
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Vivian dan Jessi masih terjebak di tengah jalan dalam sebuah kemacetan yang cukup panjang, mereka pun tampak bosan karena sudah hampir tiga puluh menit mereka terjebak disana. Untuk mengusir kebosanan, Vivian coba bertanya pada Jessi mengenai Dewa karena ia masih penasaran ada apa antara Jessi dan Dewa, lalu bagaimana Jessi bisa kenal dengan Dewa dan tampak akrab seperti tadi.
Vivian pun menoleh ke arah Jessi dengan tatapan penasaran yang sudah tidak sabar ingin segera melontarkan pertanyaan pada gadis itu, namun entah mengapa tiba-tiba ia malah merasa gugup dan ragu untuk bertanya begitu, ia khawatir justru Jessi akan berbalik bertanya padanya apa keperluan ia menanyakan soal Dewa.
Ya Vivian memang belum siap jika Jessi tahu kalau ia menyukai Dewa, bukan tanpa sebab tentu Vivian tak mau jika nantinya Jessi justru meledek ia dan menganggap dirinya hanya halu.
Melihat sepupunya seperti orang yang kebingungan, Jessi pun penasaran dan coba menegur gadis itu karena tak biasanya Vivian seperti itu.
"Vi, lu kenapa?" tanya Jessi penasaran.
"Eh eee..." Vivian menoleh, namun ia gugup dan tak tahu harus menjawab bagaimana.
"Ada yang lagi lu pikirin, ya?" tanya Jessi lagi.
Vivian terdiam sejenak. Jessi pun semakin penasaran apa sebenarnya yang terjadi pada gadis itu, tak lama Vivian menarik nafas pelan dan kembali menatap Jessi sambil tersenyum.
"Aku gak mikirin apa-apa, kak. Aku cuma mau tanya deh sama kak Jes, darimana kak Jes bisa kenal sama Dewa? Kalian kok bisa kelihatan akrab kayak gitu sih? Padahal Dewa itu kan pemain timnas indo, yang banyak disukai cewek!" ujar Vivian heran.
"Hahaha, oh jadi daritadi lu tuh mikirin soal itu? Ya ampun Vi, gitu aja pake gugup segala sih lu!" ujar Jessi tertawa kecil.
"Eee iya itu dia kak Jes, aku soalnya penasaran aja gitu kok bisa kak Jes kenal sedekat itu sama pemain timnas? Apa emang kak Jes juga penikmat sepakbola atau gimana?" ujar Vivian.
"Iya Vi, kebetulan gue tuh emang suka banget sama bola! Apalagi nih ya pemainnya tuh ganteng-ganteng, gue mulai tertarik sejak tahu si Arhan itu! Nah pas banget gue satu kampus sama Dewa juga, jadinya gue lumayan deket deh sama Dewa dan Arhan yang pemain PSIS itu! Gue juga sering nonton mereka di stadion kalo lagi tanding atau latihan," jelas Jessi.
"Ohh, wah enak banget dong ya jadi kak Jes! Oh ya, kira-kira aku boleh gak ya ikut sama kak Jes kalau misal mau nontonin Dewa atau Arhan itu latihan? Soalnya aku juga ngefans sama mereka kak, tadi aja aku seneng banget ketemu mereka dan pas-pasan langsung di bandara!" ucap Vivian.
__ADS_1
"Boleh kok, nanti sekalian gue kenalin lu ke temen gue yang namanya sama kayak lu! Dia itu ceweknya Dewa, pasti kalian bisa akrab deh!" ucap Jessi.
"Hah? Ceweknya Dewa? Maksud kak Jes, Dewa itu udah punya pacar?" tanya Vivian bersedih.
"Iyalah Vi, yakali cowok seganteng Dewa gak punya cewek? Eh tapi mereka baru jadian beberapa Minggu sih, nah uniknya tuh nama lu sama pacarnya Dewa itu mirip banget! Sama sama Vivi, bedanya dia gak ditambahin an kayak lu!" ucap Jessi.
Mendengar penjelasan dari Jessi membuat Vivian terkejut dan seketika ia bersedih, ya karena impiannya untuk bisa berpacaran dengan Dewa kini telah pupus.
"Lu kenapa sih?" tanya Jessi keheranan.
"Eh eee gapapa kok, kak. Aku cuma mikir aja kok bisa kebetulan namanya sama begitu, ya?" ucap Vivian berbohong.
"Hahaha, jangan-jangan kalian saudaraan lagi!" sarkas Jessi tertawa kecil.
"Hah? Masa sih kak? Perasaan mama papa gak pernah bilang kalau aku punya adik atau kakak," tanya Vivian dengan polosnya.
...•••...
Disisi lain, Vivi masih menemani Dewa di rumahnya. Mereka berdua duduk pada sebuah sofa empuk yang baru dibeli Dewa dengan hasil gajinya sebagai pesepak bola yang lumayan besar. Ya keduanya itu tampak asyik berbincang sembari melihat sebuah video toktok melalui hp Vivi, berulang kali juga Vivi meminta pada Dewa untuk membuat trend toktok.
Akan tetapi, Dewa yang tak terbiasa bergaya di depan kamera pun menolak keinginan gadisnya itu untuk membuat video toktok. Tentu saja Vivi langsung ngambek dan mengerucutkan bibirnya sembari membuang muka serta melipat kedua tangan di atas perutnya, hal itu membuat Dewa pusing dan geleng-geleng kepala.
"Sayang, kamu jangan ngambek gitu dong! Aku gak bisa sayang bikin video begituan, mending kamu sendiri aja sini aku yang videoin deh! Lagian aku kan masih capek loh sayang!" bujuk Dewa.
Vivi hanya diam tak memperdulikan kata-kata Dewa, ia terus saja membuang muka biarpun Dewa berusaha mendekati dirinya.
"Sayang, ayolah jangan ngambek! Nanti buka puasa aku ajak kamu ke luar deh, ke tempat apapun yang kamu mau aku bakal turutin! Sekarang senyum dulu dong biar cantik!" rayu Dewa sembari mencolek pipi Vivi dan berusaha memegang tangan gadisnya itu.
__ADS_1
"Gak mau, mas! Aku gak mau apapun, kecuali kamu mau bikin video toktok sama aku!" ucap Vivi.
"Haish, kamu kenapa maksa banget sih?" ujar Dewa.
"Ya biarin! Lagian apa salahnya sih bikin video itu? Aku yakin kamu bisa kok, buktinya cowok-cowok lain aja pada bisa! Ayolah mas, bikin aku seneng gitu!" ucap Vivi masih memaksa Dewa.
"Duh sayang, aku gak bisa! Kalau urusan joget gitu aku skip dulu deh, tapi kalau bahagian kamu baru deh aku maju paling depan!" ucap Dewa menggombal pada Vivi sambil tersenyum sendiri dan membelai rambut gadis itu.
"Ish, malah gombal! Ya kalo emang bisa bahagian aku, ayo dong bikin videonya!" ujar Vivi.
"Gak bisa sayang!" ucap Dewa.
"Tau ah males! Aku iri deh sama orang-orang yang punya cowok perhatian, gak kayak kamu! Padahal cuma bikin trend ginian doang loh, masa gak mau sih?!" ucap Vivi cemberut.
Dewa semakin dibuat pusing oleh tingkah Vivi, ia menunduk sambil garuk-garuk kepala dan akhirnya mau tidak mau ia pun terpaksa menuruti kemauan Vivi agar gadis itu tidak terus-terusan ngambek dan ia bisa dalam bahaya.
"Yaudah deh, aku mau. Ini demi kamu aja nih, biar kamu bisa senyum lagi!" ucap Dewa pasrah.
Vivi pun tersenyum menatap wajah Dewa.
"Nah gitu dong, yaudah yuk!" ucap Vivi langsung ceria dan menarik tangan Dewa untuk berdiri lalu mulai membuat video trend itu.
Ya mereka pun berdiri berdampingan disana, Dewa hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Vivi itu tanpa mampu berbuat apapun.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1