
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Dewa, Vivi!" tegur Yolita.
Sontak sepasang kekasih itu terkejut dan menoleh, mereka reflek menjauh saat melihat Yolita disana.
"Eh mama?" ucap Vivi tak menyangka.
"Kalian lagi ngapain? Hayo, ketahuan kan sama mama. Ingat Vivi, Dewa, kalian belum sah jadi suami-istri. Jadi, gak boleh tuh deketan kayak gitu apalagi sambil ciuman!" ujar Yolita.
"Eee iya mah, maaf! Aku udah kelewatan tadi, aku janji deh gak akan gitu lagi! Sekarang aku mau beresin bekas lamaran tadi dulu," ucap Vivi.
"Udah gapapa, biar mama aja. Kamu mending temenin Dewa ngobrol-ngobrol, tapi ingat jangan kelewatan kayak tadi! Mama emang gak lihat, tapi kan Allah lihat sayang!" ucap Yolita mengingatkan putrinya.
"Iya mah, gak gitu lagi kok!" ucap Vivi merunduk.
"Maaf ya tante, itu salah saya tadi!" ucap Dewa merasa bersalah.
"Iya gapapa," ucap Yolita tersenyum.
Setelahnya, Vivi pun mengajak Dewa ke luar untuk lanjut berbincang-bincang. Ia sebenarnya masih merasa tidak enak pada mamanya, karena kepergok saat sedang berpelukan dengan sang kekasih.
Sementara Yolita sendiri tetap disana beberes rumah selagi Vivi serta Dewa ada di luar, ia juga dibantu oleh Niko yang dengan senang hati mau membantu Yolita tantenya itu membereskan rumah karena merasa kasihan melihat Yolita beberes sendiri.
Kini Dewa dan Vivi duduk berdua di samping rumah, mereka menjaga jarak karena tak mau membuat Yolita kecewa lagi seperti tadi.
"Mas, makanya lain kali kamu jangan kayak gitu! Apalagi kita kan lagi di rumah aku, untung aja mama cuma negur pelan dan gak marah-marah!" ucap Vivi mengingatkan kekasihnya.
"Iya sayang, aku minta maaf!" ucap Dewa.
Vivi menghela nafas, Dewa kembali menggerakkan jari-jarinya perlahan dan mulai menggenggam telapak tangan gadis itu.
"Tapi, aku emang suka peluk kamu sayang!" ucap Dewa sembari mendekap tubuh Vivi dari samping.
Pria itu mengunci pergelangan tangan Vivi sehingga gadisnya itu tak bisa berontak, ia memeluk erat dan menaruh dagunya pada pundak sang kekasih sembari mengelus punggungnya lembut.
"Sayang, kamu wangi banget sih! Peluk kamu itu bikin aku merasa nyaman tau, jangan larang aku buat peluk kamu kayak gini ya! Kan kita cuma pelukan, bukan ciuman lagi kayak tadi! Lagian mama kamu kan lagi sibuk di dalam," ucap Dewa terpejam.
"Mas, kamu bandel banget sih! Awas loh ya kalau mama nanti pergoki kita lagi dan kamu cuma diam, aku gak mau lagi deket sama kamu!" ucap Vivi.
__ADS_1
"Hahaha, tenang aja sayang! Pelukan mah gapapa, kan bikin nyaman plus bahagia! Aku yakin kamu juga suka aku peluk kayak gini, iya kan?" ucap Dewa memperdalam pelukannya.
"Haish, ya iya sih!" ucap Vivi.
"Hahaha...." Dewa tertawa puas.
Tak lama kemudian, ponsel milik Vivi berdering dan membuat gadis itu meminta Dewa untuk melepas pelukannya sejenak.
"Mas, hp ku bunyi. Udahan dulu ya?" ucap Vivi.
"Iya iya, angkat gih!" ucap Dewa.
Dewa pun melepas pelukan membiarkan sang kekasih mengecek ponselnya, tentu saja Vivi langsung mengambil ponselnya dari saku celana dan melihat siapa yang menelpon.
Vivi amat syok saat mengetahui yang menelpon ke nomornya adalah Marsel, ia melirik ke arah Dewa dengan mulut terbuka karena merasa cemas. Ia khawatir Dewa akan marah besar jika tahu Marsel lah yang menelpon saat ini, akhirnya Vivi memilih mendiamkan itu dan tidak jadi mengangkatnya.
"Loh kok gak diangkat?" tanya Dewa heran.
"Eee iya mas, biarin aja nomor gak dikenal. Mending kita lanjut ngobrol!" jawab Vivi berbohong.
"Masa?" Dewa tak percaya begitu saja.
"Eee i-i-iya mas, bener kok!" ucap Vivi gugup.
"Eh mas!"
Dewa langsung mencomot ponsel milik Vivi dan melihat sendiri nama si penelpon, matanya langsung berubah kecewa setelah mengetahui Marsel lah yang menelpon Vivi.
"Ini kamu bilang nomor gak dikenal?" geram Dewa.
"Mas, aku cuma gak mau kamu marah! Udah ya jangan dibahas lagi, kan aku gak angkat telpon dari Marsel itu!" bujuk Vivi cemas.
"Yaudah, kamu blok aja nomor Marsel supaya dia gak bisa telpon kamu lagi! Kalau aku lihat kamu masih berhubungan sama dia walau sekedar sms, aku kecewa sama kamu!" ancam Dewa.
"Ish, iya mas iya. Nanti aku blok deh, yaudah sini hp aku biar aku yang blok!" ucap Vivi.
"Gak! Biar aku aja deh, supaya aku bisa pastiin sendiri kalau nomor Marsel udah beneran diblok. Kamu diam disitu!" tegas Dewa.
"Haish, iya iya..."
__ADS_1
Dewa pun memblokir nomor Marsel serta menghapusnya dari kontak Vivi, ia tak mau jika Vivi terus-menerus berhubungan dengan Marsel karena ia merasa cemburu.
Setelahnya, Dewa mengembalikan ponsel itu ke Vivi dan masih tampak kesal.
"Mas, udah dong jangan ngambek gitu! Kan nomor Marsel udah kamu blok, masa kamu masih marah sama aku?" ucap Vivi.
"Gak marah, cuma bete aja!" ucap Dewa.
"Ihh..."
...•••...
Sementara itu, Laswi tengah melakukan video call bersama Arhan putranya yang saat ini sudah berada di Jepang. Tak hanya seorang diri, Laswi juga tengah bersama Angie yang sengaja datang ke rumah Arhan untuk semakin dekat dengan sang ibu dari pria itu.
Arhan pun terpaksa harus meladeni ibunya dan juga Angie, walaupun sebenarnya ia malas sekali karena ibunya selalu memaksa ia untuk berdekatan dengan Angie si gadis yang menyukainya itu.
📱"Arhan, kamu disana gimana? Baik-baik aja kan gak ada kendala?" tanya Laswi.
📱"Alhamdulillah Bu! Aku baik-baik aja kok, ya cuma ada sedikit kendala. Makanan disini itu beda sama masakan ibu, aku jadi kangen pengen makan makanan buatan ibu! Soalnya disini jarang ada makanan dari Indonesia!" jawab Arhan.
📱"Hahaha, iyo nanti kalau kamu pulang kesini pasti ibu langsung masakin yang enak buat kamu! Oh ya, sekalian juga nanti kamu bisa makan bareng sama Angie!" ucap Laswi tersenyum.
📱"Eee i-i-iya Bu," ucap Arhan gugup.
📱"Nah, ini dia Angie nya. Ayo kamu bicara dulu ya sama nak Angie, ibu soalnya mau ke belakang dulu kebelet!" ucap Laswi.
Laswi pun mengarahkan kamera ke wajah Angie agar putranya dapat berbicara dengan gadis itu sejenak.
Angie sangat senang dan tak ingin melewatkan kesempatan untuk berbicara dengan Arhan, sedangkan Arhan justru merasa sedikit bete karena ia tidak mau berbicara dengan Angie.
Setelah Laswi pergi, Angie pun langsung berbicara pada pria yang ia sukai itu.
📱"Hai Arhan! Apa kabar?" sapa Angie.
📱"Alhamdulillah baik! Kamu sendiri gimana Angie?" ucap Arhan.
📱"Alhamdulillah, aku juga baik!" ucap Angie.
Obrolan mereka terus berlangsung cukup lama, karena Laswi memang sengaja pergi meninggalkan Angie dengan lama.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...