
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Dewa dan Vivi berjalan keluar mall berdua sambil bergandengan tangan, Dewa berniat mengajak gadis di sampingnya itu untuk pergi jalan-jalan ke tempat lain hanya berdua. Namun, Vivi nampaknya masih tidak tega meninggalkan dua sahabatnya di dalam sana dan terus saja menoleh ke belakang mencari Jessi serta Shannon karena kasihan pada mereka.
Dewa yang sudah terlanjur tak tahan lagi, tetap mengajak Vivi pergi dari mall tersebut dan mencari tempat lain yang dijadikan olehnya untuk berduaan dengan Vivi. Memang Dewa juga merasa sakit hati lantaran Vivi terus cuek dan mengacuhkan dirinya ketika ada Jessi dan Shannon, sehingga kini ia terpaksa mengajak Vivi pergi dari mall tersebut.
"Mas, kamu tuh mau bawa aku kemana sih? Tadi katanya cuma mau cari tempat berduaan disini, terus kenapa sampe keluar mall segala? Gimana sama Jessi dan Shannon kalau mereka cariin aku, mas?" tanya Vivi protes pada Dewa.
"Udah, kamu diam aja Vivi! Nurut aja dan ikut sama aku! Aku gak akan bawa kamu kemana-mana kok, aku cuma mau berduaan aja sama kamu tanpa ada yang ganggu!" tegas Dewa.
"Tapi mas, mereka itu teman-teman aku loh! Nanti apa kata mereka kalau tau aku udah tega ninggalin mereka di mall, padahal tadi aku yang ajak mereka kesini mas! Aku gak enak lah kalau tiba-tiba tinggalin mereka gitu aja tanpa kabar, minimal sekarang kamu biarin aku kirim pesan ke mereka dulu!" ucap Vivi.
"Haish, kamu ini bawel banget ya ternyata! Oke, yaudah silahkan! Kamu boleh kok kirim sms ke Jessi atau Shannon!" ucap Dewa dengan raut kesal.
Ya pada akhirnya Dewa terpaksa melepas gandengannya dari tangan Vivi dan membiarkan gadis itu mengabari teman-temannya lebih dulu, walau ia sangat tak menyukai itu.
Sesudah selesai mengabari Jessi, Vivi kembali menatap wajah Dewa yang tampak kesal itu sambil tersenyum berusaha menggodanya. Vivi bahkan memegang wajah Dewa dan membuat pria itu menoleh ke arahnya, Vivi langsung saja menggandeng tangan Dewa dan menaruh wajahnya pada bahu pria itu agar Dewa tidak marah padanya.
"Udah ngabarin teman kamunya?" tanya Dewa sembari mencengkeram dagu Vivi.
"Udah kok, sebentar kan? Kamu gak perlu jutek kayak gitu lah mas, toh aku juga cuma kabarin teman bukan pacar apalagi suami!" ucap Vivi sambil tersenyum meledek Dewa.
__ADS_1
Seketika Dewa langsung memalingkan wajah menahan malu akibat ledekan dari Vivi.
"Mas, kamu jadi gak bawa aku pergi dari mall ini? Katanya mau berduaan sama aku di luar, kalau gak jadi aku balik lagi nih ke dalam!" tanya Vivi.
"Ya jadilah! Yuk!" jawab Dewa singkat.
Akhirnya tanpa berlama-lama lagi, Dewa pun menarik tangan Vivi dengan cepat dan membawa gadis itu menuju tempat parkir untuk pergi dari mall tersebut dan mencari tempat yang nyaman bagi mereka untuk bisa berduaan tanpa ada pengganggu seperti ketika di mall itu, ya Dewa memang ingin segera menyatakan cintanya pada Vivi saat ini.
"Aku akan tembak kamu Vi, hari ini dan gak akan ada yang namanya penundaan! Aku gak perduli apa jawaban kamu nantinya, yang pasti aku udah lega karena aku berani ungkapin itu!" batin Dewa.
Sementara Vivi masih merasa heran dengan sikap Dewa yang berubah drastis itu, ia tak mengira Dewa bisa seposesif itu padanya. Bahkan untuk sekedar mengabari temannya saja, Dewa sampai marah dan tidak memberi izin padanya untuk melakukan itu.
"Dewa tuh kenapa, ya? Perasaan sebelumnya dia masih normal-normal aja deh," batin Vivi heran.
Disisi lain, Arhan yang sudah siap untuk berangkat latihan harus terpaksa mengurungkan niatnya itu lantaran ibunya terus saja memaksa ia untuk berbincang sejenak dengan Angie. Ya Arhan tak mungkin tega membangkang pada permintaan sang ibu, karena ia sangat menyayangi ibunya tersebut dan tak mau menjadi anak yang durhaka pada ibu.
Akhirnya Arhan terpaksa meladeni Angie yang juga masih setia menunggu di ruang tamu, Arhan duduk di sofa samping gadis itu ditemani oleh sang ibu yang juga ikut berbincang. Ya Laswi alias ibu dari Arhan itu terus berupaya membuat Arhan dekat dengan Angie, karena menurutnya anak seusia Arhan sudah harus mulai memikirkan calon istrinya kelak.
"Nah nak Angie, sekarang kamu ngobrolnya ditemenin sama Arhan ya? Tante mau ke belakang dulu bikin minuman. Arhan, kamu temani Angie dan jangan cuekin dia ya!" ucap Laswi.
"Iya Bu," ucap Arhan singkat tanpa ekspresi.
__ADS_1
"Makasih ya tante!" ucap Angie tersenyum senang karena ia berhasil berbincang dengan Arhan.
Setelah Laswi pergi dari sana, Angie dengan cepat berpindah posisi duduk menjadi lebih dekat dengan Arhan dan terus saja memandangi wajah tampan lelaki tersebut. Angie tersenyum sembari menaruh dua telapak tangan pada dagunya bermaksud menggoda Arhan, namun pria itu sama sekali tak tergoda dan justru merasa jijik dengan tingkah Angie.
"Kamu ngapain sih? Katanya mau ngobrol sama aku, terus kenapa malah senyum-senyum gak jelas kayak gitu? Kalau emang gak ada yang mau kamu obrolin sama aku, yaudah aku pergi latihan dulu sekarang! Udah telat loh ini, gara-gara ladenin kamu!" ucap Arhan mulai kesal dengan tingkah Angie.
"Eh maaf Arhan! Aku gak bermaksud bikin kamu telat latihan kok, kan lagian aku juga gak maksa kamu buat mau bicara sama kamu! Tapi, ibu kamu tadi yang paksa-paksa kamu kan?" ucap Angie.
"Huft, yaudah sekarang mau kamu apa?" tanya Arhan.
"Jangan jutek begitu dong Arhan! Aku mau kita ngobrol santai aja, kayak teman pada umumnya gitu! Kamu gausah takut, aku bakal tetap bersikap biasa kok gak terlalu mencolok buat godain kamu walau emang aku pengen banget!" ucap Angie tersenyum.
"Haish, udah deh langsung aja mulai ngomong! Aku gak ada waktu lama-lama buat ladenin omong kosong kamu itu Angie, masalahnya ini aku udah harus latihan!" ucap Arhan sangat kesal.
"Iya iya Arhan, sabar dong! Gini aja deh, gimana kalo aku ikut temenin kamu latihan sore ini? Kan aku belum pernah tuh ikut ke tempat latihan kamu, boleh kan Arhan? Aku cuma mau temenin kamu kok, aku janji deh gak akan berbuat macam-macam disana! Apalagi bikin malu kamu, please boleh ya?!" ucap Angie merengek minta ikut ke tempat latihan Arhan.
"Hah? Duh, ngapain sih Angie? Mending kamu pulang aja deh sana! Di tempat latihan ku itu, isinya cowok semua gak ada ceweknya! Nanti yang ada kamu bosen loh, mending jangan!" ucap Arhan.
"Gapapa kok, aku kan emang mau lihat kamu latihan Arhan bukan mau ngerumpi sama cewek!" ucap Angie tersenyum genit.
Arhan mendengus sembari menepuk jidatnya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...