Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
Resmi jadian


__ADS_3

...❤️❤️❤️❤️❤️...


Dewa dan Vivi akhirnya sampai di sebuah tempat yang sepi serta nyaman untuk mereka dapat bicara berdua disana, ya Dewa memang sengaja memilih tempat itu agar ia bisa leluasa menyatakan perasaannya pada gadis itu.


"Vi, duduk yuk!" ucap Dewa seraya menggenggam tangan Vivi mengajaknya duduk.


Vivi mengangguk sambil tersenyum. Mereka pun duduk berdampingan disana tanpa melepas genggaman tangannya.


"Mas, sebenarnya kamu ngapain ajak aku ke tempat ini sih?" tanya Vivi penasaran.


"Eee ya aku tuh ada sesuatu yang mau aku sampaikan ke kamu Vivi, ini soal perasaan aku ke kamu dan aku rasa ini tuh sangat penting! Makanya aku mau cuma aku dan kamu yang tahu tentang ini, itu sebabnya juga aku gak mau kamu ajak teman kamu buat ikut sama kita!" jelas Dewa.


"Hah? Perasaan kamu? Maksudnya?" tanya Vivi tak mengerti.


Dewa memalingkan wajahnya, mengambil nafas sejenak untuk menguatkan mentalnya.


"Iya Vi, udah lama banget aku pengen ucapin ini ke kamu sebenarnya. Tapi, maaf karena aku baru bisa berani ungkapin ini ke kamu sekarang! Jujur aku takut ini akan merusak persahabatan yang udah kita jalin cukup lama!" ucap Dewa.


"Emang apa sih?" tanya Vivi makin penasaran.


"Aku cinta sama kamu Vi, aku sayang sama kamu! Aku pengen kita menjalin hubungan lebih dari seorang sahabat, aku mau kita pacaran dan jadi sepasang kekasih yang saling mencintai!" jawab Dewa dengan lantang dan tegas.


Vivi langsung terhenyak mendengarnya, ia tak menyangka jika Dewa selama ini memendam rasa padanya.


"Ka-kamu tembak aku? Ja-jadi tuh, kamu selama ini suka sama aku, Wa?" tanya Vivi.


Dewa kembali menghela nafasnya sejenak sambil menggaruk hidungnya.


"Iya, itu yang aku rasakan dan aku tahan selama ini! Aku cuma gak mau, hubungan kita rusak hanya karena aku suka sama kamu! Maaf banget Vi, tapi aku udah gak tahan lagi buat memendam rasa ini dari kamu! Aku benar-benar sayang kamu dan pengen kamu jadi milik aku seutuhnya, sekarang tinggal kamu jawab dan pilih apa kamu mau terima aku atau enggak?!" ucap Dewa.


Vivi menganga kaget mendengar penjelasan Dewa, ia baru sadar kalau ternyata Dewa juga mencintai dirinya. Sejujurnya Vivi sangat senang karena pria di hadapannya itu, juga memiliki rasa yang sama seperti yang tengah ia rasakan saat ini.


"Kamu kenapa senyum-senyum kayak gitu Vi? Kamu pikir aku bercanda ya?" tanya Dewa heran.

__ADS_1


"Hah? Gak gitu kok, aku cuma kaget aja kalau ternyata sahabat aku ini punya rasa suka sama aku! Udah dari kapan kamu memendam rasa itu?" ucap Vivi sambil tersenyum.


"Eee gak tahu sih, tapi kayaknya dari pertama kali kita ketemu juga aku udah mulai cinta sama kamu!" jawab Dewa.


"Ohh, terus sekarang mau kamu apa?" tanya Vivi coba memancing pria di hadapannya tersebut sambil terus tersenyum dan memainkan rambutnya.


"Kok kamu malah tanya ke aku? Kan tadi aku udah serahin semua jawabannya ke kamu, jadi bebas kamu mau jawab apa! Kan yang namanya perasaan itu gak bisa dipaksa, kalau kamu gak mau jadi pacar aku ya gapapa! Kita bisa kembali menjadi sahabat seperti sebelumnya kok," ucap Dewa.


Vivi masih tersenyum sembari menggigit bibir bawahnya.


"Kalau aku mau jadi pacar kamu, kira-kira kamu bakal ngelakuin hal apa buat aku?" tanya Vivi.


"Umm, everything! semuanya akan aku lakukan demi kamu Vivi! Jadi, gimana nih? Apa kamu mau terima aku buat jadi kekasih kamu?" ucap Dewa.


Vivi mengangguk penuh keyakinan lalu tersenyum dan berkata, "Ya, aku mau!" ucapnya dengan tegas.


Seketika Dewa langsung senang bukan main mendengar jawaban dari Vivi, ia tersenyum lebar dan lalu memeluk tubuh gadis yang sudah resmi menjadi kekasihnya itu.


Disisi lain, Arhan dengan sangat terpaksa harus menuruti kemauan Angie dan membawa gadis itu ke tempat latihannya di stadion PSIS Semarang. Ya walau Arhan sudah berulang kali menolaknya dan meminta Angie untuk pulang, namun gadis itu terus saja memaksanya dan merengek minta ikut bersama ia ke tempat latihan untuk sekedar menemani ia.


Sesampainya disana, Arhan pun langsung meminta pada Angie untuk menonton di pinggir lapangan dan tak perlu ikut masuk ke dalam lapangan. Tentu Arhan harus menahan rasa malu yang amat sangat di hadapan teman-temannya saat ini, apalagi Angie terlihat sangat dekat dengannya dan membuat semua orang disana mengira yang tidak-tidak.


"Angie, kamu tunggu disini aja ya! Aku harus latihan dulu sampe mau Maghrib nanti, kamu duduk aja biar gak pegel kalau berdiri terus!" ucap Arhan meminta Angie menunggu disana sambil duduk.


"Enggak ah! Aku berdiri aja sambil videoin kamu yang lagi latihan, terus aku post deh di story ig aku! Biar banyak yang tau, kalau aku lagi ada di stadion PSIS club kebanggaan kota Semarang! Gapapa kan?" ucap Angie sambil tersenyum.


"Eee ya gapapa sih, asal kamu gak ganggu jalannya latihan aja!" ucap Arhan.


"Tenang, aku diem doang kok!" ucap Angie.


"Bagus deh! Kalo gitu aku gabung sama yang lain dulu ya? Kalau kamu haus dan pengen minum, tuh ambil aja disana udah sediain!" ucap Arhan.


"Oke! Semangat ya latihannya by!" ucap Angie sembari mengepalkan tangan memberi semangat pada Arhan yang sedang bersiap untuk memulai latihan bersama rekannya yang lain.

__ADS_1


"Hah? Apaan tuh by?" tanya Arhan terheran-heran.


"Eee itu tuh maksudnya baby, sayang gitu! Kamu gak suka ya aku panggil kayak gitu?" ucap Angie.


"Terserah kamu aja!" ucap Arhan singkat.


Angie pun tersenyum mendengarnya, ia seperti mendapat kode kalau Arhan memang memiliki rasa yang sama seperti yang ia rasakan.


Arhan langsung saja berjalan ke tengah lapangan setelah mengikat tali sepatu dengan benar, ia langsung diceng-cengin oleh rekan-rekan yang ada disana bahkan termasuk tim pelatih.


"Hahaha, cie cie yang latihan ditemenin ayang! Pasti jadi makin semangat dong ya!" ledek Bahril.


"Haish, ngomong opo toh koe? Aku ora duwe ayang loh Ril! Ngaco aja kalo ngomong!" ujar Arhan sambil geleng-geleng kepala.


"Yeh dia pake ngeles! Terus itu siapa yang berdiri di pinggir lapangan kalo bukan ayangmu?" ujar Bahril.


"Ohh, itu mah cuma temen aja! Udah lah jangan gosip! Kita kan mau latihan disini, bukan mau bahas yang gak penting kayak gitu!" ucap Arhan.


"Ahaha, dari temen bisa jadi demen loh Han! Entar lama-lama kamu juga mulai sayang sama dia," goda Bahril sambil tertawa.


"Ada-ada aja kamu!" ujar Arhan.


Arhan menoleh sekilas ke arah Angie yang masih asyik memegang kameranya, entah mengapa ia tiba-tiba tersenyum dan terus memandangi wajah gadis cantik itu dari sana.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...



...Vivi nya jadian nih sama Dewa...


...😍❤️...

__ADS_1


__ADS_2