
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Dewa merasa sangat senang dan gembira karena berhasil menceploskan bola ke dalam gawang Persebaya yang dikawal oleh Ernando itu, ia juga terus tersenyum meledek ke arah Marsel dan membuat pria tersebut semakin kesal padanya dan ingin membalaskan dendam untuk membuat timnya berhasil mencetak gol dan menyamakan kedudukan.
Ya saat ini pertandingan telah kembali dimulai, Dewa yang sedang berapi-api terus melakukan pressing ketat ke jantung pertahanan dari tim Surabaya. Bahkan Dewa sampai terus mengejar bola tanpa kenal lelah, ya maklumlah orang dia disemangatin ayang yang udah berdiri sambil loncat-loncat di tribun dan meneriakkan namanya dengan keras.
"Gue harus bisa cetak gol lagi! Minimal hattrick lah, supaya bisa bikin Vivi bangga!" gumam Dewa.
Diluar dugaan, justru Dewa melakukan pelanggaran dan diberikan kartun kuning langsung oleh wasit Fariq yang dikenal tegas itu, Dewa dianggap membuat pelanggaran keras terhadap bek kiri Persebaya Reva Odi yang hendak mendribble melewatinya, bola memang sudah lewat tapi orang tidak boleh lewat dan dijegal oleh Dewa tadi.
"Bang, maaf ya bang!" ucap Dewa menghampiri Reva sembari mengajak pria itu bersalaman.
"Iya, kali ini gue maafin. Awas aja kalo lu begitu lagi!" ucap Reva.
Akhirnya pertandingan pun dilanjutkan dan beruntung Reva tidak mengalami cidera parah akibat tackling dari Dewa tadi, bahkan Reva masih bisa kembali melakukan dribble kencang melewati beberapa pemain PSIS termasuk Dewa.
Prriiitttt....
Lagi-lagi wasit meniup peluit tanda pelanggaran, kali ini dilakukan oleh Frendi alias bek kanan milik PSIS Semarang yang menjegal laju dari Reva. Ya Reva memang sangat lincah pergerakannya seperti Arhan dan itu membuat Frendi kesulitan menahannya.
"Kamu kena kartu kuning!" ujar Fariq pada Frendi.
"Hah? Apaan sih, sit? Saya baru sekali loh ngelakuin pelanggaran, masa langsung dikasih kartu? Peringatan dulu kek gitu! Orang mau gempa aja dikasih peringatan, lah masa ini ngelakuin pelanggaran sekali langsung dikartu?" protes Frendi.
"Ohh, mau protes kamu? Mau saya kasih kartu merah langsung?" ancam Fariq.
"Ah gak asik nih bercandaannya bawa-bawa kartu! Dah ah males!" ujar Frendi yang langsung pergi menjauh dari wasit.
Pertandingan kembali dimulai, kali ini tendangan bebas untuk Persebaya Surabaya akan dilakukan oleh Marselino Ferdinan dari tempat jatuhnya Reva tadi. Terlihat Marsel sudah mengeker ke arah pojok kanan gawang dari PSIS Semarang dan bersiap menendang bola setelah peluit ditiup wasit.
"Gue harus bisa bikin gol dari tendangan bebas ini, supaya Vivi terkesan!" gumamnya.
Prriiitttt...
Marsel pun menendang bola cukup kencang dan hasilnya jauh sejauh hatiku dan kamu, melayang di angkasa seperti hatiku saat bersamamu.
__ADS_1
"Aaarrgghh sial!" ujar Marsel geram sembari memegangi kepala.
"Pegang kepala aja ngab? Migran ya? Minum bodrex lah bro!" ledek Dewa sambil tertawa.
"Ah bacot!" Marsel marah.
Prriiitttt... Prriiitttt...
Wasit kini telah meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan di babak yang pertama, seluruh pemain pun tampak berjalan menuju ruang ganti untuk beristirahat sejenak selama lima belas menit sebelum pertandingan kembali dilanjutkan. Skor sementara ini masih satu nol untuk keunggulan PSIS Semarang lewat gol yang dicetak oleh Dewa tadi.
"Heh! Cibiran lu gak berpengaruh sama slogan fix goal punya gue, jadi gue sekarang bisa cetak gol sedangkan lu kagak! Jangankan gol, nendang bola aja terbang ke angkasa!" ledek Dewa.
"Sialan lu! Masih ada empat puluh lima menit babak kedua, gue bantai lu nanti!" ujar Marsel.
"Siap siap! Ditunggu bantaiannya bang..." ujar Dewa.
Dewa terus berjalan menuju ruang ganti untuk beristirahat saat ini dan meninggalkan Marsel disana dengan langkah lebih cepat.
•
•
"Heh! Kok tim PSIS kalah lu malah seneng dan girang gitu sih?" tegur Vivi.
"Yeh gue kan dukung Persebaya. Hahaha, Surabaya nih bos senggol dong! Makanya kalo baru babak pertama jangan sombong dulu! Dikambek nangis kan?" ledek Jessi.
"Sue lu! Karbit dasar!" umpat Vivi.
"Tau ih! Jijik gue sama karbitan!" sahut Shannon.
"Dih biarin! Yang penting timnya ayang Marsel menang dan ayang Marsel kasih dua assist malam ini ke temen-temennya, lah Dewa bisa apa?" ucap Jessi.
"Yeh tadi Dewa nyetak gol, wlee.." ujar Vivi.
"Yaelah satu gol doang! Lu cetak satu gol, tapi tim lu kebobolan tiga gol, you still lose the game! Hahaha..." ledek Jessi.
__ADS_1
"Ah udah ah! Gue bete!" ujar Vivi ngambek.
Vivi pun pergi begitu saja meninggalkan kedua temannya itu dengan raut wajah cemberut kesal karena ledekan dari Jessi tadi, ia juga kesal karena hari ini Dewa kalah. Padahal ia sudah berjuang sekuat tenaga untuk mendukung Dewa dan berharap timnya bisa menang pada hari ini, namun kenyataan berkata lain karena Dewa justru kalah.
"Tuh kan, gara-gara lu sih!" ujar Shannon.
"Kok jadi gue? Apa salah gue?" tanya Jessi.
"Dih pura-pura bego! Jelas-jelas lu udah bikin Vivi kesel noh, bisa-bisanya lu ledek Dewa di depan Vivi!" ucap Shannon.
"Umm, kan bercanda keleus! Vivi nya aja yang baperan!" ujar Jessi.
"Dih, lu parah lu sama sohib sendiri juga! Udah sana minta maaf dan kejar si Vivi! Emang lu mau dimusuhin terus sama Vivi, cuma gara-gara perang dukung tim bola?" ujar Shannon.
"Ya gak mau lah! Vivi kan kawan baik gue, cuma dia yang mau traktir gue makan." ucap Jessi.
"Yaudah sana kejar!" ujar Shannon.
"Iya iya..." ucap Jessi terpaksa.
Jessi pun mengejar Vivi untuk meminta maaf pada gadis itu karena kesalahannya tadi, ia sangat menyesal karena sudah terlalu keterlaluan tadi meledek Vivi dan juga Dewa.
❤️
Sementara Vivi sendiri kini memilih duduk di taman sekitaran stadion itu sendirian, ia masih cemberut dan merasa sedih karena timnya Dewa kalah. Ia merasa sia-sia saja sudah mendukung Dewa sampai suaranya serak, karena ternyata hasilnya justru mengecewakan untuknya.
"Hiks hiks... kenapa kamu malah kalah sih? Mana katanya mau janjiin menang?" gumam Vivi.
Tliingg...
Tiba-tiba ada pesan yang masuk ke dalam ponselnya dan terlihat nama Dewa di layarnya. Vivi pun menghapus air mata, lalu membaca isi pesan itu.
💌Mas Dewa : Vivi cantik! Maaf ya, malam ini aku gak bisa kasih kemenangan buat kamu! Aku juga kecewa banget sama diri aku sendiri, karena gagal kasih kemenangan untuk tim PSIS. Jangan sedih ya! Maaf juga, aku gak bisa temuin kamu karena aku langsung balik bareng rekan-rekan naik bis! Kamu pulangnya hati-hati ya cantik! Good night!
Entah mengapa saat membaca pesan tersebut, Vivi justru merasa senang kembali dan mulai bisa tersenyum seperti sediakala.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...