
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Keesokan harinya, Dewa datang ke rumah Vivi berniat menjemput gadis itu untuk pergi berbelanja di mall sesuai janjinya pada sang kekasih ketika ia memenangkan pertandingan kemarin. Dewa ingin membelikan sesuatu untuk Vivi sebagai hadiah dan tanda terima kasih atas dukungan Vivi kepadanya kemarin disaat ia berjuang bermain di stadion.
Dewa pun turun dari mobil begitu sampai tepat di halaman rumah Vivi, ia membenarkan rambutnya sejenak sebelum berjalan ke dekat pintu rumah Vivi agar lebih rapih tentunya. Terlihat Dewa juga sudah menyiapkan satu buah buket bunga yang cantik untuk diberikan pada Vivi, ia menghirup aroma bunga itu sejenak dan tersenyum karena wanginya.
Disaat Dewa hendak mengetuk pintu, tiba-tiba pintu sudah terbuka sendiri sehingga Dewa terkejut dan reflek menjauh dari pintu tersebut.
Ceklek...
Ya itu adalah Yolita alias mamanya Vivi yang keluar dari dalam rumah, Yolita pun ikut terkejut saat melihat Dewa sudah ada di depan rumahnya padahal sebelumnya tidak ada siapapun disana.
"Loh Dewa?" ujar Yolita kaget.
"Eee iya tante, assalamualaikum!" ucap Dewa tersenyum lalu mencium tangan Yolita.
"Waalaikumsallam," jawab Yolita.
"Kamu mau apa datang kesini, Dewa?" sambung Yolita bertanya pada Dewa.
"Eee maaf tante kalau saya ganggu! Saya mau ketemu sama Vivi, Vivi nya ada kan tante di dalam?" ucap Dewa.
"Ohh, kamu masih pagi udah mau ngapelin anak orang aja! Ingat Dewa ini itu bulan puasa, jangan kebanyakan pacaran!" ujar Yolita.
"Eee sa-saya...." Dewa gugup dan bingung sendiri.
"Hahaha, bercanda Dewa! Vivi ada kok di dalam, dia baru bangun tidur tapi. Kalau kamu mau ketemu sama dia, yaudah masuk gih! Tunggu dia di sofa ruang tamu, soalnya tadi sih dia lagi di kamar mandi!" ucap Yolita sambil tertawa kecil.
"Waduh, bakalan lama banget dong saya nunggu Vivi sampe selesai mandi. Tapi gapapa deh tante, saya lebih suka nunggu Vivi daripada diem-diem gak jelas di rumah!" ucap Dewa nyengir.
"Nah bagus! Masuk aja gih ke dalam, tante mau pergi arisan dulu!" ucap Yolita.
"Iya tante," ucap Dewa.
Yolita menyingkir memberi jalan bagi Dewa untuk masuk ke dalam rumahnya, tentu saja pria itu langsung masuk dan menunggu Vivi yang sedang mandi di sofa ruang tamu sambil membawa bunga di tangannya itu.
__ADS_1
"Duh, kira-kira berapa lama ya gue nunggu Vivi selesai mandi disini?" gumam Dewa.
Disaat Dewa sedang asyik menunggu gadisnya, tiba-tiba Niko alias sepupu Vivi muncul dari kamar dan tak sengaja melihat Dewa disana. Niko heran karena Dewa sudah ada di rumah Vivi saat ini.
"Mas Dewa?" tegur Niko dengan raut keheranan.
"Eh Niko? Vivi mana?" ujar Dewa.
"Wah saya ndak tahu, mas. Saya sama mbak Vivi kan beda kamar, mungkin mbak Vivi masih di kamarnya atau lagi di kamar mandi!" ucap Niko.
"Ohh, sebenarnya tadi tante Yolita udah bilang sih sama gue kalau Vivi lagi mandi!" ujar Dewa.
"Loh terus kenapa mas Dewa tanya lagi sama saya?" ujar Niko keheranan.
"Hehe iseng aja bro! Kan biar ada obrolan gitu, kalo cuma diem-dieman gak asik bro! Udah sini duduk, jangan berdiri terus nanti pegel kaki lu bro!" ucap Dewa sambil nyengir.
"Iyo mas," ucap Niko.
Niko pun duduk di dekat Dewa sambil tersenyum sendiri, ia mengamati bunga yang sedang dipegang pria itu dan tampak penasaran.
"Ohh, ini ya udah pasti dong buat kesayangan gue si Vivi sepupu lu! Masa iya gue mau kasih bunga ini buat lu, Bogor dong?" sarkas Dewa.
"Hahaha, bisa aja mas ini!" ujar Niko tertawa.
Tak lama kemudian, Vivi muncul sembari mengusap rambutnya yang basah menggunakan handuk. Ia syok saat melihat Dewa sang kekasih sudah ada di depan bersama Niko dan sedang asyik mengobrol, ia pun langsung menghampiri kedua pria itu karena penasaran.
"Mas Dewa, kamu ngapain disini?" tanya Vivi penasaran.
Sontak Dewa dan Niko langsung terkejut dan reflek menoleh ke asal suara, seketika itu juga Dewa tersenyum renyah saat melihat kecantikan Vivi yang habis mandi dan tampak terpesona dengan aroma tubuh gadis itu yang tercium di hidungnya.
"Vivi, akhirnya kamu selesai juga mandinya! Aku udah lama banget loh nunggu disini, ngapain aja sih kamu di kamar mandi ha?" ucap Dewa bangkit dari duduknya mendekati Vivi disana.
"Hah? Ya suka-suka aku lah!" ujar Vivi.
Dewa tersenyum kemudian menggerakkan tangan untuk mengelus wajah mulus gadisnya, ia tampak senang sekali melakukan itu.
__ADS_1
"Wajah kamu mulus banget sih! Tapi, ya wajar sih kan kamu mandinya aja lama banget. Kalau udah mandi lama tapi kulit kamu masih kasar, baru namanya gak wajar!" ujar Dewa sambil nyengir.
"Ish, ngomong apa sih kamu? Udah, sekarang kamu ada apa kesini, mas?" tanya Vivi penasaran.
"Eee gak ada apa-apa, aku cuma pengen ketemu kamu aja di hari libur ini. Soalnya semalam kan kita cuma ketemu sebentar sayang, makanya hari ini aku pagi-pagi udah datang kesini! Eh kamunya malah baru bangun," ucap Dewa.
"Ya kan tadi pas sahur tuh aku ngantuk banget, yaudah aku tidur lah biar gak ngantuk! Lagian aku mana tau kamu mau kesini," ucap Vivi.
"Iya sayang, aku juga gak nyalahin kamu!" ujar Dewa.
"Ehem ehem..." Niko berdehem pelan.
Ya sontak Dewa serta Vivi menoleh secara bersamaan ke arah Niko, mereka terkekeh melihat ekspresi Niko yang tampak iri melihat momen romantis sepasang kekasih itu.
"Hahaha, sorry ya bro!" ucap Dewa masih menaruh satu tangannya di wajah Vivi.
"Ya gapapa mas, yowes aku mau ke depan dulu. Gak enak kalo disini terus, takut ganggu kalian berdua!" ucap Niko tersenyum.
Niko pun bangkit lalu pergi dari sana.
Dewa beralih menatap wajah Vivi dan kembali mengusapnya lembut, ia tersenyum lalu mengecup pipi gadisnya dengan cukup lama, membuat Vivi memerah dan salah tingkah.
"Mas, kita duduk yuk! Aku pegel berdiri terus, tadi kan di kamar mandi udah berdiri lama!" ucap Vivi.
"Oh iya ya, yaudah sini duduk di pangkuan aku!" ucap Dewa menarik lengan Vivi dan membawanya ke sofa untuk duduk berdampingan.
"Ish, apa-apaan sih mas?!" protes Vivi.
"Hahaha, bercanda sayang! Maksudnya sini duduk di samping aku gitu, jangan marah dong! Nanti cantiknya berkurang kalau kamu marah-marah terus, yuk yuk kita duduk!" ucap Dewa.
Vivi mengangguk masih dengan wajah cemberut, namun lambat laun ia tersenyum karena ulah Dewa yang berhasil membuatnya ingin tertawa itu. Mereka pun duduk berdampingan dan mulai mengobrol santai berduaan di ruang tamu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1