Dewi Naga Timur

Dewi Naga Timur
Pertemuan Pertama


__ADS_3

"Tuan putri apakah anda serius ikut berpartisipasi dalam pertandingan musim semi?" Jingmi merasa khawatir, ketika mengetahui jika Xu Lian mengikuti pertandingan musim semi.


"Ya aku serius, aku tidak bisa tinggal diam saja didalam pavilium ini, kalau tidak mereka semua akan lebih menindas kita dengan semena-mena" jawab Xu Lian.


"Tapi bagaimana jika ada yang ingin mencelakakanmu tuan putri?" Jingmi merasa curiga, kenapa Xu Lian di izinkan mengikuti pertandingan ini? pasti ada sesuatu yang mengancam Xu Lian.


"Sudahlah Jingmi, kau tenang saja jangan khawatirkan diriku! kini aku bisa menjaga diriku dan juga dirimu. Sekarang aku akan berlatih di halaman belakang, sebaiknya kau menjaga diluar pavilium dan jangan ada satu pun orang yang boleh memasuki paviliumku" ucap Xu Lian kepada Jingmi.


"Baiklah" jawab Jingmi lalu pergi meninggalkan Xu Lian sendiri.


Xu Lian berdiri dari duduknya, ia berjalan menuju halaman belakang pavilium mawar biru miliknya yang berada paling ujung di instana. Halamannya tidak seluas dengan halaman pavilium keluarga kerajaan lainnya hanya sekitar 5 kali meteran, tetapi itu cukup untuk Xu Lian berlatih.


Xu Lian duduk dibawah salah satu pohon yang terdapat di halamannya, ia mengambil sebuah buku dari dalam jubahnya dan membuka halaman 'Tarian Pedang Timur : Dewi Merak'.


"Aku harus secepatnya menguasai seluruh jurus tarian pedang timur" ucap Xu Lian kepada dirinya sendiri.


Xu Lian bangkit dari duduknya dan mengambil sebuah dahan kayu yang sudah patah dari pohonnya untuk dijadikan sebagai pedangnya. Xu Lian mulai mengkonsentrasikan pikirannya, perlahan ia mulai memainkan kayu sebagai pedangnya dengan panduan bukunya.


Xu lian mulai berputar dengan kayu sebagai pedangnya tepat berada diatas kepala, tak terhenti disitu ia mulai menyerang ke segala arah seperti ia sedang dalam kepungan musuh.


"Apa ada yang sedang memperhatikan sedari tadi" pikir Xu Lian.


Xu Lian menghentikan latihannya dan matanya terfokus ke satu titik yaitu sebuah pohon besar yang berada diluar tembok istana yang tepat dibelakang paviliumnya. Xu Lian bisa melihat ada seseorang diatas dahan pohon tersebut, seseorang yang menggunakan sebuah jubah hitam dan menggunakan sebuah topeng yang bergambar seperti wajah iblis.

__ADS_1


"Kenapa wanita itu bisa merasakan kehadiran kita, padahal pendekar yang berada ditingkatan tulang singa api saja mustahil untuk mendeteksi keberadaan kita" ucap Pete, dipikiran Zhang Xiuhuan.


"Tariannya sangat indah" puji Zhang Xiuhuan kepada Xu Lian, karena baru kali ini ia melihat tarian yang dipadukan dengan pedang.


"Bodoh... kenapa kau malah menatapnya balik!! kau ingin seluruh istana akan mengetahui keberadaan kita?" Pete menjadi kesal karena Zhang Xiuhuan tidak menjawab pertanyaannya dan malah sibuk memandangi wanita. Pete pun akhirnya berteriak di dalam pikiran Zhang Xiuhuan.


"XIUXIU JATUHHH CINTAA KEPADDA GADISSS ITUU WHOOOHOOO" Zhang Xiuhuan menutup telinganya ketikamendengar nyanyian aneh dari Pete.


"GADISS YANG MALANGG KARENAA XIUXIU MENYUKAINYA BHUAAHHAHHH"


Xiuxiu adalah nama panggilan Zhang Xiuhuan dari Pete.


"Diam kau iblis bodoh!! kau membuat kepalaku sangat sakit" teriak Zhang Xiuhuan.


"Ah rupanya kau, ada apa Jingmi kemari?" tanya Xu Lian dengan gugup.


"Tuan putri saya sudah menyiapkan air hangat untuk mandi anda tuan putri karena hari sudah mulai gelap" ucap Jingmi.


"Baiklah" Xu Lian sesekali melihat kearah pohon besar itu, bukan penampilan orang itu yang membuat Xu Lian selalu memperhatikannya tetapi kelakuan orang itu yang bertingkah seperti sedang bertengkar dengan dirinya sendiri. Tetapi Xu Lian tidak perlu waspada karena orang tersebut tidak mengeluarkan aura pembunuh kepada dirinya.


"Tuan putri, anda sedang melihat apa?" Jingmi merasa heran dengan kelakuan Xu Lian yang selalu melirik kearah luar tembok.


"Ahh aku tidak sedang melihat apa-apa kok, sebaiknya kita kembali kedalam pavilium" Xu Lian berjalan kearah pohon yang awalnya ia duduki dan mengambil bukunya yang tergeletak di tanah. Xu lian dan Jingmi pun memasuki pavilium tanpa sepengetahuan Zhang Xiuhuan yang sedang sibuk berdebat dengan Pete.

__ADS_1


"WHOOOO XIUXIU TELLAHHH..." teriak Pete menggantung.


"Diamlah dulu! aku ingin melihatnya sebentar, Ehhhhh dimana dia? kenapa dia menghilang?" Zhang Xiuhuan merasa geram karena Pete dia kehilangan gadis itu.


"Bhuaahahha Xiuxiu kehilangan gadisnya" Pete mentertawakan nasib Zhang Xiuhuan.


"Dasar kau iblis, akan aku hajar kau"


Bughh...


Zhang Xiuhuan memukul kepalanya sendiri hingga terjatuh dari atas pohon.


"Bhuaaa pendekar 'Topeng Raja Iblis' terjatuh dari atas pohon karena ia memukul kepalanya sendiri bhuahhhaahhh"


***


"Meimei kenapa kau membantu anak tak berguna itu untuk mengikuti pertandingan musim semi" tanya Xu Yong heran kepada Xu Jiao.


"Iya benar, padahal kau yang sangat tidak suka kepada anak itu" timpal Xu Li.


"Aku membiarkannya mengikuti pertandingan ini bukan berarti aku membelanya tetapi aku ingin melihat dia dihina seluruh kerajaan dan seluruh sekte aliran putih, bukan hanya dari kerajaan ini saja" ucap Xu Jiao dengan seulas senyum diwajahnya.


"Hahah dasar kau anak yang nakal Meimei" Xu Yong dan Xu Li tidak pernah memikirkan hal ini, tetapi mereka tetap mendukung rencana Xu Jiao karena mereka juga tidak menyukai Xu Lian yang bahkan merupakan adik kandung mereka sendiri, sedangkan Xu Jiao hanya adik tiri mereka.

__ADS_1


__ADS_2