
Danzi menambah kecepatan berlarinya ketika ujung trisulu akan menghantam tubuh Xu Lian. Tetapi ia tidak mungkin bisa sampai tepat waktu.
"Mati kauu!!" Raja Iblis menyerang Xu Lian menggunakan trisulanya dengan cepat. Tetapi sebelum trisulanya membunuh Xu Lian, tubuh Raja Iblis terlempar puluhan meter kebelakang karena bola cahaya yang berwarna kuning keemasan menghantam tubuhnya.
Xu Lian melihat tubuh Raja Iblis yang terlempar karena serangan dari Naganya. Naga Surgawi turun tepat dibelakang tubuh Xu Lian yang masih terduduk ditanah. Xu Lian berbalik menatap naganya dengan pandangan terima kasih, ia mengelus kepala Naga Surgawi yang memiliki tinggi dua kali tinggi tubuhnya.
Ketika Xu Lian mengelus kepala naganya, pendar cahaya emas keluar dan masuk kedalam telapak tangan Xu Lian.
"Apa ini?" Xu Lian merasa tenaga dalamnya yang telah terkuras kini kembali terisi dan luka-luka yang ia derita kini mulai perlahan membaik.
Raja Iblis memuntahkan darahnya yang berwarna hitam, kini tubuhnya sangat sakit karena serangan yang tib-tiba dari Naga Surgawi. Ia merasa heran bukankah tadi naga itu bertempur dengan naganya, lalu sekarang kemana naganya. Jawaban dari pertanyaannya terjawab ketika sebuah tubuh naga yang berwarna hitam dan besar sedang terdiam kaku dibawah tanah, jaraknya cukup jauh dari tempat Raja Iblis berada.
"KAU MEMBUNUH NAGAKU!!!" teriak Raja Iblis geram. Berani sekali naga rendahan sepertinya membunuh naga miliknya yang sudah sejak dulu ia merancang untuk membuka segel Naga Dewa Kematian. Tetapi belum juga apa-apa, naganya sudah terbunuh.
Raja Iblis kembali menyerang Xu Lian dengan tenaga dalamnya yang tersisa. Xu Lian pun dengan senang hati menerima serangan yang datang.
Pertarungan kedua dimulai, namun bedanya kali ini Raja Iblis yang berada dalam posisi bertahan. Kondisi tubuhnya tidak sefit awal, yang mempengaruhi sengannya yang lamban dan terlalu banyak celah sehingga memudahkan Xu Lian untuk menyerangnya.
Xu Lian tidak ingin membuang waktu yang lama untuk menghadapi Raja Iblis, ia mulai khawatir dengan tubuh Zhang Xiuhuan yang semakin melemah. Kali ini ia memfokuskan untuk menyerang tepat pada jantung Raja Iblis, ketika ia menemukan celah pada serangan Raja Iblis, tidak segan-segan Xu Lian menusuk jantung Raja Iblis dengan pedangnya.
"In__i tida_k mungki_n" Raja Iblis tidak percaya jika akhir hidupnya jatuh ditangan gadis ingusan.
Xu Lian menarik pedangnya kembali, dan tangannya menyerap bola hitam dari tubuh Raja Iblis, setelah bola hitam itu berpindah pada tangannya jasad Raja Iblis hancur menjadi abu yang tidak tersisakan.
"Kau tidak apa-apa?" Danzi berlari menghampiri Xu Lian.
__ADS_1
Tetapi Xu Lian tidak menghiraukan pertanyaan dari Danzi, ia langsung pergi menghampiri tubuh Zhang Xiuhuan. Xu Lian terduduk disamping tubuh Zhang Xiuhuan, setelah itu ia menempatkan bola hitam yang awalnya ia ambil dari tubuh Raja Iblis tepat pada luka tusukan ditubuh Zhang Xiuhuan. Bola hitam itu terserap kedalam tubuh Zhang Xiuhuan.
Beberapa waktu kemudian mulai ada perubahan pada wajah Zhang Xiuhuan, bibirnya yang awal berwarna putih kini berangsur-angsur berwarana merah, wajah yang begitu pucat kini juga kembali normal begitu juga dengan detak jantungnya yang berdetak dengan normal kembali.
Xu Lian tersenyum bahagia melihat perubahan pada tubuh Zhang Xiuhuan, apalagi ketika melihat kelopak mata Zhang Xiuhuan yang mulai bergerak.
***
Zhang Xiuhuan berjalan ditempat yang semuanya berwarna hitam, tidak ada apa-apa disini semuanya kosong. Tubuhnya juga perlahan-lahan tidak merasakan sakit yang hebat karena luka yang ia dapat dari Raja Iblis. Zhang Xiuhuan hanya tersenyum masam ketika merasakan perubahan pada tubuhnya, bukan hanya rasa sakit yang tidak bisa ia rasakan tetapi ia juga mulai tidak bisa merasakan pendengarannya, penciumannaya. Baginya ini sangat hambar, ia tidak bisa merasakan apapun bahkan untuk perasaanya sendiri. Tetapi satu hal yang hanya bisa ia ingat, senyuman seorang gadis. Zhang Xiuhuan ikut tersenyum ketika membayangkan bagaimana gadis itu tersenyum dan bagaimana wajahnya ketika kesal.
Tetapi senyumannya segera menghilang ketika sesuatu menghantamnya dengan sangat keras, bahkan ia bisa merasakan tulang-tulangnya remuk karena hantaman tersebut. Tetapi bukan sesuatu yang menghantamnya yang membuatnya terkejut, tetapi kini ia bisa merasakan rasa sakit yang hebat pada sekujur tubuhnya, bukan hanya itu pendengarannya mulai bisa mendengar derap langkah kaki juga penciumannya, bau amis darah.
Zhang Xiuhuan mencoba membuka kelopak matanya dengan perlahan, dan hal yang paling pertama ia lihat adalah sesosok gadis yang selalu ia bayangkan.
"Awhh...ini menyakitkan" ucap Zhang Xiuhuan pelan ketika tiba-tiba Xu Lian memeluknya.
Danzi ikut terduduk disamping Xu Lian, dan mulai memeriksa keadaan Zhang Xiuhuan, telapak tangannya ditempelkan pada dada Zhang Xiuhuan yang terluka dan mengaliri tenaga dalamnya untuk mengobati luka Zhang Xiuhuan.
Zhang Xiuhuan bisa merasakan aura dingin yang menyelimuti lukanya, kini ia lebih merasa baik dari sebelumnya.
"Terima kasih" Zhang Xiuhuan mencoba bangun setelah Danzi selesai mengobatinya.
Zhang Xiuhaun menelilingi pandangannya, pemandangan yang sangat mengerikan. Tetapi ia cukup terkejut dengan keberadaan seekor naga berwana kuning keemasan yang kini tengah berdiri tidak jauh darinya berada. Xu Lian mengikuti pandangan Zhang Xiuhaun yang kini tengah menatap Naga Surgawi.
"Dia Naga Surgawi, entahlah aku juga tidak terlalu mengerti bagaimana aku bisa memanggil naga itu" ucap Xu Lian jujur.
__ADS_1
"Apakah baik jika naga sebesar itu selalu mengikutimu kemanapun, aku takut hal itu akan menarik bahaya" Danzi mengangguk setuju dengan ucapan Zhang Xiuhuan.
Xu Lian mengetuk-ngetukkan dagunya dengan jarinya, ia mencoba memikirkan solusinya.
"Aku bisa menjadi lebih kecil sehingga orang-orang tidak bisa melihat keberadaanku" Danzi, dan Zhang Xiuhuan terkejut ketika naga itu bisa berbicara. Tetapi yang paling terkejut bukan mereka tetapi Xu Lian sendiri.
"Kau...kau bisa bicara?" tanya Xu Lian dengan raut wajah yang tidak percaya.
Tanpa menjawap pertanyaan dari Xu Lian, Naga Surgawi merubah bentuknya semakin kecil, sekecil kadal. Tubuhnya terbang menghampiri Xu Lian dan turun tepat dibahu kanan Xu Lian.
Xu Lian mulai menyadari suasana sekarang, ribuan tatapan mata yang kini tengah memandang mereka. Hal itu juga bisa dirasakan oleh Zhang Xiuhuan.
Setelah semuanya cukup beres, Danzi meninggalkan Zhang Xiuhuan dan Xu Lian dan ia mengarahkan orang-orang yang tersisa untuk mengurus kehancuran yang terjadi begitu juga mengurus mayat-mayat yang berserakan dimana-mana.
"Langkah apa yang kau ambil selanjutnya?"
Tanya Zhang Xiuhuan setelah kepergian Danzi.
"Memulai hidup yang baru dengan sedikit warna" Xu Lian tersenyum misterius.
"Sedikit warna? apa maksudmu?" Zhang Xiuhuan menaikkan salah satu alisnya.
"Memberi pelajaran bagi mereka" ucap Xu Lian penuh penekanan pada akhir kalimatnya.
Zhang Xiuhuan hanya tertawa mendengar ucapan Xu Lian. Sebenarnya ia juga akan membalaskan dendam Xu Lian, walaupun tanpa diminta. Tetapi sepertinya tanpa dibujuk Xu Lian akan membalaskan dendamnya, dan dengan senang hati Zhang Xiuhuan membantunya.
__ADS_1
***