
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Dewa dan Vivi sedang makan bersama di sebuah angkringan dekat stadion, tentu sebagai perayaan atas kemenangan tim PSIS melawan PSM sore tadi dan Dewa berhasil mencetak dua gol. Vivi pun sangat senang karena akhirnya ia dapat kembali melihat pacarnya mencetak gol, bahkan Dewa memberikan selebrasi khas untuknya.
Mereka tidak hanya berduaan disana, karena ada Arhan serta Jessi juga dan Vivian. Ya minus Shannon yang lebih memilih pulang karena tak tahan jika harus melihat kemesraan Dewa dan Vivi dengan mata kepalanya sendiri, sedangkan Vivian justru memang ingin ikut bersama mereka agar ia bisa mencuri-curi pandang ke arah Dewa.
"Sayang, makasih ya hari ini kamu udah temenin aku pertandingan! Gara-gara ditonton dan disemangati sama kamu, Alhamdulillah akhirnya tim kita bisa menang deh lawan Makassar!" ucap Dewa.
"Bucin lu Wa! Pantes aja kemarin kita gak bisa menang pas main di Papua, karena Vivi gak dukung lu langsung kan?" ujar Arhan.
"Hahaha, ya enggak juga lah bro! Itu kan tadi cuma kalimat penyemangat aja buat Vivi, supaya dia senang dianggap berjasa dalam kemenangan PSIS hari ini. Ah lu mah gak ngerti sih bro soal begituan, makanya pacaran dong sama Jessi!" ucap Dewa.
"Iya, gue setuju banget tuh! Ayolah ayang Arhan, kita resmiin aja hubungan kita ya?!" ucap Jessi.
"Hah? Gak akan!" ujar Arhan singkat.
Arhan pun membuang muka dan kembali melanjutkan memakan makanan di piringnya, sedangkan Jessi tampak cemberut karena gagal lagi membujuk Arhan kali ini.
"Sabar ya Jes! Arhan butuh waktu doang itu buat bisa terima lu, tunggu aja sabar nanti juga indah pada waktunya!" ucap Vivi menyemangati sohibnya.
"Iya Vi, gue mah selalu sabar!" ujar Jessi.
"Hahaha, kak Jes suka sama kak Arhan?" celetuk Vivian bertanya sambil tertawa.
"Iya, kenapa lu ketawa?" ujar Jessi kesal.
"Ih meni galak pisan! Sabar atuh kak, aku kan cuma nanya sama kak Jes. Kalau emang kak Jes suka sama kak Arhan, buruan pepet terus sebelum kak Arhan berangkat ke Jepang!" ucap Vivian.
"Gak perlu lu kasih tahu, Vian! Gue juga udah tahu kalau soal itu mah, tapi masalahnya ayang Arhan ini gak mau kalo dipepet terus sama gue!" ucap Jessi.
"Ya jelas gak mau lah! Gue ini masih mau fokus sama karir, nanti kalo udah campur aduk sama cewek yang ada bisa bikin karir gue meredup. Makanya gue gak mau mikirin soal cewek dulu, kalo lu beneran suka sama gue, yaudah tunggu aja sampe nanti gue balik lagi ke indo!" ucap Arhan.
"Serius ayang? Pasti dong, aku bakal selalu tunggu kamu sampe balik kesini Arhan!" ucap Jessi.
"Gausah panggil ayang ayang deh, jijik gue!" ujar Arhan menjauh dari Jessi.
"Hahaha, parah lu bro!" ujar Dewa tertawa.
Suasana disana pun semakin meriah dengan tingkah Jessi dan Arhan, ditambah Vivian juga mulai berani melakukan gerakan-gerakan sensual untuk menggoda Dewa si pria yang ia sukai.
__ADS_1
Melihat tingkah Vivian yang seperti itu, Vivi pun sadar kalau ada yang tidak beres dari gadis tersebut. Ya Vivi merasa jika Vivian memiliki rasa pada kekasihnya dan ia langsung saja reflek mendekati Dewa agar membuat Vivian cemburu.
"Mas, ini kamu mau cobain makanan punya aku gak? Enak loh mas, sini deh aku suapin!" ucap Vivi.
"Oh, boleh boleh. Tapi, kamu hati-hati ya suapin akunya! Jangan sampe bikin para jomblo ini pada iri sama kita!" ucap Dewa terkekeh kecil.
"Yeh dia malah bawa-bawa jomblo!" ujar Arhan.
"Tenang aja ayang Arhan! Kan ada aku disini, aku bisa kok suapin kamu!" ucap Jessi tersenyum genit.
"Ogah!" ujar Arhan singkat.
•
•
Singkat cerita, Dewa dan Vivi yang hendak pulang tiba-tiba malah dicegat oleh Vivian yang ikut menyusul mereka ke tempat parkir motor. Ya Vivian dengan sangat berani menemui Dewa serta Vivi seorang diri tanpa ditemani Jessi, tentu saja hal itu membuat Vivi geram dan semakin yakin kalau ada yang tidak beres dengan gadis tersebut.
Namun, Dewa hanya diam saja tak menggubris kelakuan Vivian karena ia takut akan membuat Vivi gadisnya cemburu. Biarpun begitu, Vivian tetap tak menyerah karena ia ingin sekali mendekati Dewa bagaimanapun caranya. Ya Vivian sudah terlalu terpesona pada Dewa dan tak bisa melupakan pria itu begitu saja, walau ia tahu Dewa sudah memiliki seorang kekasih yang tak lain ialah Vivi.
"Kak Dewa, tunggu!" ucap Vivian menahan sepasang kekasih yang sudah bersiap pergi itu.
"Umm, kak Dewa udah mau pulang ya?" ucap Vivian sambil tersenyum manis.
"Iya, kenapa ya?" Dewa kebingungan.
"Eee ini aku punya sesuatu buat kak Dewa, aku harap kak Dewa bisa suka ya?!" ucap Vivian menyerahkan sebuah kotak yang sudah dihiasi pita.
"Loh ini apa?" tanya Dewa terheran-heran.
"Ada deh, itu spesial buat kak Dewa dari aku. Anggap aja sebagai hadiah karena kak Dewa udah cetak dua gol di pertandingan tadi, aku juga ngefans banget loh sama kak Dewa!" jawab Vivian tersenyum.
"Ohh, makasih ya! Tapi, kayaknya aku gak perlu deh dikasih hadiah kayak gini!" ucap Dewa menolak.
"Kenapa kak?" tanya Vivian.
"Ya karena aku cetak gol juga dari kerjasama tim, bukan individual. Gak enak rasanya kalau aku terima hadiah dari kamu, sedangkan yang lain enggak!" ucap Dewa memberi alasan palsu.
"Eee tapi ini aku tulus kasih hadiah buat kak Dewa, aku buatnya susah payah loh kak!" ucap Vivian.
__ADS_1
"Maaf ya Vivian! Kamu kasih aja ke orang lain deh ya, misalnya Arhan atau mungkin pemain PSIS lainnya!" ucap Dewa.
"Yaudah deh kak," ucap Vivian pasrah.
Vivi pun tersenyum melihat bagaimana cara Dewa menanggapi Vivian, walau ia masih agak cemas dan takut kalau gadis itu nantinya tetap terus mendekati Dewa ketika ia tidak ada bersamanya.
Tak lama kemudian, Jessi muncul dan berhenti tepat di depan mereka. Ia tampak heran melihat Vivian tengah memegang sebuah kotak hadiah, karena sebelumnya Vivian memang tidak membawa apapun ketika pergi bersamanya.
"Loh Vi, itu hadiah buat siapa?" tanya Jessi heran.
"Eee buat kak Dewa, tapi ditolak. Padahal aku udah buat ini sepenuh tenaga loh kak, eh kak Dewa nya gak mau terima!" jawab Vivian cemberut.
"Ya ampun Vi, lu ngapain sih pake kasih kayak gitu segala buat Dewa? Udah ya, jangan pernah begitu lagi! Kalau lu mau kasih hadiah, ya kasih aja ke gue jangan Dewa!" ucap Jessi.
"Iya kak,"
Dewa tersenyum sembari merangkul Vivi, hal itu tentu saja membuat Vivian merasa terbakar api cemburu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...Vivi ini...
...Atau...
...Vivi yang ini...
...•...
__ADS_1
Kalau kalian jadi Dewa, pilih yang mana guys?