
Semua para warga berkumpul diluar halaman rumah masing-masing. Malam ini adalah malam untuk memanjatkan doa syukur karena telah berhasil mengalahkan Sekte Bayangan Hitam, ditambah juga dengan doa untuk kesehatan Xu Lian yang sampai saat ini masih setia tidak sadarkan diri sejak tiga hari yang lalu.
Mereka juga tidak lupa untuk membuat ataupun membeli lampu lampion sebagai penghantar doa kepada para Dewa.
Kerajaan Wei berhasil menghancurkan Sekte Bayangan Hitam dalam satu hari. Berita ini begitu cepat tersebar kepenjuru arah. Seluruh Kerajaan dan Sekte Aliran Putih berdecak kagum, mereka sudah tahu tentang kekuatan asli dari Kerajaan Wei, maka dari itu mereka tidak akan menyinggung lagi Kerajaan Wei. Walaupun sudah tidak termasuk kedalam tiga besar Kerajaan Barat, Kerajaan Wei tetap menjadi kerajaan yang selalu dihormati oleh Kerajaan lainnya.
Begitu juga dengan Sekte Aliran Hitam yang tidak percaya jika Sekte Bayangan Hitam yang termasuk kedalam sekte terbesar aliran hitam, bisa dengan mudahnya dihancurkan oleh Kerajaan Wei. Mereka memang tidak mengetahui keberadaan Xu Lian dengan Zhang Xiuhuan, tetapi mereka semua tetap memutuskan untuk tidak mencari masalah dengan Kerajaan Wei.
Lampu-lampu lampion mulai berterbangan, menggantikan keindahan bintang pada langit malam. Walaupun Kerajaan Wei terlihat sangat indah dengan ribuan lampion yang diterbangkan, tetapi tidak ada satupun senyuman yang terukir disetiap wajah para warga.
Begitu juga dengan seorang pria yang selalu setia ditempat duduknya, wajahnya tidak pernah dialihkan dari tubuh seorang gadis yang masih senantiasa memejamkan matanya. Jantungnya masih berdetak dengan lembut, menandakan masih ada kehidupan pada tubuh pemiliknya.
Sudah tiga hari ini, Zhang Xiuhuan duduk menunggu gadisnya bangun, tetapi tidak ada reaksi apapun pada tubuh Xu Lian. Tangannya menggenggam tangan Xu Lian dengan erat.
"Maaf" Zhang Xiuhuan menatap wajah Xu Lian, lalu setelah itu menundukkan kepalanya. Ia tidak tahan jika harus melihat keadaan Xu Lian yang seperti ini.
"Ini semua salahku"
"Andai saja..."
"Andai saja apa, khok.."
Zhang Xiuhuan mengangkat wajahnya tidak percaya, ini bukan mimpikan jika kini gadisnya sudah bangun.
"Hey kau sudah sadar" Zhang Xiuhuan memeluk tubuh Xu Lian dengan erat, " Ehh maafkan aku" ia melepaskan diri ketika mengetahui Xu Lian susah untuk bernafas karena dirinya.
"Dimana ini?" Xu Lian mengedarkan pandangannya, ini bukan seperti kamar miliknya.
"Kamar utama istana" Zhang Xiuhuan membantu ketika Xu Lian yang ingin bangun dari tidurnya.
"Apa kau membutuhkan sesuatu?" tanya Zhang Xiuhuan.
Xu Lian hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan. Matanya menatap kearah luar jendela yang kini memperlihatkan langit malam yang dipenuhi oleh lampion.
"Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan dengan lampion-lampion itu, tetapi kata mereka itu untuk acara semacam doa" ucap Zhang Xiuhuan ketika melihat Xu Lian yang kebingungan dengan lampion-lampion yang ia lihat.
__ADS_1
Dari arah pintu terbuka dan muncul seorang pelayan wanita yang membawa nampan yang diatasnya berisi seperti ramuan.
"Tuan Putri, anda sudah sadar" Xu Lian tidak menjawab, dia hanya tersenyum kecil untuk reaksinya.
"Saya akan mengabarkannya kepada Yang Mulia" Pelayan wanita itu langsung pergi kembali, untuk memberitahukan kepada anggota keluarga yang lainnya.
Xu Lian menatap kepergian pelayan wanita yang kini sudah terhalang oleh pintu yang kembali tertutup.
"Apa rencanamu selanjutnya?" tanya Xu Lian.
Zhang Xiuhuan mengerutkan keningnya bingung, dari awal dia memeng tidak memiliki rencana hidup, ya dia hanya ingin hidup dengan orang yang dia cintai untuk selamanya hanya itu saja.
"Aku tidak tahu" jawab Zhang Xiuhuan jujur.
"Aku memiliki rencana selanjutnya" Zhang Xiuhuan menunggu dengan tenang apa yang akan disampaikan oleh Xu Lian, "Kehidupan baru" ucap Xu Lian.
Sebelum Zhang Xiuhuan bertanya apa maksudnya dari 'Kehidupan Baru' pintu kamar telah terbuka dan muncullah Xu Kong berserta dua putranya.
Mereka bertiga hanya bisa tersenyum melihat kondisi Xu Lian yang mulai membaik.
"Ayah" untuk pertama kalinya Xu Lian memanggil Xu Kong dengan sebutan ayah, begitu juga dengan Xu Kong yang melihat Xu Lian ingin memanggilnya ayah.
"Aku ingin mengatakan sesuatu" Xu Lian menghela nafas, "Ini mungkin permintaan pertamaku, jadi kuharap ayah mengizinkanku" ucap Xu Lian.
"Katakanlah"
"Aku ingin menjalankan kehidupan baru, kehidupan diluar politik ataupun dunia kultivator" Xu Lian menatap Zhang Xiuhuan, "Aku ingin memulai kehidupan yang jauh dan lebih damai dari kerajaan ini" ucap Xu Lian.
"Tapi nak" ucap Xu Kong ragu.
"Tenang saja ayah lagi pula ada dia yang akan bersamaku" Xu Lian menunjuk Zhang Xiuhuan, "Dan juga bukan berarti aku akan pergi selamanya, aku akan tetap mengunjungi ke Kerajaan ini" ucapnya.
Xu Kong menghela nafas berat, memang jika Xu Lian selalu tinggal di kerajaannya nyawanya akan terancam karena keberadaan Naga Surgawi miliknya. Tetapi ia sangat berat hati, baru saja putrinya kembali padanya ia sudah ingin pergi jauh darinya, mungkin akan ia anggap ini sebagai hukumannya karena perbuatannya dimasa lalu.
"Baiklah kau boleh memutuskan apapun keinginanmu" ucap Xu Kong dengan berat hati.
__ADS_1
"Tapi" Xu Kong menggantung ucapannya.
"Tapi apa?" tanya Xu Lian penasaran.
"Aku tidak akan mengijinkan jika pria asing ini ikut denganmu!"
"Pria asing? ayah aku sudah mengenalnya sejak lama" bantah Xu Lian.
"Aku akan menganggapnya sebagai pria asing jika ia tidak menikahimu"
Baik Xu Lian maupun Zhang Xiuhuan terkejut dengan penuturan Xu Kong. Memang kata menikah belum pernah ada dikirannya.
"Baiklah, saya akan menikahinya secepatnya" ucap Zhang Xiuhuan dengan tegas.
Xu Lian hanya bisa menunduk, kedua pipinyapun sudah memerah. Dia baru sadar jika dia sudah jatuh cinta kepada Zhang Xiuhuan, tapi sejak kapan?
Xu Kong tertawa lantang, kini ia bisa percaya dengan keselamatan putrinya jika ada ditangan Zhang Xiuhuan. Ia tidak perduli dengan latar belakang Zhang Xiuhua yang penting hatinya yang tulus yang selalu ingin melindungi Xu Lian.
"Baiklah besok aku akan menyiapkan pernikahannya" ucap Xu Kong.
"Apa! besok?" Xu Lian sangat terkejut, jika besok adalah persiapan pernikahannya. Ini sangat cepat bukan? bahkan kedua kakaknya belum ada yang menikah.
"Hey adik jangan pikirkan kami, kami adalah penerus kerajaan ini jadi untuk kata pernikahan masih jauh untuk kami" ucap Xu Li sambil tertawa.
"Tapi ini terlalu cepat" Xu Lian melirik kearah Zhang Xiuhuan untuk meminta bantuan, tetapi yang ditatap memasang ekspresi yang tidak tahu apa-apa. Xu Lian menggerutu kesal.
Setelah Xu Kong dan kedua kakaknya meninggalkan kamar Xu Lian, Xu Lian langsung memukul kepala Zhang Xiuhuan tanpa ada perlawanan balik.
"Aduh kenapa kau memukulku, ini adalah
kekerasan dalam rumah tangga tau" ucap Zhang Xiuhuan.
"Rumah tangga matamu" Xu Lian kembali memukul Zhang Xiuhuan, dan Zhang Xiuhuan menerima pukulan dari Xu Lian dengan pasrah.
Sesungguhnya kehidupan yang bahagia itu bukan kehidupan yang selalu penuh harmonis.
__ADS_1
***
Ok tunggu buat chapter akhir yaa....