Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
Mau gak jadi pacar aku?


__ADS_3

...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Vi, kamu mau gak jalan-jalan sama aku setelah pulang dari kampus nanti? Kita ke mall atau kemana gitu terserah kamu, gimana?" tanya Dewa menawarkan pada Vivi untuk pergi jalan-jalan.


Vivi cukup terkejut karena Dewa tumben sekali mengajak ia pergi begitu, apalagi Dewa juga masih belum melepas rangkulannya itu dari pundaknya saat ini dan membuat pipinya merah merona. Vivi pun sulit untuk fokus dan hanya bisa diam dengan suasana jantung yang berdetak kencang, ia belum pernah diperlakukan begitu oleh Dewa sebelumnya.


Dewa bingung lantaran Vivi justru terdiam saja tanpa menjawab pertanyaan darinya, padahal ia berharap Vivi antusias dan ingin pergi bersamanya sepulang kuliah nanti. Kini Dewa justru berpikir kalau mungkin saja Vivi tidak suka diajak pergi olehnya, ia pun tampak murung sembari menunduk dan akan mengurungkan niatnya untuk mengajak jalan Vivi.


"Loh kok kamu jadi murung gitu mas?" tanya Vivi.


"Ya abisnya kamu gak mau jawab sih, kan aku jadi mikir kalau kamu tuh emang gak mau jalan sama aku gitu." jawab Dewa lesu.


"Ahaha, kata siapa sih gak mau? Justru aku diem karena aku kaget diajakin jalan sama kamu, aku mau banget kok kalo jalan-jalan nya sama kamu mas!" ucap Vivi sambil tersenyum manis.


"Serius?" tanya Dewa memastikan.


"Iya..." jawab Vivi yakin.


Seketika wajah Dewa langsung berubah sumringah mendengarkan jawaban dari Vivi, sangking bahagianya bahkan ia sampai mengeratkan rangkulannya itu dan membuat Vivi sulit bergerak. Dewa juga membelai rambut gadis itu sambil terus tersenyum menatap wajah Vivi yang sangat dekat dengannya itu, membuat Vivi menjadi salah tingkah dan wajahnya bertambah merah seperti udang.


"Mas, udah ah jangan kayak gini! Nanti kalo ada yang lihat bisa salah sangka loh, kita temenan tapi kayak orang pacaran aja!" ucap Vivi melepaskan diri.


"Ya gapapa, kalau kamu juga maunya kita emang pacaran juga aku nurut aja kok." ucap Dewa.


"Hah? Kamu ngomong apaan sih mas? Ngaco aja ya kalo ngomong, dasar laki-laki buaya! Udah mending sekarang kamu bantuin aku nih selesaiin tugas ku, supaya kita bisa cepet jalan-jalan juga!" ucap Vivi menyodorkan laptopnya ke arah Dewa.


"Oke, aku bantu." ucap Dewa agak lesu.


Dewa sangat kecewa karena Vivi justru mengatakan jika ia buaya dan ucapannya tadi tidak lah benar, padahal Dewa ingin mengetahui reaksi Vivi apakah gadis itu menyukainya atau tidak. Akibatnya, kini Dewa pun merasa sedih dan mengira kalau Vivi sama sekali tak memiliki rasa padanya sehingga ia hanya bisa berteman dengan gadis itu tak lebih.

__ADS_1


"Aaarrgghh! Ternyata si Vivi gak suka sama gue, berarti gue cuma salah sangka selama ini!" gumam Dewa di dalam hatinya.


Vivi melirik sekilas wajah Dewa yang ada di sampingnya, jujur ia juga merasa kecewa pada pria tersebut karena menganggap kalau Dewa hanya bermain-main saja berkata seperti tadi, padahal Vivi sangat berharap Dewa juga memiliki rasa yang sama seperti dirinya, namun menurutnya Dewa sama sekali tak menyukai dirinya walau sedikit.


Akhirnya Dewa membantu Vivi mengerjakan tugas agar gadis itu bisa cepat pergi dari kampus, ya walau Dewa tak mengerti namun ia mencoba saja lebih dulu yang penting bisa jalan dengan Vivi. Biarpun tangannya berada di keyboard laptop, namun tatapannya tetap mengarah pada wajah Vivi yang agak tertutupi dengan rambut terurainya itu.


"Cantik sekali, kalau kamu jadi pacar aku pasti aku bakal bahagia banget Vivi!" batin Dewa.


...•••...


Disisi lain, Della menghampiri Arhan yang terlihat jalan seorang diri di kampus dan langsung menarik pria tersebut dari belakang. Della tampak tersenyum genit saat Arhan berbalik menatapnya dengan wajah terheran-heran, Della memang masih terus saja berharap pada sosok Arhan yang ia sukai itu dan Della juga ingin jika Arhan mau menjadi kekasihnya.


Arhan sendiri terpaksa meladeni Della karena ia tak ada pilihan lain saat ini, gadis itu sudah mencengkeram tangannya dengan erat dan membuat Arhan tak bisa pergi kemana-mana. Walau sebenarnya Arhan sungguh malas meladeni wanita seperti Della yang selalu mengejar-ngejarnya itu, tapi apa boleh buat sekarang semua sudah terjadi.


"Ada apa?" tanya Arhan dingin sembari berusaha menarik tangannya dari genggaman Della.


"Aku mau ngobrol dong sama kamu!" jawab Della.


"Iya deh, tapi kita ngobrol di cafe ya?" ucap Della.


"Iya..." ucap Arhan mengangguk.


Della pun melepaskan tangan Arhan dari genggamannya sambil senyum-senyum genit, ia berharap Arhan mau membicarakan tentang hubungan dengannya di cafe. Bahkan gadis itu sampai terus merapihkan rambut serta mengedipkan matanya bermaksud menggoda pria di depannya itu, Della ingin sekali membuat Arhan terkesan padanya.


"Yaudah yuk! Aku gak ada waktu banyak buat ngobrol-ngobrol begitu, soalnya masih ada urusan lain." ucap Arhan.


"Iya iya, yuk! Eh tapi, nanti kamu yang traktir aku kan di cafe itu?" ucap Della.


"Hah? Kok gitu? Kan yang ngajak ngobrol berdua di cafe itu kamu, harusnya kamu dong yang traktir bukan malah sebaliknya!" ucap Arhan.

__ADS_1


"Yah yaudah deh gapapa, yang penting aku bisa ngobrol berdua sama kamu." ucap Della.


Arhan hanya manggut-manggut pelan dan lalu mempersilahkan Della jalan lebih dulu, namun gadis itu tak mau menurut dan ingin tetap jalan di samping Arhan sembari bergandengan tangan. Akhirnya Arhan dengan sangat terpaksa mau berjalan bersama Della, walau ia tetap saja tak mau menatap wajah gadis itu dan memilih fokus ke jalan.


❤️


Sesampainya di cafe terdekat, Arhan dan Della kini duduk berhadap-hadapan sembari menikmati minuman yang sudah mereka pesan beberapa saat yang lalu begitu sampai disana. Ya mereka berdua tampak saling diam meminum minuman itu dan sesekali bertatapan satu sama lain, Arhan tak mengerti apa sebenarnya maksud dari Della melakukan itu kepadanya.


"Del, kamu tuh ngapain sih?" tanya Arhan heran.


"Hah? Aku gak ngapa-ngapain, daritadi kan aku diem aja mandangin wajah kamu yang tampan." jawab Della sembari menopang dagunya dengan telapak tangan dan tersenyum genit.


"Nah itu dia, kenapa malah diem? Tadi katanya mau ajak aku ngobrol?" tanya Arhan.


"Ohh, sebentar! Aku masih mau mikir-mikir dulu gimana ngomongnya gitu, kan gak enak kalo aku langsung ngomong gitu aja." jawab Della.


"Ya terserah, intinya cepetan!" ucap Arhan.


"Kamu mau gak jadi pacar aku?" ucap Della.


"Byuurr..." Arhan menyemburkan minuman dari dalam mulutnya itu ke arah wajah serta baju Della.


Sontak Della memejamkan mata dan tak menyangka bisa disembur oleh pria yang disukainya itu kali ini.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_1


...Foto dulu, cekreekkk.....📸📸📸...


__ADS_2