
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Jessi mengejar Shannon yang tadi ngambek dan tiba-tiba pergi saat mereka tengah berbincang dengan Vivi serta Dewa, ya Jessi sebenarnya penasaran mengapa Shannon bisa seperti itu karena tak biasanya Shannon pergi lebih dulu meninggalkan ia begitu saja, Jessi pun curiga kalau bisa jadi ada sesuatu yang disembunyikan oleh Shannon darinya.
Ya setelah bersusah payah dan teriak-teriak untuk bisa mengejar Shannon, akhirnya Jessi berhasil mendekati gadis itu dengan cara menarik lengan Shannon dari belakang. Jessi pun tampak ngos-ngosan saat telah berhasil menahan Shannon agar tidak pergi lagi, sedangkan Shannon sendiri tampak bingung melihat temannya seperti itu.
"Lu kenapa sih?" tanya Shannon dengan santai seperti tak ada rasa bersalah.
"Ya ampun Nonon, lu kalo ada masalah tuh cerita ngapa sama gue atau Vivi! Jangan malah cabut gitu aja ninggalin kita tadi!" ucap Jessi dengan nafas tersengal-sengal dan sulit berbicara.
"Ohh, gue gak ada masalah kok! Emang gue udah pengen pergi aja, lagian lu juga sekarang berhasil kejar gue kan? Clear dong?" ucap Shannon.
"Eee ya iya sih, tapi gue bingung aja gitu. Kenapa lu malah pergi disaat gue sama Vivi lagi ngobrol tadi? Terus gue lihat-lihat juga muka lu kayak bete gitu, emang lu kenapa sih Shannon? Udah lah lu cerita aja gitu sama gue, insyallah deh gue bakal bantuin lu sebisa gue Nonon!" ucap Jessi penasaran.
"Lah kok lu nyebut insyaallah? Kan lu Kristen, beda aliran woi!" ucap Shannon heran.
"Eh iya ya, ini gara-gara gue kebiasaan main sama Vivi nih! Jadinya gue lupa kalau gue Kristen bukan Islam, tapi gapapa lah sekali-sekali!" ucap Jessi.
"Haish, yaudah yuk ikut gue!" ucap Shannon.
Jessi manggut-manggut saja lalu pergi mengikuti Shannon ke tempat yang dia inginkan, ya Shannon akan menjelaskan pada Jessi mengapa tadi ia pergi saat sedang bicara dengan Dewa dan Vivi.
Sesampainya disana, Shannon pun segera duduk lalu menceritakan apa yang ingin ia bicarakan saat ini pada sahabatnya tersebut.
"Nah, jadi gimana nih? Sebenarnya lu kenapa sih tadi pake langsung pergi gitu aja pas kita lagi pada ngomong sama Vivi dan Dewa? Gak mungkin dong kalo gak ada alasannya, cerita dong sama gue Nonon jangan bikin gue penasaran!" ucap Jessi.
__ADS_1
"Iya iya sabar! Ini gue tuh mau cerita sama lu, tapi lu jangan bilang-bilang ya!" ucap Shannon.
"Santai aja! Gue ini orangnya amanah kok, lu cerita aja sama gue! Gue jamin deh pasti gak bakal ada yang tahu lagi selain gue, yuk yuk cerita aja yuk sama gue Shannon!" ucap Jessi memaksa Shannon.
Shannon menghela nafas sejenak sembari menelan saliva nya dengan kasar, ia masih bingung tak tahu harus mulai darimana menjelaskan pada Jessi mengenai perasaannya pada Dewa. Ya Shannon cemas jika nantinya Jessi akan marah atau kecewa setelah tahu kalau ia menyukai Dewa dan tak ingin melihat Dewa berdekatan dengan Vivi seperti tadi.
"Duh, kok lu malah diem aja sih? Tadi katanya mau cerita sama gue, buruan dong!" ujar Jessi.
"Iya Jes, gue cuma bingung mau mulai cerita darimana soal ini ke lu. Karena gue takut kalau lu nanti terkejut pas gue ceritain, soalnya ini tuh menyangkut perasaan gue dan susah lah buat diceritain begitu!" ucap Shannon.
"Hah? Maksudnya?" tanya Jessi tak mengerti.
Setelah mengumpulkan niat yang cukup, kini Shannon mulai berani menceritakan tentang apa yang terjadi pada sahabatnya tersebut.
Sontak Jessi pun terbelalak lebar mendengar kata-kata dari Shannon.
...•••...
Disisi lain, Della masih kecewa dengan Arhan karena ia tak sengaja melihat pria itu tengah bersama sosok gadis lain yang tak lain ialah Angie teman satu kampusnya sendiri. Della pun menangis di taman sembari duduk memikirkan apa yang ia lihat itu di lorong kampus sebelumnya, entah mengapa niatnya untuk bisa memiliki Arhan seketika sirna setelah Della tahu kalau Arhan dekat dengan Angie.
Tak lama kemudian, pria yang sedang ditangisi oleh Della itu justru muncul disana dan menghampiri Della yang sedang menangis sendirian di bangku taman sambil membayangkan Arhan. Tanpa diduga oleh Della, Arhan duduk di samping gadis itu lalu menoleh ke arahnya dan terlihat cemas ketika mengetahui Della tengah menangis sesenggukan.
"Kamu kenapa nangis? Nih aku ada tisu buat dipake sama kamu bersihin air mata kamu, gak enak dilihat sama orang kalau kamu nangis begitu!" ucap Arhan sembari menyodorkan tisu di depan Della.
Della terkejut bukan main melihat Arhan ada di sampingnya, namun kali ini perasaannya sangat berbeda tak seperti sebelumnya.
__ADS_1
"Gak perlu! Aku sebentar lagi juga gak nangis kok, ini tadi cuma kelilipan sedikit aja dan gak perlu pake tisu segala buat bersihinnya! Lagian disini juga jarang ada orang yang lewat, gak mungkin bisa ada yang lihat aku kalau lagi nangis disini!" ucap Della pelan.
"Oh gitu, terserah kamu aja deh! Ini tisunya aku taruh disini aja ya, jadi kalau kamu pengen pake tinggal ambil aja sendiri! Aku harus pergi dulu, jangan kelamaan nangisnya!" ucap Arhan tersenyum tipis.
"I-i-iya," ucap Della agak gugup.
Arhan bangkit dari duduknya, lalu ia berniat pergi dari sana untuk kembali ke kelasnya. Namun, Arhan masih melirik sekilas ke arah Della dan tidak tega melihat gadis itu menangis cukup deras seperti orang yang sangat bersedih.
"Aku emang gak tahu masalah kamu apa dan penyebab kamu menangis tuh apa, tapi aku punya pesan buat kamu! Sebaiknya kamu harus kuat, apapun yang terjadi di kehidupan kamu itu kamu jadikan pelajaran aja supaya ke depannya kamu gak mengulangi lagi kesalahan itu!" ucap Arhan.
Della menoleh ke arah Arhan dengan mata berkaca-kaca dan wajah dipenuhi air mata.
"Buat apa kamu kasih pesan ke aku? Emang kamu sekarang udah mulai perduli sama aku, atau kamu cuma kasihan aja sama aku?" tanya Della ketus.
"Maafin aku Della! Aku cuma gak tega aja ngeliat wanita nangis begitu, makanya aku pengen kamu berhenti menangis!" ucap Arhan.
"Oh gitu, ternyata sama aja belum berubah!" cibir Della sembari memutar bola matanya.
"Yasudah ya, aku permisi dulu! Dipikirkan lagi perkataan aku tadi, semoga kamu bisa cepat berhenti nangis ya Della! Yang semangat dalam menjalani hidup, gak boleh putus asa!" ucap Arhan.
Della hanya diam membuang muka dari Arhan, ia kini tak mau lagi terjebak dalam perasaan kepada pria tersebut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1