Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
Salah orang


__ADS_3

...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Kamu mau gak jadi pacar aku?" ucap Della.


"Byuurr..." Arhan menyemburkan minuman dari dalam mulutnya itu ke arah wajah serta baju Della.


Sontak Della memejamkan mata dan tak menyangka bisa disembur oleh pria yang disukainya itu kali ini.


Arhan pun masih belum bisa mengerti maksud dari perkataan wanita di depannya itu, ia tak mengira Della bisa seberani itu dan mengungkapkan perasaannya kepada Arhan secara langsung. Kini Arhan tampak kebingungan dan tak tau harus menjawab apa pada Della, ia tidak ingin membuat Della sakit hati atau memutuskan harapannya.


Namun, tentunya Arhan juga tak mungkin menerima cinta Della karena ia sama sekali tidak menyukai gadis tersebut walau sedikit. Arhan pun sedang tidak ingin memikirkan soal cinta, ia hanya fokus pada karir sepakbolanya yang sebentar lagi akan terus berkembang dengan kontrak dari club Jepang. Ya walau Arhan belum memiliki keputusan apa-apa terkait tawaran club Jepang tersebut, ia masih harus berpikir dan berunding sejenak dengan keluarganya.


"Della, kamu serius ngomong begitu? Kamu tembak saya?" tanya Arhan terheran-heran.


"Iya Arhan, udah dari lama loh aku memendam perasaan sama kamu. Cinta aku ke kamu ini tulus, kamu jangan kecewakan aku ya!" jawab Della tersenyum sembari menggenggam tangan Arhan.


"Eee maaf Della! Aku harus pergi sekarang, ya? Masih ada urusan lain yang harus aku urus sekarang ini, maaf banget aku gak bisa lama-lama!" ucap Arhan menarik tangannya lalu bangkit dari kursi dan berniat pergi meninggalkan Della.


"Loh Arhan, tunggu dulu dong! Sebentar aja, kamu jawab dulu pertanyaan aku tadi! Kamu mau jadi pacar aku atau enggak Arhan?" ucap Della.


"Della, maaf ya! Tapi, aku harus pergi sekarang dan udah gak ada waktu lagi buat aku! Kita bahas ini lagi lain kali, ya? Permisi...." ucap Arhan tetap kekeuh untuk pergi dari sana meninggalkan Della.


Arhan yang bingung harus menjawab apa, akhirnya memutuskan untuk pergi saja dari sana meninggalkan Della yang sebenarnya masih penasaran dengan jawaban Arhan. Ya Della pun tampak cemberut lantaran Arhan pergi begitu saja meninggalkan dirinya, padahal ia sangat berharap Arhan mau memberi kepastian padanya.


Setelah Arhan pergi, Della pun kembali duduk disana dengan raut wajah cemberut dan menghabiskan minuman yang ia pesan tadi supaya tidak mubazir karena sudah terlanjur dibayar. Della masih belum bisa tenang saat ini karena Arhan belum menjawab pertanyaan darinya tadi, bahkan Arhan justru langsung pergi darinya tak lama sesudah ia mengungkapkan isi hatinya kepada Arhan.


"Hiks hiks, hidup gue kenapa gini amat ya? Perasaan susah banget buat gue dapetin cowok yang gue mau, haish kapan sih cobaan ini berakhir?" ucap Della sembari mengetuk-ngetuk meja.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, ada seorang lelaki yang menghampirinya dan menutup matanya dari belakang bermaksud memberi kejutan pada gadis yang tengah duduk disana itu. Della pun terkejut lantaran ia tengah melamun sedari tadi, ia tak tahu siapa yang menutup matanya dari belakang secara diam-diam seperti ini.


"Ini siapa...??" tanya Della gelagapan plus panik.


Laki-laki itu hanya tersenyum renyah menyaksikan reaksi dari Della, ia sengaja tak berbicara dan menunggu sampai Della tau siapa dirinya lalu barulah ia akan menampakkan wujudnya di hadapan Della saat itu. Tangan Della mulai meraba punggung tangan pria tersebut untuk coba mengenali siapa yang sudah menutup matanya seperti ini.


"Eee Arhan? Ini kamu ya? Duh, kamu romantis banget sih pake segala pura-pura pergi terus balik lagi buat ngasih kejutan ke aku! Udah dong, buka ya tangan kamu!" ucap Della.


Degg...


Seketika hati pria itu hancur lantaran yang disebut oleh Della adalah Arhan bukan dirinya.


"Della kok nyebut nama Arhan sih?" batinnya.


...•••...


Sementara Vivi sendiri masih merasa jengkel pada Dewa yang tak ada niat serius mengajaknya menjalin hubungan lebih dari seorang teman, padahal ia sangat berharap akan hal tersebut. Vivi pun mengira kalau Dewa tidak memiliki rasa apapun padanya dan hanya menganggap ia sebagai teman biasa, sehingga kini Vivi masih terus saja cemberut.


"Vi, kamu ini kenapa toh? Daritadi pas kita selesai ngerjain tugas, sampe sekarang kamu juga masih aja cemberut kayak gitu. Kamu ada masalah atau apa sih Vivi? Cerita dong!" ucap Dewa.


"Gak ada kok, aku cuma masih pusing sama tugas. Udah kamu gausah khawatir kayak gitu, toh aku juga cuma teman kamu kan?!" ucap Vivi.


"Ya justru itu! Karena kamu teman aku, jadinya aku khawatir sama kamu kalau ngeliat kamu cemberut terus kayak gini. Makanya kamu jangan cemberut terus dong, senyum gitu yang manis!" ujar Dewa sembari mencubit pipi gadis di sampingnya.


"Gak dulu deh, aku lagi males senyum!" ucap Vivi singkat tanpa ekspresi.


Tak lama kemudian, mereka berpapasan dengan Jessi serta Shannon dari arah yang berlawanan dan mereka pun terpaksa berhenti sejenak untuk meladeni kedua gadis tersebut.

__ADS_1


"Wih, pada mau kemana nih?" tanya Jessi.


"Kita mau ke mall," jawab Dewa tersenyum.


"Hah? Ih asik banget! Kita berdua boleh ikut enggak sama kalian ke mall?" tanya Jessi.


"Boleh banget kok! Yuk ikut aja!" jawab Vivi.


"Ah serius?" tanya Jessi memastikan.


Vivi manggut-manggut tanda iya. Dewa justru cemberut dan tampak tak senang dengan jawaban Vivi barusan yang membiarkan temannya untuk ikut dengan mereka, padahal Dewa ingin berduaan dengan gadis yang mulai ia sukai itu dan sekarang rencananya akan gagal setelah Jessi serta Shannon meminta ikut pada mereka.


"Yeay asik!! Kalo gitu ayolah kita ke mall sekarang, mumpung gue gak ada kelas!" ujar Jessi.


"Iya Vi, kita belanja-belanja disana sambil main! Beuh pasti seru banget deh!" timpal Shannon.


"Boleh, yaudah yuk kita jalan!" ucap Vivi.


Vivi melepaskan diri dari genggaman Dewa dan menghampiri kedua temannya, mereka bertiga pun jalan lebih dulu meninggalkan Dewa yang masih mematung disana seperti tak ada semangat.


"Ini kok jadi kayak gini ya...??" gumam Dewa di dalam hati sembari menggaruk dahinya.


Akhirnya Dewa berjalan pelan menyusul ketiga gadis tadi dengan perasaan jengkel, ingin sekali rasanya ia memberi bogem pada siapapun yang lewat di dekatnya karena perasaan kesal yang sedang ia rasakan saat ini.


"Aaarrgghh!!" Dewa kesal sendiri.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2