Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
LDR-an?


__ADS_3

...❤️❤️❤️...


Tliingg....


Dewa yang baru sampai di rumah setelah mengantar Vivi pulang ke rumahnya, langsung dihadapkan pada sebuah pesan masuk yang membuatnya harus berhenti sejenak sebelum melangkah ke dalam kamarnya untuk membuka pesan itu.


Keletihan di wajah Dewa berubah saat melihat nama Vivi yang muncul di layar ponselnya, seketika ia tersenyum lalu membuka pesan tersebut dan membacanya, matanya berbinar saat melihat foto sang wanita yang sangat membuat ia terpesona.


💌Vivi : [Foto]


Tliingg...


💌Vivi : Mas, aku cocok gak kalau pake jaket PSIS?


Dewa terkejut saat membaca isi pesan selanjutnya dari Vivi, bukan apa tapi karena Vivi sekarang menyebut ia dengan sebutan mas. Dewa dibuat terbang hatinya oleh ketikan gadis tersebut, apalagi foto Vivi juga berhasil membuatnya terpesona.


"Vivi ini kok ayu nemen yo? Aku jadi ra iso berpaling dari fotonya ini, apa aku jadiin wallpaper hp ku aja yo?" gumam Dewa.


Akhirnya tanpa basa-basi, Dewa pun segera menyetel foto Vivi barusan sebagai wallpaper di ponselnya. Hal itu ia lakukan agar bisa terus melihat wajah Vivi ketika ia harus melakukan perjalanan ke luar kota nantinya demi membela klub bolanya.


Dewa tersenyum renyah saat melihat layar hp nya saat ini yang sudah dipasang foto Vivi, bahkan Dewa sampai mengusap serta menempelkan foto itu ke dadanya, sepetinya Dewa sudah mulai terpesona atau tervivi-vivi karena kecantikan gadis itu.



Begitulah hasilnya saat foto Vivi yang cantik dipasang sebagai wallpaper di ponsel milik Dewa, sehingga Dewa selalu bisa melihat gadis itu kemanapun ia pergi nantinya.


Setelah puas memandangi foto Vivi, Dewa baru ingat kalau ia harus membalas pesan dari gadis itu agar dia tidak ngambek. Dewa pun segera mengetik pesan balasannya dengan cepat dan ia buat sebaik mungkin supaya Vivi terkesan.


💌Dewa : Vi, kamu cocok banget! Aku sampe pangling loh lihatnya, emang gak ada duanya kamu itu!


Dewa senyum-senyum sendiri saat mengetik balasan tersebut, ia kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar sambil terus tersenyum dan memegang ponselnya di tangan.


Tliingg....


Baru saja Dewa hendak membuka pintu kamarnya, tiba-tiba ponselnya kembali berdering dan membuatnya harus mengecek lagi siapa kali ini yang mengirim pesan untuknya.

__ADS_1


Dewa sangat kecewa karena ternyata itu bukan pesan dari Vivi, melainkan Shannon alias teman satu kampusnya yang juga cukup dekat dengannya.


Shannon mengajak Dewa untuk ketemuan di sebuah warung bakso siang ini, karena sepertinya gadis itu tau kalau saat ini Dewa sedang free dan tidak ada aktivitas apa-apa.


Dewa yang bingung akhirnya memilih masuk lebih dulu ke kamar untuk berpikir, ia sebenarnya mau-mau saja bertemu dengan Shannon, ya asal bersama Vivi juga tentunya.


"Gimana ya ini? Kalau aku terima, aku takut Vivi lihat dan salah sangka. Terus dia malah ngejauh dari aku, padahal aku berharap bisa deket terus sama Vivi." gumamnya kebingungan.




Tliingg...


Vivi yang masih asyik berkaca di cermin untuk melihat kecantikan dirinya sendiri, dikagetkan dengan pesan yang masuk ke ponselnya itu. Tanpa berlama-lama, ia pun bergegas mengambil benda pipih itu lalu membuka pesan tersebut.


Vivi tampak senyum-senyum tersipu membaca pesan dari Dewa yang memuji kecantikan dirinya saat memakai jaket itu, Vivi pun jadi salah tingkah sendiri dan perlahan wajahnya mulai terlihat memerah akibat isi pesan dari Dewa.


"Mas Dewa bisa aja ih bikin aku salting! Andai dia ngomongnya secara langsung, bukan lewat chat kayak gini. Duh, pasti aku bakal tambah salting deh!" gumam Vivi.


Cukup lama bagi Vivi menunggu sampai Dewa mengangkat telepon darinya, ia curiga namun tetap mewajarkan itu karena ia tau pasti Dewa capek setelah mengantarnya pulang, dan akhirnya Dewa pun mengangkat telpon tersebut.


📞"Halo Vi, kenapa nelpon?" ucap Dewa mendului Vivi berbicara.


📞"Halo mas, kamu beneran tadi ketik begitu buat aku? Bukan cuma pengen bikin aku seneng kan?" tanya Vivi langsung to the point.


📞"Hahaha, ya beneran lah. Buat apa juga aku bohong? Aku aja sampe gak bisa berpaling loh dari foto kamu, indah banget soalnya!" ucap Dewa.


📞"Ah bisa aja!" ujar Vivi tersipu.


📞"Oh ya, aku mau nanya nih. Kamu sejak kapan mulai panggil aku pake mas? Perasaan tadi pas kita masih jalan berdua, kamu panggil nama aku aja." tanya Dewa penasaran.


📞"Ohh, sejak barusan. Aku gak enak aja kalau manggil kamu Wa, Wa aja. Kayak gak sopan gitu loh sama yang lebih tua!" jawab Vivi sedikit terkekeh.


📞"Yeh apaan? Aku sama kamu tuh cuma beda setahun, lagian dari dulu kamu juga selalu panggil aku pake sebutan nama. Kenapa sekarang tiba-tiba kepikiran manggil mas?" ucap Dewa.

__ADS_1


📞"Ya gapapa, emang salah ya? Oh atau kamu gak suka kalau aku panggil mas?" ucap Vivi.


📞"Bukan gak suka sih, cuma lebih ke penasaran aja gitu. Kecuali kalau kita emang ada hubungan spesial, baru aku gak akan penasaran kamu panggil aku pake sebutan mas." ucap Dewa memancing.


📞"Ah menurutku gak perlu ada hubungan spesial juga boleh kok panggil mas," ucap Vivi.


📞"Haha, iya iya boleh deh..." ujar Dewa mengalah.


📞"Nah gitu dong, lagian cuma masalah panggilan aja pake dipermasalahin segala! Banyak kok di luar sana yang manggil temennya pake sebutan mas, bukan cuma aku aja!" ucap Vivi.


📞"Iya iya gapapa, udah gausah diperpanjang!" ucap Dewa ingin mengakhiri perdebatan itu.


📞"Yaudah, terus sekarang kita bahas apa dong?" tanya Vivi dengan suara sedikit dimanjakan.


📞"Bahas soal aku yang mau pergi ke Bandung besok aja, kayaknya asyik tuh kalau sekarang kita puas-puasin ngobrol karena mulai besok kan kita bakal jarang komunikasi lagi." ucap Dewa.


📞"Oh iya ya, yah aku baru inget kalau kamu bakal tanding lagi besok. Jadi kita LDR-an nih?" ujar Vivi.


📞"Hah? Emang kita ada hubungan apa, Vi? Kok kamu pake bilang kita LDR-an segala? Ngaco aja nih, lagian kan udah biasa juga kalau aku pergi ke luar kota dan jauh dari kamu." ucap Dewa.


📞"Hehe, ya iya sih. Kalo gitu nanti sore kita jalan berdua lagi yuk! Ya mumpung masih bisa ketemu hari ini, gimana?" ucap Vivi.


📞"Umm... boleh tuh. Nanti aku jemput kamu sekitar jam lima sore, ya? Tapi inget, jangan ketiduran loh! Kan gak enak rasanya kalau aku dateng ke rumah kamu, eh kamunya malah tidur!" ujar Dewa.


📞"Hahaha, iya gak bakal kok. Eh yaudah ya, aku mau beberes dulu nih!" ucap Vivi.


📞"Oh oke oke, bye!" ucap Dewa.


📞"Iya, bye!"


Tuuutttt....


Telpon pun terputus, kini Vivi tampak tersenyum sembari meletakkan ponselnya di atas ranjang begitu saja.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2