Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
Kepergok mama


__ADS_3

...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Yang bener? Lu udah dilamar sama Dewa? Wah selamat ya Vi, gue doain semoga hubungan lu dan Dewa langgeng terus sampai mau memisahkan! Terus juga semoga pernikahan lu cepat terlaksana ya, jangan lupa undang gue juga loh! Libatin gue dalam pernikahan lu, kan kita sohib!" ujar Jessi di dalam telpon.


Ya saat ini Jessi memang sedang telponan dengan Vivi alias sahabatnya, Vivi menceritakan mengenai momen bahagianya setelah dilamar oleh sang kekasih yakni Dewa.


"Oh iya iya, yaudah lu matiin aja telponnya! Gak enak juga gue jadi ganggu momen bahagia lu sama Dewa, eh ya titip salam buat Dewa ya! Sekalian lu doain gue supaya bisa cepat nyusul sama ayang Arhan, haha!" ucap Jessi masih di dalam telpon.


Sementara dari arah belakang, Vivian tak sengaja mendengar suara Jessi yang tengah menelpon.


Vivian penasaran kemudian mendekati Jessi.


"Kak Jes telponan sama siapa, ya?" gumamnya.


"Oke bye!" ucap Jessi mengucap selamat tinggal pada Vivi, lalu telpon pun terputus.


Tuuutttt...


Setelah telpon mati, Vivian maju mendekati Jessi untuk bertanya secara langsung pada sepupunya itu karena ia sangat penasaran.


"Kak, kak Jes abis telponan sama siapa?" tanya Vivian penasaran.


"Eh ada lu, ini loh gue ditelpon sama Vivi tadi. Katanya dia udah dilamar sama Dewa, hari ini mereka tunangan! Oh ya, kita juga diundang di nikahan mereka nanti!" jawab Jessi.


"Dilamar?" Vivian terkejut mendengarnya.


"Iya, lu kenapa? Kok kayak gak seneng gitu? Oh gue tau nih, pasti lu cemburu ya karena Vivi dilamar sama Dewa?" tanya Jessi.


"Hah? E-enggak kok, siapa yang cemburu? Aku tuh cuma kaget aja, karena mereka cepat banget udah lamaran. Aku kira mereka masih pengen pacaran dulu gitu," ucap Vivian mengelak.


"Oh gitu, yakin nih gak cemburu?" ledek Jessi.


"Ya enggak lah kak, ngapain juga aku cemburu coba? Aku kan udah bilang sama kak Jes, aku tuh cuma ngefans biasa aja sama kak Dewa. Bukan artinya aku suka dan pengen jadi pacarnya kak Dewa, kak Jes gak percayaan sih!" ujar Vivian.


"Ohh, iya deh iya yang gak cemburu. Tapi, bagus sih semoga beneran ya!" ucap Jessi tersenyum.

__ADS_1


"Iya kak, beneran kok! Oh ya, tadi kak Jes dipanggil sama tante Nika. Katanya suruh bantu-bantu beberes rumah biar lebih kinclong!" ucap Vivian.


"Ah masa iya?" tanya Jessi tak percaya.


"Iya kak, serius! Kalau gak percaya, yaudah kak Jes temuin aja tante Nika nya di dapur! Orang tadi tante Nika sendiri yang bilang sama aku, buruan sana sebelum dimarahin!" ucap Vivian.


"Huft, iya iya. Gak bisa ngeliat orang santai sebentar apa ya? Lagian ngapain coba pake beberes rumah lagi? Padahal kan waktu lebaran udah pernah, boros amat beberes mulu! Mending waktunya dipake buat ngerjain hal lain, ya kan Vi?" ujar Jessi.


"Eee iya aja deh biar kak Jes senang, yaudah kak aku mau ke depan dulu!" ujar Vivian.


"Yeh sialan lu! Gak boleh ke depan, ayo sini lu juga harus bantu gue beberes! Enak aja malah mau pergi, kan lu juga tinggal disini. Jadi, lu wajib ikut bantu gue beresin rumah!" ucap Jessi menahan Vivian.


"Hah? Ih kak, aku gak mau!" ujar Vivian.


"Dih dih, bilang apa itu? Gak mau? Ohh, mau nih jatah makannya dikurangin? Ingat Vi, lu kan makannya paling banyak disini!" ujar Jessi.


"Mana ada gitu? Aku aja cuma makan satu piring kok, kak Jes tuh yang banyak!" elak Vivian.


"Iya, satu piring satu piring. Semua orang juga kalo makan begitu Vi, udah ayo bantuin gue beberes jangan kabur!" paksa Jessi.


"Huh iya deh kak..."


...•••...


Disisi lain, Vivi juga masih bersama Dewa sehabis menelpon Jessi. Pria itu penasaran dan mendekati gadisnya untuk bertanya langsung, ia duduk di samping Vivi sembari melingkarkan tangan pada perut rata gadis itu lalu tersenyum dan mencolek pipinya, hal itu membuat Vivi kaget karena ia sedang fokus menatap layar ponselnya ketika Dewa datang.


Melihat ekspresi menggemaskan Vivi, Dewa jadi makin ingin mencubit pipi gadis itu dan menciumi lehernya. Akan tetapi, Vivi yang risih mencoba untuk mendorong tubuh Dewa agar menjauh karena ia khawatir Yolita sang mama melihat kejadian itu dan berpikir yang tidak-tidak, biar gimanapun mereka masih belum sah menjadi suami-istri.


"Mas Dewa, jangan gini ah! Kalau dilihat mama gimana? Aku pasti bakal dimarahin, lagian kamu ngapain sih tiba-tiba datang terus peluk aku kayak gini?" ujar Vivi jengkel.


"Iya sayang, maaf! Abisnya kamu gemesin banget sih, bikin aku jadi pengen cium kamu terus! Oh ya, ngomong-ngomong kamu abis telpon siapa tadi sayang? Baru ditinggal sebentar, udah langsung telponan sama orang lain aja!" ujar Dewa.


"Ohh, itu tadi Jessi, mas. Dia bilang katanya Vivian tinggal disini selamanya," ucap Vivi.


"Hah? Vivian sepupunya Jessi itu pindah kesini dan gak balik lagi ke Jakarta gitu maksud kamu?" tanya Dewa terkejut.

__ADS_1


"Iya mas, kenapa? Seneng ya?" ujar Vivi.


"Biasa aja, ngapain juga harus senang? Aku kan cuma kaget aja sayang, kenapa gitu dia malah pindah kesini? Padahal di Jakarta itu kan udah bagus, malah balik ke kampung!" ucap Dewa.


"Mas, sebagus-bagusnya Jakarta itu masih lebih bagus kalau kita tinggal bersama keluarga dan saudara kita. Karena kumpul bareng itu seru loh mas, buktinya kamu senang kan pas tahu ibu kamu pulang?" ucap Vivi.


"Iya iya sayang, yaudah sekarang kita jalan-jalan ke luar yuk!" ujar Dewa.


"Hadeh, kamu kok jalan-jalan mulu sih yang dipikirin mas? Aku capek tau, ini kan aku juga harus bantu mama beberes!" ucap Vivi.


"Oh iya ya, maaf maaf!" ujar Dewa.


"Aku juga senang sih jalan sama kamu, tapi jangan keseringan! Apalagi sekarang kan kita baru abis lamaran, besok-besok lagi aja ya mas sayang?" bujuk Vivi sambil tersenyum manis.


Dewa tersenyum melihat senyuman di wajah Vivi, ia mencolek dagu gadis itu lalu mengendus lehernya seperti yang tadi ia lakukan. Kali ini Vivi membiarkan karena ia juga merasa nyaman, apalagi saat Dewa mencium pipinya cukup lembut.


"Mas, kapan kamu mau tentuin tanggal pernikahan kita?" tanya Vivi.


"Eee terserah deh, aku mah ngikut apa kata orang tua kita aja! Mau tanggal berapapun yang penting kita bisa nikah, iya kan?" ucap Dewa.


"Iya juga sih," ucap Vivi tersenyum.


Disaat mereka tengah asyik bermesraan, rupanya Yolita muncul dari belakang mereka dan tak sengaja melihat kejadian itu dengan mata kepalanya yang membuat Yolita geleng-geleng.


"Dewa, Vivi!" tegur Yolita.


Sontak sepasang kekasih itu terkejut dan menoleh, mereka reflek menjauh saat melihat Yolita disana.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|••|...


__ADS_1


...Selamat hari raya idul Fitri, bagi kalian yang merayakan!🥰❤️...


...Mohon maaf lahir dan batin ya🙏🙏...


__ADS_2