
Vivi sama sekali tak menyangka bisa bertemu dengan Witan disana, padahal sebelumnya saat di stadion ia tidak melihat kehadiran pria tersebut mungkin karena sangking ramainya pendukung PSIS maupun Persija yang datang menonton.
Sementara Witan juga tampak terkejut melihat Vivi alias wanita yang belum lama ini bertemu dengannya di sebuah restoran, Vivi juga gadis yang dijodohkan sang mama kepadanya tapi tentu ia tolak karena Witan sudah memiliki gacoan alias incaran sendiri.
"Loh, Witan? Ka-kamu..."
"Aaaaa Witaaaannnn.....!!!"
Ya belum sempat Vivi meneruskan omongannya, tiba-tiba suara teriakan Jessi & Shannon membuat keduanya syok terkejut bukan main karena kedua gadis itu memiliki suara yang melengking membuat telinga siapapun yang mendengarnya akan pengang.
Dengan cepat Witan melepaskan dekapannya agar tak ada salah paham, ia pun tersenyum ke arah Jessi & Shannon yang kini mendekatinya sambil menggoda pria tersebut karena Witan memang memiliki paras yang tampan nan rupawan.
"Witan, boleh minta foto gak?" tanya Shannon.
"Boleh dong, boleh banget malah!" jawab Witan sambil tersenyum.
"Aaaaa... sumpah gak nyangka!!" ujar Shannon.
Akhirnya Witan pun melayani kedua wanita yang tergila-gila pada paras wajahnya yang tampan itu, ya mereka pun bercinta eh maksudnya berfoto di depan stadion itu dengan cukup antusias dan lumayan banyak sampai berganti-ganti gaya.
Sedangkan Vivi yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala menyaksikan tingkah laku dua sahabatnya yang amat sangat memalukan bak anak kecil, Vivi pun memilih pergi menjauh dari mereka karena tak ingin terus berada disana dengan mereka.
Vivi terus berjalan sampai ia menemukan sebuah gerobak cilok yang menggugah selera, ia pun mampir sejenak kesana untuk membeli sekaligus mencicipi bagaimana rasanya cilok abang-abang di depan stadion bola apakah rasanya akan sama dengan bola atau justru sama aja kayak cilok lain.
"Bang, cilok nya satu porsi ya!" ucap Vivi memesan. Ia menarik kursi lalu duduk dan bermain ponsel disana sembari menunggu cilok nya siap.
"Ehem... ehem..."
Namun, tiba-tiba ada suara deheman dari seorang pria yang muncul di dekatnya dan tentu membuat Vivi lumayan terkejut karena ia sedang fokus bermain ponsel disana dan tak memperhatikan sekitar.
"Loh, Dewa?" ujar Vivi terkejut hebat ketika melihat sahabatnya ada disana.
Dewa hanya tersenyum lalu duduk tepat di samping Vivi dan memesan cilok yang sama seperti gadis itu, ia nampaknya memilih pisah dari rombongan timnya demi bisa menemui sahabatnya yang sudah rela mendukung ia dari stadion langsung.
__ADS_1
Sementara Vivi tampak terheran-heran masih belum percaya jika Dewa ada di sampingnya saat ini, yang ia tahu biasanya Dewa memang pulang bersama rombongan timnya mengenakan bus tim.
"Ka-kamu kok bisa ada disini sih, Wa?" tanya Vivi tampak kebingungan sembari celingak-celinguk.
"Ya emang kenapa? Kamu cari apa sih kok tengok sana tengok sini mulu..??" ujar Dewa ikut keheranan.
"Cari temen-temen kamu lah, kalau kamu disini kenapa yang lain pada gak ada?" ujar Vivi.
"Ya gak ada lah, mereka mah masih pada di dalem nanti baru deh pulang penginapan bareng-bareng! Nah kalo aku milih pulang sama kamu aja, soalnya bosen naik bus mulu tiap kali abis tanding!" ucap Dewa sambil tersenyum manis.
Vivi yang dipandang seperti itu oleh Dewa mendadak klepek-klepek dan hatinya seperti tengah terbang saat ini, padahal mereka sudah hampir terbiasa saling tatapan seperti ini tapi entah mengapa rasanya sekarang sangat berbeda bagi Vivi dan jantungnya saja lebih cepat berdetak dibanding biasanya.
"Misi mas, mbak! Ini cilok nya..."
Tiba-tiba tangan si pedagang menghalangi pandangan mereka sehingga kedua manusia itu pun sadar dari tatap tatapannya, Vivi nampak salah tingkah sampai menggaruk kepalanya yang sebenarnya tak gatal.
"Makasih, pakde!" ucap Dewa seraya menarik piring berisi cilok ke dekatnya.
Vivi masih saja merasa gugup padahal pedagang itu sudah menjauh kembali melayani pembeli yang lain, bahkan ia sampai mengacuhkan cilok nya padahal tadi ia sangat ingin memakan makanan tersebut.
Dewa yang melihatnya malah terkekeh dan coba iseng dengan mengambil satu buah cilok dari piring gadis itu, akan tetapi Vivi tanpa diduga menyadarinya dan langsung mengeplak tangan Dewa dengan kasar.
"Aduh, kok digeplak gitu sih?" ujar Dewa kesakitan dan reflek memegangi punggung tangannya.
"Suruh siapa mau maling cilok aku? Udah punya sendiri juga, masih aja nyolong!" ujar Vivi sembari menjauhkan piring cilok nya dari tubuh Dewa dan mendekatkannya pada tubuhnya.
"Yaelah, abisnya kamu sih malah ngelamun bukannya dimakan! Kan aku mikirnya kamu gak mau makan cilok itu, jadi gak salah dong?" ujar Dewa.
"Iyain, dah ah aku mau fokus makan!" ucap Vivi.
Dewa senyum-senyum sendiri menatap gadis itu dari samping tengah memakan cilok nya, entah mengapa Dewa seperti tertarik dengan Vivi padahal gadis itu hanya makan seperti orang biasa pada umumnya.
•
__ADS_1
•
Sementara itu, Shannon & Jessi sudah selesai foto-foto bersama Witan dan kini mereka juga telah berpisah dengan pria tersebut yang memilih pulang lebih dulu.
Kedua gadis itu baru sadar kalau Vivi tidak ada disana, padahal sebelumnya mereka bertiga selalu berdampingan tapi sekarang tiba-tiba Vivi malah menghilang dari sana.
"Eh eh, Vivi mana nih??" ujar Jessi panik.
"Lah iya bener, kok dia tiba-tiba ngilang? Ajaib banget si Vivi bisa ngilang begitu, gue nanti minta ajarin ah ilmunya sama dia!" ucap Shannon.
"Yeh dasar sableng! Seriusan ini si Vivi kemana!!" ujar Jessi bertambah panik.
Shannon hanya geleng-geleng kepala sembari menaikkan bahunya tanda ia tak tahu, ia malah kembali fokus melihat hasil fotonya bersama Witan yang tersimpan di hp dan tidak memperdulikan kecemasan Jessi yang tengah sibuk mencari Vivi.
Ya Shannon bisa diibaratkan sebagai the real sahabat sejati yang patut dipertahankan jika kalian mempunyai sahabat seperti dia, jangan sampai dilepas apalagi kehilangan sahabat semacam Shannon ini karena dia benar-benar bisa disebut sebagai sahabat paling setia.
"Eh eh, cantik banget ya gue kalo foto di samping Witan kayak gini?" ujar Shannon menunjukkan fotonya kepada Jessi.
"Ish, ya ampun Nonon! Sahabat kita lagi hilang ini, bisa-bisanya lu malah fokus ke foto lu! Emang lu gak khawatir apa sama si Vivi...??" bentak Jessi.
"Hadeh ngapain juga khawatir? Vivi tuh udah gede sayang, dia punya tangan dan kaki jadi pasti sekarang dia udah jalan pulang duluan! Percaya deh sama gue, udah gausah panik gitu!" ujar Shannon.
Jessi pun memutar bola mata sembari mengelus dada menyaksikan tingkah menyebalkan dari Shannon, bisa-bisanya memang gadis itu malah santai menatap ponselnya tanpa memikirkan sedikitpun sahabatnya yang hilang.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...Ada foto dari pasangan Devi (Dewa Vivi) nih...
...❤️❤️❤️...
__ADS_1