Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
Balik ke luar negeri


__ADS_3

...❤️❤️❤️❤️❤️...


Dewa dan Vivi pergi ke sebuah cafe terdekat dari lokasi latihan Dewa sebelumnya, ya pria itu sengaja mengajak Vivi makan sejenak setelah menemani ia latihan selama beberapa jam tadi. Dewa tidak ingin melihat gadisnya kelaparan atau kehausan akibat menunggunya selesai latihan, itulah sebabnya Dewa langsung mengajak Vivi datang ke cafe tersebut.


Vivi pun tampak senang dan ia tak bisa lagi menahan senyum di bibirnya, ia bahagia dapat memiliki pacar seperti Dewa yang sangat perhatian dan begitu menyayangi dirinya. Apalagi saat ini Dewa juga terus memperhatikan Vivi dari jarak dekat sambil sesekali mengelus wajahnya yang mulus, Vivi jadi semakin tersipu dan terus menunduk karena merasa malu.


"Sayang, kok kamu cuma pesan chocolate cake sih? Emang kamu gak mau makan makanan yang agak berat gitu? Aku takut loh kamu kelaparan, kan kita lumayan lama tadi di lapangan!" ucap Dewa.


"Gapapa Dewa, aku kan tadi udah makan di kantin bareng kamu juga. Lagian kalo aku banyak makan nanti aku gemuk tau, terus kamu gak suka lagi sama aku kalau aku kegemukan nanti!" ucap Vivi dengan nada manja sengaja menggoda pacarnya itu.


"Ya emang sekarang kamu gak gemuk apa? Aku tetep suka tuh sama kamu!" ujar Dewa nyengir.


"Ish, ya tapi kan kalo misal tambah gemuk lagi nanti aku jelek loh mas Dewa! Aku gak mau kamu jadi berpaling ke lain hati nantinya!" ucap Vivi.


"Ya ampun, gemesin banget sih kamu!" ujar Dewa.


Dewa yang tak tahan langsung mencubit pipi gadisnya itu berkali-kali, membuat empunya merasa tersipu dan seketika wajahnya itu berubah menjadi warna merah. Dewa pun tampak tertawa kecil ketika melihat wajah Vivi yang sudah memerah, sedangkan gadis itu justru memalingkan wajahnya kesal.


"Ish, kok malah ketawa sih? Apanya yang lucu coba mas Dewa?" tanya Vivi agak kesal.


"Hahaha, maaf maaf sayang! Aku gak bermaksud ketawain kamu kok, tadi tuh aku ngerasa lucu aja ngeliat muka kamu jadi merah gitu gara-gara aku cubitin! Makin gemesin tau gak, aku cium boleh?" ucap Dewa mendekat ke arah Vivi.


Vivi pun terkejut saat Dewa mengatakan bahwa dia ingin mencium gadis itu.


"Hah? Mas, jangan ngaco deh! Cium-cium nya nanti aja kalo udah di tempat sepi, sekarang kan kita masih di cafe rame! Aku malu kalau ada yang lihat nanti, mas!" ucap Vivi dengan suara pelan.


"Waduh, lebih bahaya kamu dong daripada aku! Masih mending aku mau cium kamu di tempat rame, eh kamu malah minta di tempat sepi!" ujar Dewa.

__ADS_1


"Ya gak gitu mas Dewa, maksudnya kan kalo disini tuh aku malu tau! Mending kita ngobrol kayak biasa aja ya, mas?! Atau kamu mau aku suapin kue ini, cobain ya? Enak loh, aku yakin kamu pasti suka sama kuenya!" ucap Vivi tersenyum menawarkan kue miliknya pada sang kekasih.


"Boleh, tapi aku kurang suka sih sama coklat. Aku sukanya sama kamu, karena kamu lebih manis daripada apapun!" ucap Dewa tersenyum.


"Haish, malah gombal! Seriusan nih, mau apa enggak? Kalau mau, langsung aku suapin buat kamu! Tapi, kalau gak mau yaudah aku habisin aja sendiri!" ujar Vivi sambil memakan kue miliknya.


"Iya mau sayang, kalo enggak nanti kamu ngambek lagi!" ucap Dewa.


"Nah gitu dong, nih aku suapin kamu!" ucap Vivi.


Vivi memotong kue di piringnya, lalu ia mengarahkan sendok kepada mulut kekasihnya. Dewa pun membuka mulutnya lebar bersiap menyambut suapan dari Vivi.


"Gimana? Enak kan?" tanya Vivi.


"Lumayan lah, enak juga!" jawab Dewa.


"Hai Vi!" ucapnya.


...•••...


Disisi lain, Egy menemui gadisnya yakni Shannon di rumah dan memiliki niat untuk mengajak gadis itu pergi ke luar bersamanya. Egy sengaja melakukan itu karena sebentar lagi ia akan pergi melanjutkan karirnya di luar negeri, ia pun ingin menghabiskan waktu bersama dengan Shannon agar nantinya tidak rindu pada gadis itu jika ia sudah berada di luar.


Shannon sendiri masih tampak murung mengingat kejadian saat di kampus, ya ia masih belum rela karena Dewa saat ini sudah berpacaran dengan Vivi alias sahabatnya itu. Shannon sama sekali tak menyangka kalau Vivi yang merupakan sahabat dekatnya, justru menyerobot dirinya untuk bisa bersama Dewa pria yang ia sukai sejak lama.


"Hai Shannon! Syukur deh kamu ada disini, tadinya aku pikir kamu lagi ke luar gitu!" ucap Egy.


"Eh kamu, ada apa?" tanya Shannon sedikit kaget.

__ADS_1


Egy tersenyum kemudian duduk di samping gadis itu dan terus menatap wajah Shannon, terlihat Shannon juga agak malas meladeni kedatangan Egy walau Egy adalah kekasihnya hingga saat ini.


"Gak ada apa-apa kok, aku cuma mau ajak kamu jalan aja! Karena kan sebentar lagi aku bakal balik ke Slovakia, jadinya kita LDR lagi deh!" ucap Egy.


"Oh gitu, emang kapan kamu mau berangkat? Terus kenapa kamu bilangnya mendadak kayak gini? Kan kita jadi gak ada waktu banyak buat jalan berdua, oh atau kamu emang sengaja ya? Kamu udah gak perduli lagi sama aku dan malah gak anggap aku sebagai pacar kamu?" ujar Shannon kesal.


"Ya enggak begitu lah sayang, aku masih punya waktu tiga hari buat nemenin kamu disini. Jadi, kamu jangan ngambek gitu ya! Kita kan bisa senang-senang sekarang, lagian mana mungkin aku gak anggap kamu lagi?" ucap Egy tersenyum.


Egy meraih dua tangan Shannon untuk ia genggam sembari terus menatap wajah gadis itu.


"Aku janji deh, di hari ini aku bakal bikin kamu bahagia dan pastinya bisa kamu jadikan sebagai kenangan yang indah! Kamu jangan murung gitu lagi ya, kamu tinggal bilang aja sama aku, kamu mau pergi kemana gitu?!" ucap Egy.


"Umm, iya deh. Aku mah ngikut aja sama kamu, kemanapun kamu bawa pergi pasti aku bakal senang kok sayang!" ucap Shannon.


"Ya bagus deh! Tapi, aku bingung deh mau bawa kamu pergi kemana. Kamu gak ada saran atau kamu lagi pengen pergi ke tempat kayak apa gitu?" ucap Egy kebingungan.


"Ada sih, ini tempat yang aku lihat di sosial media. Tapi, agak jauh sih dari sini!" ucap Shannon.


"Ya gapapa dong, kamu tinggal bilang aja tempatnya itu dimana dan apa namanya?! Kita kan bisa kesana pake taksi online biar cepat," ucap Egy.


"Namanya itu museum fantasi, ada di Jakarta!" jawab Shannon sambil tersenyum.


Egy tersentak kaget mendengar jawaban Shannon, karena tempat yang ingin didatangi oleh gadis itu sangat jauh dari yang ia kira sebelumnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2