Dewa Pemikat

Dewa Pemikat
PSIS vs Persija


__ADS_3

...Sepertinya aku bahagia, tak ada yang menyangka seperti apa diriku sebenarnya. Semua mata mengira aku selalu bahagia, tanpa tahu kebenaran tentang diriku yang selalu menangis dikala malam tiba....


...🌺🌺🌺...


Pertandingan di pekan ke 18 antara PSIS melawan Persija akan dimulai, ya seluruh penonton juga sudah berada di stadion dan tampak riuh memberi semangat kepada para pemain klub mereka agar bisa memberikan penampilan terbaiknya.


Dewa yang biasanya selalu dipasang sebagai starter, kini harus memulai pertandingan melalui bench alias ia dicadangkan oleh sang pelatih karena pada sesi latihan terakhir lagi-lagi Dewa tampil cukup mengecewakan hingga pelatih memutuskan untuk mencadangkan Dewa walau terpaksa.


Dewa pun duduk di bench menyaksikan teman-temannya bertanding, ia sangat bosan sejujurnya berada disana dan ingin sekali menunjukkan aksinya yang sudah lama tidak ia tunjukkan pada pertandingan resmi.


Apalagi kali ini ia ditonton secara langsung oleh Vivi serta Shannon sang kekasih Egy yang memang diam-diam memendam rasa pada Dewa, tentunya Dewa tidak mau mengecewakan para penggemarnya yang sudah rela membayar tiket demi menonton dan melihat dirinya tampil di atas lapangan.


Sepanjang 30 menit pertandingan berjalan, skor masih imbang 0-0 dan Dewa juga masih berada di bench menunggu waktu untuk ditampilkan sambil terus melamun menopang dagunya dengan kedua telapak tangan dan menatap lapangan hijau.


"Kapan yo aku dimainin karo pelatih?" batin Dewa.


Suara riuh bergemuruh ketika seorang pemain berhasil menjebol gawang PSIS, ya tentu saja yang bergemuruh adalah barisan pendukung tim Persija yang juga hadir kesana menyaksikan tim kebanggaannya bertanding.


Skor sementara saat ini 1-0 untuk keunggulan Persija, tim pelatih pun tampak kesal dan berusaha memutar otak mencari taktik lainnya untuk bisa membalas gol dari Persija.


Prriiitttt... prriiitttt....


Peluit panjang telah dibunyikan oleh wasit, babak pertama pun usai dengan kedudukan sementara 1-0 Persija Jakarta unggul atas tim PSIS Semarang. Seluruh pemain berjalan kembali ke locker room untuk beristirahat, begitupun dengan Dewa yang terlihat gusar dan suntuk karena timnya tertinggal.


"*Kalau dapat bola, itu langsung oper gausah pake gocak gocek gak jelas! Alhasil kerebut dan malah jadi serangan balik, kan bahaya buat kita!"


"Gausah banyak gaya, pake acara mau kelihatan keren dengan gocek-gocek begitu! Yang ada kalo kerebut malah saya tempeleng pala kalian satu-satu, mau*?"


Begitulah yang dilontarkan oleh Gunawan sang asisten pelatih PSIS yang tampaknya sangat marah dan kecewa pada penampilan timnya di babak pertama, ia memarahi para pemain yang tidak mau bermain dengan serius alhasil tim mereka kini malah tertinggal 1-0 dari tim lawan.


Dewa yang duduk di samping Arhan hanya merenung mendengarkan ocehan dari sang pelatih serta asistennya, ya mereka menyampaikan taktik baru supaya tim bisa menyamakan kedudukan atau bahkan berbalik unggul dan meraih kemenangan.


"Wa, kayaknya lu harus main deh! Striker kita si Bruno itu payah banget mainnya, mendingan lu kemana-mana bro!" ujar Arhan berbisik.

__ADS_1


"Tergantung pelatih, Han! Gue bisa apa kalo pelatih lebih milih masukin si Bahril, kan bukan cuma gue striker cadangan di tim!" ucap Dewa pasrah.


"Iya sih, lagian lu kenapa coba tampil buruk di latihan kemarin? Padahal sebelumnya udah agak mendingan, eh malah jelek lagi!" ujar Arhan.


"Gak tahu juga nih, perasaan gue gak karuan aja!" jawab Dewa sambil tersenyum.


Arhan menatap Dewa penuh penasaran sembari meminum minuman jeruk di tangannya, ia heran karena tak biasanya Dewa sampai segalau itu.


🌺🌺


15 menit sudah berlalu, waktu istirahat pun telah usai dan kini para pemain mulai memasuki lapangan pertandingan seperti sebelumnya. Setiap pemain dari masing-masing tim tampak memanjatkan doa serta berkumpul membentuk lingkaran untuk memberi motivasi lebih, sedangkan Dewa juga tampaknya sudah disiapkan untuk masuk.


Ya Vivi serta Shannon yang duduk bersebelahan langsung bersorak-sorai melihat Dewa berdiri di pinggir lapangan bersiap untuk dimainkan, keduanya tampak saling pandang karena sama-sama malu. Sedangkan Jessi yang juga ada di sebelah mereka hanya terkekeh kecil menyaksikan tingkah dua sahabatnya yang cukup aneh, walau tadi ia juga bersikap sama saat melihat Arhan bermain.


"Dewa, kamu ingat jangan seperti di latihan kemarin! Kamu harus lakukan apa yang kamu lakukan di pertandingan sebelumnya, kalau kamu main jelek lagi saya pastikan pertandingan selanjutnya kamu tidak dimasukkan ke daftar pemain!" ucap Gunawan.


"Siap, coach!" ucap Dewa tegas.


Prriiitttt... prriiitttt....


Wasit telah meniup peluit panjang tanda dimulainya babak yang kedua antara PSIS Semarang menghadapi Persija Jakarta, skor sementara masih 1-0 untuk keunggulan Persija atas tuan rumah PSIS lewat gol dari Marco pada menit ke 40 di babak yang pertama.


Diawal-awal pertandingan PSIS langsung tampil menyerang, umpan pendek dari kaki ke kaki diperlihatkan oleh mereka mulai dari barisan pertahanan sampai ke depan. Terlihat Arhan tengah membawa bola naik melakukan overlap untuk membantu serangan dari sisi kiri, sedangkan Dewa masih stay di dalam kotak penalti dan mendapat penjagaan ketat dari dua centre back Persija.


"Woi oper gua, oper gua! Fix gol, fix gol...!!"


Teriakan Dewangga yang sudah lama tak terdengar itu akhirnya keluar kembali, ia nampaknya berhasil menemukan ritme permainan dirinya dan bersemangat kembali untuk mencetak gol.


Umpan lambung sudah diberikan oleh Arhan menuju ke dalam kotak penalti, Dewa langsung berusaha melompat akan tetapi tandukannya gagal karena hanya menyamping ke sebelah kiri gawang Persija.


"Aaarrgghh...!!" ujar Dewa kesal sembari menjambak rambutnya sendiri.


"Heh, katanya fix gol?" ledek Maman alias centre back milik Persija yang mengawalnya.

__ADS_1


Dewa tak memperdulikan perkataan Maman, ia masih tetap fokus menatap pertandingan untuk bisa membantu timnya dalam urusan mencetak gol.


Seluruh suporter terus bergemuruh bernyanyi untuk mendukung tim kebanggaan mereka sekaligus kota Semarang, Vivi & Shannon pun seperti balap-balapan menyemangati Dewa dari atas tribun bahkan sangking kerasnya sampai terdengar ke telinga Dewa.


Pria itu menoleh sekilas ke arah tribun tempat Vivi berada, ia tersenyum mengedipkan mata dan tampak senang karena melihat Vivi ada disana untuk mendukungnya hari ini.


Dewa berlari mengejar bola yang saat ini tengah dikuasai oleh Maman, ya ia berhasil merebutnya dan langsung mendribble bola menuju ke gawang.


Tanpa berlama-lama lagi Dewa langsung menembak bola dengan kencang ke arah gawang Persija.


Daannn....


GOOOLLLLL....!!!


1-1


Dewa berhasil mencetak gol spektakuler yang indah, bolanya masuk ke pojok gawang Persija dan menggetarkan jala dari sang kiper membuat seluruh pemain belakang Persija ngamuk dan Maman harus menelan pil pahit atas kesalahannya.


Dewa berlari ke arah tribun yang ditempati Vivi dan berselebrasi disana, tanpa sadar ia membentuk love dengan jarinya lalu menunjuk ke arah Vivi membuat gadis itu terbang seketika.


"Mantap lu bro!" puji Arhan.


"Gacor lah si mamang fix gol ini!" saut Septian.


Setelah selebrasi, entah mengapa Dewa malah menghampiri Maman sambil senyum-senyum.


"Makasih bang, bolanya!" ledek Dewa.


Maman pun hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum mengingat kejadian saat ia meledek Dewa sebelumnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2