Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
Beda banget


__ADS_3

...❤️❤️❤️❤️❤️...


Sama halnya seperti Dewa, Arhan pun cukup syok saat melihat Angie sudah ada di depan rumahnya bersama sang ibu menanti kedatangannya. Ya pria yang baru pulang dari Papua itu hanya bisa menganga tak percaya dan berhenti tepat di dekat taksi online yang ia naiki, Arhan masih belum bisa melangkahkan kakinya karena rasa kagetnya itu.


Angie yang melihat kedatangan Arhan, pun langsung maju mendekat bersama wanita dewasa di dekatnya yang tak lain ialah ibu dari Arhan. Ya mereka berdua tersenyum ke arah Arhan sambil terus berjalan mendekati Arhan, sedangkan Arhan sendiri masih tetap berdiam diri di tempatnya saat ini dan membuang muka sambil garuk-garuk kepala.


"Arhan, Alhamdulillah kamu bisa selamat sampai ke rumah ini lagi! Ibu senang banget Arhan, apalagi sekarang kamu udah didatengin nih sama Angie teman kamu yang cantik!" ucap Laswi ibu Arhan.


"Eee assalamualaikum, Bu. Ibu apa kabar?" ucap Arhan menunduk kemudian mencium tangan ibunya dengan lembut lalu kembali berdiri tegak.


"Waalaikumsallam, baik kok nak! Kemarin ibu nonton kamu loh di tv, bareng sama nak Angie ini! Kita lihat kamu jago banget main bolanya, ibu makin bangga sama kamu Arhan!" puji Laswi sambil tersenyum.


"Iya Bu, tapi kan aku gak bisa bawa tim PSIS menang. Maaf ya Bu!" ucap Arhan.


"Yo ndak popo, kamu kan udah berusaha!" ucap Laswi menepuk pundak putranya.


"Iya Arhan, kamu jago banget kok! Terus semangat ya, aku yakin karir kamu bisa semakin naik lagi ke depannya! Aku juga bakal selalu support kamu, apapun yang terjadi!" ucap Angie tersenyum.


"Aamiin, terimakasih Angie!" ucap Arhan.


"Sama-sama," ucap Angie.


Arhan membalas senyuman Angie dengan tipis, lalu menunduk kembali merasa tidak nyaman saat ditatap begitu oleh Angie.


"Eee yaudah, aku mau ke dalam dulu istirahat. Bu, nanti Angie disuruh pulang aja ya! Soalnya aku belum mau diganggu apalagi ngobrol dulu sama orang, masih capek banget nih!" ucap Arhan.


"Arhan, kamu gak boleh gitu dong sama nak Angie! Dia udah perhatian loh sama kamu, masa kamu malah ngusir dia gitu aja?" ucap Laswi.


"Gapapa Bu, aku ngerti kok kalau Arhan capek. Biar nanti aku pulang aja deh, kasihan Arhan kan juga baru pulang kesini. Yaudah ya Bu, aku pamit dulu mau pulang aja!" ucap Angie lembut.

__ADS_1


"Eh jangan sekarang dong nak Angie! Kamu masuk dulu ke dalam, kita ngobrol-ngobrol sebentar! Baru nanti kamu boleh pulang deh," ucap Laswi.


"Eee waduh aku kayaknya langsung pulang aja deh, Bu. Aku juga gak mau ganggu Arhan, dia harus istirahat kan Bu! Nanti sore aja aku datang kesini lagi sebelum buka puasa, boleh kan Bu kalau aku ikut buka puasa disini?" ucap Angie.


"Hah? Mau ngapain sih kamu ikut-ikut buka puasa disini?" tanya Arhan ketus.


"Arhan, kamu kenapa gitu sama Angie?" tegur Laswi.


"Ya abisnya, masa dia mau ikut buka puasa sama kita sih Bu? Dia aja kan bukan siapa-siapa kita, nanti yang ada banyak fitnah lagi kalau dia ikut buka puasa di rumah kita!" ujar Arhan.


"Gapapa dong Arhan, kan kalian gak cuma berdua buka puasanya. Ada ibu juga loh disini, jadi kamu gak perlu takut dan cemas begitu! Udah nak Angie, ibu izinin kok kamu buat buka puasa disini nanti! Tapi, kamu bantuin ibu masak ya?" ucap Laswi.


"Yang bener Bu? Alhamdulillah, iya iya Bu pasti aku bantuin ibu kok buat siapin bukanya!" ucap Angie.


"Bu, ibu kenapa gitu sih sama Angie? Lebih baik ibu jangan kayak gitu lah! Nanti kalau Angie malah jadi kegeeran gimana? Aku kan gak mau Bu dianggap memberi harapan palsu!" ucap Arhan.


Angie pun merasa gugup mendengar kata-kata Arhan barusan, ia jadi semakin yakin kalau Arhan memang tak memiliki perasaan apa-apa padanya.


"Waalaikumsallam, hati-hati ya nak Angie! Biar ibu antar kamu sampai ke depan!" ucap Laswi.


Angie mengangguk pelan sambil tersenyum, lalu ia bersama Laswi pergi dari sana meninggalkan Arhan yang masih terdiam tak mengerti dengan sikap ibunya barusan.


...•••...


Disisi lain, Vivian sampai di rumah Jessi dan saat ini mereka berdua turun dari mobil sembari membawa koper milik Vivian yang tentunya berisi pakaian serta barang-barang gadis cantik itu. Mereka pun melangkah ke dekat rumah Jessi yang tidak terlalu besar itu, lalu berhenti tepat di depan pintu dan bersiap membuka pintu tersebut.


"Vi, udah siap belum ketemu mama papa? Gue yakin deh mereka pasti pangling banget sama lu, abisnya lu beda banget kayak gini!" ucap Jessi tersenyum.


"Hahaha, bisa aja kamu kak Jes! Aku udah siap kok, aku juga kangen sama om dan tante. Kan udah lumayan lama juga aku gak ketemu mereka, apalagi sejak virus menyerang!" ucap Vivian.

__ADS_1


"Bagus deh! Yuk kita masuk!" ucap Jessi.


Vivian mengangguk tersenyum, lalu mereka pun hendak masuk ke dalam dan membuka pintu.


Akan tetapi, tiba-tiba sudah ada seseorang yang membuka pintu itu terlebih dulu.


Ceklek...


"Eh Jessi, udah balik kamu?" tanya seorang wanita dewasa yang muncul dari dalam, ya itulah sang mama dari Jessi alias Anika.


"Iya mama, ini aku sama Vivi. Dia dateng sendiri mah kesini," ucap Jessi.


Sontak Anika langsung beralih menatap gadis cantik yang ada di samping putrinya itu, ya seketika itu juga wajah Anika berubah. Anika terkejut dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya, karena penampilan Vivian sangat berbeda.


"Hah? Ini serius, ka-kamu Vivian?" tanya Anika.


"Eee iya tante, ini aku. Tante apa kabar?" jawab Vivian tersenyum lalu mencium tangan tantenya.


"Tante baik kok! Kamu sendiri gimana?" ujar Anika.


"Sama tante, aku juga baik!" ucap Vivian.


"Aduh sayang, kamu benar-benar beda banget loh dari sebelumnya! Tante sampe gak ngenalin kamu tadi, makin cantik aja kamu sayang!" ucap Anika mengusap rambut gadis itu sambil tersenyum.


"Tuh kan Vi, benar apa yang tadi gue bilang. Pasti mama bakalan pangling juga sama lu, soalnya penampilan lu emang berubah banget dan beda dari yang dulu!" ucap Jessi.


"Hahaha, iya tante. Aku begini sejak aku kenal yang namanya sosmed, nah dari situ aku belajar deh buat dandan sama pakai skincare gitu!" ucap Vivian.


Setelah puas berbincang-bincang sejenak di depan rumah itu, kini Anika mengajak Vivian serta Jessi masuk ke dalam dan lanjut mengobrol di sofa agar tidak kecapekan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2