Dewi Naga Timur

Dewi Naga Timur
Awal perang


__ADS_3

Seluruh kerajaan dan sekte aliran putih sepakat, mereka akan menghadang serangan dari kerajaan iblis didaerah perbatasan yang memasuki daratan barat. Mereka sudah memperkirakan penyerangan kerajaan iblis yang akan menyerang meraka dari segala sisi, maka dari itu mereka menggunakan strategi perang lingkaran kehidupan.


Strategi perang lingkaran kehidupan adalah strategi perang dengan menempatkan pasukan setiap berbatasan yang mengelilingi daratan barat.


Dari pintu ruang pertemuan para kaisar dengan tetua sekte terbuka dan menampilkan seorang pria dengan Hanfu putihnya dan menggunakan sebuah topeng polos dengan warna senada yang menutupi wajahnya dan hanya menyisakan kedua bagian matanya. Para Kaisar dan tetua sekte yang sedang melakukan perundingan, sebentar mengalihkan perhatiannya kepada pria berhanfu hitam.


"Mohon maaf Yang Mulia dan tetua sekalian" pria berhanfu hitam memberi hormat kepada semua orang yang ada didalam ruangan pertemuan.


"Apa kau mendapat info tentang kerajaan iblis?" tanya Xu Kong.


"Iya Yang Mulia, kerajaan iblis mulai bergerak, dari pergerakannya mereka akan menyerang dari segala arah daratan barat" ucap pria berhanfu hitam.


"Sudah kuduga, baiklah kau bisa pergi dan terus awasi perkembangan pasukan kerajaan iblis!"


"Baik Yang Mulia, saya undur diri" pria berhanfu putih segera pergi dari balik pintu.


"Semuanya memang sudah sesuai rencana kita" Tho Zou mengerutkan keningnya mendengar ucapan Xu Kong, ia masih merasa ragu dengan peperangan yang akan terjadi. Walaupun strategi lawan sudah diketahui apakah kekuatan mereka mampu melawannya. Dia hanya bisa berdoa ada yang mampu membantu mereka dalam keadaan seperti ini.


***


Danzi, Zhang Xiuhuan dan Xu Lian melanjutkan perjalanannya setelah bermalam didesa Magical. Bangsa penyihir juga ikut bersama bersama mereka, kali ini mereka semua memilih menggunakan kuda untuk perjalanannya karena lebih cepat dan tidak membuat mereka kelelahan.


Semua desa dan kota yang mereka lewati menjadi terkejut melihat puluhan bahkan ratusan penyihir yang keluar dari kediamannya, ditambah lagi dengan kehadiran Xu Lian yang diadang-adang sebagai anak tidak berguna.


Mereka semua tidak perduli dengan tatapan terkejut para warga dan bisikan-bisikan mereka yang mulai terjadi. Mereka tidak mengindahkan para warga, karena tujuan mereka saat ini adalah menuju kerajaan.


***


Disebuah bangunan gelap dan berwarna hitam yang sangat mengerikan, tidak ada yang mau mengusik ketenangan bangunan ini, karena sekali ia datang ketempat itu maka ia tidak dapat dipastikan kembali dengan selamat.

__ADS_1


Seorang pria bertubuh besar dan kekar, terdapat beberapa luka sayatan dibawah mata kananya yang memberi kesan tidak pernah takut terhadap apapun bahkan kematian, diatas kepalanya bertengger dua buah tanduk yang berukuran cukup besar dan taring yang keluar dari deretan giginya satu kata yang melambangkan wujudnya, Sungguh Mengerikan!


Dia adalah Su Long Raja Iblis yang kejam dan licik.


"Yang Mulia pola serangan kita telah terbaca oleh lawan" ucap iblis dengan bentuk gorilla raksasa berwarna putih.


Sun Long tidak terkejut sedikitpun, dia malah tersenyum tipis dengan berita yang anak buahnya bawakan.


"Biarkan para tikus itu mengurus strateginya sendiri" katanya.


"Ba_baik Yang Mulia" jawab iblis berwujud gorilla dengan terbata.


"Persiapkan seluruh pasukan, kita akan menyerang malam ini!"


"Baik" Iblis berwujud gorilla itu segera meninggalkan ruangan yang tinggal Sun Long sendiri.


***


Xu Lian tidak tahu nasib apa yang akan ia temui, ia akan ikut menyelamatkan kerajaan bukan berarti ia akan memaafkan semua orang yang pernah melukainya. Karena ia tidak ingin balas dendamnya dilakukan oleh orang lain maka dari itu ia tidak ingin kehancuran kerajaan Wei yang bukan dari tangannya sendiri.


Bahkan ia sendiri tidak tahu langkah apa yang akan ia ambil setelah seluruh masalah kehidupannya terselesaika. Xu Lian baru sadar jika ia tidak memiliki tujuan hidup tapi sepenting apa tujuan pada hidup kita?


Xu Lian tersadar dari lamunannya ketika sebuah tangan menepuk bahunya. Ia menoleh kearah tangan yang menepuknya dan mendapati Zhang Xiuhuan yang kini duduk disampingnya.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Zhang Xiuhuan.


"Tidak ada" Xu Lian kembali memalingkan pandangannya kehadapannya yang terhampar luar daratan hijau.


Zhang Xiuhuan tidak ingin melanjutkan pertanyaannya karena ia tahu Xu Lian tidak akan mau menjawabnya, tetapi ia bisa memahami apa yang dirasakan oleh Xu Lian, karena apa? karena ia juga pernah berada diposisinya.

__ADS_1


"Ini makanlah!" Xu Lian menerima makanan yang Zhang Xiuhuan berikan.


"Berapa lama lagi kita akan sampai dikerajaan?" tanya Xu Lian sambil mulai memakan makanannya.


"Kata kakek tua itu, kita akan sampai malam ini" Xu Lian hanya menganggukan kepalanya enggan untuk menjawab dengan kata-kata.


Mereka semua berbenah kembali barang-barang mereka untuk melanjutkan perjalanan.


***


Diseluruh perbatasan daratan barat telah terjajar rapih para pasukan yang menjaga untuk mengantisipasi serangan dadakan. Setiap perbatasan juga dijaga oleh 5 kaisar atau tetua sekte masing-masing perbatasan.


Disetiap perbatasan terdapat gunungan jerami yang digunakan sebagai peringatan jika para iblis bisa membobol pengamanan dari salah satu perbatasan. Gunungan jerami tersebut akan dibakar, sehingga pasukan yang menjaga dari dalam daerah bisa melihat peringatan yang diberikan pasukan penjaga luar.


Seluruh kerajaan dan sekte aliaran putih juga sudah memindahkan para warganya ke tempat yang aman. Daerah-daerah tersebut menjadi seperti kota yang mati tidak ada satu aktifitas masyarakat seperti biasa hanya ada para pendekar yang ditugaskan untuk berpatroli.


Ketegangan diantara mereka mulai terasa karena mereka tahu jika musuhnya bukanlah manusia tetapi bangsa iblis, ini bukan perang dengan fisik saja tetapi juga dengan batin. Ditambah lagi matahari mulai terbenam, suanan disekitar perbatasan mulai mencekam ditambah udara yang sangat dingin padahal ini bukan musim dingin bahkan angin pun tidak ada yang lewat. Jadi ini dingin karena apa?


Semua pasukan dengan ketua mereka masing-masing tetap setia menjaga perbatasan. Tepat diperbatasan antara daratan barat dengan Sungai Killin terdapat ribuan pasukan yang diketua oleh Tho Zou, Xiao Tian, Tao Shining, Bing An dan Ling Shui.


Hari yang mulai gelap membuat mereka semua waspada. Tiba-tiba kabut datang dari arah selatan.


"Ada apa ini, tidak biasanya disekitar sini ada kabut?" ucap Xiao Tian heran. Yang ia ketahui didaerah ini tidak pernah ada kabut, tetapi tiba-tiba ada kabut tebal.


"Ini bukanlah kabut biasa, bersiaplah untuk bertempur" ucap Tho Zou serius.


Xiao Tian agak terkejut, secepat inikah mereka menyerang.


"SEMUANYA BERSIAP UNTUK MENYERANG!! MUSUH KITA SUDAH ADA DIHADAPAN KITA!!!" teriak Xiao Tian yang dibalas teriakan semangat oleh para prajurit yang siap mempertaruhkan nyawa mereka.

__ADS_1


***


__ADS_2