Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
Arhan & Angie


__ADS_3

...❤️❤️❤️❤️❤️...


Shannon dan Jessi merasa senang serta lega saat melihat Vivi sudah pergi berdua dengan Dewa, ya mereka pun kini bisa leluasa berbelanja barang kebutuhan mereka disana. Tentu saja mereka akan berpencar karena yang ingin mereka beli itu berbeda, Shannon dengan sepatunya dan Jessi dengan tasnya yang ingin ia ganti menjadi lebih bagus.


Saat berada di dalam toko sepatu itu, Shannon tampak cemberut sembari memilih-milih sepatu yang ada disana karena ia sebenarnya tidak suka jika Vivi dekat-dekat dengan Dewa. Ya Shannon adalah wanita yang juga menyukai Dewa dan ingin bisa bersama dengan pria tersebut, walau ia saat ini masih menjalin hubungan juga bersama Egy.


Tanpa diduga olehnya, Egy justru muncul disana dan menemui dirinya yang tengah memilih sepatu baru sebagai pengganti sepatu lamanya. Rupanya Egy juga hendak membeli sepatu baru dan tak menyangka bisa bertemu dengan gadisnya disana, ia pun sangat senang dan tersenyum terus menatap wajah Shannon yang tampak tidak suka.


"Gak nyangka banget ya, kita bisa ketemu disini. Pantes aja dari belakang aku kayak kenal sama bentuk tubuh dan rambut kamu, eh ternyata bener ini kamu pacar aku!" ujar Egy nyengir.


"Eee kamu ngapain disini?" tanya Shannon.


"Aku lagi lihat-lihat aja sih, mau beli sepatu yang baru juga rencananya. Kamu sendiri ngapain disini?" jawab Egy sambil tersenyum.


"Ya sama, aku juga mau beli sepatu baru nih. Soalnya sepatu aku yang sekarang ini udah jelek, modelnya juga udah lama banget dan gak terkenal lagi!" ucap Shannon dengan sedikit bete.


"Ohh, kalo gitu kita bareng aja milih sepatunya! Sekalian aku juga pengen ngobrol-ngobrol sama kamu, kan udah lama kita gak begini!" ucap Egy.


"Iya boleh, tapi kan tempat sepatu kamu sama aku itu beda. Emang kamu mau beli sepatu cewek juga sama kayak aku?" ucap Shannon terheran-heran menatap wajah lelakinya.


"Ya gapapa, aku temenin kamu dulu pilih sepatu. Nanti baru deh gantian, kamu yang temenin aku!" ucap Egy tersenyum.


"Ohh, oke deh!" ucap Shannon.

__ADS_1


"Oh ya, kamu kesini sendirian atau sama siapa?" tanya Egy penasaran.


"Sama temen aku sih," jawab Shannon.


"Oalah kirain sendiri, kenapa kamu gak bilang ke aku aja sih kalau kamu mau beli sepatu? Jadi kan kita bisa barengan ke mall nya, supaya kamu gak sendirian kayak gini!" ujar Egy sambil mengusap wajah mulus gadisnya itu.


"Maaf Egy! Tadi aku kan ke mall diajak sama Vivi, makanya aku gak bilang kamu! Ya karena aku gak enak lah sama mereka, masa aku ke mall nya malah sama kamu sih?" ucap Shannon tersenyum.


"Oh gitu, yaudah lanjut aja milih sepatunya! Aku bakal temenin sampe kamu dapat sepatu yang cocok dengan selera kamu, jangan khawatir!" ucap Egy sembari mendekat lalu merangkul gadisnya dan tersenyum menatap wajahnya.


Shannon hanya bisa ikut tersenyum saat Egy menatap wajahnya, sejujurnya ia malas sekali berduaan apalagi dirangkul seperti itu oleh Egy dari jarak dekat. Apalagi Shannon saat ini memang sudah mulai hilang rasa dengan Egy, terutama sejak pria tersebut seringkali pergi meninggalkan dirinya karena kepentingan karirnya di luar negeri sana.


Egy yang terlalu cinta dan sayang pada sang kekasih, tak menyadari perubahan sikap dari Shannon kepada dirinya itu, karena yang ia tahu saat ini Shannon masih tetap sama yakni mencintai dirinya. Walau sebenarnya sempat ada sedikit keraguan dari Egy ketika Shannon terlihat tidak senang saat ia datang mendekat ke arah gadis tersebut, apalagi saat mereka sebelumnya dinner berdua di luar.


Disisi lain, Arhan pulang ke rumah setelah urusannya di kampus dan di cafe berbicara dengan Della sebelumnya selesai. Ya Arhan hendak berganti pakaian terlebih dahulu dan mengambil peralatan olahraganya disana, barulah setelah itu ia akan pergi ke lapangan latihan seperti biasanya dan tentu ia tidak ingin terlambat datang ke tempat latihan itu.


Sesampainya di depan rumah, Arhan justru dikejutkan dengan munculnya seorang gadis dari dalam rumahnya bersama satu wanita dewasa yang tidak lain ialah sang ibu dari Arhan. Ya gadis yang bersama ibunya itu ialah Angie alias teman satu kampusnya juga, Arhan pun bingung untuk apa Angie datang ke rumahnya disaat ia sendiri tidak disana.


"Kamu udah pulang nak? Syukurlah, jadi kamu bisa ngobrol sebentar sama Angie!" ucap ibu Arhan.


"Bu, aku gak bisa ngobrol biarpun sebentar! Kan aku ada latihan sore ini, ibu aja ya yang temenin Angie! Lagian aku bingung deh Bu, kenapa bisa cewek ini ada di rumah kita? Mau ngapain sih kamu kesini Angie?" ucap Arhan kebingungan.


"Arhan, kamu kok bilang gitu sama teman kamu? Nak Angie ini kan teman kamu sendiri loh, masa kamu gak seneng ada teman yang datang ke rumah kamu?" ucap ibu Arhan menegur putranya.

__ADS_1


"Bukannya aku gak seneng Bu, kan aku cuma nanya! Aku heran aja dia bisa ada di rumah kita, lagian kan dia juga jarang main ke rumah kita Bu! Makanya pas sekarang dia kesini, aku jadi bingung dia itu mau apa sebenarnya?" ucap Arhan heran.


"Eee iya Arhan, aku tuh tadi mau mampir aja gitu sekalian bawain kue buat kamu!" ucap Angie.


"Kue? Kue apa?" tanya Arhan.


"Umm, strawberry cake! Kebetulan aku beli tadi di toko kue depan jalan sana, makanya sekalian aja aku beliin kamu dan ibu kamu disini! Lagian kan aku juga pengen silaturahmi ketemu sama ibu kamu yang udah lumayan lama gak aku temuin, emang gak boleh ya?" jawab Angie menjelaskan.


"Ya boleh-boleh aja kok, tadi kan aku cuma tanya! Yaudah, tapi aku sekarang harus latihan takut telat! Permisi ya bu, Angie!" ucap Arhan.


Angie hanya bisa terperangah melihat Arhan yang pergi masuk ke dalam begitu saja, padahal ia sudah mempersiapkan diri secantik mungkin untuk bisa menarik perhatian Arhan. Namun, yang terjadi justru Arhan sama sekali tidak tertarik padanya dan pria itu melengos pergi ke dalam rumahnya tanpa ada sepatah katapun yang bertujuan memuji Angie.


"Haish, Arhan itu emang cowok yang cool banget deh! Bikin makin sayang!" batin Angie.


Laswi selaku ibu dari Arhan itu pun menghampiri Angie untuk menenangkan gadis itu, ya Laswi tau kalau Angie pasti tengah kecewa lantaran Arhan tidak memperdulikan dirinya.


"Nak Angie, yang sabar ya! Arhan itu emang begitu, dia cuek tapi sebenarnya perhatian kok! Nanti perlahan-lahan juga Arhan pasti bisa lempeng bicara sama kamu, tunggu aja waktunya!" ucap Laswi sembari mengusap punggung Angie.


"Eee iya tante..."


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2