Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
Kue buatan Vivi


__ADS_3

Ting nong...


Ting nong....


"Ya sebentar!"


Dewa berteriak cukup keras sembari menapakkan kakinya ke lantai lalu berjalan menuju pintu depan untuk mengecek siapa yang datang bertamu di siang hari ini, ia menguap dan tubuhnya juga masih diselimuti sarung karena ia baru habis tidur.


Ceklek...


"Siapa sih?" ucap Dewa dengan mata tertutup.


Dewa mengucek-ngucek matanya dan masih belum melihat siapakah yang datang ke rumahnya, memang ia saat ini masih linglung seperti orang yang baru bangun tidur pada umumnya, atau bisa dibilang nyawanya masih kelayapan.


"Heh, malah diem aja!" bentak Dewa.


Karena tak kunjung ada suara yang muncul, Dewa pun membuka matanya perlahan lalu syok dan reflek meloncat ke belakang kemudian menutup pintu dengan kencang, ia sangat terkejut karena yang dilihatnya adalah gadis cantik.


Brraakkk...


Suara Dewa menutup pintu terdengar keras sekali karena pria itu benar-benar terkejut, ia pun panik berjalan mondar-mandir kesana-kemari sembari menggaruk rambutnya, dengan segera ia melepas sarung yang dikenakannya lalu pergi menuju kamar mandi.


Tak lama, akhirnya Dewa kembali dan sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya, bahkan ia juga tampak tampan dengan wajah cerah disertai air yang masih mengalir karena ia baru habis cuci muka, rambutnya pun sudah rapih tak lagi acak-acakan seperti tadi.


Ceklek...


Barulah kali ini ia siap menemui gadis cantik yang tadi dilihatnya itu, beruntunglah karena gadis itu masih berada disana dan tengah duduk menunggu Dewa kembali keluar, gadis itu juga nampak bingung dengan tingkah Dewa sebelumnya.


"Wa, kamu kenapa? Ngeliat aku kok kayak ngeliat setan sih??" tanya gadis itu.


"Sorry, hehehe...."


Gadis yang tak lain adalah Vivi itu pun berdiri kemudian mendekati Dewa yang masih ada di depan pintu, ia memberikan sebuah rantang makanan kepada pria tersebut sambil tersenyum tanpa melepaskan tatapannya dari wajah Dewa.


"Apaan ini?" tanya Dewa kebingungan.


"Kue buatan ku, semoga kamu suka!" jawab Vivi.


"Ohh, makasih!"


Dewa tersenyum kemudian meraih rantang itu dari tangan Vivi dan membawanya ke dalam, tentu Vivi tampak cemberut dan kesal pada Dewa yang hanya membawa masuk rantang nya saja, sedangkan ia ditinggal begitu saja disana.

__ADS_1


"Ish, Dewa!" teriak Vivi ngambek.


Dewa pun bergegas kembali menemui Vivi karena suara gadis itu sangat kencang.


"Ngapa sih?" tanya Dewa terheran-heran.


"Ya kok aku ditinggal? Gak diajak masuk juga gitu?" ucap Vivi dengan bibir mengerucut.


"Gak boleh, di dalam gak ada siapa-siapa! Udah kamu tunggu disitu aja, aku mau ambil piring dulu terus taruh kue ini disana buat temen ngobrol kita!" ucap Dewa menjelaskan.


"Ohh, ya bilang dong daritadi! Jangan main masuk gitu aja, kan aku jadi berprasangka buruk!" ucap Vivi.


"Iya iya maaf, aku salah!"


Vivi terkekeh melihat ekspresi Dewa yang lucu.


"Dah aku ke dalam dulu!" ucap Dewa.


"Iya,"


Vivi mengangguk kemudian kembali duduk di kursi yang tersedia disana, ia menunggu Dewa yang sedang mengambil piring sembari tolah-toleh ke kanan dan kiri menikmati pemandangan disana, memang desa tempat Dewa tinggal masih cukup asri dan udaranya juga segar.




Dewa sudah datang kembali sembari membawa sepiring berisi kue yang dibawa oleh Vivi, sontak gadis itu tersenyum.


"Nah baru deh kita bisa ngobrol santai," ucap Dewa sambil meletakkan piring di meja.


"Iya, ini pasti enak deh! Cobain aja kalo kamu gak percaya, soalnya aku bikin ini pake hati!" ucap Vivi menyomot satu kue dari piring lalu memakannya.


"Hah? Masa sih??" Dewa terkejut.


"Eee... maksudku bikinnya niat gitu, makanya bakal enak rasanya! Kamu cobain aja dulu biar tau sendiri, jangan kebanyakan mikir deh!" ucap Vivi.


"Ohh, iya deh aku cobain!" ucap Dewa.


Dewa langsung mengambil sepotong kue yang ada di piring, ia berhasil menghabiskan kue itu dengan sekali lahap dan nampak merasa keenakan karena rasa kue buatan Vivi memang lain daripada yang lain apalagi ia makannya ditemani gadis itu.


Vivi menunggu jawaban dari Dewa untuk mengulas bagaimana rasa kue buatannya, maka dari itu sedari tadi ia pun terus memandangi wajah Dewa sambil tersenyum, namun Dewa malah asyik mengunyah kue di mulutnya dan tak merespon Vivi.

__ADS_1


"Wa, Dewa!" tegur Vivi sembari menepuk lengan Dewa.


"Astaghfirullah, ngagetin aja kamu! Kenapa sih sayang?" ucap Dewa terkejut.


"Sayang sayang, bapakmu! Jadi gimana tuh rasa kue buatan aku, enak apa enggak? Daritadi aku nunggu jawaban kamu, eh kamunya malah diem gak ngomong apa-apa!" ucap Vivi kesal.


"Ohh, kenapa gak bilang daritadi? Rasanya wuenak pol mantap banget! Baru kali ini aku makan kue seenak ini, apalagi makannya ditemenin sama cewek cantik yang manis ini!" ucap Dewa.


"Hah? Bisa aja bikin hati aku seneng, makasih ya Dewa!" ucap Vivi tersipu.


"Iya sama-sama, sering-sering ya bikinin aku kue beginian! Biar aku gak perlu khawatir kalau tiba-tiba laper pas di rumah, oke?" ucap Dewa tersenyum sambil menyomot satu kue lagi.


"Insyaallah, kalau aku ada waktu dan gak sibuk pasti aku bakal buatin lagi kok! Kalau perlu nanti aku anterin sendiri ke tempat latihan kamu, supaya kamu makin semangat latihannya!" ucap Vivi.


"Boleh tuh, awas ya kalo sampe enggak!" ujar Dewa.


"Iya, tapi belum tau kapannya!" ucap Vivi.


Dewa mengambil lagi kue itu untuk yang ketiga kalinya, sepertinya ia sangat doyan pada kue buatan Vivi dan terus saja mengunyahnya tanpa henti sampai Vivi tidak kebagian lagi, namun Vivi justru senang karena kuenya ternyata enak.


"Enak banget ya? Sampe makannya lahap gitu, aku yang bikin aja cuma kebagian satu!" ucap Vivi.


"Eh iya ya udah abis aja, sorry sorry aku gak tau kalo kuenya sisa satu tadi! Soalnya enak banget sih kue buatan kamu itu, bikin nagih!" ucap Dewa dengan mulut dipenuhi kue.


"Telen dulu tuh kuenya, jangan sambil ngomong! Nanti muncrat kemana-mana kan gak lucu, yang ada malah jorok!" ucap Vivi.


"Iya iya...."


Vivi geleng-geleng kepala melihat kelakuan Dewa yang membuatnya tak menyangka jika ia saat ini sedang bersama pemain timnas.


"Nah udah nih, sekarang aku boleh ngomong lagi kan?" tanya Dewa setelah selesai menelan kue di mulutnya.


"Iya boleh, itu juga barusan ngomong!" ucap Vivi.


"Yaudah, sorry ya kuenya aku habisin tadi! Kalau kamu lapar, di dalam ada makanan kok!" ucap Dewa.


"Gausah gapapa, aku udah makan kok!" ucap Vivi.


"Oh baguslah, eh iya mau ikut aku gak ke official store PSIS? Mumpung sekarang hari libur, kita sekalian lihat-lihat disana!" ucap Dewa.


"Umm, boleh!"

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2