Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
Kemenangan


__ADS_3

...❤️❤️❤️❤️❤️...


Hari-hari telah berlalu, kini tibalah saatnya bagi Dewa serta tim PSIS untuk kembali bertanding melawan salah satu club kuat dari kota Makassar, yakni PSM. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Dewa akan bermain di kandang dan tentunya mendapat banyak dukungan langsung dari para suporter tuan rumah yang hadir disana, bahkan termasuk Vivi pacarnya.


Ya Vivi datang bersama Shannon ke stadion untuk menyaksikan Dewa bertanding, memang Shannon masih agak kecewa setelah mengetahui Vivi dan Dewa berpacaran, namun Shannon tetap ingin berusaha untuk mendekati Dewa dan siapa tahu ia bisa merebut Dewa dari Vivi, terlebih saat ini Egy sang kekasih juga sedang berada di luar negeri.


"Non, lu kok tumben pake baju PSIS yang gak ada nama Dewa nya? Biasanya kalau nonton PSIS tanding, pasti baju yang lu pakai tuh ada nomor punggung sama nama Dewa!" tanya Vivi.


"Eee iya nih, gue gak enak aja sama lu Vi! Sekarang kan lu udah jadi pacarnya Dewa, yakali gue pakai baju Dewa di depan lu! Nanti yang ada lu cemburu lagi terus salah paham, gue kan gak mau ada keributan diantara kita!" jawab Shannon.


"Oalah ngono toh alasannya, harusnya mah gapapa Shannon! Gue kan juga tahu lu cuma ngefans sama mas Dewa, gue gak mungkin marah lah sama lu!" ucap Vivi tersenyum.


"Udah biarin aja Vi, lain waktu baru deh gue pake baju yang ada nama Dewa nya lagi!" ucap Shannon.


"Oh gitu, yaudah yuk kita langsung masuk aja! Ini kan tiketnya udah kita beli, tinggal discan deh terus kita bisa nonton PSIS tanding!" ucap Vivi.


"Iya, ayo!" ucap Shannon.


Disaat mereka hendak melangkah memasuki stadion tersebut, tiba-tiba saja suara teriakan muncul.


"Vivi, Shannon, tunggu!"


Sontak Vivi dan Shannon pun menoleh ke belakang untuk memastikan siapa yang memanggil mereka, rupanya itu adalah suara dari Jessi serta Vivian yang juga ikut datang kesana menyaksikan pertandingan PSIS melawan PSM Makassar.


"Loh Jes, kok lu disini? Katanya tadi lu gak mau ngikut, kenapa bisa tiba-tiba ada disini?" tanya Vivi keheranan.


"Eee hehe, iya nih tadinya emang gue males. Tapi, gue baru inget kalau hari ini pertandingan terakhir ayang Arhan sebelum dia berangkat ke Jepang. Makanya gue mau nonton deh," jawab Jessi nyengir.


"Ya ampun, jadi karena Arhan?" ucap Vivi geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Iya, sumpah deh gue sedih banget my Arhan mau pergi ke Jepang! Kenapa sih dia gak tinggal disini aja gitu main buat PSIS sampai tua? Kalo kayak gini kan gue jadi gak semangat lagi buat dukung PSIS," ucap Jessi bersedih.


"Sabar Jes! Namanya juga pemain bola, mereka itu mau ningkatin skill mereka dengan cara main di luar negeri, Jes! Kalau terus stay disini, gimana mereka mau berkembang coba? Lu tenang aja, gak ada Arhan tapi kan masih ada pemain-pemain PSIS lain yang bisa lu idolain!" ucap Vivi.


"Ah gak mau! Nanti gue beralih jadi pendukung tim Jepang aja deh, biar bisa lihat my Arhan!" ucap Jessi sambil tersenyum renyah.


Vivi pun hanya bisa geleng-geleng kepala dengan tingkah dari Jessi itu, sampai pada akhirnya ia baru tersadar kalau sahabatnya itu membawa seorang gadis cantik di sampingnya.


"Loh, dia siapa Jes? Gue baru lihat dia perasaan," tanya Vivi penasaran.


"Ah iya, kenalin ini sepupu gue. Dia namanya Vivian, baru datang dari Jakarta kemarin. Ayo Vi, kenalan dulu sama temen gue! Nah, dia ini namanya Vivi yang udah pernah gue ceritain itu!" ucap Jessi mengenalkan Vivi pada Vivian.


"Hah? Nama kita mirip-mirip ya?" ujar Vivi kaget.


"Iya nih kak, salam kenal ya!" ucap Vivian.


"Jadi ini pacarnya Dewa? Dih, cantikan gue kemana-mana! Kalau begini sih mudah buat gue rebut Dewa dari dia, 50 persen dari gue aja gak ada!" gumam Vivian dalam hati.




Singkat cerita, pertandingan telah usai dengan kemenangan tim PSIS atas tim PSM. Skor akhir adalah 3-0 untuk kemenangan telak tim PSIS, ya dua gol dicetak Dewa dan yang satu lagi dicetak oleh Arhan melalui titik penalti. Tentunya rekan-rekan satu tim PSIS sengaja memberikan penalti itu untuk Arhan sebagai gol terakhirnya di tim sebelum ia akan berangkat ke Jepang.


Seluruh pemain beserta para staf serta tim pelatih, memberikan selamat pada Arhan yang mendapat tawaran bermain di Jepang. Mereka juga melakukan salam perpisahan karena akan berpisah dalam waktu yang cukup lama.


Semua disana bersedih, termasuk tentunya Dewa karena Arhan adalah teman baiknya.


"Han, gue sedih banget sih pas lu bilang mau pergi ke Jepang. Tapi, gue juga senang dan bangga karena lu bisa main disana dan kembangin karir lu! Gue harap lu bisa semakin gacor ya!" ucap Dewa.

__ADS_1


"Aamiin, makasih ya Wa! Gue juga bakal doain lu semoga lu bisa cepat nyusul gue main di luar negeri, cita-cita lu mau kain di Real Madrid kan? Nah, latihan terus ya bro gue yakin lu pasti bisa wujudin mimpi lu itu!" ucap Arhan sembari menepuk pundak Dewa.


"Iya, aamiin semoga aja deh! Tapi, untuk sekarang ini gue mau fokus bantu PSIS masuk lima besar dulu. Abis itu baru deh gue pikiran yang lain," ucap Dewa.


"Nah cakep tuh! Yaudah semangat terus ya!" ucap Arhan.


"Pasti!" Dewa mengangguk sambil tersenyum lalu menepuk-nepuk bahu sahabatnya.


Setelah itu, mereka semua pergi ke luar dari stadion untuk pulang ke tempat tinggal masing-masing karena pertandingan telah usai. Semua pemain tampak bergembira merayakan kemenangan hari ini, biarpun mereka harus berpisah dengan Arhan.


Saat keluar dari stadion, mereka semua langsung disambut meriah oleh para suporter yang hadir. Bahkan poster wajah Arhan terpampang dimana-mana.


Jessi serta teman-temannya yang ada disana pun ikut mendekat untuk menemui Arhan.


"Arhan, kamu sehat-sehat ya di Jepang nanti! Aku pasti bakal selalu doain kamu kok dari sini, dan akan selalu tunggu kamu pulang!" ucap Jessi tersenyum.


"Eee iya, makasih Jes!" ucap Arhan singkat.


Sementara Vivian terus mengarahkan pandangan ke wajah Dewa yang membuatnya tergila-gila, ia ingin sekali menghampiri Dewa disana, namun kehadiran Vivi sang kekasih dari si pria membuat Vivian mengurungkan niatnya itu.


"Mas Dewa, selamat ya kemenangannya!" ucap Vivi mendekati kekasihnya sambil tersenyum.


"Makasih sayang!" ucap Dewa.


Seluruh pemain serta suporter kompak menyanyikan lagu yel-yel kebanggaan tim PSIS, bahkan mungkin suara mereka sampai serak dan habis.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2