Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
Dicuekin mulu


__ADS_3

...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Arhan...??" ucap Della sambil tersenyum dan menoleh ke arah belakang setelah matanya dilepaskan.


Della sangat terkejut lantaran yang ia lihat saat ini bukanlah Arhan, melainkan Witan alias lelaki yang pernah menyatakan perasaan kepadanya dan hingga kini masih menanti jawaban darinya. Della pun merasa bersalah karena telah salah mengira orang yang menutup matanya, ia langsung gugup sendiri ketika melihat reaksi Witan yang sepertinya kecewa.


Witan sendiri memang sangat kecewa karena Della justru menyebut nama Arhan bukan dirinya, ia semakin yakin kalau Della memang tidak menyukai dirinya dan lebih memilih Arhan. Perasaan Witan pun sangat-sangat sedih, niatnya untuk membuat Della terkejut dan memberi gadis itu surprise pun gagal karena Della salah menyebut nama dirinya.


Della pun langsung berdiri dari tempat dan mendekati Witan yang tampak murung, ia berusaha membuat Witan terhibur dan tidak lagi kecewa seperti sekarang ini, bagaimanapun juga Witan adalah sahabat Della dan Della tidak mau melihat sahabatnya itu kecewa karena kesalahan dirinya yang terlalu berharap pada sosok Arhan.


"Witan, ma-maafin aku ya! A-aku tadi gak ngira kalau yang datang itu kamu, soalnya kan aku kesini sama Arhan tadi, jadi aku ngiranya Arhan balik lagi buat ngasih kejutan ke aku." ucap Della menjelaskan.


"Kamu gak perlu minta maaf kok! Aku juga gapapa, lagian kan gak salah kalau kamu nebak Arhan, karena yang kamu sukai itu dia bukan aku." ucap Witan sambil tersenyum tipis dan berniat untuk melangkah pergi dari sana.


Namun, Della mencekal lengannya.


"Witan, kamu mau kemana? Masa baru dateng udah mau pergi lagi sih?" tanya Della cemas.


"Ya gapapa, aku takut ganggu kamu sama Arhan. Tadi kan kamu bilang sendiri kalau kamu tuh kesini sama Arhan, jadi lebih baik aku pergi aja daripada dianggap pengganggu kan?" jelas Witan kesal.


"Ish, jangan dong! Ya emang tadi aku kesini sama Arhan, tapi sekarang dia udah pergi! Kamu disini aja ya temenin aku, jangan marah!" bujuk Della.


Entah mengapa melihat raut wajah Della yang memelas itu membuat Witan sulit untuk marah, walau sebenarnya ia sakit hati karena Della justru pergi ke cafe itu dengan Arhan. Namun, akhirnya Witan memilih untuk tetap disana bersama Della karena ia juga tidak tega saat melihat wajah gadis yang dicintainya itu benar-benar memelas.


"Oke iya, aku tetap disini kok. Tapi, boleh aku tanya sesuatu ke kamu?" ucap Witan.


"Boleh, tanya aja!" ucap Della tersenyum.


"Kamu ngapain kesini sama Arhan? Ada urusan apa sih antara kamu sama dia?" tanya Witan.

__ADS_1


Della terdiam kebingungan dengan wajah menunduk serta mulut yang gemetar, ia tak tau harus menjawab apa dengan pertanyaan dari Witan barusan dan tak mungkin juga kalau ia jujur padanya. Tentu Witan akan sangat marah jika sampai tau kalau Della tadi menyatakan perasaannya pada Arhan, apalagi Witan memang sangat mencintai Della hingga saat ini.


"Kok diem sih? Jawab dong Della, aku cuma mau tau aja kok urusan kamu sama Arhan!" ujar Witan.


"Eee aku bingung," ucap Della pelan.


"Bingung kenapa? Kan tinggal jawab aja, apa coba yang dibingungkan?" tanya Witan heran.


"Aku cuma ngobrol-ngobrol biasa sama Arhan, tadi aku minta ditemenin Arhan buat ngopi-ngopi santai gitu disini. Soalnya semua temanku itu pada sibuk dan banyak tugas, makanya aku ajak Arhan yang kebetulan tadi lagi free." jawab Della berbohong.


"Oh gitu, yaudah gausah gugup dong! Yuk duduk, kita lanjut ngopi-ngopinya biar lebih enak dan santai!" ucap Witan tersenyum dan kali ini gantian ia yang menggenggam tangan Della.


Della mengangguk pelan, lalu ia dan Witan pun duduk kembali disana berduaan.


...•••...


Disisi lain, Dewa yang sedang jalan-jalan bersama Vivi serta dua gadis temannya itu tampak gusar dan kebingungan sendiri lantaran Vivi lebih asyik bersama dengan Jessi serta Shannon. Dewa pun merasa menyesal telah mengajak Vivi ke mall saat ini dan seharusnya ia membawa gadis itu ke tempat yang lebih romantis saja untuk bisa berduaan.


"Eh Vi, kita lihat-lihat tas yuk! Kayaknya tas gue ini udah mulai buluk deh, pengen ganti yang baru supaya gue lebih kelihatan keren dan tambah cantik!" ucap Jessi menunjuk ke arah toko tas.


"Yah jangan dulu ah! Kita lihat-lihat sepatu dulu aja! Soalnya sepatu gue udah dekil banget, hampir mirip kayak anak-anak di pinggir jalan!" ucap Shannon.


"Yeh itu mah derita lu! Gue pengennya beli tas bukan sepatu, Vivi pasti juga setuju sama gue! Iya kan Vi?" ucap Jessi tersenyum sambil menoleh ke arah Vivi untuk bertanya.


"Dih apaan? Vivi setujunya sama gue, mendingan juga beli sepatu daripada tas!" ujar Shannon.


"Eh eh, udah udah! Jangan pada ribut ya! Kenapa kita gak ambil jalan tengah aja? Lu Jes, lihat tas di toko tas! Nah kalo lu Shannon, lihat sepatu di toko sepatu!" ucap Vivi memberi saran.


"Terus lu lihat apa?" tanya Jessi.

__ADS_1


"Vivi biar sama gue aja," ucap Dewa yang tiba-tiba muncul dan merangkul Vivi dari belakang sambil tersenyum manis.


Vivi pun terkejut dengan perlakuan Dewa itu, sedangkan kedua temannya juga baru sadar kalau mereka pergi kesana bersama Dewa yang memang ingin berduaan dengan Vivi. Akhirnya Jessi dan Shannon pun setuju dengan masukan dari Vivi tadi, mereka juga ingin membiarkan Dewa dan Vivi berduaan agar semakin dekat dan akrab.


"Oke deh, yuk Nonon kita pergi sekarang!" ucap Jessi tersenyum dan menarik tangan Shannon.


"Iya, yuk!" ucap Shannon.


Kedua gadis itu pun pergi meninggalkan Vivi bersama dengan Dewa disana, sebagai sahabat mereka tahu betul apa yang diinginkan Vivi dan mereka tak mau menjadi pengganggu diantara Vivi juga Dewa. Apalagi Vivi dan Dewa itu adalah dua orang yang saling menyukai, namun mereka masih sama-sama malu untuk menyatakan itu.


Setelah Jessi serta Shannon pergi, kini Dewa yang masih merangkul Vivi pun langsung menoleh ke arah gadis itu sembari menarik dagu Vivi agar ia bisa menatap dengan jelas wajahnya.


"Kita cari tempat yang enak buat berduaan yuk!" ucap Dewa sambil tersenyum.


"Mau ngapain?" tanya Vivi heran.


"Ngobrol-ngobrol aja, soalnya daritadi aku kesel karena dicuekin mulu sama kamu! Mentang-mentang ada temennya, aku yang teman lama dicuekin begitu!" ujar Dewa.


"Eee iya maaf ya mas!" ucap Vivi gugup.


"Gapapa, yuk kita kesana!" ucap Dewa.


Mereka pun juga pergi mencari tempat yang pas untuk berduaan di mall tersebut.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_1


...Foto berdua dulu cekreekkk...📸📸📸...


...❤️...


__ADS_2