
Zhang Xiuhuan tidak menunggu lama, langsung menyerang ketua dari para Nindhog yang diikuti yang lainnya.
Zhang Xiuhuan berlari kearah ketua Nindhog dan menyerangnya. Ketua Nindhog tidak tinggal diam, dia menggeser tubuhnya dengan cepat kesamping kiri untuk menghindari serangan Zhang Xiuhuan. Zhang Xiuhuan kembali menyerang Ketua Nindhog, terapi ia tidak menduga Netua Nindhog menyemburkan racunnya kearah Zhang Xiuhuan. Zhang Xiuhuan yang menerima serangan tiba-tiba langsung melompat kebelakang.
Disisi lain, Xu Lian harus terperangkap oleh puluhan Nindhog. Xu Lian terus melancarkan serangannya, targetnya yaitu kelemahan Nindhog, Jantung!. Xu Lian menyerang Nindhog yang menyerangnya dari depan, dengan menusukkan pedangnya tepat dijantung Nindhog itu sendiri, tidak berhenti disitu Xu Lian segera melompat kebelakang dan melangkahi satu Nindhog yang akan menyerangnya, setelah menginjak tanah ia langsung menyerang Nindhog yang awal tadi menyerangnya dengan memutuskan ekornya.
Pertarungan Danzi tidak kalah panas dibandingkan Xu Lian, Nindhog yang dilawannya adalah berelemen api. Elemen yang ia miliki bertentangan dengan elemen api Nindhog, yaitu es. Serangan Danzi akan mudah dilumpuhkan, karena ketika Danzi membekukan tubuh Nindhog maka Nindhog itu akan mengeluarkan api dari tubuhnya dan membuat es itu menjadi cair, bukan hanya itu karena proses pertemuan zat yang bertentangan antara api dan es menciptakan uap atau kabut yang bisa menghalangi pandangan. Danzi yang memang sudah berumur dan matanya sudah tidak sejernih waktu muda, mengharuskan dirinya menggunakan penglihatan dalam menggunakan tenaga dalamnya. Seperti Danzi yang kesulitan untuk melihat sekitar karena kabut yang menghalangi pandangan bagi para Nindhog, para Nindhog tidak menyadari ada serangan yang datang. Danzi menyerang dengan pisau-pisau sedang yang terbuat dari es untuk menyerang para Nindhog, disekililing tubuh Danzi muncul beberapa pisau es dan langsung dikendalikannya untuk menyerang para Nindhog yang lengah karena ulahnya sendiri.
"Arrzkhah...!!!" Para penyihir meneriaki sebuah mantra, dan muncullah puluhan batu yang berbentuk kerucut seukuran seekor sapi. Mereka lebih memilih untuk menyerang dari jarak yang cukup jauh karena memang tidak memungkinkan untuk mereka menyerang secara langsung. Tetapi bukan berarti kekuatan mereka sepele, bahkan seorang kultivator tingkat tinggi bisa terluka parah jika menerima satu serangan dari para penyihir. Puluhan batu itu melesat menyerang para Nindhog dengan sekali serangan satu batu, para Nindhog mulai kehilangan nyawa masing-masing.
Ditempat bawah tanah, tidak ada yang mengetahui jika tempat persembunyian bagi para wanita dan anak-anak telah diketahui oleh para Nindhog. Ada sejumlah 10 Nindhog yang menyerang ruang bawah tanah, para wanita pun tidak bisa tinggal diam mereka menyerang para Nindhog yang darang secara bersamaan. Tak terelakan jika kekuatan mereka kalah telak dengan para Nindhog, banyak dari mereka yang mati karena serangan Nindhog, entah itu terkena racun, terhantam ekor Nindhog, ataupun mati karena dimakan oleh para Nindhog.
Zhang Xiuhuan sudah bertukar puluhan jurus dengan ketua Nindhog, ia mendapat firasat buruk tentang yang lainnya. Jadi dia tidak ingin membuang waktu untuk bermain dengan ketua Nindhog dihadapannya yang sudah bersiap menyerangnya dengan ekor miliknya. Zhang Xiuhuan berguling kearah kanan untuk menghindar serangan Ketua Nindhog, Ketua Nindhog tidak menyadari jika serangan yang buat, membuat Zhang Xiuhuan mengetahui celah serangannya. Zhang Xiuhuan menebas ekor ketua Nindhog dengan sekali tebasan, ia tidak memperdulikan teriakan kesakitan Ketua Nindhog tersebut dan langsung menyerangnya kembali tepat dibelakang jantungnya berada. Zhang Xiuhuan yang telah melihat kematian ketua Nindhog segera melangkah pergi mengikuti instingnya. Ia melewati semua yang sedang bertempur, lagi pula ia tidak khawatir dengan kondisi mereka yang bisa dikatakan unggul.
Zhang Xiuhuan terus melangkah sampai didepan sebuah pintu ruang bawah tanah yang hancur, bertanda sudah ada yang menyerang ruangan ini. Tanpa banyak pikir, Zhang Xiuhaun langsung pergi berlari masuk kedalam ruang bawah tanah, dari tempat ia berlari ia sudah bisa mencium bau amis dari dalam ruangan bawah tanah, ia pun berlari dengan lebih cepat untuk sampai didalam.
__ADS_1
Zhang Xiuhuan sangat terkejut dengan pemandangan dihadapannya, puluhan para wanita dan anak-anak kehilangan nyawanya oleh para Nindhog. Nindhog yang berjumlah 10 tersisa tinggal 6 yang masih hidup. Zhang Xiuhuan langsung menyerang membabi buta Nindhog yang tersisa. Hal ini tidak terpikirkan olehnya, dia memang sudah tahu jika para Nindhog itu akan kembali mencari mereka bertiga karena kematian saudara-saudara mereka, jadi Zhang Xiuhuan berencana membiarkan mereka menyerang ke Desa Magical, karena jika para Nindhog ini menyerang bangsa penyihir akan menganggap jika para iblis adalah musuh mereka yang harus dibunuh karena mempertaruhkan keselamatan desa mereka. Tetapi kejadian ini tidak bisa terpikirkannya. Zhang Xiuhuan merasa bersalah tetapi ia juga tidak bisa mengembalikan nyawa yang telah hilang, Dia bukan Dewa!.
Semua orang yang telah menghabisi Nindhog yang tersisa segera pergi menghampiri tempat persembunyian. Tetapi mereka semua terkejut dengan pemandangan didalamnya hanya tersisa pulahan para wanita dan anak-anak yang masih hidup karena sisanya sudah kehilangan nyawanya, mereka juga melihat bangkai mayat 10 Nindhog yang telah mati ditangan Zhang Xiuhaun.
"Ling'er!!!!" Kaibo langsung berlari kearah jasad seorang perempuan berumur 30 tahunan. Perempuan itu adalah istrinya, dan satu-satunya orang dikehidupannya. Kaibo sudah kehilangan orang tuanya sejak kecil dan saudara-saudara lebih memilih untuk berpetualang dan dia juga tidak memilki anak walaupun sudah 21 tahun ia menikah dengan istrinya. Semua kesedihan kehilangan orang yang disayangi terpampang jelas didalam gua, mereka bahkan tidak bisa berbahagia dengan kemenangan mereka melawan para iblis itu.
"Aku berjanji akan menghabisi bangsa iblis itu" teriak Kaibo yang diangguki seluruh bangsa penyihir yang ada, Kaibo memeluk jasad istrinya, pancaran amarah terlihat jelas dimatanya.
Xu Lian berlari menghampiri Zhang Xiuhuan yang terduduk lemas agak jauh darinya, dan duduk disebelah Zhang Xiuhuan.
"Aku tidak apa apa" Zhang Xiuhuan hanya merasakan jika tenaga dalamnya terkuras. Xu Lian yang menyadari keadaan Zhang Xiuhuan segera mengalirkan tenaga dalamnya kedalam tubuh Zhang Xiuhuan, wajah Zhang Xiuhuan yang semula pucat berangsur-angsur membaik begitu juga dengan tubuhnya, Zhang Xiuhuan mengalami hal seperti ini karena dalam pertempurannya kali ini ia tidak melibatkan kekuatan Pete.
Zhang Xiuhuan berjalan kearah Kaibo dengan bantuan Xu Lian.
"Maaf, aku tidak bisa menjaga mereka" ucap Zhang Xiuhuan tulus.
__ADS_1
Kaibo melirik kearah Zhang Xiuhuan dengan sendu.
"Sudahlah lagi pula ini bukan salahmu, aku juga lengah dalam menjaganya" Kaibo dengan perlahan membaringkan jasad istrinya dilantai, dan berdiri menghampiri Zhang Xiuhuan.
"Kami bangsa penyihir akan bergabung dengan kalian untuk melawan bangsa iblis!" ucap Kaibo tegas.
***
**Hello....
Maaf yaa udah dua hari saya gak apdate, yaa gitulah orang sok sibuk mah...
Saya juga berencana membuat cerita dengan latar gabungan antara mitologi Tiongkok, mitologi Yunani, Mitologi Rumania dan mitologi Romawi.
Tunggu nanti lagi infonya...
__ADS_1
Xiexie**.....