Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
Foto Vivi


__ADS_3

...🌷🌷🌷...


Sesuai janjinya, Dewa pun mengajak Vivi pergi ke official store PSIS yang terletak di pusat kota dan lumayan jauh dari rumahnya. Dewa terpaksa meminjam sepeda motor serta helm milik tetangganya, karena hingga kini ia belum kepikiran untuk beli motor sendiri walau uang banyak.


Dewa dan Vivi langsung tancap gas menuju tempat tersebut dengan sepeda motor itu, tampak Vivi cukup menikmati momen dibonceng oleh sang atlet yang juga merupakan temannya sejak kecil itu, sepanjang perjalanan gadis itu terus saja tertawa sembari merentangkan tangan ke atas.


Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai tepat di depan toko itu, Vivi merasa terkejut melihat bangunan yang lumayan besar dan mewah untuk seukuran klub bola, ya tapi worth it sih karena kan memang harus begitu supaya menarik minat orang-orang awam yang belum tau bola.


Setelah memarkir motor serta melepas helm, Dewa serta Vivi pun berjalan memasuki bangunan tersebut dengan bergandeng tangan. Penjaga yang ada di depan pintu, langsung tersenyum saat melihat Dewa datang kesana bersama Vivi dan tentu saja ia membukakan pintu untuk mereka.


Saat di dalam, Vivi makin dibuat terpesona dengan keindahan dari gedung tersebut. Apalagi disana juga banyak terpajang foto-foto legenda PSIS yang sudah pensiun beberapa waktu lalu, tak hanya itu karena ada pula foto Dewa terpampang disana.


"Waw, ini foto siapa sih? Ganteng banget deh jadi pengen macarin..." ucap Vivi sambil memandangi poster foto Dewa di dinding.


Ucapan Vivi tentunya membuat Dewa salting alias salah tingkah dan reflek menoleh menatap wajah gadis itu dari samping, tangannya juga semakin erat menggenggam telapak tangan Vivi sembari tersenyum dan mungkin bisa terbang.


"Bisa aja, tapi emang iya sih ganteng!" ucap Dewa.


"Hahaha, mulai deh pedenya kumat!" ucap Vivi tertawa kecil sambil menutup mulutnya.


"Kan kamu sendiri yang bilang, aku mah cuma membenarkan kata-kata kamu barusan." ucap Dewa.


"Iya iya, aku yang salah karena udah puji foto kamu!" ucap Vivi geleng-geleng.


Dewa tersenyum kemudian mengacak-acak rambut Vivi dengan tangannya, gadis itu pun cemberut lalu bergerak merapihkan rambutnya agar bisa seperti semula dan tidak berantakan, sedangkan Dewa malah tertawa ngakak seperti orang gila.


"Eh, kita kesana yuk!" ucap Dewa menunjuk ke tempat jersey PSIS yang dijual.


"Boleh," Vivi mengangguk pelan.


Keduanya pun berjalan maju menuju tempat jersey serta jaket resmi PSIS yang dipajang disana, cukup banyak memang yang dijual, dari mulai jersey polos sampai yang terdapat tulisan alias nama si pemain.


Pandangan Vivi tertuju pada sebuah jaket biru tua yang membuatnya tergugah, ya bentuknya sangat cantik dan indah hingga Vivi sampai tak bisa mengalihkan pandangannya dari sana, ia benar-benar menyukai bentuk jaket tersebut.

__ADS_1


"Wah bagus banget!" ucap Vivi.


"Ohh, kamu mau?" ucap Dewa menoleh.


"Iya lah, itu bagus banget loh bentuknya! Tapi, kira-kira kalo aku yang pake cocok gak ya?" ucap Vivi bertanya pada Dewa sahabatnya.


"Kamu mah pake apa aja juga cocok kali, udah beli aja kalo mau!" ucap Dewa.


"Iya deh, tapi harganya gak ngotak. Mahal banget tau! Aku mana ada bawa uang cash sebanyak itu, terus juga gak bawa kartu." ucap Vivi.


"Udah santai, kamu kan kesini sama aku. Jadi aku bakal traktir kamu, tenang aja!" ucap Dewa.


"Hah? Serius nih? Eh tapi kan akunya jadi gak enak sama kamu, masa dibeliin jaket yang harganya mahal kayak gini!" ucap Vivi.


"Gapapa, ini gak terlalu mahal kok!" ucap Dewa.


"Yaudah deh, kalo kamu maksa." ucap Vivi.


Dewa tersenyum sembari geleng-geleng kepala melihat tingkah Vivi, namun ia cukup senang karena berhasil membuat gadis itu bahagia. Dewa pun membayar cash jaket tersebut lalu menyerahkannya pada Vivi secara langsung.


"Makasih, bawain sekalian dong Dewa!" ucap Vivi.


"Sejak kapan kamu jadi manja gini?" tanya Dewa.


"Gak manja loh, cuma aku lagi males aja kurang bertenaga buat bawa barang-barang gitu." jawab Vivi sambil nyengir menatap Dewa.


"Haish...."


Mereka pun melangkah keluar dari tempat itu setelah dirasa puas melihat-lihat.


β€’


β€’

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Vivi tampak sangat ceria dan terus tersenyum sepanjang jalan menuju kamarnya sembari menenteng tas berisi jaket pemberian Dewa tadi yang membuatnya selalu teringat pada wajah pria tampan tersebut.


Disaat ia tengah asyik senyum-senyum sendiri sambil berjalan, tiba-tiba mamanya yakni Yolita muncul menghadang dengan tatapan curiga melirik ke arah tas belanja putrinya lalu beralih pada mata Vivi yang seketika itu juga langsung terdiam.


"Abis darimana kamu? Belanja?" tanya Yolita.


"Enggak kok mah, ini dibeliin mas Dewa. Yaudah ya, aku mau cobain dulu jaketnya di kamar, mah!" jawab Vivi sambil tersenyum.


Vivi pun melengos begitu saja meninggalkan mamanya yang masih penasaran disana dan terus memandangi putrinya dengan kedua tangan ia letakkan di dada, Yolita semakin yakin kalau diantara Vivi dengan Dewa ada hubungan spesial yang selama ini mereka sembunyikan.


Hal itu diperkuat karena sebutan Vivi pada Dewa kali ini diawali dengan kata 'mas', tentu saja Yolita pun curiga kalau putrinya mempunyai hubungan khusus dengan Dewa, namun apapun itu ia berharap yang terbaik saja untuk putrinya karena ia tak mungkin memaksa Vivi untuk menyukai Witan.


Saat di dalam kamar, Vivi langsung menutup rapat-rapat pintunya agar tak ada seorangpun yang bisa mengganggu momennya bersama jaket biru pemberian Dewa itu. Vivi pun membuka bungkusnya dan terperangah melihat bentuk indah dari jaket tersebut yang sangat menawan.


"Bagus banget! Langsung gue coba ah!" ujarnya.


Vivi yang sudah tidak sabar, segera memakai jaket tersebut di tubuhnya dan kemudian berkaca pada cermin untuk melihat apakah ia cocok memakainya atau tidak, tanpa sadar ia tersenyum sendiri saat memandangi tubuhnya di cermin yang memang tampak anggun dengan balutan jaket itu.


"Cantik! Gue harus kirim foto ke mas Dewa, biar dia bisa tau kalau gue udah pake jaket dari dia ini!" ucapnya.


Vivi pun bergegas menyomot ponselnya dan meletakkan itu di atas meja dekat ranjangnya, ya Vivi nampaknya akan berpose di ranjang miliknya supaya lebih terlihat wow nantinya, ia pun mengatur sedemikian rupa posisi handphonenya agar tak salah mengambil gambar.


Setelah selesai berkutat dengan ponsel, kini Vivi memikirkan pose apa yang sebaiknya ia lakukan untuk membuat Dewa terkesan. Tanpa berpikir panjang, ia memilih pose yang simpel saja tapi tentunya cukup untuk membuat aura kecantikan gadis itu terpampang jelas nantinya.


Pengatur waktu kamera sudah dipasang, Vivi juga sudah berpose di atas ranjang dengan jaket pemberian Dewa itu.


Daaaannnn.....


Cekreekkk...πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ



Itu dia hasilnya.....

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2