Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
Perdebatan sepupu


__ADS_3

...❤️❤️❤️❤️❤️...


Dewa mengantar Vivi sampai ke depan rumah gadis itu dengan motornya, setelah mereka baru saja selesai buka puasa bersama di angkringan dengan Arhan serta Jessi dan tentunya Vivian. Dewa masih memikirkan kejadian tadi saat Vivian dengan santainya memberikan hadiah padanya di depan Vivi kekasihnya, ia khawatir Vivi akan marah padanya.


Benar saja Vivi memang tampak cemberut sembari membuang muka tak mau menatap Dewa, ia kesal karena Dewa malah tersenyum pada Vivian saat gadis itu memberikan hadiah untuknya. Tentu saja Dewa pun berusaha untuk membujuk gadisnya agar tidak terus ngambek begitu, karena Dewa tak bisa satu detik saja dicuekin oleh Vivi kekasihnya.


"Vi, sayang kamu jangan ngambek dong sama aku! Please ya cantik, aku gak bisa diginiin terus sama kamu kayak gini! Maafin aku ya, tadi aku terpaksa senyum gitu! Kan gak enak lah sayang, masa aku jutek gitu ke sepupunya Jessi?" ucap Dewa.


"Halah alasan! Bilang aja kamu emang tertarik sama Vivian, iya kan?!" ujar Vivi cemberut.


"Hey, kamu kalo cemburu gausah lebay begitu dong! Aku ini cuma sayang sama kamu, yakali aku tertarik sama Vivian? Udah ya jangan cemberut begitu, aku gak ada rasa sama dia!" bujuk Dewa.


"Beneran?" tanya Vivi masih ngambek.


"Ya iya dong sayang, ngapain juga aku bohong? Cuma kamu yang aku cinta dan cuma kamu yang aku sayang, Vivi Monika!" ucap Dewa tersenyum.


Dewa tersenyum kemudian memeluk tubuh Vivi dengan erat sembari mengusap punggungnya dan menautkan dagu di atas puncak kepala gadis itu untuk memberi kenyamanan bagi Vivi.


"Jangan ngambek lagi ya! Aku minta maaf sayang, aku gak akan ulangi itu deh!" ucap Dewa.


"Haish, kamu kalau soal bujuk aku paling bisa ya?! Aku kan jadi gak bisa ngambek lagi sama kamu kalo udah dipeluk begini, emang dasar cowok buaya! Awas aja ya kalo kamu berani senyum-senyum lagi sama Vivian atau siapapun!" ucap Vivi.


"Hahaha, iya aku gak gitu lagi kok! Lagian kamu aneh banget deh sayang, kenapa juga kamu cemburu sama Vivian?" ucap Dewa.


"Ya jelas aku cemburu lah! Dari awal pasti kita sampe di tempat tadi, dia itu selalu mandangin kamu! Aku sebagai sesama wanita kan tau mas, yang mana tatapan suka sama enggak!" ucap Vivi.


"Ohh, ya biarin aja dong! Siapa tau dia cuma ngefans aja sama aku, iya kan?" ucap Dewa.

__ADS_1


"Ih gak mungkin! Aku bisa bedain mas, tadi itu Vivian beneran naksir sama kamu! Aku yakin bukan cuma sekedar ngefans atau apalah itu, percaya deh sama aku mas! Udah ya, kamu jangan pernah gubris lagi kalau dia ajak kamu ngobrol!" ujar Vivi.


"Iya iya, yaudah jangan marah-marah mulu!" ucap Dewa mengeratkan pelukannya tak membiarkan gadis itu dapat bergerak walau sedikit.


Disaat mereka tengah asyik berpelukan, tiba-tiba saja sebuah taksi berhenti di dekat mereka dan seorang pria dengan tas besar turun dari taksi tersebut lalu menghampiri sepasang kekasih yang masih belum sadar akan hal itu. Tampaknya Dewa dan Vivi sama-sama menikmati pelukan itu, hingga mereka tak sadar ada seorang pria yang datang disana.


"Mbak Vivi!" ucap pria itu berhenti di dekat Vivi dan Dewa.


Sontak mereka pun melepas pelukan dan menoleh ke asal suara, mata keduanya terbelalak saat melihat sosok pria muda berdiri disana sambil tersenyum ke arah mereka.


"Niko?" ucap Vivi terkejut.


"Iya mbak, apa kabar?" tanya pria bernama Niko itu.


Vivi masih tak menyangka dengan kehadiran Niko disana, begitupun dengan Dewa yang masih heran bagaimana bisa gadisnya kenal dengan Niko.


"Tadi pagi aku berangkat dari Jakarta, mbak. Niatnya mau lebaran disini," jawab Niko.


"Tunggu, kalian kok saling kenal?" tanya Dewa heran.


...•••...


Disisi lain, Jessi memberi nasihat pada Vivian karena apa yang sudah dilakukan oleh Vivian tadi sangat berbahaya dan dapat membuat hubungan Dewa serta Vivi sahabatnya retak. Ya Jessi tak mau jika sepupunya itu menjadi perusak hubungan orang, walau Jessi tahu kalau Vivian hanya sekedar ngefans dengan Dewa dan tak ada niat lain.


Namun, sebagai seorang sahabat tentu Jessi tak ingin ada keretakan di dalam hubungan Vivi dengan Dewa hanya karena perbuatan Vivian tadi. Sebelum masuk ke dalam rumah kini Jessi meminta Vivian untuk berbicara sejenak dengannya di halaman depan rumahnya itu, ya disana Jessi pun mulai memberi nasihat pada Vivian sang adik sepupunya.


"Vivian, kamu itu apa-apaan sih tadi? Kenapa kamu bisa bersikap kayak gitu ke Dewa?" tanya Jessi.

__ADS_1


"Kayak gitu gimana sih kak? Perasaan aku baik-baik aja deh gak ada ngelakuin hal yang menyimpang, aku kan cuma kasih hadiah ini buat kak Dewa. Itu juga ditolak gak tahu kenapa, padahal aku tuh bikin ini sepenuh hati tau kak!" ucap Vivian.


"Haish, ya jelaslah ditolak sama Dewa! Kamu ngapain kasih hadiah begitu di depan Vivi, kan kamu tau Vivi itu pacarnya Dewa?! Harusnya kamu jaga sikap dong Vivian, jangan begitu!" ujar Jessi kesal.


"Ih kak Jes ini kenapa sih?" ujar Vivian.


"Kamu yang kenapa Vivian?! Aku ini coba kasih tahu kamu baik-baik, kalau kamu gak boleh bersikap seperti itu lagi sama Dewa!" ucap Jessi.


"Ish, apa salahnya kak? Udah ah aku males sama kak Jes, mending aku masuk aja!" ujar Vivian.


Vivian yang kesal memilih bangkit dari duduknya lalu pergi ke dalam rumah, ia enggan terus berada disana karena Jessi sama sekali tidak mendukung dirinya untuk mendekati Dewa. Sedangkan Jessi amat sangat dibuat geram dengan tingkah Vivian yang sulit diberitahu itu, Jessi pun ikut berdiri dan mengejar Vivian masuk ke dalam rumahnya.


"Vivian, tunggu Vivian! Kamu jangan masuk dulu, aku masih pengen bicara sama kamu! Dengar ya Vi, aku cuma gak mau ada masalah di dalam hubungan Vivi dengan Dewa!" ujar Jessi menarik tangan Vivian.


"Ish, kak Jes jangan halangin aku deh! Aku udah gak mau bicara sama kak Jes, aku benci sama kak Jes! Harusnya kak Jes itu dukung aku, lagian aku kan cuma ngefans aja sama kak Dewa gak lebih!" ucap Vivian coba berontak dari genggaman Jessi.


"Iya aku tau, aku ngerti kok! Tapi, kamu jangan bertindak lebih ke Dewa! Apalagi di depan Vivi layak tadi, itu bisa menimbulkan fitnah!" ucap Jessi.


Vivian geleng-geleng kepala semakin merasa kesal pada kakak sepupunya itu.


Disaat mereka sedang asyik berdebat, tiba-tiba Anika sang mama Jessi muncul dari belakang mereka. Ya tampaknya Anika baru pulang dan tak sengaja melihat kedua gadis itu disana.


"Jessi, Vivian. Kalian lagi ngapain?" tegur Anika.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2