh wanita di dalam stadion itu bersorak-sorai melihat pemandangan indah roti sobek dari tubuh Dewa yang sixpack.


"Aaaa Dewaaaa....."


Begitulah kira-kira suara teriakan riuh gemuruh dari seisi stadion menyambut gol berkelas dari seorang Aleyandra Dewangga, sang striker muda masa depan timnas Indonesia.


Tapi sayang, gol itu harus ternoda karena wasit memberikan Dewa kartu kuning akibat selebrasinya yang membuka baju.


Vivi tampak senang terharu melihat sohibnya yakni Dewa berhasil mencetak 2 gol sekaligus mengantarkan timnya menuju kemenangan, ya walau waktu masih belum berakhir dan masih ada kesempatan bagi Persija merubah skor.


"Gacor abis ya si Dewa, Vi!" ujar Shannon tampak sangat gembira menyambut gol Dewa.


Bahkan tadi Shannon sampai berteriak keras sambil berdiri ketika Dewa mencetak golnya yang kedua, sedangkan Vivi hanya anteng tidak mau berlebihan karena ia juga masih memikirkan tentang Witan pria yang dijodohkan sang mama padanya.

__ADS_1


"Iya, hehe..." jawab Vivi sambil nyengir.


Tak lama kemudian, pertandingan pun dilanjutkan dengan pemain Persija menguasai bola dan langsung mengirimkan umpan lambung ke daerah pertahanan PSIS Semarang. Pemain sayap mereka yang bernama Riko berhasil mengontrol bola dengan cermat, ia bergerak cepat menggiring bola berusaha melewati hadangan Arhan yang menjaganya.


Sayang sekali Arhan berhasil digocek oleh Riko sampai patah pinggang, pemain bertubuh mungil nan lincah itu kini memasuki area kotak penalti PSIS dan sudah melirik ke arah strikernya untuk memberikan umpan kepadanya. Ya benar saja Riko pun memberikan umpan cutback ke arah rekannya di dalam kotak penalti, namun beruntung masih dapat dihalau dengan cepat oleh bek pertahanan PSIS.


Bola sapuan yang tinggi menjulang tinggi mengudara di atas kepala para pemain itu malah sampai ke arah kiper Persija, langsung saja dengan cepat sang kiper menangkapnya dan menendang kembali untuk mempersingkat waktu karena timnya kini sedang tertinggal dan butuh gol untuk bisa mendapat poin.


Prriiitttt... Prriiitttt... Prriiitttt....


Peluit panjang sudah dibunyikan oleh wasit, maka dari itu pertandingan juga telah resmi berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tipis PSIS atas Persija hari ini berkat dua gol yang diborong oleh striker muda asal Semarang bernama Dewa.


Sujud syukur dilakukan oleh Dewa karena ia berhasil membawa timnya meraih 3 poin di pertandingan ini padahal lawan yang dihadapinya adalah tim kuat, bahkan Dewa juga masuk sebagai pemain pengganti tadi dan berhasil membuat perubahan bagi timnya.


...•••...


"Hey, kalian lihat gak tadi mainnya my Arhan kayak gimana? Uhhh keren banget asli...." ujar Jessi.


"Yaelah lebay lu! Masih kerenan juga Dewangga, ya gak Vi?" ujar Shannon.


"Eee iya..." ucap Vivi pelan sambil nyengir.


"Malah tadi Dewa nyekor 2 gol bos, terus pas nyetak gol yang kedua dia selebrasi buka baju lagi! Aduh duh duh mata gue benar-benar dimanjakan sama kotak-kotak my Dewa, beneran deh dia tuh keren abis dan idola banget...." sambung Shannon.


"Heh, tobat nonon! Emang lu lupa sama gebetan lu si Egy Egy itu...?? Kasihan loh dia udah berkarir di luar negeri terus lu selingkuhin, ih tega banget sih!" ujar Jessi.


"Yaelah bilang aja lu iri, kan?" ujar Shannon.

__ADS_1


"Dih siapa juga yang iri? Gue cuma ngingetin Nonon sama lu, kalo udah punya cowok satu ya udah aja itu pertahanin jangan lari ke lain hati! Emang lu mau nanti Egy kecewa terus mutusin lu? Nanti akhirnya lu nyesel deh karena Dewa juga gak mau sama lu, eh terus lu malah bikin story galau berasa paling tersakiti...." cibir Jessi.


"Ish, nyebelin banget sih lu! Dasar gak asik! Gue kan cuma mau cari hiburan, kalo gue harus nontonin Egy main kan jauh dan gak mungkin banget gue terbang ke Slovakia buat nyamperin dia!" ujar Shannon.


"Ya seenggaknya lu hargai perasaan dia, jangan malah muji-muji cowok lain..." ucap Jessi.


"Hey, udahlah! Jangan pada ribut gini dong, guys! Kalian udah kayak anak kecil rebutan mainan aja deh ah, kita kan udah pada gede janganlah kayak gitu!" ujar Vivi melerai dua sahabatnya itu.


"Tuh dia tuh Vi, masa gak bedain yang mana main-main sama serius!" ujar Shannon cemberut.


"Dih kok gue? Kan gue cuma mau ngingetin lu aja, kalo udah punya satu ya cukup satu aja jangan rakus! Ngerti gak sih, Nonon sahabatku yang kece?" ujar Jessi.


"Halah, padahal lu juga kayak gitu kan! Gue yakin selain Arhan lu pasti ngagumin pemain lain yang ganteng, kalo gak Elkan paling Witan!" ucap Shannon.


"Ih sotoy banget! Gue mah setia sama my Arhan, gak kayak lu pindah-pindah haluan begitu dari Egy sekarang jadi Dewa...." ujar Jessi.


Mereka pun terus ledek-ledekan beradu argumen sembari menjulurkan lidah masing-masing, Vivi yang pusing mendengarnya akhirnya memilih mundur secara perlahan karena tak kuat harus mendengar perdebatan mereka yang tidak penting itu.


Bugg...


Naasnya, Vivi malah menabrak tubuh seseorang ketika ia tengah mundur secara perlahan demi menjauh dari Jessi & Shannon yang tengah bertengkar disana itu.


Ya mata Vivi terbelalak begitu melihat sosok pria yang ia tabrak dan saat ini tengah mendekapnya, bahkan pria itu juga sama kagetnya karena mereka sama-sama tak menyangka bisa bertemu disana.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2