
...❤️❤️❤️❤️❤️...
2 bulan kemudian...
Kompetisi liga telah selesai, Dewa diliburkan selama beberapa Minggu untuk bisa berkumpul bersama keluarganya. Ya waktu libur ini ia manfaatkan untuk mengikat sosok kekasih yang sangat ia cintai, yakni Vivi yang memang selalu mendukungnya dimanapun dan kapanpun.
Dewa bersama kedua orangtuanya itu pergi ke rumah Vivi dan melamar gadis itu secara resmi di hadapan Yolita serta Niko, Dewa telah membawa serta cincin spesial yang akan ia lingkarkan di jari manis kekasihnya saat itu juga.
Dewa menyatakan perasaan cintanya dan berjanji akan menyayangi Vivi untuk selamanya di hadapan orang-orang yang hadir disana, hal itu membuat Vivi merasa tersipu sekaligus senang karena akhirnya ia bisa dilamar secara resmi oleh Dewa sang kekasih yang juga ia cintai dan sayangi itu.
Setelah selesai melingkarkan cincin pada jari sang kekasih, kini Dewa mengajak Vivi gadisnya itu pergi ke luar untuk mengobrol sejenak.
"Mas, aku mau tanya deh sama kamu. Sebenarnya kenapa kamu pengen buru-buru lamar aku kayak gini? Bukannya kamu pernah bilang ya, kalau kamu pengen fokus karir dulu?" tanya Vivi heran.
"Eee ada alasannya sayang, yang pertama aku itu cemburu ngeliat kamu dan Marsel cukup dekat! Aku gak mau aja dia rebut kamu dari aku!" jawab Dewa.
"Terus, yang kedua?" tanya Vivi penasaran.
"Gak ada yang kedua sayang, cuma itu aja alasan aku lamar kamu sekarang!" ucap Dewa.
"Lah terus kenapa kamu bilang yang pertama tadi kalo gak ada yang kedua?" tanya Vivi heran.
"Hahaha, ya suka-suka aku lah!" ujar Dewa tertawa.
Vivi geleng-geleng kepala, Dewa meraih dua tangan gadisnya lalu menatap cincin yang melingkar disana dan mengecupnya lembut.
"Cincin ini jadi tanda sayang aku ke kamu. Dimana pun dan kapanpun, kamu harus tetap pakai cincin ini! Kamu gak boleh melepas cincin ini walau sedetik pun, harus dipakai terus!" ucap Dewa.
"Iya mas, tenang aja! Aku kan juga menghargai pemberian kamu, pasti aku pake terus kok!" ujar Vivi.
Dewa tersenyum kemudian menarik tengkuk Vivi dan mengecup kening serta kedua pipi gadis itu, Vivi hanya bisa terpejam menikmati sensasi tersebut.
Cupp!
"Karena bentar lagi kita mau nikah, kamu gak boleh lagi loh dekat-dekat sama cowok lain termasuk Marsel! Awas aja ya kalau aku lihat kamu ketemuan sama Marsel diam-diam, beuh aku bakal marah banget sama kamu sayang!" ucap Dewa tegas.
"Iya mas, kamu itu bawel deh! Tapi ingat, kamu juga gak boleh deket-deket sama cewek lain! Apalagi si Vivian yang kamu puji cantik itu, awas loh mas kalo kamu kegatelan lagi sama dia!" ujar Vivi.
__ADS_1
"Hehe, kan aku cuma muji sayang!" ucap Dewa.
"Cuma muji cuma muji, kamu gak ingat dulu awal kita ketemu? Kan kamu juga bilang cuma muji kecantikan aku, tapi buktinya sekarang?" ujar Vivi.
"Iya iya, gak gitu lagi deh! Mulai sekarang cuma kamu yang aku puji cantik, senang kan?" ucap Dewa.
Vivi tersenyum sembari mengusap punggung tangan Dewa yang sedang ia genggam, lalu Dewa mendekat dan membelai lembut rambut bagian depan gadisnya yang menghalangi pemandangannya melihat wajah cantik Vivi.
"Seneng dong! Yaudah, kita masuk lagi yuk ke dalam! Gak enak lah ninggalin papa mama kelamaan, lagian kita cuma ngobrol-ngobrol gak jelas gini! Mending duduk di dalam aja, ya kan?" ucap Vivi tersenyum.
"Eee iya juga sih," ujar Dewa.
Vivi pun beranjak dari duduknya, Dewa mendongak tanpa melepaskan genggaman tangan Vivi. Ia kembali menarik tangan gadis itu duduk disana.
"Mau kemana sih?" tanya Dewa heran.
"Ish, ya mau ke dalam lah mas! Kan tadi aku udah bilang begitu, kamu gimana sih mas? Kok jadi gampang lupa kayak gitu? Ohh, pasti karena yang ada di pikiran kamu itu si Vivian terus ya?" ujar Vivi.
"Hadeh mulai lagi deh, aku gak lupa sayang. Aku cuma gak mau kamu pergi duluan, kita bareng lah ke dalamnya sayang! Kalau kamu jalan duluan, nanti papa mama bisa mikir yang enggak-enggak lagi karena dikiranya kita lagi marahan atau apa!" ucap Dewa sambil tersenyum.
"Ahaha, masa baru tunangan langsung marahan sih?" ujar Vivi tertawa kecil.
Vivi mengangguk pelan, lalu mereka berdua beranjak dari kursinya secara bersamaan. Keduanya pun masuk ke dalam rumah dengan bergandengan tangan dan saling tersenyum.
•
•
Saat hendak masuk ke dalam, mereka terkejut karena ayah dan ibu Dewa sudah hendak pulang dan saat ini berada di dekat pintu keluar.
"Loh, ibu sama bapak ini pada mau kemana toh? Kok malah pada disini bukan di dalam?" tanya Dewa.
"Iya Dewa, kita mau pulang. Kan urusan kita juga udah selesai nemenin kamu lamar nak Vivi, ibu masih ada urusan lain Dewa. Kalau kamu masih pengen disini sama Vivi, ya gapapa nanti nyusul aja pulangnya!" jawab Wahida (ibu Dewa).
"Oh gitu, iya deh Bu. Yaudah kalo gitu ibu sama bapak hati-hati ya! Dewa masih mau disini temenin Vivi, calon istri Dewa! Nanti kalau udah puas, baru deh Dewa pulang!" ucap Dewa tersenyum.
"Iyo, yowes ibu pulang ya?" ucap Wahida.
__ADS_1
"Iya Bu," ucap Dewa.
"Eee Bu, sebentar dulu ya! Vivi ada sesuatu buat ibu sama bapak, jangan pulang dulu ya Bu!" ucap Vivi menahan ibu dan bapak Dewa.
"Sesuatu apa sayang? Udah lah, gak perlu repot-repot kayak gitu!" ucap Wahida.
"Iya nak Vivi, sesuatunya disimpan aja buat nak Vivi di rumah! Masa iya kita kesini kasih hantaran, terus malah dikasih juga sesuatu sama kamu! Ya gak enak lah nak!" sahut Cipto.
"Gapapa kok pak, Bu. Ini kan sesuatunya bukan dari hantaran bapak sama ibu, tapi dari yang Vivi siapin sendiri! Ibu sama bapak mau ya, itung-itung aku mau kasih hadiah ke calon ibu mertua dan bapak mertua aku!" ucap Vivi tersenyum.
"Aduh, kamu itu baik banget sih nak Vivi! Gak salah Dewa pilih kamu buat jadi calon istri, yaudah deh ibu mau terima sesuatu itu!" ucap Wahida.
"Nah gitu dong Bu, sebentar ya aku masuk ke dalam dulu ambil sesuatunya!" ucap Vivi tersenyum.
"Iya sayang, ibu sama bapak tunggu disini ya?" ucap Wahida.
Vivi manggut-manggut, lalu menoleh ke arah Dewa dan meminta izin untuk masuk ke dalam rumahnya mengambil hadiah.
"Mas, aku ke dalam ya?" ucap Vivi.
"Iya cantik," ucap Dewa.
Disaat Vivi hendak melangkah ke dalam rumah, tiba-tiba Yolita alias mamanya justru sudah muncul lebih dulu dan membuat Vivi mengurungkan niat karena melihat mamanya disana.
"Eh mama?" ucap Vivi.
"Kamu mau kemana, Vi?" tanya Yolita.
"Eee ini aku mau ambil sesuatu buat ibu sama bapak, soalnya ibu sama bapak mau pulang katanya. Sebentar ya mah!" jawab Vivi.
"Ohh, udah gausah! Ini mama udah siapin kok, kamu balik lagi aja gih!" ucap Yolita.
"Eee iya deh mah," ucap Vivi.
Akhirnya Vivi berbalik badan lalu menemui Wahida serta Cipto lagi di depan rumahnya, ya Yolita pun memberikan bingkisan untuk orang tua Dewa tersebut yang akan menjadi besannya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...