Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
Dipanggil timnas lagi


__ADS_3

...❤️❤️❤️❤️❤️...


Dewa berangkat ke kampus seperti semula karena saat ini waktunya ia kembali belajar setelah libur semester dan dimanfaatkan dengan melamar gadisnya, yakni Vivi.


Pria itu datang seorang diri menggunakan motornya karena Vivi diantar oleh mamanya, ya meski begitu tetap saja Dewa langsung mencari-cari Vivi saat sampai di kampus, karena Dewa tak bisa jauh dari gadis itu walau hanya sebentar.


Setelah sekian lama mencari, akhirnya Dewa berhasil menemukan keberadaan sang kekasih di kampus.


"Vivi!" teriak Dewa memanggil gadisnya.


Sontak Vivi menoleh ke asal suara, ia tersenyum saat mengetahui Dewa yang memanggilnya dan tengah berjalan ke arahnya.


"Mas Dewa?" ucap Vivi.


Cupp!


Vivi terperangah saat Dewa mencium pipinya begitu saja tanpa aba-aba terlebih dulu.


"Ish, kamu kok cium aku?" ujar Vivi.


"Emang kenapa sih? Kan cuma pipi, kalo di bibir baru deh kamu boleh marah. Lagian itu kan ciuman tanda sayang, emang kamu gak mau disayang sama calon suami kamu sendiri?" ucap Dewa membela diri.


"Umm, ya mau lah! Iya iya aku gak marah kok, tapi lain kali jangan main cium-cium aja! Bilang dulu gitu, jadi aku kan bisa menghindar!" ucap Vivi nyengir.


"Yeh masa menghindar sih?" ujar Dewa heran.


"Hehe, bercanda mas! Maksud aku, jadi aku gak kaget kalau kamu mau cium!" ralat Vivi.


"Oh gitu, yaudah kantin dulu yuk!" ujar Dewa.


"Duh, maaf mas gak bisa! Aku sepuluh menit lagi ada kelas nih, mungkin nanti abis selesai kelas kita baru bisa deh kumpul di kantin. Emangnya kamu juga gak ada kelas?" ucap Vivi.


"Ya ada sih, tapi siangan nanti. Kalau sekarang mah aku gabut gak jelas mau ngapain," ujar Dewa.


"Loh, terus kenapa kamu dateng jam segini mas?" tanya Vivi terheran-heran.


"Mau ketemu kamu aja," jawab Dewa nyengir.


"Ya ampun, ada-ada aja kamu ini! Terus, sekarang kamu mau kemana dulu? Aku kan ada kelas mas, aku gak bisa temenin kamu!" ucap Vivi.


"Oh iya ya, yaudah gapapa. Kamu ikut kelas aja dulu, biar aku tunggu kamu di kantin sampe selesai kelas. Nanti kalo udah selesai, kamu langsung ke kantin ya cantik!" ucap Dewa tersenyum.


"Oke deh! Kalo gitu aku ke kelas dulu ya, mas? Jangan genit loh sama cewek lain!" ujar Vivi.


"Iya sayangku, buat apa juga aku genit? Toh aku udah punya kamu yang paket lengkap banget, cantik terus manis dan perhatian lagi!" ucap Dewa.


"Ah bisa aja kamu!" Vivi tersipu.


"Hahaha, yaudah yuk aku antar!" ucap Dewa.


Vivi manggut-manggut, Dewa pun merangkul gadis itu lalu melangkah menuju kelas Vivi.




Vivi sudah masuk kelas, kini tinggallah Dewa seorang diri di lorong kampus. Pria itu hendak menuju kantin untuk menunggu Vivi sembari menikmati minuman yang segar.

__ADS_1


Namun, tiba-tiba ponselnya berdering dan membuat Dewa harus berhenti sejenak untuk mengangkat telpon tersebut.


📞"Halo coach!" ucap Dewa dalam telpon.


📞"Ya, halo Dewa! Lagi dimana kamu? Sibuk apa enggak?"


📞"Eee ini saya masih di kampus, coach. Emang ada apa ya?" Dewa penasaran.


📞"Saya ada kabar gembira untuk kamu!"


📞"Hah? Kabar apa tuh coach?" tanya Dewa.


📞"Iya, jadi tadi ada surat panggilan dari coach timnas untuk kamu. Katanya kamu dipanggil buat mengikuti sesi latihan di Korea, menjelang sea games! Selamat ya Dewa, akhirnya kamu kembali ke Timnas!"


📞"Yang bener coach? Coach gak lagi nipu saya atau ngeprank saya kan?" tanya Dewa tak percaya.


📞"Ya serius lah! Buat apa saya bohong? Udah, mending kamu siap-siap latihannya itu dari tanggal 24 sampai tanggal satu bulan depan!"


📞"Ba-baik coach, terimakasih!" ucap Dewa.


Tuuutttt...


Setelah telpon terputus, Dewa langsung bersujud syukur karena ia merasa bangga setelah berhasil kembali ke dalam skuad timnas dalam sea games mendatang.


"Alhamdulillah ya Allah! Akhirnya aku bisa kembali masuk timnas, terimakasih ya Allah!" batin Dewa.




"Mas, kamu serius dipanggil lagi?" tanya Vivi.


"Iya Vi, Alhamdulillah! Minggu depan aku udah harus berangkat ke Korea buat tc, jadi kita bakal LDR-an lagi deh seperti dulu!" jawab Dewa.


"Wah selamat ya, mas! Aku selalu doain yang terbaik buat kamu, supaya kamu juga bisa wujudin cita-cita kamu jadi pemain Real Madrid! Ya dimulai dari awal aja dulu, main di timnas!" ucap Vivi.


"Iya sayang, aamiin! Makasih ya atas doanya, jujur aku berat sih tinggalin kamu!" ucap Dewa.


"Gapapa mas, demi karir kamu! Aku disini bakal setia kok tunggu sampe kamu pulang, asal disana kamu juga enggak bandel dan jangan godain perempuan lain loh! Apalagi kamu ke Korea, tempatnya para wanita cantik!" ucap Vivi cemas.


"Hahaha, tenang aja sayang! Itu semua gak akan terjadi, karena yang aku cintai kan cuma kamu!" ucap Dewa tersenyum sembari mengelus wajah Vivi.


Vivi pun membalas senyuman kekasihnya, lalu membenamkan wajah di bahu sang kekasih. Dewa langsung mengecup kening Vivi sambil mengusap lembut puncak kepala gadis itu.


Cupp!


"I love you forever, Vivi cantik!" ucap Dewa.


"I love you more, mas Dewa!" ucap Vivi.


Dewa menggerakkan tangan satunya untuk mengusap wajah Vivi, perlahan ia memajukan wajahnya dan mulai menempelkan bibirnya pada bibir sang kekasih.


Cupp!



__ADS_1


Seminggu kemudian, Dewa telah bersiap untuk pergi ke Korea melakukan tc disana bersama para pemain timnas yang lain. Vivi beserta ayah dan ibu Dewa pun ikut ke bandara mengantar pria itu.


"Mas, kamu hati-hati ya! Jangan sampe telat makan, nanti kamu sakit lagi!" ucap Vivi agak gugup.


"Iya sayang, makasih ya atas perhatiannya! Aku senang banget punya calon istri seperti kamu, kamu juga jangan telat makan ya! Aku bakal telpon kamu begitu aku sampai disana, sekalian kasih lihat ke kamu suasana di Korea!" ucap Dewa tersenyum.


"Ahaha, boleh tuh mas!" ujar Vivi.


"Dewa, jaga diri ya disana! Ibu sama bapak selalu doakan yang terbaik buat kamu, semoga karir kamu bisa terus maju nak!" ucap sang ibu.


"Iya Dewa, bikin bangga bangsa dan negara kita di mata Asia bahkan dunia!" sahut Cipto.


"Insyallah pah, mah. Yaudah ya, kalo gitu aku berangkat dulu?" ucap Dewa tersenyum.


Dewa pun mencium tangan kedua orangtuanya secara bergantian, lalu berpelukan dengan mereka disana sambil menangis karena mereka akan berpisah lumayan lama.


Setelahnya, Dewa beralih menatap Vivi dan meraih dua tangan gadis itu.


"Sayang, aku berangkat ya?" ucap Dewa.


Cupp!


Dewa mengecup punggung tangan gadisnya.


"Iya mas," ucap Vivi bersedih.


Akhirnya Dewa memeluk Vivi dengan erat, gadis itu menangis karena akan berpisah dengan pria yang ia cintai.


Tak lama kemudian, Dewa melepas pelukannya


"Yaudah, aku pamit! Assalamualaikum," ucap Dewa.


Vivi mengangguk dengan wajah sembabnya.


"Waalaikumsallam...."


...~Selesai~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|••|...


...OKE GUYS, KISAH DEWA SANG PEMIKAT HATI VIVI TELAH USAI SAMPAI DISINI YA!...


...MAKASIH BANYAK BUAT KALIAN YANG SELALU SETIA DUKUNG NOVEL INI, I LOVE YOU GUYS!...


...❤️❤️❤️...


...OH YA, SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI BUAT KALIAN YANG MERAYAKANNYA!...


...MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN🙏...



...OKE BABAY, SELAMAT TINGGAL...


...👋👋👋...

__ADS_1


__ADS_2