Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
Tuh dengerin!


__ADS_3

...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Loh jadi lu ini sepupunya Vivi?" tanya Dewa syok saat mendengar penjelasan dari gadisnya tentang siapa itu Niko dan bagaimana mereka bisa saling mengenal satu sama lain.


Niko dan Vivi kompak mengangguk sambil saling bertatapan di depan Dewa.


"Iya mas, Niko ini sepupu aku. Jadi, kamu jangan cemburu apalagi mikir yang enggak-enggak tentang aku dan Niko!" ucap Vivi.


"Hah? Enggak kok, aku gak gitu!" ujar Dewa.


"Hahaha, loh mbak Vivi sama mas Dewa itu pacaran toh? Aku kok baru tau ya kalau kalian udah pacaran? Perasaan dulu bilangnya cuma sahabat, eh gak tahunya udah jadi pacar aja. Emang benar ya kata orang, persahabatan antara lelaki dan perempuan itu pasti ada yang saling suka!" ucap Niko.


"Ah kebetulan aja itu! Gue sama Vivi kan emang saling suka dari dulu, cuma baru berani ungkapin sekarang aja. Kalau gak percaya, tanya aja sama Vivi sepupu lu itu!" ucap Dewa tersenyum.


"Dih, mana ada begitu? Kamu doang kali yang udah suka sama aku dari dulu, aku mah enggak!" ucap Vivi mengelak dari tuduhan Dewa.


"Ah masa?" goda Dewa.


"Ya iyalah, emang kamu ngerasa kalau aku juga suka sama kamu dari dulu?" tanya Vivi.


"Ngerasa kok, buktinya kamu selalu galau tiap aku gak ada di dekat kamu. Terus kamu juga kayak cemburu gitu kalau ada cewek lain yang deketin aku, bahkan kamu pernah tanya-tanya ke Arhan tentang kesukaan aku, ya kan?" ucap Dewa.


Vivi terdiam salah tingkah, ia baru ingat mengenai dulu saat ia melakukan itu hanya demi memberi hadiah kejutan bagi Dewa di hari ulang tahunnya dan kini Dewa kembali mengingat soal itu.


"Nah kan, baru ingat kan? Hahaha, lihat tuh Niko sepupu lu salah tingkah! Itu buktinya kalau dia emang suka sama gue sejak dulu, cuma dia malu aja buat bilang langsung! Status sahabat kita juga cuma bohongan aja, padahal dia pengennya mah jadi kekasih gue!" ucap Dewa kepedean.


"Ish, kepedean banget sih jadi cowok! Iya aku akui aku emang begitu dulu, tapi kamu kan juga gak kalah bucin dibanding aku! Buktinya kamu selalu cari aku di setiap penjuru kampus sama sekolah dulu, iya kan?" ucap Vivi.


"Ya emang bener! Kan tadi aku udah bilang, aku ini suka sama kamu sejak dulu!" ucap Dewa.


Dewa mencubit pipi Vivi dengan dua jarinya.


"Waduh, kayaknya saya ganggu nih kalian lagi pacaran. Mending saya langsung masuk aja deh, boleh kan mbak?" ujar Niko merasa jadi nyamuk.


"Hahaha, kamu apaan sih Niko? Kita masuknya bareng aja sekalian aku panggil mama nanti, lagian Dewa juga mau pulang kok! Ini kan udah malam, kamu pulang ya mas?" ucap Vivi.

__ADS_1


"Ohh, jadi kamu ngusir aku nih? Jahat banget sih, masa pacar sendiri diusir?!" ujar Dewa.


"Gak gitu, aku cuma—"


"Hahaha, iya iya aku juga tahu kok! Tadi aku cuma bercanda sayang, kan aku sebelumnya juga udah bilang kalau mau pulang!" potong Dewa terkekeh.


"Ish, kamu mah bercanda mulu! Kapan seriusnya coba?" ujar Vivi agak kesal.


"Yaudah, jangan cemberut gitu ah! Aku pulang dulu, ya? Sekali lagi makasih sayang udah nemenin malam aku yang indah ini, sampai ketemu lagi besok!" ucap Dewa tersenyum.


"Iya, hati-hati ya mas!" ucap Vivi.


Dewa pun mendekat dan memeluk Vivi sembari mengusap rambutnya perlahan.


Cupp!


"Good night, sayang!" ucap Dewa.


"Night too, mas!" ucap Vivi.


"Bye sayang!" ucap Dewa.


"Iya, bye juga!" ujar Vivi.


Dewa melaju pergi dari sana dengan motornya, meninggalkan Vivi serta Niko yang masih berdiri disana memandangi motor Dewa.


"Mbak, aku lihat-lihat kamu itu serasi banget yo sama mas Dewa! Emang paling cocok deh, gak salah kalau kalian itu pacaran dan saling dekat satu sama lain!" ucap Niko tersenyum.


"Hahaha, bisa aja kamu! Yaudah yuk masuk, jangan kelamaan disini!" ucap Vivi.


"Iyo mbak," ucap Niko.


Vivi pun masuk ke dalam rumahnya bersama Niko, tak lupa pria itu membawa koper miliknya dan jalan beriringan dengan Vivi.


...•••...

__ADS_1


Disisi lain, Jessi dan Vivian masih terlibat perbincangan dengan Anika di ruang tamu rumah mereka. Ya Anika sangat tidak senang melihat pertengkaran antara putrinya dengan ponakannya itu, menurutnya seharusnya mereka memang tak saling bertengkar hanya karena masalah cowok.


Vivian sendiri memang masih merasa jengkel pada Jessi sang kakak sepupu, ia merasa Jessi sama sekali tak ada keinginan untuk mendukungnya dan malah lebih mendukung Vivi.


"Jessi, Vivian, kalian ini sebenarnya kenapa sih? Masa cuma karena lelaki, kalian bisa sampai bertengkar seperti ini?" ujar Anika bertanya.


Tak ada jawaban dari kedua gadis itu, mereka hanya diam menundukkan kepala karena merasa malu serta gugup tak mampu menjawab pertanyaan dari Anika.


"Hey, kenapa diam? Ayo bicara!" ucap Anika tegas.


"Eee jadi begini mah, aku itu sebenarnya gak ada masalah kok sama Vivian. Aku cuma pengen kasih tahu aja ke dia kalau merebut pacar orang itu gak baik, apalagi yang dia incar itu pacarnya sahabat aku sendiri mah!" jawab Jessi menjelaskan.


"Hah? Incar pacar orang gimana? Siapa emang yang kamu incar Vi?" tanya Anika terkejut.


"Enggak tante, itu gak benar! Aku cuma ngefans aja kok sama mas Dewa, kak Jes aja tuh yang lebay dan ambil kesimpulan sendiri!" elak Vivian.


"Hadeh, kamu masih gak mau ngaku ya? Aku tahu loh kamu bukan sekedar ngefans!" ujar Jessi.


"Jes, udah lah biarin aja! Siapa tahu Vivian itu emang benar cuma ngefans sama siapa tadi tuh, Dewa ya? Eh sebentar deh, ini maksudnya Dewa teman sekampus kamu itu Jes?" ucap Anika.


"Iya mama, Dewa itu sekarang udah jadi pacar Vivi sahabat aku. Makanya aku gak mau terjadi masalah nanti antara Vivian sama Vivi, kan agak gimana gitu kalo sepupu dan sahabat aku saling bertengkar karena cowok!" ucap Jessi.


"Ohh, ya wajar aja sih kalo Vivian emang ngefans sama Dewa. Dewa itu kan pemain timnas Indonesia yang ganteng, malah banyak juga kan yang ngefans sama dia?" ujar Anika membela ponakannya.


"Tuh kan, tante Nika aja dukung aku! Berarti kak Jes yang terlalu lebay!" ucap Vivian.


"Iya Vi, tapi kamu juga harus tetap ingat kalau Dewa sudah punya pacar! Yang artinya kamu gak boleh berharap lebih sama Dewa!" ucap Anika.


"Tuh dengerin!" timpal Jessi.


Vivian memalingkan wajahnya dengan sedikit kesal sembari memegangi dagunya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2